Harganya Selangit, Seberapa Penting Antony Buat MU?

spot_img

Gerbong pemain dari Eredivisie kini kembali mendarat dengan selamat di Old Trafford. Setelah Malacia dan Lisandro Martinez, kini giliran rekan Martinez di Ajax, Antony Matheus Dos Santos baru saja tiba di Carrington.

Ini adalah sebuah transfer mewah Red Devils di sisa waktu penutupan bursa transfer musim panas ini. Transfer ini membuat mata dunia terfokus pada kehadiran winger muda Brazil tersebut yang ditebus super mahal. Namun terlepas dari harga, pertanyaannya kemudian adalah, seberapa penting kehadiran Antony di MU?

Kok Bisa Mahal?

Sebelum melangkah ke pembahasan seberapa pentingnya Antony, fyi aja, Antony ditebus dengan mahar mencapai 95 juta euro plus add ons 5 juta euro. Winger Brazil itu akan dikontrak Red Devils hingga 2027 alias lima tahun. Dengan opsi perpanjangan kontrak hingga tahun 2028.

Transfer itu akhirnya terjadi ketika MU mengajukan tawaran untuk kesekian kalinya. Kita tahu MU telah ditolak beberapa kali oleh manajemen Ajax. Dari ditawar 60 juta, hingga 90 juta semua ditolak. Namun, karena butuh ya gimana lagi. Ajax ini pandai memanfaatkan aji mumpung.

Ajax adalah Ajax, klub yang selalu jenius dalam melepas pemain dengan untung besar. Kali ini manajemen MU pun dicap kurang bisa melakukan manajemen perekrutan secara efisien. Padahal ia bisa lho mendatangkan Malacia, Eriksen, Martinez dengan good deal.

Kenapa untuk kasus Antony tidak bisa? Kita tahu Antony ini adalah incaran lama Ten Hag ketika ia pertama kali datang ke MU. Coba kalau dari awal manajemen MU langsung memproses serius Antony, mungkin harganya tak sampai 100 juta seperti sekarang ini.

Manajemen dinilai lambat dalam memproses transfer. Namun, seiring berjalannya waktu, manajemen sadar dan seketika panik karena performanya jeblok di awal musim dengan pemain seadanya itu. Akhirnya, mereka berani keluar uang banyak yang bahkan sampai sekarang nominalnya melebihi 200 juta pound untuk beli pemain.

Kebutuhan Variasi Sayap MU

Nah, sekarang bahas soal kebutuhan. Ya, MU jelas sangat butuh kehadiran Antony jika berkaca pada empat laga yang telah dijalani di Liga Inggris. Kali ini paling tidak Red Devils punya senjata baru dari sisi winger sekaligus menambah kedalaman skuad di lini serang.

Sejak kedatangan Ten Hag ke Old Trafford, United dibawanya tetap menggunakan format 4-2-3-1. Artinya, pola serangan sayap adalah salah satu komponen penting bagi permainan Ten Hag musim ini di MU. Komposisi pemainnya di sayap berputar pada nama Rashford di kiri dan Sancho di kanan. Sebagai pelapis cuma ada Elanga, maupun sesekali Martial atau Bruno menempati salah satu sisi sayap jika diperlukan.

Nah awalnya, seiring dengan performnya komposisi itu di partai uji coba pra musim, kelihatanya MU berpuas diri dan merasa tak butuh lagi seorang sayap baru. Toh Sancho, Rashford, Martial dan Elanga juga perform. Namun, sejak dimulainya Liga Inggris dengan hasil minor di dua laga awal, MU mulai kelabakan. Performa apik serangan dari sisi sayap seperti di laga uji coba tak terlihat sama sekali.

Baru pada match lawan Liverpool, mereka kembali lagi kelihatan performanya, meskipun hanya dengan menggunakan pola counter attack. Di partai melawan Soton pun kembali lagi tak maksimal, meskipun secara hasil menang. Artinya, lini serang dari sisi sayap yang diandalkan Ten Hag, sama sekali tak konsisten.

Orangnya Ten Hag

Antony bagaimanapun adalah orangnya Ten Hag. Ia diboyong Ten Hag dari Sao Paulo ke Amsterdam. Ia berkembang dengan visi bermain Ajax yang dicekoki Ten Hag. Ten Hag sangat percaya ia akan mudah masuk dalam proyek jangka panjang skuadnya, mengingat ia baru berusia 22 tahun.

Antony yang sudah sangat mengenal gaya bermain Ten Hag cenderung akan mudah beradaptasi. Baik itu dengan skema taktik maupun kebutuhan tim. Tinggal kini PR-nya adalah menyesuaikan atmosfer liga dan kualitas bek lawan yang tentu berbeda dengan di Eredivisie.

Kalau bicara soal skill, pemain ini sangat lincah dan skillfull. Ia sangat dibutuhkan Ten Hag dalam merobek pertahanan lawan lewat sisi kanan. Ia kuat di kaki kiri, dan sangat cepat dalam berakselerasi untuk melakukan cut inside ke area kotak penalti. Ia pun cenderung tak egois dalam bermain.

Dengan hadirnya Antony paling tidak membuat gusar keberadaan Sancho, Elanga, yang sering mengisi pos sayap kanan MU karena ada saingan baru. Mau tidak mau ketiganya harus bersaing sehat dan sama-sama berlomba untuk bisa meningkatkan performanya demi posisi utama.

Dari sisi statistik, memang sih dengan torehan 12 gol dan 10 assist di semua kompetisi musim lalu, tak terlalu mewah untuk pemain yang dibanderol 100 juta. Meskipun begitu, menurut catatan data, grafiknya cenderung bergerak naik. Lantaran ketika di musim pertama Antony datang ke Ajax, ia hanya mencetak 10 gol dan 10 assist di semua kompetisi.

Dari segi atribut lainnya, musim lalu ia cenderung meningkat dibandingkan musim 2020/21. Misal dari rata-rata dribelnya, dari angka 3,8 di musim 2020/21 ke angka 3,9 musim lalu. Kemudian dari segi umpan kunci yang ia lepaskan, naik dari angka 1,8 musim 2020/21, ke angka 1,9 musim lalu. Pun dengan total jumlah tembakan tepat sasaran, naik dari angka 3 di musim 2020/21, ke angka 4,1 musim lalu.

Masalah Adaptasi Lingkungan

Setelah melihat grafik data yang meningkat dari performa Antony tiap musimnya, tak heran Ten Hag semakin ngebet dan yakin untuk membawanya ke MU. Namun perlu dicatat juga, meskipun performanya baik, atribut lainya seperti gaya hidup, adaptasi, emosi serta attitude juga perlu diperhatikan serius oleh Ten Hag.

Mengingat tingkat kematangan mental anak muda terutama anak muda Brazil cenderung kambuhan soal emosi dan gaya hidup. Ten Hag juga harus memperingatkan bahwa, ini Liga Inggris yang sangat ketat persaingannya, berbeda dengan Eredivisie.

Dari segi etos kerja, Ten Hag pun harus mewanti-wanti Antony untuk lebih bisa bekerja dengan tim. Ten Hag juga harus sering menggemblengnya untuk menghilangkan penyakit kebanyakan pemain Brazil yakni malas-malasan. Ia harus mau jika disuruh trackback ke belakang jika terkena serangan lawan. Ia juga tentu harus rajin melakukan pressing.

Kemahalan?

Kini giliran bicara soal harga. Dengan mahalnya mahar yang ditebus, ini merupakan beban besar bagi Antony. Tuntutan bermain bagus tiap pekannya mau tidak mau, disematkan publik Old Trafford padanya.

Beban itu bisa menjadi bumerang bagi pribadi Antony yang masih sangat muda usia. Bisa juga ia tak tahan dengan beban berat itu dan akan bernasib seperti Sancho. Atau justru mungkin malah bisa cepat berkembang, karena bersama pawangnya yang tepat yakni Ten Hag.

Bagaimanapun janganlah tergesa-gesa untuk menilai dan menghukum Antony dengan harganya. Itu semua tanggung jawab manajemen MU. Berikan dia waktu. Ia masih muda. Paling tidak 1 atau 2 musim, baru kita bisa menilai apakah 100 juta itu kemahalan atau tidak.

https://youtu.be/pMQ18cNHDos

Sumber Referensi : skysports, transfermarket, theflanker

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru