Kutukan Tujuh Musim Jurgen Klopp, Liverpool Dalam Bahaya!

spot_img

Liverpool menjalani start terburuknya di era Jurgen Klopp. Dalam 3 pertandingan pertama Premier League musim ini, Liverpool baru sanggup mengumpulkan 2 poin, hasil dari 2 kali imbang dan sekali kalah.

Di pekan pertama, The Reds susah payah menahan imbang tim promosi, Fulham. The Reds bahkan tertinggal dua kali oleh 2 gol Aleksandar Mitrovic sebelum terselamatkan berkat 2 gol balasan Darwin Nunez dan Mo Salah.

Hasil yang sama kembali terjadi di pekan kedua. Menjamu Crystal Palace di Anfield, Liverpool susah payah menahan imbang sang tamu yang lebih dulu unggul lewat gol Wilfried Zaha. Menguasai bola hingga 73% dan melepas 24 tembakan, The Reds baru mampu menyamakan kedudukan lewat gol Luis Diaz di menit ke-61.

Hasil lebih parah diderita di pekan ketiga. Secara mengejutkan, Liverpool yang bertandang ke Old Trafford, takluk dengan skor 2-1 dari Manchester United yang di 2 laga sebelumnya takluk dari Brighton dan Brentford.

Kutukan Tujuh Musim Jurgen Klopp

Tanpa satupun kemenangan dan hanya mengumpulkan 2 poin dari 9 poin yang tersedia membuat Liverpool terperosok di peringkat 16. Ini jadi awal terburuk Liverpool di Premier League sejak ditangani Jurgen Klopp.

Memang, Premier League musim ini baru saja dimulai dan masih banyak gameweek kedepannya. Namun, pendukung Liverpool perlu menjadikan hasil di 3 laga pertama tersebut sebagai sebuah peringatan alias ancaman bahaya. Pasalnya, ini adalah tahun ketujuh Jurgen Klopp di Anfield.

Pelatih asal Jerman itu punya rekor dan kenangan buruk soal musim ketujuhnya menangi sebuah tim. Klopp sendiri menyadari kalau ini adalah musim ketujuhnya di Liverpool dan ia merasa aneh dengan itu.

“Kami sekarang sudah lama bersama, ini musim ketujuh saya dan itu benar-benar aneh, tetapi kami tidak bisa membiarkan hal-hal seperti itu. Jadi kita tidak bisa hanya mengatakan ‘ah itu hebat’ dengan tim yang sama dan semakin tua. Anda harus membuat perubahan, kami melakukannya. Kami melakukannya, terus-menerus,” kata Jurgen Klopp dikutip dari SportBible.

“Kutukan Tujuh Musim Jurgen Klopp”, begitulah orang-orang menyebutnya. Kalimat tersebut bukanlah guyonan atau sekadar sekadar isapan jempol belaka. Sejarah telah membuktikan kalau daya magis Jurgen Klopp sebagai pelatih selalu habis di musim ketujuhnya.

Musim Ketujuh Jurgen Klopp di Mainz dan Borussia Dortmund

Jurgen Klopp mengawali karier kepelatihannya di FSV Mainz pada musim 2001/2002. Di musim ketiganya, Klopp sukses membawa mantan klubnya itu promosi ke Bundesliga untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Berkat taktik gegenpressing yang ia kembangkan, Mainz yang kala itu tercatat sebagai tim dengan bujet dan stadion terkecil di Bundesliga, berhasil ia bawa finish di peringkat 11 di musim 2004/2005. Di musim tersebut, Mainz juga mendapat penghargaan UEFA Fair Play Award dan dihadiahi tiket ke kualifikasi babak pertama UEFA Cup.

Sayangnya, dua musim berselang, Mainz terdegradasi dari Bundesliga. Saat itu, Jurgen Klopp memutuskan untuk bertahan. Namun, ia gagal membawa klub tersebut promosi kembali ke Bundesliga dan mengundurkan diri di akhir musim 2007/2008, tepat di musim ketujuhnya menangani Mainz.

Selepas berpisah dengan Mainz, Jurgen Klopp kemudian dikontrak oleh Borussia Dortmund. Bersama Dortmund inilah, nama Jurgen Klopp mulai melambung tinggi.

Dengan taktik gegenpressing-nya yang makin matang, Klopp berhasil memenangkan gelar Bundesliga berturut-turut di musim 2010/2011 dan 2011/2012. Satu trofi DFB-Pokal dan 2 trofi DFL-Supercup juga berhasil ia menangkan. Selain itu, ia juga membawa Dortmund ke final Liga Champions musim 2012/2013.

Namun, sekali lagi, di musim ketujuhnya menukangi Borussia Dortmund, nasib Jurgen Klopp memburuk. Meski di awal musim memenangi DFL-Supercup melawan Bayern Munchen, tetapi di liga, Dortmund tampil buruk dan finish di urutan ketujuh serta gagal lolos ke Liga Champions. Itu adalah musim bencana yang menyebabkan Klopp pergi dari Signal Iduna Park.

Tanda-tanda Kemunduran Jurgen Klopp di Liverpool

Setelah selesai dengan Dortmund, Jurgen Klopp kemudian ditunjuk sebagai pelatih Liverpool di musim panas 2015. Sejak menukangi The Reds, Klopp secara perlahan berhasil menyulap Liverpool kembali menjadi tim yang disegani.

Setelah melewati banyak proses, Klopp berhasil membawa Liverpool meraih semua trofi bergengsi yang bisa dimenangkan, mulai dari Premier League, EFL Cup, FA Cup, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Sayangnya, setelah tujuh musim berlalu, suka cita yang selama ini pendukung The Reds rasakan berada dalam ancaman. Bayang-bayang “kutukan tujuh musim Jurgen Klopp” hadir dan patut membuat mereka cemas.

Sebenarnya, musim 2022/2023 ini secara teori adalah awal dari musim kedelapan Jurgen Klopp di Anfield. Jadi, sejatinya, Klopp secara teori sudah melewati masa kutukan tersebut. Namun, start buruk yang Liverpool lakoni di awal musim ini seperti jadi penanda kemunduran mereka.

Hasil buruk di 3 laga pertama Premier League musim ini adalah start terburuk Jurgen Klopp selama menukangi Liverpool. Lebih parah lagi, hasil tersebut juga tercatat sebagai awal terburuk The Reds dalam sepuluh tahun terakhir.

Liverpool sebenarnya telah berhasil memperbaiki performa mereka di pekan ke-4 Liga Inggris. Menjamu Bournemouth di hadapan puluhan ribu pendukungnya di Anfield, The Reds menang besar dan membantai sang tamu dengan skor telak 9-0.

Lalu, apakah kemenangan besar atas Bournemouth sudah cukup untuk membuang bayang-bayang “kutukan tujuh musim Jurgen Klopp”? Sayangnya, tidak!

Bisa saja, kemenangan tersebut fana dan melenakan. Apalagi kemenangan tersebut cuma diraih dari tim sekelas Bournemouth yang baru promosi kembali ke Premier League. Di pekan sebelumnya, Bournemouth juga lebih dulu dibantai Manchester City dan Arsenal.

Terlebih lagi, apa yang terjadi di Liverpool saat ini mirip dengan apa yang terjadi di Dortmund di musim 2014/2015. Musim terburuk Jurgen Klopp di Borussia Dortmund diawali dengan kepergian Robert Lewandowski ke Bayern Munchen. Ciro Immobile dan Adrian Ramos yang menggantikan tempat Lewandowski terbilang jadi pembelian gagal.

Hal yang sama juga terjadi di Liverpool saat ini. The Reds mengawali musim dengan kehilangan Sadio Mane di bursa transfer musim panas. Secara kebetulan, Mane yang jadi salah satu pilar terpenting Jurgen Klopp di Liverpool juga hengkang ke Bayern Munchen.

Usai kepergian Mane, Liverpool mengeluarkan dana hingga 75 juta euro untuk mendatangkan Darwin Nunez. Sayangnya, sejauh ini, penampilan Nunez belum sesuai harapan. Ia bahkan sudah menerima kartu merah di pekan kedua Liga Inggris usai terprovokasi oleh bek Crystal Palace.

Transfer sepertinya memang jadi sebuah masalah yang belum terselesaikan bagi Jurgen Klopp. Di luar dari kasus Nunez yang belum benar-benar terbukti, pembelian Liverpool dalam beberapa musim terakhir menciptakan masalah besar di awal musim ini.

Dalam beberapa musim terakhir, Liverpool nyaris selalu merekrut pemain dengan riwayat cedera. Hasilnya, kini per 29 Agustus 2022, ada 9 pemain yang menepi karena berbagai masalah cedera. Mereka adalah Joel Matip, Ibrahima Konate, Caoimhin Kelleher, Thiago, Alex-Oxlade Chamberlain, Naby Keita, Curtis Jones, Harvey Elliot, dan Diogo Jota.

Masalah inilah yang patut membuat pendukung Liverpool khawatir. Saat ini memang belum jadi masalah besar. Namun, lain cerita jika tsunami cedera kembali menggerogoti skuad Liverpool saat menjalani pekan yang padat, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Jurgen Klopp sendiri sadar akan hal itu dan kabarnya ia masih mengincar seorang gelandang baru di bursa transfer musim panas ini. Ini penting, mengingat seringnya gelandang Liverpool yang bergantian menepi karena cedera. Setelah Jude Bellingham, nama Ruben Neves, Moises Caicedo, dan Sander Berge jadi nama terbaru yang masuk dalam daftar incaran Liverpool.

Namun, masalah yang jauh lebih penting daripada itu adalah konsistensi. Sebab, di musim terburuknya di Mainz dan Dortmund, Jurgen Klopp gagal menjaga konsistensi penampilan anak asuhnya. Jadi, jika ia kembali gagal menyelesaikan perkara tersebut, bisa jadi ini akan jadi awal dari akhir era keemasan Jurgen Klopp di Liverpool.

https://youtu.be/XKJrLvwwkzI
***
Referensi: SportBible, UEFA, Goal, Fotmob, DailyStar, DailyMail, Liverpool.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru