Liga Premier Inggris sudah melewati gameweek kedua. Bahkan, bisa jadi ketika kamu menonton video ini, gameweek ketiga tinggal menghitung jam saja. Atau bisa juga justru sudah terlewati. Well, apa pun itu, ada banyak kejutan terjadi di pekan pertama Liga Inggris.
Kali ini kita tidak akan membahas bagaimana kiprah klub-klubnya. Melainkan penampilan para pendatang baru di Liga Inggris. Ya, benar sekali. Liga Inggris musim 2022/23 juga tak bisa lepas dari kedatangan pemain baru yang belum pernah mencicipi manis pahitnya kompetisi terpanas se-Eropa itu.
Uniknya, meski baru bermain dan menjalani debutnya, beberapa pemain tampil moncer bersama klubnya. Nah, berikut ini adalah debut manis para pendatang baru Liga Inggris. Siapa saja mereka?
Daftar Isi
Joao Palhinha
Klub yang paling menyesali kepindahan Joao Palhinha ke Fulham barangkali adalah Wolverhampton Wanderers. Wolves sudah berminggu-minggu dikaitkan dengan gelandang Sporting CP tersebut. Namun, klub yang bermarkas di Molineux itu gagal menjalin kesepakatan.
Penyesalan itu makin tampak, ketika Palhinha tampil impresif di laga debutnya ketika Fulham menggagalkan perolehan tiga poin Liverpool. Barangkali saking menyesalnya, Wolves sampai mengunggah debut manis Palhinha di Fulham melalui website mereka, Molineux News.
Pemain yang didatangkan Fulham dengan mahar 17 juta poundsterling (Rp303,6 miliar) itu memang tampil impresif di laga debutnya. Menghadapi Liverpool, sang gelandang tidak gentar melancarkan pertarungan lini tengah melawan gelandang top seperti Thiago Alcantara.
João Palhinha vs. Liverpool
77% Pass accuracy
1/3 Accurate long passes
6/6 Tackles won
7/9 Ground duels won
2/4 Aerial duels won
2 Shots blocked
4 Recoveries
1 InterceptionFor a Premier League debut against that Liverpool midfield, this was a ridiculous performance. pic.twitter.com/AYKeM9K1SW
— The Tactical Times (@Tactical_Times) August 6, 2022
Ia membawa The Cottagers tampil spartan menghadapi The Reds. Dalam catatan Sofascore, ia melakukan enam kali tekel dalam 90 menit. Jumlah itu menjadi yang terbanyak di laga tersebut. Selain itu, Palhinha juga memenangi 7 dari 9 perebutan bola, dan mampu menuntaskan 20 dari 26 percobaan umpan.
Meski tidak mencetak gol, kontribusinya nyata bagi Fulham. Palhinha bertugas menghentikan serangan lawan dan memadamkan bahaya. Tidak hanya itu, dengan akurasi umpan mencapai 77 persen, keterampilan Palhinha sangat dibutuhkan skuad Marco Silva.
Saat menghadapi Wolves di pekan kedua pun, Palhinha kembali menjadi andalan Fulham. Pada laga itu, ia turun selama 90 menit, dan membuat Wolves kesulitan menembus pertahanan The Cottagers, karena ia memenangkan 4 dari 8 duel perebutan bola. Tidak hanya itu, akurasi umpan Palhinha pun meningkat jadi 82 persen.
William Saliba
Sosok William Saliba sejatinya sudah dibeli Arsenal sejak tahun 2019. Ketika itu klub sangat tangguh membeli Saliba dari Saint-Etienne dengan biaya 27 juta poundsterling (Rp482 miliar). Namun, selama kurang lebih tiga musim, waktu Saliba habis hanya untuk dipinjamkan ke klub-klub lain.
Baru pada musim 2022/23, Arteta mempercayai Saliba. Ia turun di laga pembuka Liga Inggris ketika Arsenal melumat Crystal Palace 2-0. Keputusan untuk membeli Saliba, tapi meminjamkannya dulu ke klub Ligue 1, barangkali adalah keputusan yang sama sekali tidak keliru.
Setelah menjalani masa peminjaman ke Saint-Etienne, Nice, sampai ke Marseille, Saliba tampil bagus di laga perdananya di Premier League. Penampilan yahudnya mendapat sorotan. Dalam catatan Squawka, Saliba berhasil memenangkan 100 persen duel udara.
William Saliba’s Premier League debut for Arsenal:
100% take-ons completed
100% aerial duels won
94% pass accuracy
49 passes
7 ball recoveries
6 passes into final third
6 clearances
3 duels won
0x dribbled past
0 goals conceded
0 fouls committedWorth the wait. 🍾 pic.twitter.com/xH2Wm0TuQs
— Squawka (@Squawka) August 5, 2022
Tidak hanya itu, Saliba juga melakukan 7 kali perebutan bola saat menghadapi Palace. Saliba juga menciptakan 49 operan dengan akurasi umpannya mencapai 94 persen. William Saliba juga turut memberikan kontribusi serangan dengan 6 umpan yang mengarah ke sepertiga pertahanan lawan.
Sayang sekali, debutnya di awal itu tidak berlanjut mulus di pekan kedua. Alih-alih mempertahankan gawang dari kebobolan, Saliba justru mencetak gol ke gawang Arsenal. Meskipun sebagai seorang bek, Saliba masih mampu memenangi 3 dari 4 perebutan bola ketika Arsenal menang 4-2 atas Leicester City.
Brenden Aaronson
Jesse Marsch mendatangkan mantan pemainnya sendiri dari RB Salzburg, Brenden Aaronson ke Leeds United. Untuk mendatangkan Aaronson ke Elland Road, Leeds mengeluarkan biaya yang lumayan, yaitu 24,7 juta poundsterling (Rp441,2 miliar).
Barangkali karena tidak mau menyia-nyiakan apa yang sudah dibeli, Marsch memasang Aaronson pada pembukaan musim, ketika menghadapi Wolves. Hasilnya pun lumayan. Pemain Amerika itu membuktikan kapabilitasnya di Liga Inggris.
Gelandang berusia 21 tahun itu menawarkan kreativitas di lini tengah. Pada laga kontra Wolverhampton, permainannya sangat mudah dicintai penduduk Elland Road. Aaronson berkontribusi dalam gol The Whites ke gawang Wolves, dan membawa mereka meraih tiga poin.
📋 Following a review by the #LUFC Goal Accreditation Panel, we’re still saying this is Brenden’s! pic.twitter.com/qUwPbg8slp
— Leeds United (@LUFC) August 6, 2022
Pada laga tersebut, secara statistik, Aaronson juga lumayan. Ia melakukan 40 sentuhan dalam 85 menit bermain. Tidak hanya itu, sebagai seorang gelandang akurasi umpannya bagus, yaitu 71 persen. Ia juga memenangi 4 duel perebutan bola.
Ketika menghadapi Southampton di pekan kedua, Aaronson kembali dimainkan Marsch. Secara statistik, meski bermain imbang 2-2, permainan Aaronson terbilang meningkat. Pada laga kontra Soton ia mengemas 57 kali sentuhan. Meski akurasi umpannya hanya 69 persen.
Darwin Nunez
Meski dinanti-nantikan penampilannya di Liga Inggris, Jurgen Klopp masih menahan Darwin Nunez. Ia tidak menjadi starting line up ketika Liverpool ditahan imbang Fulham di laga pembuka. Darwin Nunez baru masuk di babak kedua menggantikan Firmino.
Walaupun baru masuk di babak kedua, Darwin Nunez langsung membuktikan bahwa dirinya layak bersaing di skuad Liverpool. Ia sekaligus menunjukkan kualitasnya layak untuk Liga Inggris. Sebab, Nunez berhasil mengemas satu gol beberapa menit ketika ia masuk.
⚽️ Darwin Nunez is only the 2nd player this century to score in each of his first 2 competitive matches for Liverpool, after Daniel Sturridge pic.twitter.com/9BmH2Jim4p
— Sky Sports Statto (@SkySportsStatto) August 6, 2022
Bahkan golnya itu, sedikit memperpanjang nafas Liverpool. Karena pada waktu itu, anak asuh Jurgen Klopp ketinggalan satu gol. Selain mencetak gol, ia juga memberikan assist pada gol Mohamed Salah. Dan assist itu, sekali lagi, sangat berharga karena menyelamatkan Liverpool dari kekalahan.
Sayangnya, penampilan manis di laga debut tidak berlanjut di laga kedua kontra Crystal Palace. Darwin Nunez yang justru turun sejak menit awal, tidak mampu tampil bagus. Nunez tidak berhasil menciptakan peluang bersih sepanjang laga. Alih-alih melakukannya, Nunez justru terprovokasi pemain lawan dan membuatnya diganjar kartu merah.
Erling Haaland
Erling Haaland adalah sekrup yang dibutuhkan Pep Guardiola, agar Manchester City makin paripurna menjadi calon kuat juara Liga Inggris. Apalagi sejauh ini Pep belum memiliki striker murni. Dan Haaland pun langsung menjawabnya di laga pertama.
Sebagai debutan baru Liga Inggris, dengan reputasi 86 golnya bersama Dortmund, Haaland langsung mengemas dua gol saat City mempermalukan West Ham di depan pendukungnya sendiri. Dua gol itu sekaligus menjawab mereka yang mengkritik Haaland atas penampilannya di Community Shield beberapa waktu sebelumnya.
.@KevinDeBruyne 🤝 @ErlingHaaland#ManCity pic.twitter.com/QbSBOKozCC
— Manchester City (@ManCity) August 7, 2022
Pada laga kontra West Ham. Haaland dengan kecepatannya begitu eksplosif di lini depan The Citizens. Ia tahu bagaimana memanfaatkan umpan ciamik dari Kevin de Bruyne. Penampilan manis pada debutnya itu kemudian berlanjut ke pekan kedua.
Menghadapi Bournemouth, Manchester City menang telak 4-0. Namun, Haaland tidak mencetak gol pada laga tersebut. Kendati begitu, Haaland menyumbangkan satu assist untuk gol Ilkay Gundogan. Dengan dua laga pertamanya itu, Haaland tentu saja bisa menjadi senjata mematikan Manchester City di lini serang.
Sumber: TheFootballFaithful, Sportsbrief, Detik, AS, Sofascore


