Liverpool tampil perkasa di ajang Community Shield. Menantang juara Premier League, Manchester City yang baru saja kedatangan Erling Haaland, Liverpool justru menang telak. Skor 3-1 sudah cukup untuk membawa pasukan Klopp mengangkat trofi pertama sebelum musim 2022/23 bergulir.
Kendati begitu, jelas Liverpool tidak boleh terlena. Bagaimanapun mereka mesti mengarungi Premier League, dan mohon maaf, dua musim ini Liverpool masih sulit merebut tahta itu dari Manchester City. Musim depan tentu saja musim pembuktian bagi Liverpool.
Inilah saatnya skuad Jurgen Klopp kembali menjuarai Premier League. Namun, sebelum itu, tentu saja ada beberapa hal yang mestinya ditingkatkan. Dengan kata lain, ada kekurangan yang mesti ditambal oleh Jurgen Klopp. Dan inilah hal-hal yang perlu ditingkatkan Liverpool musim depan.
Daftar Isi
Gol
Musim 2021/22, Liverpool mengemas 94 gol. Jumlah itu jauh lebih banyak dari musim sebelumnya. Musim 2020/21, The Reds hanya mencetak 68 gol. Artinya, Liverpool sudah meningkatkan kuantitas golnya. Kendati begitu, The Reds mesti meningkatkan golnya lagi. Karena musim lalu, Manchester City bisa menjuarai Liga Inggris dengan mencetak 99 gol.
Gol memang bukan sebagai jaminan Liverpool bisa juara, tetapi setidaknya dengan gol yang banyak, peluang juara itu makin terbuka. Apalagi di kompetisi yang bukan hanya poin yang dihitung.
Di sisi lain, dalam artikel yang ditulis Matt Ladson di Four Four Two, menyebutkan bahwa The Reds bukan hanya perlu memburu gol di liga domestik. Tetapi, The Kop juga harus memburu gol di final-final kompetisi, seperti Liga Champions.
Tentu untuk mencetak gol lebih banyak bukan masalah buat Liverpool. Apalagi kini Jurgen Klopp memiliki beberapa pemain depan yang bisa diandalkan. Kehilangan Sadio Mane bukan masalah, karena Liverpool kedatangan Darwin Nunez.
Perpaduan Nunez, Mo Salah, Roberto Firmino, Luis Diaz, sampai Diogo Jota sangat presisi. Mereka bisa menciptakan kreativitas di lini serang hingga berbuah gol. Apalagi kita semua tahu, di antara mereka khususnya Mohamed Salah sangat tajam di lini depan.
Mohamed Salah becomes Liverpool’s all-time top scorer in Champions League history. pic.twitter.com/DBi2yn9rJQ
— Watch LFC (@Watch_LFC) December 9, 2020
Meningkatkan Rekor Melawan Tim Besar
Bukan hanya gol, jika ingin merebut tahta Premier League dari Manchester City, Liverpool harus mulai memikirkan untuk menang melawan tim-tim besar. Sejauh ini, di luar kompetisi Liga Inggris, Liverpool bisa melakukan itu.
Akan tetapi, di Liga Inggris tidak. Pengamat olahraga sekaligus legenda Newcastle United, Alan Shearer mengomentari hal itu. Shearer mengatakan, Liverpool mestinya meningkatkan rekornya melawan tim-tim besar.
Dalam hal ini, Shearer mengatakan bahwa Liverpool semestinya bisa menangani empat besar Premier League. Liverpool harus menang, begitu kira-kira. Sayangnya, musim lalu Liverpool gagal mengalahkan empat besar Premier League.
Liverpool hanya bisa dua kali imbang melawan Manchester City. Mereka juga hanya sanggup memetik dua poin dari dua pertandingan melawan Chelsea. The Reds juga gagal memenangi salah satu pertandingan melawan Tottenham musim lalu.
Nah, masalahnya di situ. Liverpool masih belum bisa menang dari tiga tim lain di empat besar. The Reds hanya bisa menaklukkan Arsenal dan Manchester United. Kita tahu The Gunners dan The Red Devil adalah perwakilan “Big Six” di Liga Malam Jumat.
Minimal Raih Empat Poin atas Manchester City
Jika tidak ada aral melintang, persaingan antara Manchester City dan Liverpool akan kembali di musim depan. Kedua tim akan kembali bersaing untuk mendapatkan trofi Premier League sampai titik darah penghabisan.
Gagal menang sedikit, atau bahkan sampai kalah, maka salah satunya akan tergelincir. Mengejarnya lagi akan sulit. Karena persaingan keduanya akan kembali tersaji, dan jika Liverpool ingin meningkatkan persentase juara Liga Inggris, kuncinya adalah mengalahkan Manchester City.
Dalam laporan Four Four Two, kalaupun Liverpool tidak bisa menang di dua laga Premier League melawan Manchester City, mereka setidaknya mengumpulkan empat poin dari City. Karena musim lalu, di dua pertandingan keduanya hanya berbagi poin, dengan hasil imbang 2-2.
Manchester City vs Liverpool ends in a 2-2 draw.
It’s the 3rd draw in the last 4 Premier League meetings between the two clubs.
It’s the 7th draw between Guardiola & Klopp in 23 head-to-head meetings. pic.twitter.com/C0YX3tfg2q
— ESPN Stats & Info (@ESPNStatsInfo) April 10, 2022
Tentu ini bukan perkara mudah. Tetapi Liverpool bukan mustahil bisa mengalahkan Manchester City di liga. Selain berkaca pada hasil Community Shield, Liverpool pun pernah mengalahkan Manchester City di Premier League musim 2019/20 saat mereka memenangkan gelar.
Itu artinya, salah satu kuncinya adalah mengalahkan Manchester City, meski hanya sekali. Dan untungnya, Liverpool di paruh pertama musim mendatang akan menjadi tuan rumah duluan.
Pada Oktober 2022, Liverpool akan menjamu Manchester City di Anfield. Pasukan Klopp harus memetik kemenangan dari laga itu. Karena pada paruh kedua, giliran Liverpool yang bertandang ke Etihad. Seminimalnya, Liverpool bisa menang atas City di markas sendiri, dan imbang saat bertamu ke Etihad.
Meminimalisir Hasil Imbang
Jika sebuah tim ingin memenangkan liga, maka yang mesti dilakukan adalah menang di setiap pertandingan. Karena dua kali menang dan dua kali kalah akan menghasilkan poin lebih banyak daripada empat pertandingan seri.
Soal kekalahan, pada musim lalu Liverpool unggul atas sang juara, Manchester City. The Reds hanya dua kali kalah, sedangkan The Citizen kalah tiga kali. Tetapi Liverpool lebih sering imbang. Sudah 8 kali pasukan Klopp meraih hasil imbang musim lalu.
Jumlah itu lebih sedikit dari Manchester City yang meraih 6 hasil seri. Uniknya, salah satu dari hasil imbang yang diraih Liverpool adalah saat menghadapi tim semenjana, seperti Brighton and Hove Albion. Liverpool yang di atas kertas bisa memenangi laga, malah imbang atas Brighton.
2-2 Brighton. THEY HAVE EQUALIZED VS LIVERPOOL! pic.twitter.com/zrNnuT8D3a
— 𝐀𝐅𝐂 𝐀𝐉𝐀𝐗 💎 (@TheEuropeanLad) October 30, 2021
Maka, wajar seorang Matt Ladson, editor situs penggemar Liverpool, This Is Anfield, menyarankan Liverpool harus mengubah hasil imbang menjadi kemenangan.
Optimalisasi Lini Tengah
Para penggemar Liverpool di situs Liverpool Offside, menuliskan apa-apa yang perlu ditingkatkan oleh The Reds. Di antara mereka menyoroti soal lini tengah Liverpool yang mengkhawatirkan. Salah satu penggemar, Dexian menulis kondisi lini tengah Liverpool sungguh-sungguh mengkhawatirkan, kendati kebugaran dan cedera dikelola dengan baik.
Performa Naby Keita yang naik turun. Thiago yang masih kelimpungan. Lalu, Jordan Henderson yang telah lama bermain, tapi permainannya tak meyakinkan. Penggemar lain, Steph juga menyoroti hal yang sama. Lini tengah tentu menjadi perhatian setibanya Darwin Nunez.
Steph melihat bahwa gelandang Liverpool makin tua dan rawan cedera. Meski begitu, Liverpool sepertinya perlahan kembali membangun skuadnya. Jurgen Klopp sudah memiliki Fabio Carvalho. Pemain yang didatangkan dari Fulham itu bermain apik di Community Shield.
Fabio Carvalho impacted the game more in 10 minutes than Haaland did all game. He was sensational. Plays so maturely at such a young age, with drive and precision. His technical ability is criminal. There’s no doubt he’ll be a superstar.
One for the future? No, the present. pic.twitter.com/ygBAi9qoQV
— The Anfield Buzz (@TheAnfieldBuzz) July 30, 2022
Wonderkid itu bahkan mendapat pujian dari banyak pihak. Visi bermainnya sangat ciamik. Liverpool masih bisa mengandalkan Carvalho, di samping Klopp juga harus memanfaatkan pemain tengah lainnya. Thiago, Fabinho, Naby Keita, bahkan Alex Oxlade-Chamberlain mungkin bisa dicoba.
Memberi Kesempatan Pemain Muda
Lantaran Liverpool mencoba membangun kembali skuad, para pemain muda mestinya diberikan kesempatan. James Nalton dari This Is Anfield menulis demikian. Nalton dalam tulisannya itu memberikan saran pada Liverpool dan FSG sebagai pemilik.
Nalton melihat bahwa masa depan Liverpool sepertinya mulai terbentuk. Nama-nama pemain muda seperti Diogo Jota, Harvey Elliott, Luis Diaz, Ibrahima Konate, Calvin Ramsay, Fabio Carvalho, sampai tentu saja Darwin Nunez memenuhi skuad The Reds.
2019: Bought Harvey Elliott from Fulham.
2022: Are on the verge to sign Fábio Carvalho from Fulham.Liverpool FC loves a wonderkid from Fulham. 🤝 pic.twitter.com/wswb671Y4I
— Pro Future Stars (@ProFutureStars1) February 18, 2022
Pemain muda elit yang kebanyakan berusia di bawah 25 tahun tersebut adalah aset berharga buat Liverpool. Namun, aset tidak akan berguna jika ia tidak digunakan. Begitulah para pemain tadi.
Liverpool sudah mengontrak mereka. The Reds juga sudah menggaji para pemain muda tersebut. Maka, sangat disayangkan apabila mereka tidak diberi kesempatan bermain. Karena jika tidak, sia-sia membangun akademi dan mengontrak para pemain muda.
https://youtu.be/nrys7u0Sgq0
Sumber: Sportzpoint, LiverpoolFC, HITC


