Ini Bukti Pemain Inggris Bisa Sukses Diluar Premier League

spot_img

Negeri Ratu Elizabeth dikenal sebagai salah satu negara kuat di dunia sepakbola. Tak heran jika setiap tahunnya banyak pemain hebat lahir dari sana. Kompetisi sepakbola Inggris pun terbilang sangat populer dengan pengelolaan yang sangat baik. 

Dengan demikian, beberapa pemain Inggris pun tak perlu repot-repot berkarir ke luar negeri. Toh tanpa perlu merantau, gaji di liga lokal juga sangat bagus.

Namun, fenomena ini dipandang lain oleh beberapa penggemar sepakbola. Pemain berkebangsaan Inggris dianggap cuma “jago kandang” karena hanya bisa sukses di Liga Inggris alias di kandangnya sendiri.

Sebenarnya ada cukup banyak pemain Inggris yang pernah bermain di liga-liga lain. Hanya saja yang terbilang sukses tidak banyak. Di antara yang sedikit itu, berikut daftar pemain Inggris yang sukses di perantauan.

Tammy Abraham dan Chris Smalling 

Tammy Abraham dan Chris Smalling memperpanjang daftar pemain Inggris yang bisa meraih sukses bersama klub di luar Liga Inggris, setelah menjuarai Conference League bersama AS Roma musim lalu.

Dua alumni Liga Inggris itu bahu membahu mengalahkan Feyenoord dengan skor 1-0 di final. Untuk Smalling sendiri ia sudah membela Roma sejak 2019 lalu. Ia datang sebagai pemain pinjaman, kemudian dipermanenkan di awal musim 2020/2021. Setelah itu, Smalling hampir tak tergantikan di sektor pertahanan AS Roma.

Sedangkan Tammy, musim lalu jadi musim pertamanya bermain di luar sepakbola Inggris. Meski begitu, ia dengan cepat beradaptasi dengan intensitas sepakbola Italia. Tammy bahkan menjadi andalan Jose Mourinho di lini depan dan berhasil menjadi pencetak gol terbanyak klub dengan torehan 27 gol di semua kompetisi musim lalu.

Fikayo Tomori 

Selanjutnya ada pemain Inggris yang juga bermain di Serie A, yaitu Fikayo Tomori. Mantan punggawa Chelsea itu membela AC Milan sejak Januari 2021. Awalnya ia hanya berstatus pinjaman, tapi karena Milan kepincut dengan kualitas pemain belakang ini, mereka memutuskan untuk mempermanenkannya awal musim 2021/2022.

Setelah menginjakan kaki di San Siro, Tomori langsung di duetkan dengan Simon Kjaer atau Alessio Romagnoli sebagai palang pintu pertahanan Rossoneri. Ia bahkan telah mengemas 62 pertandingan di semua kompetisi selama satu setengah tahun membela Milan.

Kepiawaiannya dalam menjaga pertahanan sangat membantu Milan dalam meraih gelar Serie A musim lalu. Dengan usia Tomori yang masih muda, masa depan pertahanan Milan berada di tangan yang tepat. Ia akan menjadi pengganti yang sempurna untuk Romagnoli yang bergabung ke Lazio musim panas ini.

Kieran Trippier

Kieran Trippier bertahun-tahun menjalani karir yang begitu-begitu saja bersama Tottenham Hotspurs. Kurang lebih selama empat musim membela Spurs, Trippier tak mendapat apa-apa selain menit bermain yang cukup.

Namun, ketika dilepas ke Atletico Madrid pada Juli 2019, Trippier justru berhasil meraih gelar La Liga di musim keduanya bersama Los Rojiblancos. Pemain Timnas Inggris itu membantu skuad asuhan Diego Simeone mendobrak dominasi Spanyol yang masih dipegang oleh duo raksasa, Barcelona dan Real Madrid dengan menjuarai La Liga musim 2020/2021.

Kepiawaian Trippier dalam menyeimbangkan porsi menyerang dan bertahan membuat Simeone menjadikannya andalan di sektor bek sayap menggantikan Juanfran yang hengkang ke Sao Paulo. Namun, Trippier hanya bertahan dua tahun di Spanyol, pada Januari 2022 ia kembali pulang ke Inggris dan bergabung dengan proyek baru Newcastle United.

Jadon Sancho 

Berawal dari akademi Manchester City, Jadon Sancho yang masih berusia 17 tahun langsung diboyong oleh Borussia Dortmund pada tahun 2017. Keputusan Sancho untuk merantau ke Jerman terbilang tepat. Ia menunjukan perkembangan signifikan selama membela Borussia Dortmund.

Bersama Dortmund, Sancho menunjukkan keterampilan dan teknik yang sempurna untuk membawa bola melewati para pemain bertahan. Kepiawaiannya dalam menciptakan peluang dan mencetak gol pun cukup oke. Hal itu dibuktikan dengan 50 gol dan 64 assist yang sudah diciptakan selama berseragam Dortmund. 

Prestasi terbaiknya selama di Bundesliga adalah meraih satu trofi Jerman Super Cup 2019/2020 dan trofi DFB Pokal 2020/2021, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak turnamen tersebut dengan torehan 6 gol.

David Beckham

David Beckham sudah pasti masuk dalam daftar ini. Ia adalah pesepakbola asal Inggris paling populer di dunia. Perjalanan karirnya juga luar biasa. Setelah meraih banyak gelar bersama Manchester United, Beckham menjajal sepakbola Spanyol untuk membangun proyek Galacticos bersama Real Madrid.

Di Spanyol, Beckham mampu mempertahankan kualitasnya sebagai salah satu pesepakbola top kala itu. Ia membuktikan bahwa pemain Inggris bisa sukses di perantauan. Beckham mengemas 159 penampilan selama 4 musim membela Madrid, serta menyumbang 20 gol dan 51 assist plus 2 trofi, termasuk trofi La Liga musim 2006/2007. 

Beckham juga menikmati dua trofi MLS selama 5 musim bersama LA Galaxy. Karir gemilangnya pun ia tutup di luar Inggris, setelah mengantarkan PSG juara Liga Prancis musim 2012/2013.

Owen Hargreaves 

Owen Hargreaves bisa dibilang menjadi pemain berkebangsaan Inggris paling banyak gelar di perantauan. Gelandang pekerja keras ini bahkan menimba ilmu dan memulai karir seniornya di luar Inggris bersama Bayern Munchen awal tahun 2000-an.

Selama tujuh tahun berseragam Bayern Munchen, Hargreaves mengumpulkan 217 caps di semua kompetisi dan meraih sebelas trofi termasuk Liga Champions musim 2000/2001 serta empat gelar Bundesliga tahun 2001, 2003, 2005, dan 2006. 

Tahun 2007 ia meninggalkan Bayern untuk pulang kampung ke Inggris dan bermain untuk Manchester United. Bersama Setan Merah pun, Hargreaves kembali mengulang kesuksesan dengan meraih tiga gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions 2007/2008 

Steve McManaman 

Karena kepiawaiannya dalam menggiring bola, Steve McManaman dinobatkan sebagai salah satu talenta muda Inggris terbaik pada pertengahan 90-an. Bahkan kemampuan seorang McManaman dinilai mirip dengan legenda Manchester United, Ryan Giggs.

Setelah membela Liverpool selama sembilan tahun, McManaman merantau ke Spanyol dan bermain untuk Real Madrid. Ia didatangkan Guus Hiddink awal musim 1999/2000. Selama empat musim membela El Real, McManaman mengemas 157 penampilan dan memenangkan beberapa gelar bergengsi.

Selain Hargreaves, McManaman juga berhasil memenangkan trofi Liga Champions di luar Inggris. Bahkan, yang hebat, ia mampu meraih dua trofi Liga Champions pada musim 1999/2000 dan 2001/2002 bersama Los Merengues. Total, Steve McManaman telah meraih delapan trofi di luar Inggris. 

https://youtu.be/1WeeO3hCdQI

Sumber: Sportskeeda, Mirror, Khelnow, BolaEngland

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru