Lingkaran Konflik Mbappe, Messi, dan Neymar

spot_img

Saat sesi latihan, Kylian Mbappe mengajak Neymar untuk mengikuti latihan seperti pemain lain. Namun, jabatan tangan Mbappe tidak disambut baik oleh Neymar. Pemain Brazil itu ragu-ragu untuk menyambut tangan Mbappe. Hal itu berbeda ketika Neymar menerima uluran tangan Lionel Messi.

Entah apa yang ada di pikiran Neymar. Namun, faktanya kejadian itu menandakan satu hal. Bahwa ada yang tidak beres dalam skuad Paris Saint-Germain. Sepertinya Neymar dan Mbappe sedang saling sensi. Keduanya seperti menjaga jarak.

Akan tetapi, dalam laporan Mirror menyebut justru yang tengah berkonflik adalah Kylian Mbappe dan Lionel Messi. Sebenarnya ada apa dengan mereka ini? Mengapa para pangeran Paris ini mau menyambut musim baru justru terlihat memanas?

Neymar dan Messi Dicemooh Fans PSG

Paris Saint-Germain memang menyelesaikan musim 2021-22 dengan satu gelar Ligue 1. Namun, pasukan Les Parisiens masih saja tidak bisa lepas dari cemoohan para fans. Oh iya, sebelum itu nggak usah kalian tanyakan, sejak kapan PSG punya fans.

Karena walau kelihatan sebagai klub yang sukar untuk diidolai, PSG tetaplah memiliki fans. Mereka juga sama seperti fans klub lain: banyak menuntut. Ketika berhasil menjuarai Ligue 1 pun para fans masih punya waktu untuk mencemooh klubnya sendiri.

Kala itu, yang menjadi sasaran cemoohan adalah duet Amerika Latin, Lionel Messi dan Neymar. Kedua superstar itu dihujani ejekan dari para fans saat melakoni laga melawan Bordeaux, sekitar Maret 2022. Para fans mencemooh keduanya atas kegagalan PSG di Liga Champions.

Sebelumnya, Paris Saint-Germain telah gagal di babak 16 besar. Real Madrid yang kelak jadi juara, mengalahkan PSG ketika itu. Nasser Al-Khelaifi, presiden Les Parisiens juga menyempatkan diri untuk ngamuk saat kekalahan atas El Real.

Namun, yang menyakitkan barangkali diterima oleh Messi dan Neymar. Keduanya jadi sasaran ejekan setelah ultras PSG sebelumnya sudah meminta Nasser Al-Khelaifi minggat dari Parc des Princes.

Omongan Nasser Al-Khelaifi

Sebagai seorang presiden klub, Nasser Al-Khelaifi sama sekali tak gentar dengan ancaman itu. Bahkan ancaman dari para fans hanya seperti bau knalpot motor yang gampang sirna disapu angin. Sekeras apa pun suara fans, senyaring apa pun itu, bagi Nasser tak akan berpengaruh.

Ia toh masih tetap duduk nyantai di singgasana. Alih-alih mundur dari jabatannya, Nasser Al-Khelaifi justru mulai bergeliat merencanakan PSG musim mendatang. Nasser merombak total PSG, tidak lagi mewah sebagaimana sedekade terakhir.

Nasser Al-Khelaifi bahkan memiliki rencana untuk memakai pemain-pemain lokal Prancis. Ia tidak mau lagi membeli pemain dengan harga selangit. Tampaknya, rencana Nasser ini melahirkan desas-desus baru soal transfer Neymar.

Konon Neymar akan menerima dampak dari rencana itu. Dengan kata lain, posisi Neymar di PSG terancam, dia tinggal menunggu waktu bakal dilepas. Terlebih Nasser Al-Khelaifi sudah mengatakan, barang siapa yang tidak cocok dengan proyeknya akan pergi. Sontak omongan itu bikin rumor kepergian Neymar makin kencang berhembus.

Mbappe Ingin Neymar Keluar

Di sisi lain, sang pemilik bayangan Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe berterus terang menginginkan mantan pemain Barcelona itu hengkang. Sebuah laporan dikutip Sports Tiger menyebut, Mbappe menginginkan Neymar untuk angkat kaki karena masalah indisipliner.

Akan tetapi, benarkah begitu? Apakah Neymar sungguh-sungguh tidak disiplin? Dalam beberapa laporan menyebut Neymar adalah salah satu pemain PSG yang tengah krisis kedisiplinan. Dilaporkan El Pais yang dikutip AS, bahwa Neymar sering mangkir latihan.

Laporan El Pais yang lain menyebut bahwa Neymar tak suka berlatih. Hal itu membuat Mbappe akan memilih Neymar menjadi salah satu yang harus keluar dari PSG. Belum lagi penampilan Neymar musim lalu pun tak mengesankan. Hanya 13 gol dan 6 asis dalam 22 pertandingan.

Sementara itu, Nasser Al-Khelaifi sendiri belum menentukan sikap yang jelas soal masa depan Neymar. Saat menjalani wawancara dengan media Prancis, Le Parisien, Nasser hanya bertele-tele. Jawabannya pun ngelantur ke mana-mana.

“Kemungkinan Neymar pergi? Apa yang bisa saya katakan pada Anda adalah bahwa kami berharap semua pemain melakukan lebih dari musim lalu, lebih banyak lagi! Mereka semua harus dalam kondisi 100 persen,” kata Nasser Al-Khelaifi.

Messi Tak Ingin Neymar Hengkang

Kondisi di tubuh PSG semakin runyam ketika Lionel Messi, sahabat karib Neymar tak menyepakati kepergian bintang Brazil tersebut. Bahkan bukan hanya itu, Messi sama sekali tidak setuju apabila PSG harus menghukum Neymar atas tindakannya yang tidak disiplin.

Menurut laporan Mirror, La Pulga menentang segala keputusan negatif yang mengarah pada Neymar. Pemain timnas Argentina itu mendukung Neymar. Bagi Messi, Neymar memberikan dampak yang signifikan bagi klub, terutama di ruang ganti. Jadi, Neymar tidak layak untuk dibuang begitu saja.

Persilangan pendapat ini membuat hubungan Messi, Neymar, dan Mbappe retak. Lucunya, presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi masih belum terbuka mengenai keadaan itu. Di tengah situasi tak menentu Neymar, Nasser hanya bertele-tele dan sukar untuk menyampaikan keadaannya ke publik.

Padahal sebelum mulai musim 2022-23, status Neymar ini harus segera jelas. Apalagi si pemain ternyata memiliki klausul yang bisa membuatnya bertahan di Paris hingga 2027. Akan tidak lucu apabila akhirnya Neymar justru hengkang lantaran rekomendasi dari Kylian Mbappe.

Situasinya justru semakin runyam. Laporan harian Prancis, L’Equipe menjelaskan bahwa hubungan Neymar dan Mbappe malah jadi tidak harmonis. Keduanya sudah tak memiliki kesamaan visi. Mbappe bahkan tak punya keraguan sedikit pun untuk mengolok-olok Neymar.

Pura-Pura Harmonis Saat Tur Pramusim

Saat hubungan tiga bintangnya mulai retak, PSG melakukan tur pramusim ke Negeri Sakura. Mbappe, Neymar, dan Lionel Messi ikut ke Jepang. Ketika tiba di Negeri Matahari Terbit, PSG justru memasang ketiganya di depan publik.

Seolah-olah menutupi apa yang tengah terjadi, ketiganya umbar senyum di hadapan publik Jepang dalam sebuah konferensi pers. Barangkali dengan memasang ketiganya itu bisa menepis masalah internal yang terjadi di Paris Saint-Germain.

Di Jepang, rencananya anak asuh Christophe Galtier akan melakoni laga pramusim menghadapi tiga tim dari J-League. Les Parisiens akan menjajal kekuatan Kawasaki Frontale, Urawa Red Diamonds, dan Gamba Osaka.

Namun, PSG semestinya tidak hanyut begitu saja. Seolah melalaikan masalah internal yang lama-lama bisa menggerogoti stabilitas tim. Walau bagaimana, konflik antara ketiga pemain bintang tersebut mesti segera diselesaikan.

PSG, dalam hal ini Nasser Al-Khelaifi dan Galtier mesti secepatnya menemukan obatnya. Sebab jika membiarkan keharmonisan antarpemain rusak dengan menutupinya, justru bisa jadi membuat PSG makin terperosok ke dalam lubang.

Les Parisiens mungkin piawai mengakali aturan financial fair play. Tapi soal keharmonisan pemain, apalagi mereka adalah para bintang, sama sekali tidak bisa dijawab dengan uang.

https://youtu.be/k7d2RVQuZwE

Sumber: MundoDeportivo, Mirror, YardBarker, SoccerLaduma, Voi, Sportsmole

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru