“Liga pemain gratisan” kini masih sangat identik dengan Serie A. Ada juga yang menyebutnya “liga grusah-grusuh”. Akan tetapi, nyatanya musim lalu Serie A tetaplah seru untuk ditonton dengan menyajikan pertarungan ketat persaingan juara hingga detik-detik terakhir antara Milan dan Inter.
Namun maaf, tak dipungkiri juga sejak kasus Calciopoli, paradigma tentang Serie A kian berubah. Pamornya menurun dari tahun ke tahun. Seiring adanya dampak krisis ekonomi maupun pandemi yang melanda, klub-klub besar Serie A pun kini banyak terkena dampaknya. Maka dari itu, mereka kini dalam mode irit dalam transfer. Termasuk kembali mengandalkan opsi peminjaman maupun free transfer.
Sassuolo’s €12m deal for Agustin Alvare is the biggest fee spent in Serie A so far this window.
With the enduring impact of the pandemic, business like Lukaku’s loan to #Inter & #ACMilan outbid by #NUFC for Botman have become the theme this summer.
— The Athletic UK (@TheAthleticUK) July 5, 2022
Daftar Isi
Kasus Di Juventus
Tak dipungkiri permasalahan utama yang melanda klub besar Serie A kini adalah utang mereka yang menumpuk. La Vecchia Signora jadi yang tertinggi di Serie A dengan utang mencapai 900 juta euro atau setara dengan Rp 13,9 triliun.
Juventus have 900 mil debt broke bank to sign Valahovic for 70 mil. Cheisa for 70 mil. Are in talks with Koulibaly.
Totenham(not slander) have 800+ debt. Richarlisson. Kulusevski. Cuti romero. BissoumaOne sold their assests to safeguard future but guess who gets the most hate pic.twitter.com/pCstbJEP2M
— BarcaStan (@Barcaszn12) July 7, 2022
Perencanaan keuangan yang buruk, terutama di bursa transfer maupun struktur gaji pemain, jadi pemicu utama permasalahan Juventus.Terutama sejak pandemi, Juve memang jadi yang paling parah. Karena mereka tidak seimbang dalam pengeluaran dan pemasukan di bursa transfer.
Pengeluaran Bianconeri pada bursa transfer musim panas maupun musim dingin lalu mencapai 83 juta euro (Rp 1,28 triliun). Termasuk dengan menghabiskan 70 juta euro (Rp 1,08 triliun) hanya untuk memboyong satu pemain, yakni striker Dusan Vlahovic dari Fiorentina. Padahal pemasukan klub asal Turin itu musim lalu hanya 47 juta euro (Rp 727,6 miliar) saja. Artinya, sangat jomplang sekali neraca keuangan Juventus ini.
Jalan realistis pun mulai bertahap dilakukan presiden Agnelli bersama sang CEO Arrivabene dan direktur teknik Cherubini. Para pemain seperti Bernardeschi, Morata, Dybala, maupun lainnya yang memiliki gaji masih tinggi sudah mulai dilepas. Bentancur dan Kulusevski juga sudah dilepas duluan.
Kini, musim depan Juventus sudah mengamankan dua bintang lagi yakni Paul Pogba dan Angel Di Maria yang keduanya datang secara free transfer. Gaji yang sudah dinegosiasikan seminimal mungkin membuat dua kedatangan tersebut sebagai “good move” bagi manajemen.
Juventus are set to complete the signings of Angel Di Maria and Paul Pogba this week 🤝 pic.twitter.com/PppxrKA2Hy
— GOAL (@goal) July 5, 2022
Namun apakah dengan itu cukup untuk kembali bersaing merebut hegemoni Duo Milan? Juve kini masih membutuhkan suntikan beberapa pemain lagi di setiap posisi. Dari mana duitnya? Kembali solusi pinjaman maupun free transfer bisa dilakukan. Atau jalan ninja lainnya yakni menjual Mattijs De Ligt yang value-nya masih tinggi di pasaran yakni sekitar 80 juta euro.
Kasus Di Roma
Dari ibu kota Italia, Serigala Roma kini juga mengalami permasalahan yang sama. Mereka kini bersama pemilik America, The Friedkin Group telah menginvestasikan uangnya secara jor-joran selama dua musim terakhir.
The future of football is here. Learn more about #ASRoma‘s groundbreaking new partnership with @zytarahq and @DigitalBitsOrg at https://t.co/8T3pR6phdP pic.twitter.com/PNMbJGxFMc
— The Friedkin Group (@friedkingroup) July 27, 2021
Masalahnya kini, mereka tak mendapat pemasukan lebih dari penjualan pemain di musim lalu. Mereka musim lalu banyak melepas pemain hanya dengan status bebas transfer seperti Pedro, Dzeko, maupun Juan Jesus. Tak sepadan dengan pengeluarannya ketika mendatangkan pemain macam Abraham, Rui Patricio, Ibanez, maupun Mathias Vina.
Hal itulah yang membuat Roma mau tak mau harus berpikir bijak dalam mengelola keuangan mereka supaya tidak terjerat utang. Lalu, dengan cara yang bagaimana Roma musim depan untuk membangun timnya? Kembali lagi, peminjaman maupun free transfer jadi opsi terdepan. Nemanja Matic dan kiper Mile Svilar sudah datang. Kemudian ditambah penebusan bek kanan Lille, Zeky Celik.
Mile Svilar ✅
Matic ✅
Zeki Celik ✅Frattesi ⏳
Grillitsch ⏳
Guedes ⏳
Ola Solbakken ⏳Calma… pic.twitter.com/qXmGNiCzzI
— MourinhoXtra™ (@Mourinho_Xtra) June 30, 2022
Lantas siapa berikutnya? Hal itu tampaknya akan menunggu beberapa pemain lagi yang dilepas guna mendapat pemasukan lebih. Roma bagaimanapun juga telah banyak menguangkan pemainnya seperti Florenzi, Olsen, Pau Lopez sampai Cengiz Under. Dan bukan tidak mungkin uang dari beberapa penjualan itu akan menghasilkan pemain baru lagi yang dibutuhkan Mourinho untuk bersaing musim depan.
Kasus Di AC Milan
Hal yang sama juga dialami sang juara AC Milan. Hutang mereka menumpuk sebesar 666 juta euro. Sejak tiga musim lalu, pengeluaran Rossoneri di bursa transfer hampir mencapai 177 juta (Rp 2,7 triliun). Dengan pemasukan yang hanya 80 juta (Rp 1,2 triliun).
4. Inter Milan (€702m)
Although Inter made a lot of money from selling the likes of Lukaku and Achraf Hakimi at huge fees last summer, their financial mismanagement in the past is still haunting them. But they have had some recent success, that might help to bring money in. pic.twitter.com/DglXPEy1n8— The Football Crew (@footballcrew_uk) June 10, 2022
Melepas pemain macam Gianluigi Donnarumma, Hakan Calhanoglu, dan kini Franck Kessie secara gratis juga dilakukan agar neraca ekonomi mereka terjaga. Sinyal utang AC Milan sepertinya bakal tereduksi dalam waktu dekat dari kesepakatan dengan RedBird Capital yang kini jadi pemilik baru mereka.
Namun Redbird Capital pun yang digadang-gadang akan menggelontorkan uang banyak untuk belanja musim depan, sampai sekarang belum kelihatan gelagatnya. Milan tampak adem ayem. Bahkan mereka sudah gagal dalam perburuan Steve Botman karena kalah tawaran dari Newcastle.
Milan sama seperti Inter, punya direktur olahraga yang handal. Milan punya Maldini dan Massara yang pintar mengambil pemain yang dibutuhkan tim dengan harga yang masuk akal.
🔴⚫️🎙YA DISPONIBLE el #LVRLIVE con el episodio 1 de la temporada 3, para nuestro querido Team #LVRDIFERIDO
– De Katelaere y Ziyech
– Maldini, Origi y Massara
– Rescates de Messias y Florenzi
– ¿Renato Sanches es de nuevo opción?
– Próximo capitán👉🏻 https://t.co/2FyJzHuQr1 pic.twitter.com/LkTdbLpO4d
— La Voz Rossonera (LVR) (@LaVozRossonera) July 7, 2022
Kini, Maldini perlahan sudah melakukan pergerakan hebat dengan mendatangkan Origi dari Liverpool secara free transfer. Setelah itu mereka juga berhasil membayar Florenzi dari Roma dengan harga hanya 2,7 juta euro. Rencana Maldini berikutnya adalah mendatangkan Hakim Ziyech dari Chelsea dengan opsi pinjaman.
Kasus Di Inter Milan
Rival sekota Milan, Inter Milan pun sudah merasakan efek buruk berutang ketika masa pandemi. Hutang mereka menumpuk dalam catatan sebesar 702 juta euro. Bahkan, sejak tiga musim terakhir, Nerazzurri mengeluarkan dana setidaknya 285 juta euro (Rp 4,4 triliun) untuk membeli pemain baru. Dari segi pemasukan jumlahnya pun tidak signifikan, yakni hanya 260 juta euro (Rp 4 triliun).
Masih ingat Inter ditinggal Antonio Conte dan beberapa pemain pentingnya setelah juara? Ya, mereka menderita krisis waktu itu. Untungnya Inter mempunyai Beppe Marotta yang pintar membuat tim tetap survive bersaing di papan atas meskipun dalam krisis keuangan.
Kini, Inter dengan kondisi tersebut mau tidak mau membuat mereka sangat mungkin kembali menjual beberapa pemainnya musim depan demi neraca keuangannya mereka normal kembali. Pada perkembangannya, kini Inter sudah melepas beberapa pemainnya termasuk Perisic, Vidal, Sensi, maupun berikutnya mungkin Milan Skriniar yang diincar Chelsea dan PSG. Dengan itu otomatis beban gaji Inter mulai berkurang.
Dari segi kedatangan pemain, Romelu Lukaku menjadi “good deal” yang hebat bagi Inter. Lukaku kembali lagi ke Inter dengan opsi pinjaman dan gaji yang tak terlalu mewah. Begitupun gelandang muda pinjaman dari Empoli, Kristjan Asllani. Selain itu ada Mkhitaryan serta kiper Andre Onana yang didatangkan dengan cara gratisan.
Inter resmi mendapatkan:
– Pinjam Lukaku
– Pinjam Asslani Kristjan
– Free transfer Henrikh Mkhitaryan
– Free transfer Andre Onana pic.twitter.com/B75a2Cavfg— Siaran Bola Live (@SiaranBolaLive) July 2, 2022
Jika Inter masih butuh amunisi pemain baru yang mumpuni, mungkin salah satu jalan pintas yang harus ditempuh adalah dengan menjual Milan Skriniar yang masih punya value tinggi. Yang jelas sama dengan apa yang dilakukan Juve, Roma, maupun Milan. Semua yang dilakukan Inter musim depan penuh dengan mode irit.
Sumber Referensi : theathletic, transfermarket, sportskeeda


