Bagaimana Penghematan Transfer Terjadi Di Klub Besar Serie A

spot_img

“Liga pemain gratisan” kini masih sangat identik dengan Serie A. Ada juga yang menyebutnya “liga grusah-grusuh”. Akan tetapi, nyatanya musim lalu Serie A tetaplah seru untuk ditonton dengan menyajikan pertarungan ketat persaingan juara hingga detik-detik terakhir antara Milan dan Inter.

Namun maaf, tak dipungkiri juga sejak kasus Calciopoli, paradigma tentang Serie A kian berubah. Pamornya menurun dari tahun ke tahun. Seiring adanya dampak krisis ekonomi maupun pandemi yang melanda, klub-klub besar Serie A pun kini banyak terkena dampaknya. Maka dari itu, mereka kini dalam mode irit dalam transfer. Termasuk kembali mengandalkan opsi peminjaman maupun free transfer.

Kasus Di Juventus

Tak dipungkiri permasalahan utama yang melanda klub besar Serie A kini adalah utang mereka yang menumpuk. La Vecchia Signora jadi yang tertinggi di Serie A dengan utang mencapai 900 juta euro atau setara dengan Rp 13,9 triliun.

Perencanaan keuangan yang buruk, terutama di bursa transfer maupun struktur gaji pemain, jadi pemicu utama permasalahan Juventus.Terutama sejak pandemi, Juve memang jadi yang paling parah. Karena mereka tidak seimbang dalam pengeluaran dan pemasukan di bursa transfer.

Pengeluaran Bianconeri pada bursa transfer musim panas maupun musim dingin lalu mencapai 83 juta euro (Rp 1,28 triliun). Termasuk dengan menghabiskan 70 juta euro (Rp 1,08 triliun) hanya untuk memboyong satu pemain, yakni striker Dusan Vlahovic dari Fiorentina. Padahal pemasukan klub asal Turin itu musim lalu hanya 47 juta euro (Rp 727,6 miliar) saja. Artinya, sangat jomplang sekali neraca keuangan Juventus ini.

Jalan realistis pun mulai bertahap dilakukan presiden Agnelli bersama sang CEO Arrivabene dan direktur teknik Cherubini. Para pemain seperti Bernardeschi, Morata, Dybala, maupun lainnya yang memiliki gaji masih tinggi sudah mulai dilepas. Bentancur dan Kulusevski juga sudah dilepas duluan.

Kini, musim depan Juventus sudah mengamankan dua bintang lagi yakni Paul Pogba dan Angel Di Maria yang keduanya datang secara free transfer. Gaji yang sudah dinegosiasikan seminimal mungkin membuat dua kedatangan tersebut sebagai “good move” bagi manajemen.

Namun apakah dengan itu cukup untuk kembali bersaing merebut hegemoni Duo Milan? Juve kini masih membutuhkan suntikan beberapa pemain lagi di setiap posisi. Dari mana duitnya? Kembali solusi pinjaman maupun free transfer bisa dilakukan. Atau jalan ninja lainnya yakni menjual Mattijs De Ligt yang value-nya masih tinggi di pasaran yakni sekitar 80 juta euro.

Kasus Di Roma

Dari ibu kota Italia, Serigala Roma kini juga mengalami permasalahan yang sama. Mereka kini bersama pemilik America, The Friedkin Group telah menginvestasikan uangnya secara jor-joran selama dua musim terakhir.

Masalahnya kini, mereka tak mendapat pemasukan lebih dari penjualan pemain di musim lalu. Mereka musim lalu banyak melepas pemain hanya dengan status bebas transfer seperti Pedro, Dzeko, maupun Juan Jesus. Tak sepadan dengan pengeluarannya ketika mendatangkan pemain macam Abraham, Rui Patricio, Ibanez, maupun Mathias Vina.

Hal itulah yang membuat Roma mau tak mau harus berpikir bijak dalam mengelola keuangan mereka supaya tidak terjerat utang. Lalu, dengan cara yang bagaimana Roma musim depan untuk membangun timnya? Kembali lagi, peminjaman maupun free transfer jadi opsi terdepan. Nemanja Matic dan kiper Mile Svilar sudah datang. Kemudian ditambah penebusan bek kanan Lille, Zeky Celik.

Lantas siapa berikutnya? Hal itu tampaknya akan menunggu beberapa pemain lagi yang dilepas guna mendapat pemasukan lebih. Roma bagaimanapun juga telah banyak menguangkan pemainnya seperti Florenzi, Olsen, Pau Lopez sampai Cengiz Under. Dan bukan tidak mungkin uang dari beberapa penjualan itu akan menghasilkan pemain baru lagi yang dibutuhkan Mourinho untuk bersaing musim depan.

Kasus Di AC Milan

Hal yang sama juga dialami sang juara AC Milan. Hutang mereka menumpuk sebesar 666 juta euro. Sejak tiga musim lalu, pengeluaran Rossoneri di bursa transfer hampir mencapai 177 juta (Rp 2,7 triliun). Dengan pemasukan yang hanya 80 juta (Rp 1,2 triliun).

Melepas pemain macam Gianluigi Donnarumma, Hakan Calhanoglu, dan kini Franck Kessie secara gratis juga dilakukan agar neraca ekonomi mereka terjaga. Sinyal utang AC Milan sepertinya bakal tereduksi dalam waktu dekat dari kesepakatan dengan RedBird Capital yang kini jadi pemilik baru mereka.

Namun Redbird Capital pun yang digadang-gadang akan menggelontorkan uang banyak untuk belanja musim depan, sampai sekarang belum kelihatan gelagatnya. Milan tampak adem ayem. Bahkan mereka sudah gagal dalam perburuan Steve Botman karena kalah tawaran dari Newcastle.

Milan sama seperti Inter, punya direktur olahraga yang handal. Milan punya Maldini dan Massara yang pintar mengambil pemain yang dibutuhkan tim dengan harga yang masuk akal.

Kini, Maldini perlahan sudah melakukan pergerakan hebat dengan mendatangkan Origi dari Liverpool secara free transfer. Setelah itu mereka juga berhasil membayar Florenzi dari Roma dengan harga hanya 2,7 juta euro. Rencana Maldini berikutnya adalah mendatangkan Hakim Ziyech dari Chelsea dengan opsi pinjaman.

Kasus Di Inter Milan

Rival sekota Milan, Inter Milan pun sudah merasakan efek buruk berutang ketika masa pandemi. Hutang mereka menumpuk dalam catatan sebesar 702 juta euro. Bahkan, sejak tiga musim terakhir, Nerazzurri mengeluarkan dana setidaknya 285 juta euro (Rp 4,4 triliun) untuk membeli pemain baru. Dari segi pemasukan jumlahnya pun tidak signifikan, yakni hanya 260 juta euro (Rp 4 triliun).

Masih ingat Inter ditinggal Antonio Conte dan beberapa pemain pentingnya setelah juara? Ya, mereka menderita krisis waktu itu. Untungnya Inter mempunyai Beppe Marotta yang pintar membuat tim tetap survive bersaing di papan atas meskipun dalam krisis keuangan.

Kini, Inter dengan kondisi tersebut mau tidak mau membuat mereka sangat mungkin kembali menjual beberapa pemainnya musim depan demi neraca keuangannya mereka normal kembali. Pada perkembangannya, kini Inter sudah melepas beberapa pemainnya termasuk Perisic, Vidal, Sensi, maupun berikutnya mungkin Milan Skriniar yang diincar Chelsea dan PSG. Dengan itu otomatis beban gaji Inter mulai berkurang.

Dari segi kedatangan pemain, Romelu Lukaku menjadi “good deal” yang hebat bagi Inter. Lukaku kembali lagi ke Inter dengan opsi pinjaman dan gaji yang tak terlalu mewah. Begitupun gelandang muda pinjaman dari Empoli, Kristjan Asllani. Selain itu ada Mkhitaryan serta kiper Andre Onana yang didatangkan dengan cara gratisan.

Jika Inter masih butuh amunisi pemain baru yang mumpuni, mungkin salah satu jalan pintas yang harus ditempuh adalah dengan menjual Milan Skriniar yang masih punya value tinggi. Yang jelas sama dengan apa yang dilakukan Juve, Roma, maupun Milan. Semua yang dilakukan Inter musim depan penuh dengan mode irit.

Sumber Referensi : theathletic, transfermarket, sportskeeda

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru