Monza, sebuah kota yang terletak di wilayah Lombardia ini hanya berjarak 15 kilometer dari kota Milan. Dengan kereta api, para wisatawan hanya butuh waktu 10 menit untuk mencapai Monza dari Milan.
Berbicara soal Monza, maka perhatian kita akan langsung tertuju kepada Sirkuit Monza. Autodromo Nazionale di Monza adalah destinasi olahraga nomor 1 di sana. Wajar, sebab sejak 1950, Sirkuit Monza nyaris selalu jadi tuan rumah ajang balap Formula 1. Monza tercatat hanya absen menggelar GP Italia sekali di tahun 1980.
Daftar Isi
AC Monza, Klub Lawas Tanpa Prestasi Mentereng
Fakta tersebut tentu sangat kontras dengan kota Milan. Selain dikenal dengan sebutan Kota Mode, Milan juga terkenal akan klub sepak bolanya. Markas AC Milan dan Inter Milan bahkan jadi salah satu destinasi olahraga paling populer di dunia.
Pemandangan tersebut tentu kontras dengan kota Monza di mana sepak bola di sana kurang bergairah. Maklum, AC Monza yang bermarkas di kota tersebut bukanlah klub yang bisa dibanggakan.
Stadio Brianteo, Monza. Built 1982-86 to host top level football as the Club were fighting for Serie A… in the late 70s! Eventually opened in 88. An athletics track was initially planned. Four proper floodlights and fascinating as only the concrete-only grounds can be. #ACMonza pic.twitter.com/Z0LHpnozR4
— Daniele Cinti (@danifdl) February 20, 2022
Berdiri sejak 1 September 1912, AC Monza hanyalah sekadar klub tua di sepak bola Italia. Stadio Brianteo yang jadi kandang mereka sudah berdiri sejak 1988 dan punya kapasitas 18.568 tempat duduk. Namun, karena usianya yang sudah tua dan tak kunjung direnovasi, kabarnya hanya 9.999 tempat duduk yang dapat beroperasi penuh.
Soal prestasi, AC Monza tak punya koleksi trofi yang mentereng. Klub berjuluk I Biancorossi alias Si Putih Merah itu hanya punya koleksi trofi di level bawah Liga Italia. Beberapa di antaranya adalah 1 trofi Serie D, 4 trofi Coppa Italia Serie C, dan 4 trofi Serie C.
Maka dari itulah, AC Monza tak punya basis fans sebesar klub asal Lombardia lainnya. Ditambah lagi, keuangan Monza juga tak cukup sehat. Sering bergonta-ganti pemilik, Monza tercatat pernah dinyatakan pailit pada tahun 2004 dan 2015.
Silvio Berlusconi y Adriano Galliani compraron en 2018 el @ACMonza por 3M€. En esos momentos el club estaba en Serie C.
4 años después ascienden a Serie A pic.twitter.com/RbuGCaIy3I
— Fútbol Italiano (@FutbolItaliano) May 29, 2022
Silvio Berlusconi Datang, AC Monza Disulap Jadi “Milan KW”
Akan tetapi, itu semua berubah sejak 28 September 2018. Kala itu, Monza yang masih berada di Serie C diakuisisi oleh mantan perdana menteri Italia, Silvio Berlusconi. Melalui perusahan induk Fininvest yang ia miliki, Berlusconi membeli Monza seharga 2,9 juta euro.
Berlusconi yang kita tahu adalah mantan pemilik AC Milan juga datang membawa orang-orang kepercayannya semasa di Milan dulu. Sang adik, Paolo Berlusconi diangkat jadi presiden klub. Sementara sahabat karibnya, mantan CEO Milan, Adriano Galliani jadi bagian dari dewan direksi klub sekaligus jadi CEO AC Monza.
Tak hanya itu, dalam waktu singkat, Berlusconi seolah mengubah wajah AC Monza menjadi “klub jelmaan AC Milan”. Ia mengangkat mantan pemain dan pelatih rossoneri, Cristian Brocchi sebagai pelatih Monza.
Di musim pertama kepemilikan Silvio Berlusconi, Monza finish di peringkat 5 Serie C grup B. Barulah di musim berikutnya, AC Monza berhasil naik kasta ke Serie B. Berada di Grup A, I Biancorossi berhasil memuncaki klasemen dengan koleksi 61 poin sebelum Serie C dihentikan akibat pandemi Covid-19.
Mario Balotelli has just scored five minutes into his debut for A.C Monza.
Kevin-Prince Boateng and Mario Balotelli linking up in Serie B 🤯 🇮🇹 pic.twitter.com/fTuZn7srdI
— Footy Accumulators (@FootyAccums) December 30, 2020
Di musim 2020/2021, AC Monza makin terlihat seperti “Milan KW”. Dengan suntikan dana dari Fininvest, Monza memperkuat timnya dengan mantan penggawa Milan seperti Gabriel Paletta, Kevin-Prince Boateng, dan Mario Balotelli. Selain itu, mereka juga meminjam beberapa pemain dari tim-tim Serie A.
Karena hal itulah, AC Monza sangat difavoritkan bakal langsung promosi ke Serie A. Sayangnya, di akhir musim 2020/2021, Monza hanya sanggup finish di peringkat 3. Si Putih Merah kemudian gagal promosi setelah kalah dari Cittadella di babak semifinal playoff promosi. Menyusul hasil tersebut, Monza kemudian memecat Cristian Brocchi serta melepas Boateng dan Balotelli.
Menangi Laga Final Play-off, AC Monza Promosi ke Serie A!
Perubahan kemudian dilakukan jelang musim 2021/2022. Monza mendatangkan beberapa nama segar yang sudah malang melintang di kasta teratas. Dana sebesar 3,55 juta euro digelontorkan untuk mendatangkan beberapa pemain, seperti mantan bek Werder Bremen, Luca Caldirola, mantan bek Juventus, Luca Marrone, mantan gelandang serang Sampdoria, Gaston Ramirez, mantan striker Empoli, Leonardo Mancuso, hingga mantan gelandang AC Milan, Mattia Valoti.
Sementara untuk mengisi kursi pelatih, Monza menunjuk Giovanni Stroppa sebagai allenatore anyar. Stroppa bukanlah nama asing bagi I Biancorossi, sebab 32 tahun yang lalu, pelatih 54 tahun itu pernah jadi pemain pinjaman di Monza.
Giovanni #Stroppa is the new head coach of @ACMonza! pic.twitter.com/WEVJzh4xnl
— Only the best football transfers (@MoveTransfers) May 28, 2021
Kembali ke Stadio Brianteo juga menjadikan Stroppa bereuni kembali dengan Berlusconi dan Galliani. Pasalnya, ia dulu juga merupakan mantan pemain dan pelatih tim muda AC Milan. Saat masih menjadi pemain Milan, Stroppa berhasil memenangkan 7 trofi. Sementara saat jadi pelatih tim muda Milan, ia berhasil memenangi Primavera Coppa Italia.
Selain itu, saat melatih Foggia, Stroppa berhasil menjuarai Lega Pro Super Cup dan membawa Foggia promosi ke Serie B. Ia juga pernah mengantar Crotone promosi ke Serie A di tahun 2020 lalu.
Hasilnya manjur! Di bawah komando Giovanni Stroppa, Monza yang bermain dengan formasi 3-5-2 di hampir seluruh laga tampil cukup konsisten dan jadi tim yang sangat produktif di Serie B. Mereka bahkan nyaris mendapat tiket promosi langsung setelah mampu menghuni peringkat kedua di pekan ke-37.
Sayang, di pekan terakhir, Monza justru kalah dari Perugia dan turun ke peringkat 4. Hasil itu membuat mereka harus berjuang kembali di babak playoff.
Tak ingin mengulang hasil yang sama seperti di musim lalu, Monza tampil lebih meyakinkan di babak playoff. Andrea Barberis dan kolega sukses menundukkan Brescia dengan agregat 4-2 di babak semifinal dan berhak melaju ke partai final untuk mentantang rival mereka, Pisa.
Di leg pertama partai final, Monza yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil menundukkan Pisa dengan skor 2-1 berkat 2 gol stiker andalan mereka, Dany Mota dan Christian Gytkjær. Namun, Monza baru bisa memastikan tiket promosi ke Serie A usai menang dramatis di leg kedua.
Bertandang ke Arena Garibaldi, Monza baru bisa memastikan satu tiket promosi setelah Luca Marrone dan Christian Gytkjær mencetak gol di babak tambahan waktu. Laga pun berkesudahan dengan skor 3-4 yang menjadikan Monza keluar sebagai pemenang berkat keunggulan agregat 6-4.
Kemenangan dramatis yang diraih di laga final playoff memastikan AC Monza promosi ke Serie A untuk pertama kalinya dalam sejarah. Ya, sejak berdiri pada 1912, musim 2022/2023 bakal jadi musim pertama Monza di kasta teratas Liga Italia.
Tak ayal, pencapaian tersebut membuat seisi kota Monza berpesta. Berlaga di Serie A musim depan membuat penduduk kota Monza kini punya kebanggan lain dalam diri AC Monza. Pencapaian itu pun jadi raihan tertinggi klub tersebut dalam sejarah dan semua itu didapat Monza usai dipimpin oleh Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani.
GR🅰️ZIE ⚪️❤️#MonzainSerieA #DestinAzioneParAdiso #MonzA pic.twitter.com/kfGxXsT4hT
— AC Monza (@ACMonza) June 1, 2022
Ambisi Silvio Berlusconi: AC Monza Raih Scudetto dan Juara Liga Champions!
Kehadrian Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani di Stadio Brianteo memang sangat krusial. Tidak ada sosok paling sukses dan paling kontroversial di sepak bola Italia ketimbang dua figur tersebut. Berlusconi dan Galliani adalah sosok vital di era kejayaan AC Milan.
Menurut catatan, duo Berlusconi-Galliani telah memenangkan 29 trofi dengan Milan dari tahun 1986 hingga 2016. Kini, duo paling sukses dalam sejarah sepak bola itu siap menularkan kesuksesaannya bersama AC Monza.
“Sungguh menakjubkan bagi klub seperti Monza, berdiri sejak 1912 dan mendapatkan promosi setelah 110 tahun. Luar biasa bagi semua warga Monza dan Brianza. Berada di Serie A, kita harus memenangkan Scudetto dan pergi ke Liga Champions dan memenangkannya juga. Saya terbiasa menang sepanjang waktu, jadi mari kita lihat,” kata Berlusconi, dikutip dari Football Italia.
Ya, usai memastikan jadi kontestan Serie A musim 2022/2023, Silvio Berlusconi langsung mematok target tinggi. Ia berambisi untuk segera meraih scudetto dan memenangkan Liga Champions. Sebuah misi sulit, tetapi apakah mereka sanggup?
Jika menilik dari rekam jejak Berlusconi dan Galliani, kita tentu tak boleh meremehkan keduanya. Apalagi, menurut peringkat Forbes 2021, Berlusconi adalah pemilik terkaya dari klub sepak bola di Italia dan kesembilan di seluruh dunia, dengan aset kekayaan senilai 7,6 miliar dolar.
Sejauh ini, hanya untuk mewujudkan mimpinya membawa AC Monza ke Serie A, Silvio Berlusconi dikabarkan telah menghabiskan dana tak kurang dari 71,7 juta euro. Selain untuk membenahi skuad, dana tersebut juga digunakan untuk mebenahi fasilitas olahraga dan ruang ganti pemain yang sudah usang.
Kini, sebagai langkah awal untuk mewujudkan ambisi barunya, Berlusconi dan Galliani telah memperkuat Monza dengan beberapa pemain anyar. Dana tak kurang dari 11,50 juta euro telah digelontorkan untuk membeli beberapa pemain, seperti Andrea Ranochhia dari Inter dan Pedro Pereira dari Benfica. Monza juga mempermanenkan Valentin Antov dari CSKA Sofia, Leonardo Mancuso dari Empoli, dan Michele Di Gregorio dari Inter.
Aktivitas transfer Monza masih belum usai. Kabarnya, Berlusconi dan Galliani siap untuk membajak beberapa pemain Milan. Belum lama ini, Monza juga dikabarkan tinggal selangkah lagi untuk meminjam Stefano Sensi dari Inter. Ini jadi pertanda keseriusan I Biancorossi dalam menatap Serie A.
⏳ Expected a meeting on tomorrow between #Monza and Stefano #Sensi to close the deal. Monza have already reached an agreement with #Inter for the loan of the midfielder. #transfers https://t.co/JSPvgePPvM
— Nicolò Schira (@NicoSchira) June 27, 2022
Menarik untuk dinanti bagaimana kiprah AC Monza di musim pertamanya di Serie A. Kira-kira, butuh waktu berapa lama ya bagi mereka untuk meraih scudetto dan lolos ke Liga Champions? Namun, sebelum membayangkan itu, semoga saja Monza tak jadi tim yang sekadar promosi untuk terdegradasi.
Selamat berjuang, AC Monza!
—
Referensi: AC Monza, Suara, Football Italia, Sky Sports, Football Italia, Il Sole, MilanReports.


