Luar Biasa! Bernabeu kembali memakan korban. Kini Manchester City yang jadi korban. Pasukan Carlo Ancelotti berhasil membalikan keadaan kala menghadapi anak asuh Pep Guardiola di leg kedua semifinal Liga Champions. El Real berhasil menumbangkan sang calon juara Liga Inggris dengan skor 3-1.
Dengan hasil tersebut, Los Galacticos kembali bertemu wakil Inggris, Liverpool yang juga telah mengamankan satu tempat di final kompetisi tertinggi di Eropa ini. Tentu dengan kesempatan ini Madrid berpeluang menambah raihan trofi Si Kuping Besar.
Real Madrid sendiri berstatus sebagai klub paling sukses dalam sejarah Liga Champions. Dengan torehan 13 trofi Liga Champions, pengamat sepakbola sering menyebut Real Madrid sebagai klub sepakbola yang memiliki hubungan spesial dengan kompetisi Eropa khususnya Liga Champions. Namun, benarkah demikian?
Daftar Isi
Real Madrid dan Champions League
Tak bisa dipungkiri, Liga Champions dan Real Madrid adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Hal ini tak lepas dari bagaimana sejarah adanya kejuaraan antar kesebelasan Eropa itu.
Usut punya usut, ternyata Real Madrid ini salah satu klub sepakbola pencetus Liga Champions. Tepatnya pada 1955, Real Madrid yang kala itu menjuarai La Liga dua kali secara berturut-turut mengusulkan adanya kompetisi antar kesebelasan yang berhasil juara di liganya masing-masing.
@realmadrid Legend Paco Gento has died at 88 🙁
He has won the Highest number of UEFA Champions League aka European Cup trophies as an individual. He won this trophy 6 times!
UCL/EC 1955-56
UCL/EC 1956-57
UCL/EC 1957-58
UCL/EC 1958-59
UCL/EC 1959-60
UCL/EC 1965-66#RIP_Gento pic.twitter.com/subUKVxZ2z— Nafis Imtiyaz Anim (@FPL_SHIELD) January 18, 2022
Presiden Real Madrid saat itu, Santiago Bernabeu, menjadi pionir dalam mewujudkan adanya turnamen antar kesebelasan Eropa ini atas usul seorang jurnalis media asal Perancis, L’Equipe, Gabriel Hanot.
Oleh karena itu dibentuklah kompetisi antarklub Eropa yang bernama European Cup atau yang kini kita kenal sebagai Champions League. Di masa-masa awal kompetisi ini berlangsung, European Cup diikuti oleh 16 tim termasuk Real Madrid.
Kesebelasan-kesebelasan yang berpartisipasi pun bukan sembarangan. Ada Sporting CP yang mewakili Portugal, Belanda yang diwakili PSV Eindhoven, lalu ada AC Milan dari Italia, dan Stade Reims yang kala itu menjuarai Liga Prancis.
Di lima edisi pertamanya, Real Madrid berhasil menyapu bersih dan keluar sebagai juara kompetisi tersebut. Dari sinilah Real Madrid mulai membangun reputasi sebagai tim penguasa sepakbola Eropa. Para pemain terbaik seantero negeri bahkan menjadikan Real Madrid sebagai kesebelasan idaman mereka.
Kejayaan Madrid di kompetisi Eropa pun terus berlanjut hingga sekarang. Saking seringnya menjuarai Champions League, itu menimbulkan rasa memiliki kompetisi tersebut dalam diri para fans. Bahkan beberapa fans Madrid merasa sakit hati apabila trofi Champions League tak berakhir di patung Dewi Cibeles.
Madrid Memiliki DNA Champions League
Dengan Madrid berhasil membangun reputasi sebagai klub sepakbola tersukses di Liga Champions, mereka kerap dijuluki klub yang memiliki “DNA” Eropa.
Tercatat sejak menjadi klub Spanyol pertama yang mengikuti Piala Eropa, pada tahun 1955. Real Madrid telah berkompetisi di setiap turnamen yang diselenggarakan oleh UEFA, kecuali Piala Intertoto dan kompetisi yang masih anyar, Conference League. Madrid melewatkan kompetisi Eropa hanya dua kali dalam sejarah, yaitu di musim 1977/78 dan 1996/97.
Real Madrid kini menjadi klub tersukses di Eropa dengan berhasil mengoleksi 13 trofi Liga Champions dalam sejarah keikutsertaannya. Mereka juga jadi satu-satunya klub yang berhasil meraih trofi Liga Champions lima kali berturut-turut dalam lima edisi awal.
Kesuksesan Madrid di Liga Champions yang paling terkenal ketika memasuki era kepemimpinan Florentino Perez pada awal 2000-an. Standar Real Madrid setelah diambil alih Perez menjadi sangat tinggi, yang kemudian bertahan hingga saat ini.
Dengan program yang visioner, Perez menandai kedatangannya dengan proyek mewah, bernama Los Galacticos. Angkatan pertama Los Galacticos yang diisi oleh pemain sekaliber Luis Figo, Zinedine Zidane, David Beckham dan bintang-bintang lainnya, langsung memberikan gelar Liga Champions kesembilan bagi Real Madrid pada 2002.
3 Kali Beruntun!
Tradisi terus berlanjut bahkan ketika Zinedine Zidane, sang pahlawan Final Liga Champions 2002 menjadi juru taktik skuad El Real. Zidane yang mengandalkan trio Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Gareth Bale di lini serang, telah membangun dinasti sepakbola dengan menjuarai Liga Champions sebanyak tiga kali secara beruntun.
Tiga gelar berturut-turut Madrid dimulai dari 2015/2016, di mana Madrid menumbangkan rival sekota, Atletico Madrid di partai puncak. Meski laga di waktu normal berakhir imbang, Madrid berhasil mengalahkan Atletico melalui adu penalti.
Pada 2016/2017, Madrid kembali mengulang kejayaannya saat bertemu Juventus di partai final. Kali ini, Madrid tanpa kesulitan mampu membungkam Si Nyonya Tua dengan skor cukup telak 4-1.
Dan pada musim 2017/2018, Madrid secara perkasa mampu mengandaskan wakil Inggris, Liverpool dengan skor meyakinkan 3-1 di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Ukraina. Gareth Bale tampil luar biasa di laga tersebut dengan memborong 2 gol. Salah satu golnya dicetak dengan teknik tendangan sepeda kebalik yang membuat Karius tak berdaya.
Madrid di Liga Champions 2022
Sama halnya dengan musim-musim sebelumnya, perjalanan Real Madrid di Liga Champions musim ini cukup sensasional. Meski sedikit kewalahan di fase gugur, Madrid berhasil mengamankan satu tiket final yang mana laga tersebut bakal diselenggarakan di Prancis.
Sempat disulitkan oleh PSG di leg pertama babak 16 besar, Benzema cs berhasil membalikan keadaan di leg kedua yang dimainkan di Bernabeu. Madrid menang 3-1 yang membuat agregat menjadi 3-2 untuk keunggulan El Real. Wak haji Benzema jadi sang juruselamat Madrid melalui hattrick-nya yang luar biasa.
Ketika Madrid menghadapi juara Liga Inggris, Manchester City di semifinal, mereka juga cukup kesulitan di leg pertama, sehingga skor 4-3 untuk keunggulan City tak terhindarkan. Namun, di leg kedua, angin berpihak pada Madrid.
Real Madrid VS Manchester City
2nd leg
Peter Drury commentary
Rt to share it to every madridista 🤍 pic.twitter.com/rtUxIR8Zpa— A.ramirez (@ElSuenoDelNino5) May 7, 2022
Seakan tersihir oleh atmosfer Santiago Bernabeu, City asuhan Pep Guardiola dipaksa bertekuk lutut oleh pemuda asal Brazil, Rodrygo. Rodrygo yang masuk menggantikan Toni Kroos di menit 68, sukses menyarangkan dua gol sekaligus dan memberikan nyawa tambahan bagi Madrid.
Berlanjut ke babak extra time, penalti Benzema di menit 95 memupuskan harapan Pep Guardiola yang berambisi memberikan trofi Liga Champions pertama bagi The Citizen. Agregat 6-5 untuk keunggulan Madrid bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Peluang Madrid Dalam Meraih Gelar Liga Champions Musim Ini
Seperti yang diketahui, Madrid kembali akan bertemu Liverpool di partai puncak. Dua tim tersebut bakal saling sikut untuk bisa mengangkat trofi si kuping besar.
Nah, apabila berbicara soal seberapa besar kans Madrid untuk juara, maka jawabannya, Madrid sangat berpeluang untuk kembali menjuarai Liga Champions musim ini. Terlebih Madrid tengah dalam performa terbaiknya, hal itu dibuktikan dengan Madrid yang berhasil memastikan gelar juara La Liga musim ini.
Sedangkan dari Head to Head, Madrid juga unggul dari Liverpool. Dari lima pertemuan terakhir kedua tim di Liga Champions, El Real memiliki catatan yang sangat manis dengan empat kemenangan.
Last but not least, faktor X yang bisa membantu Madrid untuk kembali menjuarai Liga Champions adalah Karim Benzema. Tak dapat dipungkiri bahwa Madrid bisa mencapai final Liga Champions dan bahkan merebut gelar La Liga berkat penampilan apik Benzema di musim ini. Mampukah Benzema mewujudkan ambisinya untuk mengawinkan gelar Liga Champions dengan gelar La Liga? We will see
https://youtu.be/vQGR1Sr3T_A
Sumber: The Athletic, UEFA, Real Madrid, Panditfootball


