Ketika Jose Mourinho Persembahkan Treble Mini Buat Manchester United

spot_img

Jose Mourinho berjingkrak di hadapan anak asuhnya saat di Manchester United. Ia mengacungkan tiga jari, yang bisa bermakna gelar ketiga yang ia persembahkan untuk Manchester United.

Bisa jadi pula itu pertanda bahwa Manchester United sejajar dengan tim seperti Juventus, Ajax, Bayern Munchen, dan Chelsea yang sudah memborong tiga gelar bergengsi di Eropa ke lemari mereka. Tapi yang pasti, bagi Mourinho gelar Europa League musim 2016/17 yang ia raih bersama United menunjukkan kalau ia hanya butuh waktu semusim untuk memberi treble.

Ya, musim 2016/17 bagi Manchester United menjadi salah satu musim paling bersejarah. Terutama selepas kepergian Sir Alex Ferguson. Pasalnya, tak ada manajer lain selain Jose Mourinho yang memberikan tiga gelar bagi United, setelah Fergie pensiun. Meski treble itu adalah treble mini, yaitu Community Shield, Piala Liga, dan Europa League.

Kedatangan Mourinho

The Special One adalah sosok pelatih yang menyebalkan. Ia memang berpengalaman memberi gelar instan bagi klub-klub yang ia latih. Porto, Chelsea, Inter, Barcelona, semua sudah kebagian. Namun, sifat menyebalkan Mourinho memang sudah melekat dalam dirinya.

Saat baru pertama kali datang ke Carrington, tempat latihan Manchester United, Mourinho sudah menunjukkan ketidaksenangannya. Mou tak pernah segan untuk memberikan kritik yang sangat pedas. Waktu itu, pengelola Manchester United yang kena omel.

Mourinho mencerca habis-habisan manajemen beberapa menit setelah diumumkan sebagai manajer Setan Merah. Ia mengkritik sampai hal-hal kecil. Bagi Mourinho, di Manchester United makanannya jelek, tempat latihannya jelek, lapangannya jelek, stadionnya juga jelek.

Bahkan Mourinho pernah marah karena kantin di Carrington tutup di waktu yang sudah ia tentukan. Padahal Mou adalah sosok pelatih yang fleksibel. Ia bisa saja menyuruh pemainnya latihan di luar jam latihan. Dengan kantin yang tutup, otomatis Mou dan anak asuhnya yang latihan tidak mendapat servis.

Dilansir The Athletic, Mourinho pernah kesal karena United tidak membayar tagihannya menginap di Lowry Hotel, sebuah hotel bintang lima di Salford yang berlokasi di tepi sungai. Ini merupakan pembiayaan lainnya, dan Manchester United merasa gaji 15 juta poundsterling atau sekitar Rp275,7 miliar per bulan adalah imbalan yang cukup untuk Mourinho.

Mourinho juga pernah marah pada sekretaris klub, Alexander yang juga paman dari Trent-Alexander Arnold, pemain Liverpool. Alexander dituduh Mou sebagai biang keladi keterlambatan penerbangan kembali Manchester United dari Piala FA, Maret 2017. Yang lebih lucu lagi, Mou juga pernah marah karena penerbangan ke China gagal akibat badai tropis.

Mewarisi Pemain Bekas Van Gaal

Kedatangan Mourinho ke Manchester United dengan hanya mewarisi skuad bekas Louis Van Gaal, di mana beberapa adalah anak muda yang berhasil mekar, Mourinho tetap merasa bersyukur. Bagi dirinya, skuad warisan Van Gaal itu, meski tipis, tetap saja bagus.

Pelatih asal Belanda itu meninggalkan pemain-pemain muda yang bagus. Misalnya, Rashford dan Fosu Mensah. Pendekatan yang dilakukan Van Gaal adalah mengupayakan pemain muda mendapat menit bermain. Meski itu harus mengorbankan trofi. Terbukti di bawah asuhan Van Gaal, Manchester United hanya bisa memboyong Piala FA.

Mou mencoba mengembangkan pemain muda yang sudah mendapat menit bermain sejak dilatih Van Gaal. Pemain seperti Marcus Rashford telah menjadi salah satu pemain muda terbaik yang dipoles Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu telah membuat Rashford mencetak 20 gol, menjadi yang terbanyak di klub di bawah Zlatan Ibrahimovic.

Anthony Martial juga turut berkembang di tangan Mourinho. Salah satu mesin untuk menciptakan gol itu telah diberi menit bermain yang cukup. Martial setidaknya kerap terlibat dalam upaya Manchester United mencetak gol. Begitu pula sosok Jesse Lingard yang turut alami perkembangan di tangan Mourinho.

Community Shield

Gelar pertama yang Mourinho berikan untuk Manchester United adalah Community Shield. Dan uniknya, gelar itu ia berikan bertepatan pada laga resminya yang pertama bersama United. Ia memimpin skuad Setan Merah menghadapi sang jawara Liga Inggris, Leicester City dengan modal skuad warisan Van Gaal.

Tentu Mourinho tidak ambil pusing. Apalagi ia telah mendatangkan penyerang yang sama bengalnya dengan dirinya, Zlatan Ibrahimovic. Ya, sudah bukan rahasia umum lagi kalau Mou dan Ibra memiliki hubungan yang so sweet.

Jalannya laga, Jesse Lingard, pemain penentu di final Piala FA membuka keran gol Manchester United lewat upaya solonya. Namun, gol Lingard dicetak hanya untuk dibalas oleh Jamie Vardy yang memanfaatkan kesalahan Marouane Fellaini. Skor 1-1 bertahan hingga menit ke-80.

Pada menit ke-83, Zlatan Ibrahimovic mencuri perhatian publik Wembley lewat sundulannya yang mematikan ke gawang Leicester. Itu menjadi gol penentu kemenangan 2-1 Manchester United atas Leicester City, sekaligus membuka keran trofi MU di musim 2016/17. Mourinho pun tersenyum. Ia persembahkan gelar itu untuk Louis Van Gaal.

Piala Liga

Beranjak ke trofi kedua yang Mourinho berikan untuk Manchester United. Yup, Piala Liga. Di final Piala Liga Manchester United menghadapi musuh yang susah-susah gampang. Mengapa demikian? Karena pada waktu itu, Southampton yang menjadi lawan MU bukan klub entengan.

Entah kebetulan atau bagaimana, yang memborong gol Manchester United di final Piala Liga dan Community Shield adalah orang yang sama, Jesse Lingard dan Zlatan Ibrahimovic. Zlatan lebih dulu membuka keunggulan United berkat tendangan bebasnya yang spektakuler.

Kemudian penyelesaian terstruktur Lingard tujuh menit menjelang babak pertama usai, membuat MU memimpin 2-0. Namun, injury time yang diberikan memperpanjang nafas Southampton. Menit 45+1, Gabbiadini memperkecil ketertinggalan dan membuka lagi kesempatan pasukan Claude Puel.

Benar saja. Baru tiga menit sejak peluit babak kedua dibunyikan, Monolo Gabbiadini menggandakan golnya lewat bantuan seorang Davis. Skor berubah menjadi 2-2. Setelah itu Manchester United malah kesulitan membongkar pertahanan Southampton. Sebaliknya, pasukan Claude Puel balik membombardir gawang De Gea.

Untungnya, Manchester United masih punya Zlatan Ibrahimovic. Pemain Swedia itu mampu mengonversi umpan silang Ander Herrera menit 87 jadi gol kemenangan MU di Wembley. MU pun menang 3-2 atas Southampton, dan senyum Mourinho kembali merekah.

Europa League

Mourinho menggenapi treble mininya saat membawa MU kampiun di Europa League. Manchester United melaju ke final dan menghadapi Ajax di Friends Arena, Stockholm, Swedia. Ketika itu MU lolos ke final setelah melewati hadangan Lyon di semifinal.

Ajax sendiri waktu itu bukan musuh yang mudah. Dengan skuad yang masih berisi pemain seperti Hakim Ziyech, De Light, Davinson Sanchez, Bertrand Traore, sampai Lasse Schone. Namun, Mourinho bersama MU tampil sangat percaya diri. Kepercayaan diri itu pun bukan omong kosong belaka.

Pemain yang pulang dengan memecahkan rekor transfer, Paul Pogba membuka keunggulan United menit ke-18. Tendangan kaki kirinya mendatar dan berbelok ke arah gawang Onana usai menabrak Davinson Sanchez. Ketinggalan, Ajax pun merespons dengan beberapa kali serangan.

Namun, tidak ada gol tambahan di babak pertama. Memasuki babak kedua, Ajax tersentak. Karena alih-alih mencetak gol, gawang mereka kebobolan lagi berkat aksi Henrikh Mkhitaryan. Ia yang memunggungi gawang mendapat umpan sundulan dari Smalling, untuk lalu mencetak gol yang luar biasa.

Skor 2-0 pun bertahan hingga bubar. Manchester United meraih trofi ketiganya musim 2016/17. Sementara, Mourinho kembali tersenyum plus mengacungkan tiga jarinya. Walaupun treble mini, kisah semacam ini sulit terulang di MU, begitu pula bagi seorang Mourinho itu sendiri.

https://youtu.be/0–ZAjM1h5c

Sumber referensi: Independent, DailyStar, Express, BR, BBC, IrishTimes, FourFourTwo, ManchesterEveningNews

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru