Mengapa Sadio Mane Menolak Kehidupan Mewah?

spot_img

Mempunyai gaji setidaknya 1 miliar per pekan. Punya banyak penggemar dengan pengikut di media sosial mencapai jutaan. Tentu dua hal itu saja sanggup membuat orang menjadi terkenal dan tak bisa lepas dari kehidupan mewah. Kehidupan seseorang bahkan akan sangat berubah jika sudah mempunyai dua hal itu.

Namun, yang terjadi, tidak selama begitu. Kita sering melihat orang-orang kaya, bos-bos besar, para konglomerat yang tujuh turunan hartanya nggak habis-habis, justru tampilannya sederhana. Begitu pula di dunia sepakbola.

Meski, tak dapat dipungkiri juga bahwa tak sedikit pesepakbola yang bergelimang harta. Hidup mewah dengan memiliki rumah mewah, mobil mewah, istri yang cantik luar dalam. Dan tentu kehidupan pesepakbola yang gajinya jutaan kali lipat dari gaji buruh di Indonesia, sudah pasti tidak akan lepas dari kehidupan mewah semacam itu.

Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Neymar adalah contoh nyata. Namun, ada pula pesepakbola yang, meski kaya, tapi tetap berpenampilan sederhana. Bahkan menolak untuk mengikuti tren kehidupan glamor dan mewah. Ya, orang itu adalah Sadio Mane.

Salah satu trio lini serang Liverpool itu memang kerap menunjukkan bahwa ia adalah orang yang sederhana. Ini bukan citra yang sengaja dibuat-buat agar terlihat baik. Hanya saja, Sadio Mane memanglah seorang pesepakbola yang, walau gajinya sampai Rp1 miliar rupiah per pekan, tapi anti kemewahan. Mengapa Mane tidak menyukai kehidupan mewah?

Tidak Mau Seperti Ronaldo dan Neymar

Belum lama ini Sadio Mane mengutarakan pendapatnya yang cukup mencengangkan. Mane mengatakan pada sebuah wawancara dengan media Prancis, L’Equipe, bahwa ia sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan pada kehidupan glamor. Terutama yang dicontohkan Cristiano Ronaldo dan Neymar.

Mane secara tidak langsung mengomentari kehidupan mewah Ronaldo dan Neymar. Meskipun, ia juga membatasi dirinya agar tidak terlalu mengkritik kehidupan Ronaldo dan Neymar. “Saya tidak akan memberi kesan bahwa saya adalah orang yang sangat kritis,” kata Mane dikutip The Sun.

Lebih lanjut Mane mengatakan, ada nilai-nilai dalam sepakbola yang mengganggunya. Dan nilai-nilai itu, kata Mane, tidak sebanding dengan pendidikannya. Namun, alih-alih mencoba mengkritik nilai-nilai dalam sepakbola yang tidak ia sukai itu, Mane lebih memilih menjauh.

“Saya lebih suka menjauhkan diri. Hal utama adalah tidak berubah, dan saya yakin tidak. Sebagai anak laki-laki yang lahir dari kota kecil, ini adalah kemenangan besar,” kata Sadio Mane.

Ujung tombak Liverpool itu malah tertawa ketika ditanya apakah dirinya bakal mengikuti gaya hidup Ronaldo dan Neymar. Ia mengakui bahwa ia menyukai kehidupan Ronaldo dan Neymar. Namun, untuk menjalaninya Mane merasa kehidupan mewah semacam itu tidak sesuai dengan dirinya.

Hidup Sederhana

Sadio Mane terkenal sebagai pesepakbola yang sederhana. Walaupun untuk tampil mewah dan flamboyan, bagi seorang Mane, itu hal gampang. Tapi yang terjadi, kan, tidak begitu. Mane, di beberapa kali wawancara dengan media mengatakan, bahwa ia lebih suka hidup sederhana.

Bagi Mane, sebagai pesepakbola, dirinya lebih suka bermain bola saja. Ia tidak terlalu menyukai berbicara di depan banyak orang, seperti halnya saat mengikuti konferensi pers. Ia, secara terang-terangan bahkan mengatakan tidak menginginkan 10 ferarri, 20 jam tangan berlian, atau dua pesawat. Karena bagi Mane, barang-barang tadi tidak berguna.

Kesederhanaan Sadio Mane sepertinya wajar saja. Apalagi sebelum menjadi pesepakbola tersohor, Mane adalah pemuda yang miskin. Terlebih ia lahir di sebuah kota kecil di Senegal.

Dalam laporan Independent Observer, Mane bercerita bahwa dulu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia harus bekerja di ladang. Laporan itu juga menyebut bahwa Mane pernah mengalami masa-masa sulit, ketika harus bermain bola tanpa alas kaki. Mane juga tidak mengenyam pendidikan yang layak.

Mane juga beberapa kali menunjukkan sikapnya yang sederhana nan rendah hati. Misalnya, pada tahun 2019, saat bertugas bersama Senegal. Waktu itu, para pemain Senegal keluar dari bus, dan ketika tiba giliran Mane turun ia tanpa pikir panjang membantu staf yang membawa botol air ke dalam stadion.

Tidak Suka Menonjolkan Dirinya

Mane juga terkenal sebagai sosok pesepakbola yang sangat jarang sekali menonjolkan dirinya. Ini maksudnya bukan Mane jarang mencetak gol atau berkontribusi banyak. Jelas, Mane menjadi pemain penting di lini depan The Reds.

Namun, ia tidak terlalu menonjolkan dirinya, terutama ketika berhadapan dengan media. Tidak seperti Zlatan Ibrahimovic atau Cristiano Ronaldo yang beberapa kali dicerca karena arogansi mereka. Alih-alih menonjolkan dirinya, Mane sebisa mungkin menghindari pernyataan yang membuat dirinya lebih disorot media.

Misalnya, ketika wawancara pasca pertandingan. Mane selalu memuji timnya. Ia lebih senang media menyorot timnya. Mane juga tak jarang justru kerap memuji rekan-rekannya.

Salah seorang wartawan yang pernah mewawancari Mane, Mike Hughes dari BBC Radio Merseyside mengatakan, “Saya coba membuatnya menjelaskan peran yang ia (Mane) mainkan. Tapi ia selalu mengecilkan perannya”.

Dermawan

Mane, karena kesederhanaannya, tidak suka membelanjakan uang seenaknya. Ia lebih memilih menyumbangkan sebagian hartanya daripada menghabiskan uang untuk membeli barang-barang tidak perlu.

Sadio Mane terkenal dermawan, apalagi kalau sudah menyangkut tanah kelahirannya di Bambali, Senegal. Mane sama sekali tidak akan melupakan tanah kelahirannya tersebut. Dengan gaji yang ia miliki, Mane turut membangun desanya itu. Mane pernah mendirikan sekolah senilai Rp4,1 miliar. Selain itu, Mane juga tercatat pernah membangun rumah sakit, masjid, dan stadion.

Pemain yang turut membawa Senegal juara AFCON itu, juga menyumbangkan setidaknya Rp1,2 juta per bulan untuk keluarga-keluarga kurang mampu di desanya. Ia juga menyumbangkan pakaian layak untuk anak-anak di sana.

Setidaknya, Sadio Mane selalu menggelontorkan uangnya sebesar 14 juta dolar atau sekitar Rp200,8 miliar per tahun untuk membantu desa asalnya. Ia juga menyumbang setidaknya 70 ribu euro atau sekitar Rp1 miliar untuk semua orang miskin di desanya di Senegal.

Saat wabah virus Corona, Mane juga menyumbangkan 41 ribu euro (Rp633 juta) untuk otoritas kesehatan di Senegal. Mulianya lagi, Mane tidak hanya menyumbangkan hartanya ketika dirinya sedang senang.

Saat Piala Afrika 2021, Mane sempat cedera dan dirawat di sebuah rumah sakit terdekat, tapi masih menyempatkan menolong orang. Ada satu keluarga yang anaknya tertabrak, patah tulang dan penuh luka, dengan kondisi yang hampir bisa meninggal.

Namun keluarga itu tidak sanggup membayar biaya rumah sakit. Ketika itulah Mane yang berada di rumah sakit yang sama mendengar kabar itu, dan membantu keluarga tersebut. Sungguh, Sadio Mane adalah sosok pesepakbola yang penuh dengan keteladan. Wajar kalau Mane sangat dicintai warga Senegal. Salut!

Sumber referensi: Sportbible, Upworthy, PlanetFootball, AS, Marca

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru