Kenapa Chile Dan Kolombia Gagal Ke Piala Dunia 2022?

spot_img

Kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 Zona Conmebol rampung. Empat negara dipastikan lolos otomatis ke Qatar dan 1 negara lagi akan bertarung di babak playoff melawan wakil dari Zona Asia. Dari ke 5 negara yang lolos tersebut tidak ada lagi nama Chile dan Kolombia.

Keduanya dipastikan absen di Piala Dunia Qatar nanti. Duo Conmebol itu gagal berangkat karena banyak alasan.

Chile Di Kualifikasi Piala Dunia

Chile mengawali kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan hasil minor. Chile yang melawan Uruguay harus takluk 2-1. Chile selama kualifikasi hanya menang 5 kali, seri 4 kali dan kalah 9 kali dari 18 pertandingan.

Kemenangan pertama mereka di kualifikasi Piala Dunia Zona Conmebol yaitu ketika melawan Peru di kandang pada November 2020 silam dengan skor 2-0. Semenjak itu mereka hanya menelan kekalahan dan hasil imbang.

Kemenangan selanjutnya baru datang pada akhir tahun 2021. 2 kali melawan Paraguay, satu kali melawan Venezuela di kandang, dan satu kali tandang melawan Bolivia.

Kegagalan Chile di kualifikasi Piala Dunia 2022 diwarnai dengan banyaknya kekalahan yang tidak seharusnya terjadi, termasuk kalah dari Venezuela dan Ekuador.

Mereka juga sering kehilangan poin pada partai-partai krusial termasuk menjelang akhir babak kualifikasi. Mereka kehilangan poin krusial melawan Brazil dan Uruguay di sesi akhir kualifikasi. Dengan total poin 19, Chile akhirnya harus tercecer di urutan 7 klasemen.

Chile, Pergantian Pelatih Dan Lambat Regenerasi

Tanda-tanda kegagalan Chile ke Piala dunia 2022 sudah terlihat dari ajang Copa America 2021 tahun lalu. Di mana Chile harus gagal di babak perempat final.

Chile, sejak 2021 silam melakukan pergantian pelatih dari Rueda ke Lasarte Arrospide. Beberapa pertandingan awalnya sempat menuai hasil positif, termasuk menahan imbang Argentina 1-1 di kualifikasi Piala Dunia pada 4 Juni 2021.

Akan tetapi, kiprahnya gagal total di Copa America 2021. Secara prestasi jika dibandingkan Rueda masih jauh. Rueda setidaknya terbukti mampu membawa Chile mencapai semifinal Copa America di tahun 2019.

Sedangkan Lasarte sebelumnya hanya menangani sebuah klub. Ia masih minim pengalaman dalam menangani tim nasional. Pelatih asal Uruguay tersebut tercatat pernah sukses melatih Universidad De Chile maupun Al-Ahly.

Chile tidak lagi memiliki tuah magis seperti pelatihnya terdahulu macam Jorge Sampaoli bahkan Pizzi yang mampu membawa Chile menjadi juara Copa America.
Juru taktik tampaknya bukan satu-satunya biang kegagalan Chile. Akan tetapi, komposisi pemainnya cenderung sudah menua dan berada di luar masa keemasannya.

Generasi emas itu di antaranya Alexis Sanchez, Eduardo Vargas, Claudio Bravo, Arturo Vidal, Gary Medel, Mauricio Isla, sampai Charles Aranguiz. Bahkan Vargas menjadi top skor untuk ajang Copa America 2015 dan Copa America Centenario 2016.

Tapi, generasi emas ini mulai menua. Sebagian mereka juga bermasalah secara mental. Ketika generasi emas ini menua, Chile seperti kesulitan menemukan pengganti.

Tengok saja, saat ini Claudio Bravo yang sudah berumur 38 tahun masih jadi andalan Chile. Nama-nama seperti tadi seperti Alexis dan kawan-kawan masih jadi starter di laga terakhir kualifikasi lawan Uruguay. Padahal umur mereka sudah tak lagi muda.

Bahkan, mungkin saking sulitnya mendapatkan pengganti generasi emas, Chile sampai menggaet pemain keturunan, Ben Brereton Diaz. Lelaki keturunan Chile yang hidup di Inggris yang didapuk jadi striker.

Sebenarnya PR meredupnya generasi emas ini sudah terlihat empat tahun lalu sejak Chile gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Namun, tak ada perubahan signifikan untuk menuju kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka yang sudah berumur itu masih saja diandalkan.

Kolombia Di Kualifikasi Piala Dunia

Lain pula yang terjadi pada Kolombia. Kolombia menjalani kualifikasi bersama pelatih baru Carlos Queiroz. Kolombia menunjuk Queiroz menggantikan kesuksesan pelatih terdahulunya yakni Jose Pekerman setelah Piala Dunia 2018.

Queiroz yang tampil di Copa America 2019 hanya membawa Kolombia sampai ke perempat final. Akan tetapi, setelah masa kepelatihan gagal di Copa America, kontrak Queiroz masih diperpanjang. Dan ia membuktikan di awal kualifikasi Piala Dunia dengan mampu menang atas Venezuela 3-0.

Akan tetapi, masa Queiroz di Kolombia berakhir singkat karena kekalahan memalukan 6-1 melawan Ekuador di kualifikasi Piala Dunia, 18 November 2020. Ia diberhentikan dan diganti dengan mantan pelatih Chile, Rueda.

Rueda yang terbukti gagal mengangkat Chile diharapkan mampu menolong Kolombia setidaknya lolos ke Qatar 2022. Pada awalnya pun memberi harapan. Kolombia setelah kalah memalukan lawan Ekuador, langsung mampu bangkit menang 3-0 di kandang Peru dan kemudian menahan Argentina 2-2.

Kiprah Rueda pun cenderung berhasil di Copa America 2021 lalu. Ia mengantarkan Kolombia meraih juara ketiga Copa America 2021 dengan pemain rising starnya Luis Diaz. Namun, justru setelah itu Rueda mengalami fase buruk bersama Kolombia.

Akhirnya Rueda pun hanya mengantarkan Kolombia finish di urutan 6 klasemen kualifikasi Zona Conmebol dengan 23 poin dari 18 pertandingan. Kolombia mengalami 5 kemenangan 8 kali seri, dan 5 kali kalah.

Kolombia sebenarnya masih memiliki asa untuk lolos melalui jalur playoff dengan 2 kemenangan terakhirnya di kualifikasi melawan Bolivia dan Venezuela. Namun, itu semua sirna berkat hasil positif yang diraih pesaingnya Peru. Alhasil mereka duduk di bawah Peru dengan selisih hanya 1 poin.

Kolombia Rindu Sosok Seperti Pekerman

Secara skuad Kolombia tidak buruk-buruk amat. Mereka masih diisi pemain-pemain seperti James Rodriguez, Zapata, Cuadrado, Davinson Sanchez, Yerry Mina, maupun idola baru Liverpool Luis Diaz.

Mereka tidak kekurangan talenta sebenarnya. Mereka hanya tidak bisa memanfaatkan pemain yang ada dalam satu strategi yang oke. Hal itu ada dalam diri sang peracik strategi.

Sejak ditangani Jose Pekerman, Kolombia mampu memadukan generasi emas yang mereka miliki waktu itu. Beberapa pemain yang menjadi rising star di liga-liga top Eropa mampu diracik pekerman dengan tepat.

Harus diakui, Kolombia bangkit ketika dilatih Jose Pekerman. Kolombia sempat absen di tiga Piala Dunia yakni 2002, 2006, 2010. Padahal di tiga Piala Dunia sebelum itu, Kolombia selalu lolos.

Setelah Pekerman mengambil alih Kolombia, maka tim tersebut bangkit. Kolombia mampu lolos ke Piala Dunia 2014 dan 2018.

Lebih bagusnya lagi, pada 2014 Kolombia bisa sampai perempatfinal. Bahkan pemain Kolombia, James Rodriguez mampu jadi pencetak gol terbanyak turnamen. Itu adalah kali pertama orang Kolombia jadi top skor Piala Dunia.

Namun, kenangan manis Kolombia di Piala Dunia itu kali ini pupus. Mereka hanya pasrah menonton Piala Dunia Qatar 2022 di layar kaca, begitupun Chile.

Dua wakil Conmebol ini punya permasalahan yang hampir mirip soal pelatih, meskipun mereka secara skuad mempunyai permasalahan yang berbeda. Sekarang, Kolombia dan Chile harus mulai berbenah dengan PR-nya masing-masing, kalau ingin tampil lagi di Piala Dunia mendatang.

Sumber Referensi : infobae.com, the18.com, news.euro

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru