7 Tim Paling MANDUL di Eropa Dalam Sepuluh Tahun Terakhir

spot_img

Norwich City mungkin bisa saja jadi pemuncak daftar klub paling mandul kali ini, apabila klub papan bawah itu tetap konsisten tak mencetak gol di sisa pertandingan yang ada. Bagaimana tidak? Sejauh ini Norwich baru mencetak 18 gol dari 29 pertandingan liga yang sudah mereka mainkan.

Angka itu cukup menyedihkan, terlebih mereka berstatus sebagai kesatuan tim bukan perorangan. Bahkan 18 gol itu lebih sedikit dari torehan gol Mohamed Salah yang kini berstatus sebagai top skor sementara Liga Inggris dengan 20 golnya.

Selain Norwich City di musim ini, berikut ini klub paling mandul dalam sepuluh tahun terakhir. Siapa saja mereka?

Pescara Musim 2012/13 (27 gol)

Kehilangan pemain-pemain penting disinyalir jadi salah satu penyebab Pescara kesulitan mencetak gol di musim 2012/13. Di awal musim, Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne harus kembali ke klub induk masing-masing. Sedangkan Marco Verratti tak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh raksasa Prancis, PSG.

Di Bursa transfer Pescara berambisi mencari pengganti pemain-pemain tersebut. Pescara mendatangkan playmaker Juanfer Quintero, pemain sayap Vladimír Weiss dan striker Ante Vukušić yang mana semuanya memiliki potensi cukup besar. Sayangnya, itu saja tidak cukup untuk menambal lubang yang ditinggal Immobile dan kolega.

Kurangnya koordinasi yang baik dalam tubuh Pescara, menyebabkan mereka kembali terdegradasi pada musim 2012/13. Yang lebih menyedihkan lagi, mereka berstatus klub paling sedikit mencetak gol dengan hanya mencatatkan 27 gol dari 38 pertandingan Liga.

Sosok Ante Vukušić yang digadang-gadang bakal menjadi suksesor Ciro Immobile di lini depan, nyatanya ia tak bisa berbicara banyak. Sering dicadangkan dan dimainkan di posisi yang bukan posisi aslinya, Vukusic hanya dapat mencatatkan 1 gol dari 19 laga yang ia mainkan.

Middlesbrough 2016/17 (27 gol)

Selanjutnya ada klub dari Liga Inggris, Middlesbrough pada musim 2016/17. Tim ini memang kerap memberikan kejutan-kejutan tak terduga seperti yang mereka lakukan pada musim 2016/17 ini.

Ironisnya, saat itu skuad Middlesbrough sebetulnya terbilang bagus. Lini serang Boro diperkuat Cristhian Stuani, Victor Fischer, mantan pemain City Alvaro Negredo, Patrick Bamford dan pemain kekar nan licin, Adama Traore. Namun kombinasi mereka hanya berhasil mencetak 27 gol dari 38 pertandingan sepanjang musim 16/17.

Adama Traore bahkan tak mencetak satu gol pun di 27 pertandingan liga yang ia mainkan. Itu catatan yang sangat buruk untuk ukuran penyerang yang memiliki kecepatan luar biasa.

Sedangkan Bamford hanya bermain sebanyak delapan kali dan mencetak satu gol di musim tersebut. Praktis hanya Negredo yang berkontribusi besar dengan mencatatkan 9 gol, itu sepertiga dari jumlah gol Boro musim 2016/17.

Norwich City 2019/20 (26 gol)

Selanjutnya ada Norwich City yang hanya bisa mencetak 26 gol di musim 2019/20 Liga Inggris. Norwich yang datang sebagai juara Championship nyatanya tak dapat berbicara banyak. Bahkan kualitas mereka sangat jauh apabila dibandingkan dengan tim-tim seperti Wolverhampton atau mungkin Sheffield United yang sama-sama baru promosi dari kasta kedua.

Selepas memberikan kejutan dengan mengalahkan City di awal musim, banyak yang beranggapan bahwa Norwich bakal menyulitkan the big six. Namun hal itu sebatas angan-angan, performa Norwich malah terus menurun dan kesulitan untuk mencetak gol.

Praktis hanya Teemu Pukki yang tampil gacor dalam skuad Norwich dengan catatan 11 golnya. Angka itu hampir separuh dari torehan gol Norwich di musim 2019/20. Di belakang Pukki ada Todd Cantwell yang berkontribusi 6 gol.

Selain mereka berdua tak ada pemain lain yang bisa mencetak lebih dari satu gol. Total The Canaries hanya mencetak 26 gol di musim itu, jauh apabila dibandingkan dengan catatan 93 gol musim sebelumnya dimana mereka mendominasi Divisi Championship.

Chievo Verona 2018/19 (25 gol)

Chievo Verona jadi klub selanjutnya yang cukup kesulitan untuk mencetak gol di musim 2018/19. Pada musim tersebut, Chievo hanya berhasil mencetak 25 gol. 

Chievo memanglah klub sepak bola yang tak diperhitungkan kala itu. Pada musim sebelumnya saja mereka hanya finis di peringkat 13 klasemen. Di musim 2018/19 Chievo sejatinya memiliki nama-nama yang cukup beken di skuadnya, seperti Filip Djordjevic, Mariusz Stepinski hingga Lucas Piazon yang dipinjam dari Chelsea. 

6 dari 25 gol milik Chievo pun dicetak oleh Mariusz Stepinski. Sedangkan Lucas Piazon yang didatangkan pada pertengahan musim nyatanya tak memberikan dampak signifikan. Ia hanya bermain empat kali tanpa mencatatkan kontribusi gol sama sekali.

Musim 2018/19 juga menjadi musim yang sangat buruk bagi Chievo Verona. Mereka mendapat sanksi pengurangan poin yang mengakibatkan Chievo terdegradasi dengan hanya mengumpulkan 17 poin saja.

Malaga 2017/18 (24 gol)

Selanjutnya ada Malaga musim 2017/18, meskipun Isaac Success bermain untuk Malaga pada musim tersebut, nyatanya Malaga tak sesukses namanya. Malaga mengakhiri musim hanya dengan mencetak 24 gol saja.

Salah satu penyebab utama penurunan produktifitas gol Malaga adalah hampir semua pemain penting mereka dijual di awal musim 2017/18.

Malaga menjual penyerang andalan mereka Sandro Ramirez ke Everton. Padahal Ramirez merupakan tulang punggung Los Boquerones dalam urusan mencetak gol musim sebelumnya. Setelah itu Malaga tak mampu menemukan pengganti yang sepadan.

Performa Diego Rolan yang didatangkan dari Bordeaux malah di luar ekspektasi, Rolan hanya mencetak lima gol. Malaga sempat mendatangkan Isaac Success dari Watford pada bursa transfer musim dingin. Alih-alih mencetak banyak gol, ia malah nihil gol bersama Malaga.

Huddersfield 2018/19 (22 gol)

Musim kedua Huddersfield di Liga Inggris sangatlah menyedihkan. Huddersfield menyelesaikan musim di urutan terakhir dengan hanya mengoleksi 16 poin, itu salah satu poin akhir terendah yang pernah tercatat dalam sejarah kompetisi. 

Huddersfield cukup baik untuk bertahan di musim pertama mereka di Liga Inggris. Namun disebabkan dengan minimnya anggaran untuk meningkatkan kualitas skuad musim 2018/19 tak pernah berjalan sesuai rencana. 

Dengan materi skuad seadanya, kualitas pemain Huddersfield sangat jomplang apabila dibandingkan dengan materi pemain klub Liga Inggris lainya. Tak heran jika mereka menjadi tim pertama yang terdegradasi. Bahkan Huddersfield sudah dipastikan terdegradasi sejak akhir Maret. 

Yang membuat semakin menyedihkan dari musim tersebut adalah Huddersfield hanya mampu mencetak 22 gol dalam 38 pertandingan sepanjang musim. Karlan Grant keluar sebagai pencetak gol terbanyak klub dengan torehan empat gol. 

Sheffield United 2020/21 (20 gol)

Terburuk ada Sheffield United musim 2020/21. Pada musim tersebut Sheffield hanya mencetak 20 gol. Angka yang sangat kecil, bahkan cukup mudah dicapai oleh satu pemain seperti Mohamed Salah.

Pencetak gol terbanyak The Blades, adalah David McGoldrick, dengan catatan 8 golnya. Namun selain McGoldrick, hanya Billy Sharp dan Jayden Bogle yang berhasil mencetak lebih dari satu gol.

Investasi bodong pun dialami oleh Sheffield ketika mendatangkan Rhian Brewster, dengan memecahkan rekor pembelian termahal klub. Lucunya, Brewster hanya menumpang joging di setiap laga Sheffield. Memainkan 27 laga ia tak bisa mencetak satu gol pun.

Sumber: Fourfourtwo, 90min, Transfermarkt

 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru