10 Pemain Pinjaman Tersukses di Eropa

spot_img

Dalam satu jendela transfer, sebuah klub kadang memilih untuk tidak membeli pemain, melainkan meminjamnya. Faktornya bisa berbagai macam, salah satunya bisa jadi karena masalah finansial sedang menjerat klub tersebut.

Tak bisa dipungkiri, klub akan lebih banyak menghabiskan uang ketika membeli pemain daripada meminjamnya. Lagi pula, meminjam bisa jadi opsi yang sangat bagus jika sebuah tim menginginkan satu pemain tapi masih ragu kualitasnya.

Sebab, dengan meminjam pemain, klub bisa mengukur apakah satu pemain itu tepat atau tidak bagi klub. Tak jarang pemain-pemain pinjaman justru tampil sangat baik di klub yang meminjamnya.

Nah, berikut ini Starting Eleven sajikan pemain pinjaman yang justru sukses di klub yang meminjamnya. Siapa saja mereka?

Duvan Zapata (Sampdoria ke Atalanta)

Pemain internasional Kolumbia, Duvan Zapata pernah menciptakan sensasi yang luar biasa ketika bermain untuk Atalanta. Namun, tahukah kamu kalau Zapata ini ternyata adalah pemain pinjaman dari Sampdoria?

Tahun 2018, Atalanta meminjam Zapata dari Sampdoria dengan durasi dua tahun untuk memperkuat lini depan. Tak disangka, berkat bantuan Gian Piero Gasperini, Zapata bisa menjadi pemain hebat.

Ia menjelma sebagai pemain kunci di kubu La Dea. Zapata mengemas 16 gol dan 46 asis dari 77 pertandingan yang ia lakoni bersama Atalanta. Performanya yang luar biasa mampu mengantarkan Atalanta lolos ke Champions League untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

 

Thibaut Courtois (Chelsea ke Atletico Madrid)

Penampilan menakjubkan Petr Cech di bawah mistar gawang Chelsea membuat posisi Thibaut Courtois terancam. Alhasil kiper asal Belgia itu dipinjamkan ke Atletico Madrid tahun 2011. Tiada yang menyangka, bahwa pemain yang kala itu berusia 19 tahun menemui cahayanya di Los Rojiblancos.

Setidaknya, Courtois sudah pernah mencatatkan 75 clean sheet dari 154 penampilannya bersama Atletico Madrid. Courtois juga membawa Atletico Madrid menjuarai Europa League musim 2011/12. Ia juga masuk ke dalam skuad Atletico Madrid yang menjuarai La Liga musim 2013/14 dan Piala Super Eropa semusim sebelumnya.

Hal itulah yang membuat Chelsea kembali memulangkan Courtois tahun 2014. Dan hebatnya lagi, Courtois langsung membawa Chelsea juara Premier League di musim itu juga.

Mohamed Salah (Chelsea ke AS Roma)

Sebelum moncer di Liverpool seperti sekarang, Mohamed Salah termasuk pemain yang terbuang dari Chelsea. Salah dipinjamkan Chelsea ke Fiorentina tahun 2015. Namun ia hanya sebentar memperkuat La Viola.

Bermain impresif bersama La Viola, ternyata belum cukup membuat Chelsea menginginkan Salah. The Blues pun kembali meminjamkan Salah ke tim Serie A. Kali ini ke AS Roma pada musim 2015/16.

Tepat saat bersama AS Roma itulah, Salah menunjukkan kualitasnya sebagai pesepakbola sungguhan. Bersama Giallorossi, Salah menunjukkan bagaimana caranya agar klub itu mampu mengamankan peringkat ketiga di Serie A.

Ia pun berubah seketika sebagai sosok yang dicintai pendukung Roma. Salah sukses mengemas 14 gol dan 6 asis selama musim itu. Roma pun akhirnya mempermanenkan Salah dengan banderol 15 juta euro (Rp236,8 miliar).

Sampai Liverpool datang membelinya tahun 2017 dengan harga 42 juta euro (Rp663,2 miliar). Hmm… selain moncer, Salah ternyata juga mendatangkan keuntungan buat Giallorossi.

Zlatan Ibrahimovic (Barcelona ke AC Milan)

Hubungan buruk antara Zlatan Ibrahimovic dengan pelatih Barcelona, Pep Guardiola membuatnya dipinjamkan ke AC Milan musim 2010/11. Ibra pun membuktikan bahwa Barcelona dan Pep salah membuangnya.

Terlebih, Massimiliano Allegri yang saat itu sedang menyusun puzzle Rossoneri betul-betul memanfaatkan ketajaman pemain Swedia itu. Benar saja, kemampuan Ibra ternyata nyetel dengan Allegri. Ketajamannya makin runcing dengan mencetak 14 gol dari 29 pertandingan liga yang Milan lakoni.

Bahkan, Ibra adalah sosok penting yang mengantarkan AC Milan menjuarai Serie A musim itu. AC Milan pun mempermanenkan Ibra dengan biaya 24 juta euro (Rp379 miliar). Sebelum akhirnya secara mengejutkan Paris Saint-Germain membelinya.

Christophe Dugarry (Bordeaux ke Birmingham)

Birmingham nyaris terdegrasi dari Premier League di musim 2002/2003, andai saja manajer mereka, Steve Bruce tidak mendatangkan Christophe Dugarry dari Bordeaux. Meski hanya berstatus pinjaman, pemain Timnas Prancis juara Piala Dunia 1998 itu punya pengaruh besar di skuad Birmingham.

Dugarry mampu mencetak lima gol dari beberapa laga pentingnya di Birmingham. Bahkan ia menjadi pemain yang turut menyelamatkan Birmingham dari degradasi setelah berhasil menang lima kali dari delapan pertandingan terakhir mereka di Premier League musim itu.

Steve Bruce sendiri memuji penampilan Dugarry. Ia sangat senang dengan kehadiran Dugarry. “Ini penandatanganan terbesar yang dilakukan klub ini,” kata Bruce seperti dikutip FourFourTwo.

Romelu Lukaku (Chelsea ke West Brom)

Chelsea memang hobi membuang pemain hebat. Lukaku adalah salah satunya. Ia dibeli The Blues tahun 2011 dari klub Belgia, Anderlecht seharga 15 juta euro (Rp236,8 miliar) hanya untuk melakoni masa paling mengecewakan.

Romelu Lukaku tersisihkan, dan Chelsea memilih meminjamkannya ke West Bromwich Albion tahun 2012. Dan ya, Lukaku membuktikan bahwa Chelsea tak benar sudah membuangnya. Menemukan Lukaku bagi West Brom seperti menemukan bongkahan emas di gua tak berpenghuni.

Lukaku menjelma sebagai striker mematikan di kubu West Brom. Ia mengemas 38 kaps dan memborong 17 gol untuk The Baggies. Ia juga berhasil membantu West Brom asuhan Steve Clarke duduk nyaman di peringkat delapan Premier League musim 2012/13.

Edgar Davids (Juventus ke Barcelona)

Legenda sepak bola Belanda, Frank Rijkaard mengawali karier melatihnya bersama Barcelona dengan cara yang buruk. Barca tak mampu bangkit dari papan tengah pada awal musim 2003-2004. Namun, pada pertengahan musim ia merekrut rekan senegaranya, Edgar Davids dari Juventus dengan status pinjaman.

Kedatangan Edgar Davids membawa tuah bagi Blaugrana. Meski hanya berstatus pinjaman, Davids mampu membawa Barcelona bangkit dari keterpurukan. Rijkaard sepertinya harus berterima kasih pada pemain berkaca mata itu. Sebab berkat Davids, Barca mampu finis di posisi runner-up di akhir musim.

Ryan Bertrand (Chelsea ke Southampton)

Penjualan beberapa pemain pilar pada musim panas 2014, membuat banyak orang memprediksi kalau Southampton bakal terdegradasi musim itu. Adapun pilar mereka yang dijual antara lain Rickie Lambert, Adam Lallana, Callum Chambers, Dejan Lovren, sampai Luke Shaw.

Namun ternyata prediksi itu sangat tidak tepat. Soton mendatangkan Ryan Bertrand dari Chelsea pada pertengahan musim. Keberadaan Bertrand di skuad Southampton ternyata punya pengaruh yang amat besar. Sejak kedatangannya, The Saints alih-alih terdegradasi justru mampu finis di peringkat tujuh.

Alvaro Morata (Real Madrid ke Juventus)

Alvaro Morata menjadi salah satu pemain pinjaman terbaik Juventus. Juve tak sia-sia mendatangkan pemain berpaspor Spanyol itu dari Real Madrid. Selain membuat Juventus menghemat sekitar 10 juta euro (Rp157,8 miliar), Morata mampu menciptakan momen hebat di Turin.

Sejak datang dari Los Merengues tahun 2014, Morata menjadi pemain yang sangat produktif mencetak gol. Pada musim 2020/21 bersama Juventus, Morata pernah menjadi top skor Liga Champions sebelum Natal tahun 2020.

Duetnya di lini serang bersama Cristiano Ronaldo menempatkan keduanya sebagai duet paling produktif di Serie A di belakang Dries Mertens dan Hirving Lozano.

Carlos Tevez (West Ham ke Manchester United)

Setelah meninggalkan jejak yang luar biasa bersama West Ham, Manchester United langsung menyodok Carlos Tevez dengan tawaran peminjaman. Manchester United pun mendatangkan Tevez tahun 2007 dengan status pinjaman.

Saat itu, pemain Argentina itu mengawali karier yang hebat bersama Manchester United. Ia menjadi kunci penting dalam skuad Sir Alex Ferguson dengan mengemas 99 kaps. Dari situ, Tevez sudah membukukan 34 gol dan 14 asis.

Catatan itu makin lengkap karena Tevez juga memberikan MU sederet gelar, termasuk dua gelar Premier League berturut-turut tahun 2008 dan 2009. Ia juga memenangkan Liga Champions, Piala Liga Inggris, Piala Dunia Antarklub FIFA, dan dua trofi Community Shield untuk The Red Devil.

Itulah tadi pembahasan mengenai pemain pinjaman paling sukses di Eropa. Nah, dari pemain-pemain tadi, menurut football lovers mana nih yang paling sukses?

https://youtu.be/yzYGgdDwRxI

Sumber referensi: Sportmob, Ronaldocom, Squawka, FourFourTwo, TheFootballFaithful, Football Critic

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru