Bukan Gareth Southgate namanya kalau tidak membuat kontroversi. Beberapa waktu lalu, pelatih timnas Inggris itu telah memilih 25 pemain yang akan ia bawa untuk menghadapi Swiss dan Pantai Gading di laga jeda internasional. Dalam daftar terbaru skuad The Three Lions, Southgate tetap menyertakan Harry Maguire dan meninggalkan Fikayo Tomori.
Keputusan tersebut tentu mengejutkan dan membuat banyak pihak mengernyitkan dahinya. Bagaimana tidak, sebagai kapten dan palang pintu pertahanan Manchester United, penampilan Harry Maguire di atas lapangan justru makin lucu. Namun, ajaibnya, ia tetap mendapat panggilan timnas Inggris.
An update from the #ThreeLions camp, with four players not reporting and four players joining the squad… pic.twitter.com/QAJfv4AYgx
— England (@England) March 21, 2022
Lebih Pilih Harry Maguire Ketimbang Fikayo Tomori, Gareth Southgate Banjir Kritikan
Sebagai orang yang berkuasa di timnas Inggris, Gareth Southgate punya alasannya sendiri mengapa ia tetap ngotot memberi Harry Maguire kesempatan. Southgate beralasan bahwa Maguire adalah salah satu bek tengah terbaik Inggris saat ini.
“Tidak pernah terlintas dalam pikiran kami untuk tidak memilih Harry Maguire untuk skuad ini. Dia telah menjadi bagian penting dari starting XI yang membawa kami ke semifinal Piala Dunia dan final Euro. Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa dia adalah salah satu bek tengah terbaik kami,” kata Southgate, dikutip dari SportBible.
Selain itu, pada kesempatan lain, Gareth Southgate juga menjelaskan bahwa persaingan di posisi bek tengah The Three Lions begitu ketat. Ia juga mengakui kemampuan Tomori dan mengatakan bahwa bek tengah AC Milan itu juga masuk dalam radarnya.
“Ada banyak bek bagus di sekitar kami, Fikayo adalah pemain lain yang telah kami lacak dengan cermat. Kami tahu atribut yang dibutuhkan untuk keseimbangan tim. Dia sangat masuk radar kami,” ujar Southgate dikutip dari 90min.
Meski telah memberi klarifikasi, keputusan Southgate yang lebih memilih Harry Maguire ketimbang Fikayo Tomori tetap mendapat kritikan tajam. Salah satunya hadir dari Darren Bent. Mantan striker Charlton Athletics itu juga menilai kalau Fikayo Tomori lebih layak dipanggil ketimbang Harry Maguire.
“Harry Maguire. Bagaimana dia di skuat, saya tidak tahu. Gareth Southgate tidak bisa terus memilih pemain karena mereka tidak pernah mengecewakannya. Di stratosfer apa Maguire lebih baik dari Tomori? Tidak ada,” ujar Darren Bent dikutip dari SportBible.
Fikayo Tomori Sangat Layak Membela Timnas Inggris
Akan tetapi, seperti yang sudah kami bahas di konten sebelumnya, ada beberapa alasan mengapa Harry Maguire masih dipanggil Gareth Southgate ke timnas Inggris meski yang bersangkutan tampil bapuk di MU. Namun, meninggalkan Fikayo Tomori dari panggilan timnas Inggris adalah sebuah kesalahan besar.
Top of Serie A 🔝
Nine clean sheets in 22 league appearances ✋What more does Fikayo Tomori have to do to get an England call up? 🤷♂️ pic.twitter.com/2wlc8EhCwW
— GOAL (@goal) March 17, 2022
Fakta di atas lapangan jadi buktinya. Sejak dipermanenkan AC Milan, Fikayo Tomori menjelma menjadi salah satu bek tengah paling impresif di Serie A. Tomori juga jadi bagian integral dari keberhasilan Milan memuncaki klasemen sementara Serie A musim ini.
Selain itu, catatan individu Tomori juga begitu menawan. Dalam 23 penampilannya di Serie A musim ini, Tomori berhasil membantu rossoneri meraih 10 kali clean sheets, dimana 4 di antaranya ia catat di 4 pertandingan terakhirnya.
Sementara dari catatan whoscored, belum pernah ada pemain yang bisa merebut bola dari kaki Tomori selama 2.011 menit waktu bermainnya di Serie A musim ini. Ketangguhan bek berusia 24 tahun itu juga terlihat dari catatan tekel dan intersepnya. Sejauh ini, Tomori tercatat sudah membuat 52 tekel dan 58 intersep.
.@fikayotomori_ has not been dispossessed yet in Serie A this season despite having 2,011 minutes of playing time.
[via @WhoScored] pic.twitter.com/vR6ouLeoI5
— MilanData📊 (@acmilandata) March 22, 2022
Catatan statistik tadi jadi bukti betapa mengesankannya penampilan Fikayo Tomori bersama AC Milan. Sayangnya, entah karena alasan apa, bukti-bukti tadi tak cukup untuk membuat Gareth Southgate tergerak hati dan pikirannya untuk memanggil Tomori ke timnas Inggris.
Tak bisa dipungkiri kalau persaingan di bek tengah timnas Inggris memang cukup ketat. Namun, melihat dari performa beberapa bek tengah pilihan Southgate, Tomori justru punya catatan yang lebih bagus dari mereka dan sangat layak mendapat kesempatan untuk membela The Three Lions.
John Stones misalnya. Musim ini, ia bukanlah pilihan utama Pep Guardiola yang lebih menyukai duet Ruben Dias dan Aymeric Laporte. Alhasil, Stones baru tampil 11 kali di Liga Inggris. Catatan tersebut tentu sangat kontras bila dibandingkan dengan Tomori yang selalu jadi pilihan utama Stefano Pioli di AC Milan.
Memang, Maguire dan Stones adalah duet andalan Gareth Southgate di timnas Inggris. Namun, memanggil dua pemain yang tengah dalam performa buruk hanya untuk menghadapi laga uji coba rasanya sia-sia. Justru harusnya Southgate memberi kesempatan kepada mereka yang masih minim caps.
Seperti yang Southgate lakukan kepada bek tengah berusia 21 tahun, Marc Guehi. Lulusan akademi Chelsea itu mendapat panggilan pertamanya ke timnas Inggris setelah tampil apik bersama Crystal Palace. Dari kasus Guehi, seharusnya Southgate juga bisa memberi Tomori kesempatan yang sama.
Jadi, sebenarnya tak ada alasan untuk mengesampingkan Fikayo Tomori dari panggilan tim nasional Inggris. Lalu, apakah ini ada kaitannya dengan Tomori yang bermain di luar Inggris? Benarkah bermain di Premier League jadi syarat wajib untuk membela timnas Inggris asuhan Southgate?
Seperti yang kita tahu bersama, Gareth Southgate punya kecenderungan untuk memanggil pemain yang membela klub Inggris saja. Kalaupun ada yang mendapat panggilan, kesempatan bermain bagi mereka yang membela klub luar Inggris masih kalah dibanding mereka yang tampil di Premier League.
Kasus Jadon Sancho di Euro 2020 bisa jadi contohnya. Dipanggil ke dalam skuad, Sancho baru diturunkan tak lama setelah dirinya diresmikan sebagai pemain anyar Manchester United. Lalu, apakah Fikayo Tomori mesti kembali ke tanah Inggris untuk mendapat perhatian Southgate?
Fikayo Tomori has been outstanding for AC Milan this season, getting 9 clean sheets in 22 games, yet he somehow was snubbed in the England set-up! 🤨
Southgate called up the likes of Harry Maguire and Tyrone Mings instead…#TheGoalpostNews #England #Milan #Tomori #ThreeLions pic.twitter.com/xvFmjSs5hm
— The Goalpost (@TGoalpost) March 18, 2022
Tak Dipanggil Timnas Inggris, Fikayo Tomori Legowo
Dari analisis tadi, rasanya memang tak ada alasan yang logis untuk tidak memanggil Fikayo Tomori ke timnas Inggris. Justru keputusan Gareth Southgate yang mencampakkan Fikayo Tomori dari panggilan The Three Lions adalah sebuah kesalahan besar. Ini pula yang membuat legenda AC Milan, Franco Baresi terkejut.
“Saya percaya dia telah benar-benar menunjukkan keterampilan dan kualitasnya musim ini dan dia benar-benar memahami klub dan cara kami bermain sepak bola di sini. Saya dan semua orang di klub sangat terkejut dia tidak dipanggil oleh Inggris,” kata Franco Baresi kepada 90min.
Menyikapi keputusan kontroversial Southgate yang tak kunjung memberinya kesempatan, Fikayo Tomori memilih legowo. Tomori yang sejatinya punya kesempatan untuk membela timnas Nigeria dan Kanada telah membulatkan tekadnya untuk berjuang menembus skuad The Three Lions di Piala Dunia nanti.
“Ada begitu banyak pemain bagus di posisi saya. Jelas saya tidak punya hak untuk masuk skuad. Impian setiap pemain adalah bermain di Piala Dunia. Jadi, dengan mata saya tertuju pada itu di akhir musim, saya tahu bahwa satu-satunya cara saya untuk sampai ke sana adalah bermain bagus untuk Milan. Saya harus terus terus bekerja keras, dan semoga kesempatan itu akan datang,” ujar Fikayo Tomori kepada The National, dikutip dari The Sports Zone.
https://youtu.be/5HprMPJ55eQ
***
Sumber Referensi: SportBible, 90min, Goal, FBref, The Sports Zone, Football Italia.


