Eksodus pelatih dan pemain asing tengah terjadi di sepak bola Rusia. Fenomena tersebut terjadi menyusul keputusan Vladimir Putin yang memerintahkan pasukan militernya untuk melakukan operasi militer ke Ukraina.
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu, sudah banyak pemain dan pelatih asing yang memilih memutus kontraknya dengan klub-klub Rusia. Yang pertama hengkang tentu saja pemain dan pelatih yang berkewarganegaraan Ukraina.
Dimulai dari Yaroslav Godzyur yang memutus kontraknya di FC Ural. Lalu ada Ivan Ordets yang juga mengakhiri kontraknya di Dynamo Moscow. Mantan bek timnas Ukraina, Yaroslav Rakitskyi juga mengakhiri kontraknya dengan Zenit Saint Petersburg dengan persetujuan bersama.
Mantan pemain timnas Ukraina, Andriy Voronin yang bekerja sebagai asisten pelatih Dynamo Moscow juga memilih meninggalkan pekerjaannya. Jumlah pemain dan pelatih asal Ukraina yang meninggalkan Rusia makin meningkat hingga membuat populasi pemain dan pelatih asal Ukraina di Liga Rusia makin menipis.
BREAKING: Dynamo Moscow assistant coach and Ukraine legend Andriy Voronin has left the club with immediate effect.
He left Russia after the invasion of Ukraine, saying: “I do not see any possibility of staying in a country whose army destroys our cities and fires at civilians.” pic.twitter.com/QlkpRWllzn
— FootballJOE (@FootballJOE) March 1, 2022
Eksodus Pemain dan Pelatih Asing di Liga Rusia
Akan tetapi, tak hanya pemain dan pelatih asal Ukraina saja yang memilih meninggalkan Liga Rusia. Beberapa pelatih dan pemain asing yang mengecam tindakan Rusia kepada Ukraina juga memilih memutus kontrak kerjanya dengan klub-klub Rusia. Salah satunya adalah Markus Gisdol yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Lokomotiv Moskow.
Keputusan Markus Gisdol kemudian diikuti oleh rekan senegaranya, Daniel Farke. Baru dikontrak pada Januari lalu, mantan pelatih Norwich City itu mengundurkan diri tanpa memimpin satupun pertandingan FC Krasnodar. Para asisten Farke juga mengikuti jejak bosnya dengan memutus kontraknya berdasarkan keputusan bersama.
Kini, eksodus pelatih dan pemain asing di Liga Rusia makin tak terbendung setelah FIFA dan UEFA menghukum berat Persatuan Sepak Bola Rusia. Per 28 Februari lalu, FIFA dan UEFA menangguhkan klub dan tim nasional Rusia dari seluruh kompetisi, baik kompetisi regional maupun internasional hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Keputusan tersebut otomatis membuat timnas Rusia dicoret dari keikutsertaanya di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Selain itu, keputusan tersebut juga membuat Spartak Moskow harus rela dinyatakan kalah WO di babak 16 besar Liga Europa.
FIFA has officially confirmed that Russia are out of qualifying for the 2022 World Cup, with scheduled opponents Poland receiving a bye to the next round. pic.twitter.com/4lLoRYGyT6
— GOAL News (@GoalNews) March 8, 2022
Persatuan Sepak Bola Rusia (RFU) menilai bahwa keputusan sepihak tersebut sangat diskriminatif dan merugikan persepakbolaan Rusia. Mereka pun bergerak cepat untuk melakukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS. Namun, mengutip dari Reuters, per 18 Maret kemarin, banding Rusia terkait sanksi FIFA ditolak.
Keputusan tersebut jelas semakin memperparah situasi sepak bola Rusia dan membuat eksodus pemain makin tak terbendung lagi. Pasalnya, sebelum ini FIFA juga membuat keputusan untuk membuka jandela transfer khusus untuk pemain asing yang bermain di Liga Rusia.
Mengutip dari The Guardian, para pemain dan pelatih asing di Liga Rusia akan memiliki hak untuk secara sepihak menangguhkan kontrak kerja mereka hingga 30 Juni 2022, kecuali jika ada kesepakatan bersama yang dicapai sebelum atau pada 10 Maret 2022.
Selama masa penangguhan tersebut, “pemain dan pelatih akan dianggap habis kontraknya hingga 30 Juni 2022 dan karena itu bebas menandatangani kontrak dengan klub lain tanpa menghadapi konsekuensi apa pun”. Sementara bagi klub peminat diizinkan untuk merekrut maksimal 2 pemain.
🚨 OFFICIAL 🇺🇦🇷🇺
FIFA will allow foreign players and coaches to temporarily leave Russian and Ukrainian clubs and sign for new teams, following Russia’s invasion of Ukraine.
The transfer window will end on April 7 and will allow players to join clubs until June 30, 2022. pic.twitter.com/wCTwND45bO
— Pulse Sports Nigeria (@PulseSportsNG) March 7, 2022
Ini merupakan bentuk sanksi lain yang diberikan FIFA kepada Persatuan Sepak Bola Rusia. Keputusan tersebut bisa membuat klub-klub Liga Rusia merugi, sebab pemain asing mereka bisa meninggalkan klub secara gratis dan bergabung dengan klub lain. Apalagi, meski tengah menghadapi sanksi dan berbagai bentuk boikot, Liga Premier Rusia masih tetap berjalan.
Daftar Pemain Asing Terbaik yang Bisa Meninggalkan Klub Secara Gratis
Sudah ada banyak pemain asing yang memanfaatkan aturan tersebut dan menangguhkan kontraknya dengan klub Liga Rusia. Ada banyak pula yang sudah pergi meninggalkan klub-klub Liga Premier Rusia dengan berbagai kesepakatan.
Kapten FC Krasnodar Grzegorz Krychowiak bergabung dengan AEK Athens hingga akhir musim setelah menangguhkan kontraknya. Langkah yang sama juga ditempuh winger Rubin Kazan, Anders Dreyer yang bergabung kembali dengan FC Midtjylland. Sementara rekan setimnya asal Montenegro, Sead Hakšabanović bergabung dengan klub Liga Swedia, Djurgården.
Dengan masih dibukanya bursa transfer spesial ini hingga 7 April nanti, masih banyak waktu bagi pemain asing di Liga Rusia untuk menemukan klub baru. Yang terpenting lagi, masih ada waktu bagi klub peminat untuk merekrut pemain-pemain asing terbaik dari Liga Rusia.
Berikut ini adalah 5 pemain asing terbaik Liga Rusia pilihan Starting Eleven yang masih bisa direkrut secara gratis.
1. Victor Moses
Untuk nama pertama ada penggawa Spartak Moskow, Victor Moses. Meski sudah berusia 31 tahun, mantan pemain timnas Nigeria itu punya pengalaman segudang. Sepanjang kariernya, ia pernah membela Wigan, Chelsea, Liverpool, Fenerbahce, hingga Inter Milan. Dengan pengalamannya yang segudang dan performa yang belum terlalu menurun, Moses masih cukup menarik untuk dijadikan tambahan amunisi.
2. Mateo Cassierra
Di daftar kedua ada penggawa FC Sochi, Mateo Cassierra. Penyerang 24 tahun asal Kolombia itu adalah salah satu sebab FC Sochi mampu menghuni 5 besar Liga Premier Rusia musim ini. Cassierra adalah pemain asing dengan jumlah gol terbanyak di Liga dengan catatan 8 gol. Ia tentu bisa menjadi tambahan kekuatan yang sangat dibutuhkan di lini serang.
🇨🇴 Mateo Cassierra is loving life in Russia with FC Sochi.
The striker has 7 goals and 3 assists in his first 8 league games. Impressively, he also averages 2.1 key passes per game.
Not a bad bit of business for just over £1m. pic.twitter.com/ZcFAPigf0d
— Fútbol Spy (@SpyFutbol) November 7, 2021
3. Sebastian Szymanski
Di daftar ketiga ada gelandang milik Dynamo Moscow, Sebastian Szymanski. Musim ini, pemain 22 tahun itu sudah mencetak 6 gol dan 8 asis dalam 19 penampilannya di Liga Premier Rusia. Peluang untuk mendatangkan Szymanski secara gratis cukup terbuka. Pasalnya, ia berasal dari Polandia, negara yang sangat mengecam tindakan Rusia di Ukraina.
Terlebih lagi, Dynamo Moscow sudah memberi lampu hijau kepada pemainnya itu untuk berganti tim sebelum 7 April 2022. Jika tidak, Dynamo Moscow juga siap untuk menjual Szymanski di musim panas nanti.
4. Claudinho
Berikutnya ada penggawa Zenit Saint Petersburg, Claudinho. Belum banyak yang mengenal gelandang serang 25 tahun asal Brasil ini. Namun, pemain didikan Red Bull Bragantino ini tercatat sudah mengemas 7 gol dan 4 asis dalam 15 penampilannya di Liga Premier Rusia. Profil tersebut jelas sangat menarik bagi tim yang tengah mencari gelandang kreatif.
5. Malcom
Di daftar kelima ada rekan senegara Claudinho di Zenit Saint Petersburg, Malcom. Sejak hengkang dari Barcelona, winger 25 tahun ini jadi salah satu pilar penting Zenit. Musim ini, ia sudah mencetak 4 gol dan 6 asis.
🔥 The Flamengo and Corinthians teams want to transfer Malcom and Wendel from Zenit. #CRF #VamosFlamengo #VaiCorinthians pic.twitter.com/51S4J5P0cc
— Ekrem KONUR (@Ekremkonur) March 8, 2022
Itulah tadi 5 pemain asing terbaik di Liga Premier Rusia pilihan Starting Eleven. Selain kelima pemain tadi, Liga Rusia masih punya banyak pemain asing yang menarik untuk direkrut. Seperti Gyrano Kerk, Tin Jedvaj, Wendel, Khvicha Kvaratskhelia, Quincy Promes, hingga Dejan Lovren.
Akan tetapi, hingga hari ini belum ada satupun klub besar yang meminati pemain-pemain asing tadi. Mungkin salah satu alasannya adalah jadwal yang mepet. Di liga top Eropa, rata-rata sisa pertandingan tinggal 10 laga saja dan menambah amunisi baru di tengah jalan bisa berakibat fatal bila si pemain gagal beradaptasi.
Bahkan, Asosiasi Sepak Bola Jerman secara tegas mengumumkan bahwa bursa transfer di Jerman tidak akan dibuka kembali. Artinya, klub Liga Jerman tidak diizinkan untuk mendaftarkan pemain anyar dari Liga Rusia dengan alasan demi menjaga integritas . kompetisi sepak bola.
Selain itu, bila mengacu pada aturan transfer khusus yang dikeluarkan FIFA, kontrak para pemain asing Liga Rusia hanya ditangguhkan hingga 30 Juni saja. Artinya, setelah tanggal tersebut, mereka akan kembali ke klub asalnya bila tak ada kesepatakan lanjutan.
Namun, terlepas dari itu, bagi klub yang berminat merekrut pemain-pemain asing terbaik Liga Rusia, mereka harus bergerak cepat sebelum transfer ini ditutup pada 7 April mendatang.
https://youtu.be/JKstM2IltQE
***
Sumber Referensi: Reuters, Inews, FIFA, The Guardian, Transfer Info, 90min, HITC, Transfermarkt.


