Setelah Newcastle United diakuisisi pemilik Arab Saudi, antusias dan harapan publik seketika melonjak. Publik sepak bola menanti apa yang bisa dilakukan dengan duit Arab tersebut pada Newcastle United.
Perlahan namun pasti, sejak diakuisisi pada bulan Oktober 2021, Newcastle mulai merapikan keadaan yang ada. Mengingat keadaan Newcastle sebelumnya sedang amburadul dan berada di jurang degradasi.
Dan benar saja, Newcastle mulai merangsek keluar dari zona degradasi. Performa The Magpies pun semakin menanjak, dan kini hingga laga ke-25, Newcastle United sudah bertengger di posisi 14 klasemen sementara Premier League. Tampaknya, pengaruh akuisisi itu sudah mulai kelihatan. Apalagi soal transfer pemain.
Newcastle United fans have been urged to “unite to protect” the club and “resist” the takeover by Saudi Arabia’s Public Investment Fund (PIF).
In full: https://t.co/0VGcWsqSgH pic.twitter.com/nuf6Nx4YOn
— BBC Sport (@BBCSport) May 13, 2020
Kebijakan Transfer
Setelah mendapat dana segar dari Arab, terlihat Newcastle United sangat boros dalam menghabiskan dana itu di bursa transfer musim dingin 2022.
Newcastle lewat perantara akuisisi mereka yakni Amanda Staveley dan Mehrdad Ghodoussi pada awalnya ingin sekali untuk langsung mendatangkan direktur olahraga yang handal agar mereka tepat dalam beroperasi di bursa transfer Januari 2022.
Amanda Staveley and Mehrdad Ghodoussi celebrate the Newcastle United takeover.
A new era begins. pic.twitter.com/sI9bln2Wnk
— Squawka News (@SquawkaNews) October 7, 2021
Akan tetapi, nama-nama incaran seperti Emenalo, mantan direktur olahraga Chelsea, dan Luis Campos, direktur olahraga yang berhasil bersama AS Monaco dan Lille belum juga sepakat untuk datang ke Saint James Park.
Alhasil, dengan menggunakan sumber daya pemandu bakat yang ada, serta melirik pemain sesuai dengan kebutuhan pelatih, mau tidak mau harus dilakukan Newcastle. Dengan menghabiskan dana sekitar 92 juta pounds (Rp 1,9 triliun), Newcastle perlahan mulai membenahi skuadnya.
The January transfer window has closed for another year 🤝
Newcastle were the biggest spenders with the Premier League spending a total of £295m 🤑 pic.twitter.com/ZtDZXAn1Go
— DAZN Football (@DAZNFootball) February 1, 2022
Pembelian pertama Newcastle yakni bek kanan Inggris, Kieran Trippier dari Atletico Madrid. Beberapa waktu kemudian, Newcastle membajak penyerang andalan sang rival di papan bawah Premier League, Burnley, yakni Chris Wood.
Jelang penutupan bursa, Newcastle United membuat kejutan dengan sukses memboyong gelandang Brasil, Bruno Guimarães dari Lyon. Kemudian pada hari terakhir bursa, Newcastle kembali mendatangkan dua pemain anyar lagi yakni Matt Targett dari Aston Villa dan Dan Burn dari Brighton.
Newcastle’s first transfer window under new ownership is complete:
✅ Kieran Trippier (£12m)
✅ Chris Wood (£25m)
✅ Bruno Guimaraes (£40m)
✅ Dan Burn (£13m)
✅ Matt Targett (Loan)Is this enough to keep the Magpies in the Premier League? pic.twitter.com/zevEZDxNEJ
— TEAMtalk (@TEAMtalk) January 31, 2022
Pos yang dibenahi Newcastle dengan transfer tersebut, di atas kertas, tepat. Seperti Trippier di sektor bek kanan yang sangat dibutuhkan dengan gol tendangan bebasnya maupun crossing-nya yang akurat.
Sementara itu kehadiran Chris Wood dapat menambal lini depan yang sering ditinggal Callum Wilson cedera. Kehadiran Dan Burn dan Matt Targett di sektor kiri juga menambal kebocoran sektor pertahanan kiri Newcastle. Seorang Bruno Guimaraes juga dapat diandalkan sebagai motor serangan yang flamboyan di tengah bagi Newcastle yang selama ini belum dipunyai.
Faktor Pelatih
Kebijakan transfer tersebut tentu berawal dari pengamatan secara langsung antara tim pelatih baru dan direktur olahraga Newcastle United. Mereka saling bertukar pikiran demi membawa pemain ke Newcastle dengan cara yang efektif dan efisien.
Tim pelatih baru Newcastle, Eddie Howe bersama asistennya, Jason Tindall yang datang pada November 2021 bertanggung jawab memberikan evaluasi, pos mana saja yang harus dibenahi di skuadnya.
🚨 FI SOURCES! 🚨
– Newcastle agree four more deals after Eddie Howe finalises terms. ✅
– Jason Tindall will be assistant manager. Simon Weatherstone, Stephen Purches and Dan Hodges also joining. ⚫️⚪️
– Jones to be first-team coach. 👇https://t.co/zavfiVoZur#nufc pic.twitter.com/WH1uLDrwWg
— Football Insider (@footyinsider247) November 5, 2021
Faktor pelatih Eddie Howe yang pernah melatih Bournemouth itu menjadi kunci perkembangan performa Newcastle. Meskipun, di awal kedatangannya tak mulus setelah debutnya berakhir imbang 3-3 melawan Brentford.
Di bawah asuhan Howe, permainan Newcastle selama beberapa bulan pertama terjebak di antara gaya permainan konservatif dan naluri medioker bekas peninggalan Steve Bruce. Alhasil, debut Howe mengalami 4 kali kekalahan dari 7 pertandingan yang ia jalani di Premier League.
Dalam hal penerapan filosofi bermain, tentu berbeda jauh dari pendahulunya di Newcastle, Steve Bruce yang cenderung bertahan dan terlihat miskin taktik. Howe adalah tipe pelatih muda yang progresif dan ekspansif dalam menerapkan sepak bola menyerang.
Howe sering menggunakan pakem menyerang 4-3-3 ketika di Bournemouth. Kini, pakem itu pun diterapkan di Newcastle. Ia mencoba memanfaatkan pemain yang ada, tentu juga dengan ditambah amunisi baru sesuai kebutuhan strateginya. Howe dalam hal ini membuat semacam revolusi taktik di tubuh skuadnya. Salah satunya yakni melakukan perombakan cara bermain di sektor lini tengah.
Transformasi Pemain
Beberapa hal transformasi pemain dilakukan Howe. Howe melakukan eksperimen dengan menaruh trio gelandang baru yakni Joelington, Joe Willock dan Jonjo Shelvey. Mereka dicoba Howe pertama kali pada partai melawan Leeds United pada 22 Januari 2022 di lanjutan laga Premier League.
𝐍𝐞𝐰𝐜𝐚𝐬𝐭𝐥𝐞’𝐬 𝐑𝐞𝐬𝐮𝐫𝐠𝐞𝐧𝐜𝐞
Newcastle have taken 12 points from their last six matches, two more than in their previous 18 combined – a dramatic turnaround.@alexkeble analyses the data to see how they’ve improved on the pitch since Eddie Howe arrived. ⬇️ #NUFC
— The Analyst (@OptaAnalyst) February 25, 2022
Mengingat masing-masing dari trio itu punya peran yang berbeda dari sebelumnya. Joelinton awalnya adalah seorang Striker, kemudian Willock juga adalah gelandang serang yang sering dipakai di sisi sayap, Kemudian Jonjo Shelvey bukanlah seorang Defensive Midfielder murni tapi lebih ke Box to Box Midfielder.
Transformasi peran yang dilakukan Howe ternyata menuai hasil. Melihat perkembangan trio lini tengah barunya, Jonjo Shelvey lebih mengemban tugas sebagai penyaring serangan lawan, sedangkan Willock dan Joelington sebagai penyeimbang, perebut bola sekaligus melakukan penetrasi sesekali ke kotak penalti lawan.
Transformasi ini berjalan jika ditunjang dengan lini depan dan belakang yang seimbang. Di belakang dengan sering naiknya posisi Matt Targett di bek kiri dan Trippier maupun Emil Kraft di bek kanan akan memudahkan trio gelandang itu dalam melakukan kombinasi umpan guna melakukan penguasaan bola.
Di depan, peran Saint Maximin dan Fraser terlihat lebih menonjol untuk fokus menyuplai sang striker tunggal Chris Wood. Fraser yang sudah lama tenggelam di bawah Steve Bruce, kini seperti kembali menemukan performa terbaiknya bersama pelatih lamanya di Bournemouth, Howe.
Transformasi peran yang dilakukan Eddie Howe dan tim pelatih sejauh ini tampaknya berjalan lancar. Paling tidak pada medio Januari dan Februari 2022, tepatnya setelah melakukan beberapa aktivitas transfer.
Secara hasil, Newcastle United asuhan Eddie Howe meraup total 14 poin hingga partai terakhir melawan Brentford di 26 Februari 2022.
Newcastle tidak pernah kalah di Premier League sejak terakhir kali kalah 0-4 dari Manchester City pada 19 Desember 2021. Mereka setelah itu mencatat 4 kali kemenangan dan 3 kali seri. Newcastle juga setelah itu mampu mencatatkan 10 gol, dan kebobolan hanya 4 gol.
Newcastle United conceded more goals than anyone else in the Premier League in 2021.
In 2022, they’ve conceded the fewest.
The Eddie Howe effect.#NUFC pic.twitter.com/Go5LZ1DSTf
— bet365 (@bet365) February 26, 2022
Hal ini menandakan progres nyata di lini belakang Newcastle. Perkembangan juga terjadi di sektor penyerangannya. Paling tidak dari semua hasil positif itu mampu mengangkat Newcastle di papan klasemen Premier League dan terhindar dari jurang degradasi.
Before Eddie Howe vs After Eddie Howe 🙌🙌#NUFC pic.twitter.com/L6DRhzrRlR
— Alfie(Thogden from wish)⚫️⚪️ (@AIfieNUFC) February 26, 2022
Sumber Referensi : chroniclelive, fourfourtwo, mirror, the analyst


