Para penggemar Timnas Indonesia pasti sedang menanti kapan pemain naturalisasi era Shin Tae-yong melakoni debutnya di pertandingan resmi Timnas Indonesia. Kebetulan pemain yang dipilih Shin Tae-yong hampir semuanya berposisi sebagai bek.
Tentu saja soal naturalisasi pemain ini menyisakan rasa trauma. Mengingat dulu pemain seperti Otavio Dutra, Fabiano Beltrame, dan Bio Paulin juga dinaturalisasi, tapi hasilnya nihil. Apalagi proyek naturalisasi ini hanya dimanfaatkan untuk mengakali kuota pemain asing di Liga 1.
Namun, proyek kali ini meski serupa tapi tak sama. PSSI dan Coach Shin melakukannya dengan cara mengumpulkan para pemain keturunan Indonesia yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk ditawari kewarganegaraan Indonesia guna membela skuad Garuda.
Tapi, kenapa yang dicari justru pemain belakang? Bukankah Timnas Indonesia masih membutuhkan juru gedor karena strikernya banyak yang boncos?
Daftar Isi
Pemain Naturalisasi Era Shin Tae-yong
Shin Tae-yong memang sudah merencanakan proyek naturalisasi untuk menambah kekuatan Timnas Indonesia. Hal itu disambut baik oleh pemerintah dan federasi. Akan tetapi, tentu saja pemerintah akan selektif dalam program naturalisasi kali ini. Ya supaya tidak sia-sia seperti yang dulu-dulu.
Masih gak nyangka pemain yg biasa di tonton pas di Laliga trs Swansea ternyata punya darah Indonesia dan bakal join ke Indonesia. Jordi Amat.😂 pic.twitter.com/U7OSC6Ulx3
— Comunicado Oficial: Mbappé🐢 (@novandhiSP) February 23, 2022
Tentu dengan dukungan yang didapat dari pemerintah dan federasi, Shin Tae-yong tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Coach Shin pun tidak sembarangan dalam memilih pemain yang akan dinaturalisasi. Bahkan ia butuh satu tahun lebih hingga akhirnya menentukan empat nama awal yang bakal diajukan ke PSSI.
Empat nama awal yang diajukan oleh Shin Tae-yong kepada Federasi Sepak Bola Indonesia adalah Jordi Amat, Sandy Walsh, Mees Hilgers dan Kevin Diks. Namun, walaupun Mees Hilgers dan Kevin Diks menyatakan siap untuk membela Timnas Indonesia, sayangnya mereka gagal dinaturalisasi lantaran tidak mendapat izin dari orang tua.
Praktis baru Sandy Walsh dan Jordi Amat yang sudah menyerahkan berkas penunjang proses naturalisasi dengan lengkap. Keduanya merupakan pemain berposisi bek. Sekarang tinggal menunggu proses dari pemerintah dan tentu menunggu foto Jordi dan Sandy yang sedang mencium bendera merah putih serta memamerkan KTP baru.
Memperkuat Pertahanan Indonesia
Selain nama-nama tadi, ada nama Shayne Pattynama pemain berusia 23 tahun milik klub kasta tertinggi Liga Norwegia, Viking FK, yang juga bakal dinaturalisasi. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Exco PSSI, Hasani Abdulgani melalui postingan di akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa Shayne sudah mengirim surat pernyataan bahwa ia bersedia bermain untuk Timnas Indonesia, ia juga menyertakan dokumen pendukung lainnya.
View this post on Instagram
Dengan munculnya nama Shayne Pattynama yang berposisi bek kiri, fans Timnas Indonesia mulai menyayangkan keputusan Shin Tae-yong yang banyak menaturalisasi pemain belakang. Fans Indonesia merasa posisi yang harus mendapat perhatian lebih adalah lini serang. Namun, keputusan Shin Tae-yong untuk memanggil beberapa pemain belakang bukan tanpa alasan.
Memang, di era Shin Tae-yong Indonesia memiliki bek-bek muda berbakat seperti Alfeandra Dewangga, Asnawi Mangkualam hingga Pratama Arhan. Namun, masih tidak cukup apabila pertahanan Timnas hanya diisi oleh para pemain muda saja, sedangkan hanya Fachrudin Aryanto pemain senior yang posisinya tak tergantikan di lini pertahanan Indonesia.
Shin Tae-yong ingin memperbaiki pertahanan Timnas Indonesia. Tak bisa dipungkiri pertahanan Indonesia masih jauh dari kata bagus, terutama dalam menghadapi skema bola mati. Pertahanan Indonesia sering kali kecolongan melalui bola-bola atas dari situasi set piece.
Masalah pertahanan Indonesia tentu soal postur tubuh. Postur pemain bertahan Indonesia yang kurang tinggi mengakibatkan mereka cukup kesulitan ketika harus berduel di udara dengan pemain-pemain jangkung milik tim lawan.
Nah, dengan datangnya pemain naturalisasi, diharapkan dapat menutup kelemahan Timnas Indonesia tersebut. Apalagi pemain yang bakal dinaturalisasi seperti Jordi Amat sudah malang-melintang menghadapi striker-striker top Eropa. Ini jelas menjadi poin plus tersendiri bagi Shin Tae-yong.
Mendukung Pola Permainan Shin Tae-yong
Jika Sandy Walsh dan Shayne Pattynama resmi memperkuat Timnas Indonesia, mereka juga akan mendukung pola permainan Shin tae-yong. Berkaca dari beberapa pertandingan yang sudah dimainkan bersama Timnas Indonesia, pelatih asal Korea Selatan ini sering bermain mengandalkan kolektivitas para pemain.
Shin Tae-yong juga sangat mengandalkan kedua sisi full back. Saat Indonesia membangun serangan, Shin Tae-yong kerap menginstruksikan salah satu full back untuk naik ke tengah dan berdiri sejajar dengan gelandang bertahan Timnas Indonesia.
Dalam situasi inilah Coach Shin, sangat membutuhkan pemain full back dengan kontrol bola yang bagus serta memiliki ketenangan yang tinggi agar dapat menciptakan lini tengah yang kuat dan variatif.
Dengan naiknya salah satu full back ke lini tengah, maka gelandang lainnya bisa bermain lebih ke depan untuk membantu serangan. Lalu, si full back dan satu gelandang bertahan mengisi lini tengah untuk membangun serangan dari bawah atau mengantisipasi serangan balik dari lawan.
Dalam skema permainan seperti itu, Sandy Walsh dirasa menjadi pemain yang tepat untuk mengisi peran tersebut. Mengingat Sandy Walsh juga berstatus sebagai pemain versatile, atau pemain yang mampu bermain sama baiknya di posisi lain yang bukan posisi naturalnya. Pasalnya, saat ia masih bermain di Genk, Sandy kerap dimainkan sebagai seorang gelandang bertahan.
First home win of 2022 is sweet but beating Beerschot is better 😁💛❤️🇮🇩 KITA GARUDA #derbywin #wearemalinwa pic.twitter.com/FeRyJe0FWW
— Sandy Walsh (@SandyWalsh_) February 7, 2022
Sama halnya dengan Sandy Walsh, Shayne Pattynama juga pemain versatile. Sejatinya ia berposisi sebagai bek kiri, namun tak jarang ia juga dipasang sebagai gelandang bertahan atau gelandang tengah. Jelas dengan adanya dua pemain versatile ini, mereka sangat cocok untuk mengisi skema yang diusung oleh Shin Tae-yong.
Sebagai Pesaing Asnawi dan Arhan
Jika ketiga pemain tersebut resmi bergabung dengan Timnas, maka sudah dipastikan stok pemain belakang Indonesia akan sangat melimpah. Banyak yang mengira bahwa dengan datangnya pemain naturalisasi, pemain lokal seperti Asnawi dan Arhan akan tersingkir dari skuad utama Timnas Indonesia.
Tentu pemikiran seperti itu tak sepenuhnya benar. Menghadirkan pemain naturalisasi di posisi yang sama dengan Asnawi dan Arhan malah menjadi hal yang bagus. Menghadirkan pesaing kuat akan menimbulkan semangat lebih dari para pemain lokal untuk mau berkembang.
Jadi bek lokal tak perlu khawatir, persaingan yang sehat dalam merebutkan posisi utama itu hal yang bagus untuk kemajuan si pemain. Contohnya saja MU butuh Alex Telles untuk memancing Luke Shaw kembali ke performa terbaiknya.
Kabarnya, Shin Tae-yong juga ingin menaturalisasi pemain depan. Namun, hingga saat ini setelah Coach Shin melihat daftar nama pemain keturunan yang berkarier di luar negeri, ia belum menemukan pemain yang cocok. Patut dinanti siapa pemain yang akan dinaturalisasi selanjutnya.
https://youtu.be/WWnGsarr67g
Sumber: Transfermarkt, Sportstar, Bolatimes


