Kisah Kebencian Fiorentina Terhadap Juventus

spot_img

Kejutan terjadi di bursa transfer musim dingin Januari ini. Bintang muda Fiorentina, Dusan Vlahovic, yang sempat diperebutkan banyak klub, kini kabarnya bakal merapat ke Juventus.

Menurut laporan dari pakar transfer Fabrizio Romano, Vlahovic sudah sepakat untuk gabung Juventus. Sedangkan Juventus telah mencapai kesepakatan verbal dengan Fiorentina. Kubu Turin akan menggelontorkan biaya senilai 75 juta euro atau sekitar Rp 1,2 triliun untuk mengontrak Vlahovic.

Bianconeri juga sudah menyiapkan bahan negosiasi dengan Vlahovic dalam beberapa waktu ke depan. Penyerang asal Serbia itu bisa dipastikan akan segera berseragam Juventus pada Januari ini. Bila ini sukses, Si Nyonya Tua mengalahkan beberapa klub yang sebelumnya juga dirumorkan menginginkan Vlahovic, seperti Arsenal, Newcastle, Chelsea, Manchester City, dan Dortmund.

Vlahovic Mendapat Teror dari fans Fiorentina

Meski belum resmi bergabung ke Juventus, pendukung Fiorentina tidak terima Dusan Vlahovic bergabung ke Juventus. Saking tidak terima, para penggemar sampai mengancam Vlahovic.

Menjelang kesepakatan di antara kedua belah pihak, tensi di sekitar Florence meninggi. Sejumlah spanduk kecaman terhadap striker yang musim ini sudah mencetak 20 gol untuk Fiorentina itu bermunculan di penjuru kota. Bahkan ada ancaman kematian yang ditujukan kepada Vlahovic.

“Bodyguard Anda tidak akan menyelamatkan hidup Anda. Penipu, ini sudah berakhir untuk Anda,” isi salah satu spanduk suporter.

Rupanya, kejadian ini bukan kali pertama dialami pemain Fiorentina yang pergi dan bergabung ke klub rival, khususnya ke Juventus yang notabene klub tersukses di Italia.

Sebelum Vlahovic, Federico Bernardeschi juga mengalami kejadian serupa saat memutuskan pergi dari Fiorentina dan menerima pinangan Juventus tahun 2017 silam.

Sejarah Kebencian Fiorentina atas Juventus

Pendukung Fiorentina memang dikenal tak sudi ketika ada pemain bintangnya yang hijrah ke Juventus. Keberhasilan Juventus merayu Fiorentina untuk melepas Vlahovic seolah membuka luka lama bagi fans La Viola.

Penggemar Fiorentina sangat geram kepada Juventus. Sebab pemain-pemain si Ungu selalu digembosi oleh tim zebra. Mulai dari Giorgio Chiellini, Juan Cuadrado hingga Federico Chiesa, dan kini Dusan Vlahovic.

Mereka sejatinya merupakan bintang yang bersinar di Fiorentina. Pemain-pemain Fiorentina yang pindah ke Juventus kemudian dicap sebagai pengkhianat.

Sejarah kebencian Fiorentina atas Juventus sendiri terjadi bukan dalam kurun waktu belakangan ini saja, tapi sudah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Rivalitas kedua tim sudah terjalin sejak peristiwa “Meglio Secondi Che Ladri” (lebih baik finis kedua ketimbang jadi pencuri) pada 1982.

Pada musim 1981/82, Juventus dan Fiorentina bersaing secara ketat di Serie A hingga giornata terakhir. Sebelum laga pamungkas, kala itu Fiorentina berada di puncak klasemen dengan 44 poin, sedangkan Juventus ada di urutan kedua dengan 43 poin.

Di partai terakhir, Fiorentina bertemu dengan Cagliari, sementara Si Nyonya Tua menjalani laga terakhir melawan Catanzaro. Di atas kertas, Fiorentina lebih berpeluang besar untuk meraih scudetto kala itu daripada Juventus. Para penggemar La Viola pun sudah sangat yakin klub kesayangan mereka bakal menjadi juara Serie A.

Namun, apa yang terjadi justru di luar dugaan. Fiorentina hanya bermain imbang 0-0 lawan Cagliari sebab gol mereka dianulir wasit pada pertandingan tersebut. Di sisi lain Juventus menang 1-0 atas sang lawan, dan ini membuat Juventus dinobatkan sebagai kampiun Serie A setelah mengungguli Fiorentina di tabel klasemen akhir.

Namun, para penggemar Fiorentina menganggap Juventus telah mencuri gelar ketiga Liga Italia untuk mereka. Fiorentina ketika itu merasa dirugikan sehingga gagal menjadi juara. Sejak saat itu para penggemar Fiorentina selalu meneriaki dengan kata-kata “Meglio secondi che ladri”, yang jika diartikan “Lebih baik menjadi peringkat kedua dari pada menjadi pencuri”.

Sejak itu, Juventus adalah musuh besar bagi Fiorentina setelah tim asal Turin tersebut dituduh mencuri scudetto ketiga Fiorentina pada Liga Italia musim 1981/1982.
Final Piala UEFA dan Juventus Rebut Baggio dari Fiorentina

Juventus makin dibenci fans Fiorentina akibat kejadian di akhir musim 1989/90. Waktu itu, I Bianconeri berniat membajak Roberto Baggio, bintang Fiorentina saat itu. Negosiasi kepindahan Baggio dilakukan saat kedua tim akan bertemu di final Piala UEFA (sekarang Liga Europa).

Sebagai catatan, final Piala UEFA musim itu digelar dalam dua leg. Juventus punya modal kemenangan 3-1 atas Fiorentina pada leg pertama yang berlangsung di Turin. Pada leg kedua, keputusan kontroversi dibuat pihak penyelenggara.

Mereka memindah venue laga dari Artemio Franchi (markas Fiorentina) ke Stadio Partenio-Lombardi di Avellino. Panitia turnamen berdalih, keputusan ini diambil untuk menghindari kerusuhan di Firenze, kalau-kalau Juventus yang jadi juaranya.

Dalam laga di stadion tersebut, skor berakhir imbang 0-0 dan Juventus lah yang berhak mengangkat trofi. Kekalahan itu dikabarkan membuat fans Fiorentina marah, namun tak sampai menimbulkan kerusuhan berarti.

Barulah kekecewaan terbesar pendukung Fiorentina pecah tiga hari pasca laga final tersebut. Pemicunya adalah transfer Roberto Baggio ke Juventus. Fiorentina merelakan kepergian Baggio ke Juventus dengan nilai yang cukup fantastis waktu itu yakni mencapai 10 juta euro, angka yang menjadikan Baggio sebagai pesepakbola dengan banderol termahal dunia.

Kepindahan Baggio ke Juventus memicu protes besar-besaran dari fans La Viola. Mereka mengamuk di jalanan kota Firenze. Mereka melakukan aksi anarkis, seperti melempar batu, perusakan fasilitas kota juga stadion, hingga peledakan bom molotov. Setidaknya 50 orang terluka akibat aksi tersebut.

Setelah insiden mereda, Baggio kemudian menegaskan dirinya bukan orang yang menentukan transfer ini. “Anda semua harus tahu, saya dipaksa menerima transfer ini,” tuturnya.

Baggio lantas menjadi bintang baru Juventus. Meski bersama Juventus selama 5 musim, hati Baggio rupanya tidak bisa sepenuhnya lepas dari Fiorentina.

Dalam sebuah pertandingan melawan La Viola, ia enggan untuk mengeksekusi penalti yang diberikan untuk Juventus. Gigi De Agostini yang mengambil eksekusi tersebut gagal memanfaatkannya, kemudian Baggio ditarik keluar untuk diganti lalu ia memasuki ruang ganti dengan mengenakan syal warna ungu milik Fiorentina kala itu.

Drama Giovanni Trapattoni

Baggio bukanlah satu-satunya pemain yang memicu terjadinya polemik transfer yang membuat pendukung Fiorentina meradang. Kedatangan ahli taktik Giovanni Trapattoni pun menjadi sensasi di tubuh pendukung Fiorentina.

Seluruh isi kota Firenze mengecam kedatangan Trapattoni untuk membesut Fiorentina. Pendukung Fiorentina mengklaim Trapattoni terlibat sebagai pelaku Scudetto Fiorentina pada 1982, karena saat itu Trapattoni menjabat sebagai nakhoda Si Nyonya Tua.

Trapattoni sampai harus bersusah payah meyakinkan publik Fiorentina bahwa dirinya sudah terbebas dan lepas dari pengaruh Juventus. Bahkan, Trapattoni pun sampai bersumpah akan mengabdikan diri sepenuhnya untuk La Viola. Pendukung Fiorentina pun lambat laun bisa menerima kedatangan Trapattoni.

Namun, api kebencian terhadap Juventus belum padam. Fans Fiorentina semakin geram dengan Juventus yang selalu membajak pemain bintang Fiorentina. Pertandingan Fiorentina vs Juventus pun selalu menghadirkan tensi panas.
Kedua tim selalu ngotot mencari kemenangan. Kehadiran Vlahovic di kubu Juventus bisa jadi akan membuat duel kedua tim semakin sengit.

https://youtu.be/JudF6FZQb9A

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru