Di negara Kamerun, tempat digelarnya turnamen bergengsi seantero Afrika, para pemain terbaik dunia dari tanah leluhur Afrika berkumpul, mereka saling bersaing untuk menjadi yang terbaik. Mohamed Salah, Sadio Mane, Riyad Mahrez, Thomas Partey, Sebastian Haller, Achraf Hakimi, dan Kalidou Koulibaly adalah deretan pesepakbola dengan label ‘bintang’ yang ikut meramaikan turnamen Piala Afrika edisi kali ini.
Beberapa nama tersebut sebagian masih bertahan, dan sebagian lainnya sudah angkat koper lebih dulu. Tak hanya itu, gelaran Piala Afrika 2021 juga menyisakan momen-momen tak terduga dan mengejutkan.
Salah satu yang cukup membuat publik tercengang adalah tersingkirnya Aljazair. Negara yang diperkuat bintang Manchester City, Riyad Mahrez itu harus tersisih di fase grup. Aljazair mengakhiri petualangan di Piala Afrika 2021 sebagai juru kunci Grup E dengan cuma meraih satu poin. Mereka kalah dua kali, melawan Guinea Equatorial dan Pantai Gading, serta imbang menghadapi Sierra Leone.
Bahkan melawan Sierra Leone di laga pertama, Aljazair yang tampil dominan tak mampu mencetak sebiji gol pun. Riyad Mahrez dan kolega gagal meruntuhkan tembok kokoh yang dibangun Sierra Leone, khususnya kiper Mohamed Kamara. Kiper berusia 34 tahun itu tampil gemilang dengan membuat 7 penyelamatan, dan dinobatkan sebagai man of the match.
Kiper Sierra Leone, Mohamed Kamara, menangis haru setelah menjadi MoTM saat Sierra Leone mampu tahan imbang Algeria tanpa gol 🥺pic.twitter.com/OFuMrGyP33
— SuporterFC (@SuporterFC) January 12, 2022
Tersingkirnya Aljazair dari Piala Afrika 2021 tentu saja sebuah kejutan besar. Sebab selain bermaterikan pemain kelas wahid, Aljazair ini juga berstatus sebagai juara bertahan.
Kejutan lainnya adalah saat Ghana, tim langganan Piala Dunia dan juara Piala Afrika 4 kali, juga harus tersingkir dari fase grup. Sama seperti Aljazair, Ghana terperosok di dasar klasemen grup C dengan perolehan hanya sebiji poin. Tersingkirnya Ghana ini karena kalah secara mengejutkan dari tim debutan Komoro dengan skor 3-2. Serta kejutan lainnya yang terjadi di fase grup adalah ketika Gambia, tim debutan lainnya berhasil lolos ke babak 16 besar dengan status sebagai runner up grup.
Sejarah Wasit Wanita dan adanya Wasit Kocak
Selain tersingkirnya tim-tim unggulan dan munculnya banyak tim kejutan yang di luar prediksi kebanyakan orang, Piala Afrika edisi kali ini juga mengukir sejarah bagi dunia perwasitan. Salah satu wasit bernama Salima Rhadia Makunsanga asal Rwanda berhasil mengukir sejarah gemilang. Dia menjadi wasit wanita pertama yang memimpin jalannya pertandingan Piala Afrika.
Foto: Potret Salima Mukansanga, Wasit Wanita Pertama Dalam Sejarah Piala Afrika https://t.co/krvROwptXT
— BOLA.COM (@bolacomID) January 20, 2022
Laga antara Zimbabwe vs Guinea di penyisihan grup Selasa 18 Januari 2022 lalu, adalah laga pertama dalam sejarah Piala Afrika yang dipimpin wasit perempuan. Dalam pertandingan yang dimenangkan Zimbabwe 2-1 ini, Salima meluarkan enam kartu kuning.
Dia tak sendiri menjalankan tugasnya. Salima dibantu asisten wasit yang juga perempuan. Yakni Caribe Atemzabong (Kamerun) dan Fatiha Jermoumi (Mesir), serta wasit VAR, Bouchra Karboubi (Maroko).
Bicara soal perwasitan, di Piala Afrika tahun ini juga terdapat sosok wasit yang kocak. Dia berani tampil beda. Bahkan saking bedanya membuat netizen terpingkal-pingkal. Wasit yang bernama Peter Waweru mencuri perhatian publik dunia maya saat memimpin jalannya pertandingan timnas Nigeria vs timnas Guinea-Bissau pada Kamis 20 Januari 2022.
Dia unik bukan karena gaya pakaiannya yang tak biasa atau berbeda dari kebanyakan wasit lainnya. Tapi dia beda karena cara berlarinya yang sukses bikin netizen ngakak.
Ketimbang berlari layaknya mengejar bola, Kamaku lebih terlihat seperti sedang mengikut ajang balap lari, karena dia begitu cepatnya mengikuti gerakan pemain lawan di lapangan. Sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter @Karovoni, memperlihatkan Kamaku berlari ketika Guinea-Bissau melakukan serangan balik. Video itu kemudian menjadi viral dan mendapat respon dari netizen.
Foto: Potret Salima Mukansanga, Wasit Wanita Pertama Dalam Sejarah Piala Afrika https://t.co/krvROwptXT
— BOLA.COM (@bolacomID) January 20, 2022
Aksi kocak wasit Waweru Kameku itu hanya sedikit selingan hiburan di tengah panasnya persaingan antar tim untuk merebut gelar juara.
Momen Timnas Komoro Bermain Tanpa Kiper Asli
Persaingan nggak hanya melibatkan tim-tim unggulan, tapi tim kecil seperti Komoro dan Gambia juga ikut memanaskan situasi. Komoro bahkan tetap berjuang dengan gigih meski mereka harus kehilangan para kipernya ketika bersua Kamerun di babak 16 besar. Ya, di laga melawan tuan rumah tersebut, Komoro terpaksa memainkan seorang pemain bertahan yakni Chaker Alhadhur sebagai kiper. Alasannya, tiga kiper yang mereka bawa semuanya tidak bisa dimainkan. Dua kiper, Moyadh Ousseini dan Ali Ahamada dinyatakan positif Covid-19. Lalu kiper utama Salim Ben Boina mengalami cedera.
Komoro pun terpaksa menurunkan Chaker Alhadhur yang berposisi sebagai bek kiri sebagai kiper di laga itu. Hebatnya, Komoro hanya kemasukan 2 gol di laga tersebut. Komoro kebobolan menit 29 lewat aksi Karl Toko Ekambi dan menit 70 lewat aksi Vincent Aboubakar. Komoro membalas satu gol lewat aksi Youssouf M’Changama menit 81. Perjuangan luar biasa Komoro pun harus terhenti di fase 16 besar.
Akibat kiper utama dan cadangan yang cedera serta terkena Covid, bek kiri Komoro, Chaker Alhadhur pun dipasang sebagai kiper saat menghadapi Kamerun. 👏
Meskipun Komoro akhirnya kalah 1-2, Alhadhur sempat melakukan penyelamatan ciamik di laga tersebut. 🔥 pic.twitter.com/fPfiIasey0
— Extra Time Indonesia (@idextratime) January 25, 2022
Tragedi di Laga Kamerun vs Komoro
Selain momen tak terduga dan kocak, Piala Afrika 2021 juga diselimuti suasana kesedihan. Kekalahan Komoro dan keberhasilan Kamerun melaju ke babak perempat final harus diwarnai dengan insiden yang tidak diinginkan. Dilaporkan, enam orang meninggal dalam kerusuhan yang terjadi di luar Olembe Stadium, venue laga antara Kamerun dan Komoro.
Peristiwa nahas itu terjadi akibat desak-desakan antara suporter yang ingin masuk ke stadion jelang pertandingan. Antusiasme untuk menonton timnas mereka membuat fans Kamerun seolah kesetanan. Selain korban jiwa, pihak perwakilan rumah sakit terdekat mengatakan telah menerima sedikitnya 40 orang terluka akibat desak-desakan tersebut.
Sementara pihak penyelenggara menyatakan, sekitar 50 ribu orang mencoba untuk dapat masuk ke dalam stadion yang memiliki kapasitas 60 ribu orang tersebut. Namun dalam aturan pertandingan di tengah pandemi, kapasitas penonton hanya boleh diisi 80%. Pembatasan jumlah penonton dilakukan agar tidak ada penambahan jumlah kasus Covid-19.
Itulah beberapa kejutan dan momen-momen yang terjadi sepanjang pergelaran Piala Afrika 2021 sejauh ini. Dan bukan tidak momen-momen mengejutkan lainnya juga akan tersaji, mengingat Piala Afrika 2021 belum menggelar partai final.


