Timnas Indonesia Bermain Konsisten Saja Cukup, Juara AFF Itu Bonus

spot_img

Timnas Indonesia akhirnya mampu membuat publik Vietnam malu. Setidaknya, malu karena menguasai permainan tapi gagal menang. Terus melakukan penyerangan ke jantung pertahanan Indonesia, sampai para pelatih dan stafnya berdiri semua, tapi tak ada sebiji pun gol bersarang ke gawang Nadeo Argawinata.

Skor pun berakhir 0-0. Indonesia, secara mengejutkan mampu menahan imbang Kesebelasan Nguyen di fase grup Piala AFF 2020. Mungkin skor ini tak cukup memuaskan bagi fans kardus Timnas Indonesia.

Karena bagi mereka, Indonesia barangkali memang harusnya menang, atau minimal memberikan perlawanan. Terlebih sepanjang laga, pertahanan Timnas Indonesia disobek-sobek pasukan Nguyen.

Hasil ini, bagaimanapun, sangat-sangat membanggakan. Minimal ini menjadi pertanda baik, terutama memperbaiki rekor dengan Vietnam. Apalagi kita tahu, Vietnam adalah kekuatan terbesar Asia Tenggara.

Kredit khusus buat Shin Tae-yong. Sebab ia sepertinya sudah mengukur dengan sangat jernih kualitas anak asuh Park, dan bercermin pada timnya sendiri. Bagi Shin Tae-yong imbang lawan Vietnam sudah cukup, makanya strategi yang diterapkan adalah bertahan total.

Banyak perubahan. Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong hari ini benar-benar mengalami banyak sekali perubahan. Selama ini, walaupun gitu-gitu saja, setidaknya dari 6 laga terakhir, Timnas Indonesia baru satu kali kalah.

Uji Coba yang Menawan

Perkembangan pola Timnas Indonesia sudah mulai tampak ketika melakoni uji coba di Turki. Anak asuh Shin Tae-yong nyaris saja menahan imbang Afghanistan di laga pertama, 16 November 2021. Namun sayang, Timnas harus kecolongan satu gol.

Meskipun di laga itu, hasil latihan sudah mulai kelihatan. Para pemain timnas sudah tak males lagi melakukan pressing ketat. Dan buahnya baru dipungut ketika menghadapi Myanmar 9 hari kemudian.

Di laga melawan Myanmar, Indonesia tampak lebih matang. Tampak memiliki keyakinan menang berkali-kali lipat. Hasilnya? Anak asuh Shin Tae-yong menang 4-1 atas Myanmar.

Kita tahu, sebelumnya Myanmar bukanlah tim yang mudah dikalahkan. Kemenangan itu pun membuat kita makin yakin untuk menatap Piala AFF di depan mata. Dan kemenangan atas Antalyaspor turut menambah kepercayaan kita pada Witan cs.

Skuad Garuda sukses membobol gawang Antalyaspor empat kali. Hebatnya, empat gol itu tidak terbalas satu pun. Padahal Antalyaspor adalah salah satu klub beken dari Turki.

Laga Pertama Piala AFF

Bermodal kepercayaan diri usai meraih hasil positif di laga uji coba, Timnas Indonesia akhirnya berangkat ke Singapura untuk Piala AFF 2020. Namun, harapan tinggi sepertinya perlu diredam sebentar. Terlebih Indonesia di Piala AFF tergabung di Grup B.

Grup B terbilang cukup sulit, dan layak disebut sebagai grup neraka. Di situ ada sang monster, Vietnam, dan Malaysia yang beberapa waktu belakangan kerap memberi perlawanan sengit buat Indonesia. Tentu kita juga tidak bisa melupakan tragedi di Piala AFF 2010 silam.

Akan tetapi, harapan yang semula perlu diredam, justru tersulut kembali ketika Timnas Indonesia melakoni laga pembuka melawan Kamboja. Indonesia tampil sangat-sangat menawan di laga tersebut. Apalagi di babak pertama.

Shin Tae-yong tampak menggeber anak asuhnya di awal. Taktik yang coba diterapkan, jika diingat-ingat seperti “gegenpressing“. Para pemain Indonesia terus mengejar bola seperti tak mau kehilangan bola barang satu menit.

Gol-gol pun mulai tercipta. Mulai dari Rachmat Irianto, Evan Dimas, dan Irianto lagi. Sayangnya, setelah mencetak tiga gol, para pemain seperti kehabisan tenaga. Taktik pressing ketat dan terus memburu bola plus menyerang habis-habisan, jelas membuat para pemain cepat kehabisan bahan bakar.

Shin Tae-yong, dalam hal ini, mungkin kelupaan bahwa yang dia latih itu Timnas Indonesia, bukan Timnas Korea Selatan. Tentu fisik yang dimiliki anak-anak Garuda belum kompatibel dengan strategi pressing ketat yang dimau sang pelatih.

Timnas Kembang Kuburan pun akhirnya memanfaatkan kelelahan para pemain Indonesia dengan mencetak satu gol di menit ke-37. Babak pertama berakhir dengan skor 3-1. Di babak kedua, Timnas Indonesia kembali ngegres dari awal, dan hasilnya Ramai Rumakiek membobol gawang Kamboja menit 54.

Setelah itu, para pemain Indonesia kembali letoy. Para pemain sudah mulai kehabisan tenaga. Di situlah Keisuke Honda terus menginstruksikan pemain Kamboja untuk mengobrak-abrik pertahanan Indonesia. Mumpung pemain Indonesia kehabisan tenaga, dan hilang fokus karena beberapa kali salah umpan.

Woila! Menit ke-60 akhirnya Kamboja mencetak gol keduanya melalui Prak Mony Udom. Ajaibnya, meski tertinggal, menjelang laga usai, Kamboja yang justru terus menguasai permainan. Untungnya, Timnas Indonesia berhasil mengamankan keunggulan 4-2.

Kuncinya Konsisten

Laga lawan Laos kita skip saja. Karena semua orang sudah tahu bahwa Timnas Bumbu Dapur punya kualitas di bawah Indonesia. Ya terbukti, Timnas Indonesia menang telak 5-1 atas Laos.

Namun ada satu yang perlu dicatat: Timnas Indonesia sangat enjoy menghadapi Laos. Aliran bola sudah berjalan sangat baik. Belum lagi, umpan-umpan para pemain Timnas Indonesia sedikit ada perkembangan dibandingkan laga sebelumnya.

Barangkali itu karena netizen sudah mengkritik pemain Indonesia, terlebih soal “passing“. Akhirnya laga melawan Laos menjadi bukti kalau Timnas Indonesia bisa berkembang juga permainannya. Lebih santai, lebih nyaman, dan tidak terburu-buru.

Artinya, dari uji coba di Turki sampai laga kontra Laos, Indonesia tampil konsisten. Akan tetapi, hal itu nyaris luput di laga kontra Vietnam, 15 Desember 2021 malam. Timnas Indonesia hampir saja tampil inkonsisten di laga itu. Hampir saja kembali ke setelan pabrik.

Beberapa kali salah umpan. Terlalu lama menguasai bola dan mudah direbut para pemain Vietnam. Belum lagi lini belakang mereka, termasuk Nadeo justru bikin penonton naik pitam dengan bermain-main di kotak penalti sendiri. Padahal sudah ada dua sampai tiga pemain Vietnam yang melakukan pressing.

Untung saja Timnas Indonesia dilatih Shin Tae-yong. Dia termasuk pelatih hebat yang mampu mengukur kekuatan lawan dan kekuatan timnya sendiri. Tahu kalau Vietnam bakal mengobrak-abrik Indonesia dengan mudah, dia memilih realistis dengan menerapkan skema bertahan penuh.

Coba bayangkan jika Timnas Indonesia tampil all-out dengan pressing ketat seperti lawan Kamboja? Bukan tidak mungkin malah akan menguntungkan Vietnam.

Nguyen cs sudah pasti akan dengan mudah mencari ruang kosong. Apalagi ketika pressing para pemain Timnas Indonesia tidak efektif. Katakanlah skill dan umpan-umpan dari pemain Vietnam ini masih bisa mengatasi pressing pemain Indonesia.

Bisa jadi Indonesia bakal kebobolan banyak gol kalau begitu cara mainnya. Maka dari itu, strategi bertahan sangat dalam ini cukup tepat, meski beberapa kali bikin penonton megap-megap. Walaupun kalah penguasaan bola, dan kalah segalanya, terutama serangan, toh para pemain Indonesia tampil sudah sangat maksimal. Ini perlu diapresiasi.

Setidaknya, mereka punya fighting spirit yang luar biasa, khususnya dalam bertahan. Lihatlah betapa rapinya pertahanan Indonesia. Mungkin itu adalah pertahanan terapi yang pernah diciptakan Timnas Indonesia sejak satu dekade belakangan.

Betapa pemain Indonesia masih tetap fokus. Walaupun tentu kita mengerti bertahan terus pastilah menguras tenaga. Iya, inilah Timnas Indonesia sekarang, berusaha tidak mudah hilang fokus, tidak mudah hilang bola, dan tidak mudah hilang konsistensi.

Jika Timnas Indonesia terus bermain apik begini, trofi AFF mungkin sudah nggak perlu-perlu amat. Yang terpenting tampil konsisten dan bekerja keras di setiap pertandingan.

Karena hanya itulah yang bisa dijanjikan Shin Tae-yong. Seandainya Juara AFF 2020, anggap saja itu sebagai bonus. Bonus bagi para pemain yang sudah bekerja keras. Ayo Indonesia, konsistenlah! Kami menunggu hasil-hasil baik berikutnya.

Sumber referensi: bola.net, bolasport.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru