PANAS! Pelatih yang Gak Pernah Akur dalam Sejarah EPL

spot_img

Liga Primer Inggris memang dipandang sebagai kompetisi terpanas di dunia. Selain terdapat pemain-pemain kelas dunia dengan performa jempolan, Liga Primer Inggris juga kerap diisi oleh kumpulan pelatih berkualitas.

Di masa sekarang ini saja, terdapat sejumlah pelatih yang sudah diakui kehebatannya. Seperti misalnya Jurgen Klopp, Thomas Tuchel, Pep Guardiola, sampai yang terbaru Ralf Rangnick. Mereka semua kian membuat kompetisi di Inggris panas dan penuh gengsi.

Jika menilik sejarah Premier League, pelatih tidak hanya bertugas menyusun taktik, tapi juga marah-marah. Sesama manajer atau pelatih Liga Primer Inggris bahkan kerap terlibat ketegangan.

Jadi, nggak cuma pemain yang bisa emosional. Lantas, siapa saja pelatih yang sering cekcok? Berikut ini starting eleven rangkumkan, khusus buat kamu.

Jose Mourinho (Manchester United) vs Antonio Conte (Chelsea)

Setibanya di Chelsea tahun 2016, Antonio Conte punya ambisi besar untuk membawa The Blues juara. Karakternya yang memang keras tampak serasi dengan kompetisi yang ia jajaki.

Namun, di tengah perjalanannya untuk membawa Chelsea terbang tinggi, Antonio Conte mendapat gangguan dari Jose Mourinho, tak lama setelah Mou ditunjuk sebagai pelatih baru Manchester United. Dia yang sudah sangat akrab dengan kompetisi Liga Primer Inggris tampak santai. Namun begitu, sikap arogan dan sering mengeluarkan kritik tajam tak pernah lepas dari sosok Mourinho.

Keduanya memiliki karakter yang sama-sama keras. Wajar kalau Jose Mourinho dan Antonio Conte sering terlibat perang dingin. Kedua orang ini kerap mengeluarkan komentar yang saling menjatuhkan.

Seperti ketika Conte sukses membawa Chelsea meremukkan Manchester United 4-0. Klub asal London tersebut langsung merayakannya dengan sangat luar biasa. Perayaan besar-besaran itupun lalu mendapat kritik dari Jose Mourinho.

Mou menyebut Conte terlalu berlebihan merayakan sebuah kemenangan. Meskipun sebetulnya Mou yang pantas dihujat karena membuat fans MU malu.

Alih-alih mengkritik permainan Mourinho, Conte justru membalas komentar itu dengan topik lain. Ia yang sukses mengembangkan bakat Victor Moses, menyindir Mourinho. Dulu, ketika Mou menjadi manajer Chelsea, ia gagal mengembangkan bakat Moses.

Conte pun menyindir Mou sebagai seorang pelatih yang tak becus mengembangkan bakat pemain. Meski sebetulnya mengembangkan bakat bukanlah tugas manajer sepenuhnya.

Belum sampai di situ, Mourinho kembali membuat perseteruan yang sebenarnya nggak penting ini kian memanas. Pada tahun 2017, ketika Chelsea tampak bakal memenangkan gelar, Conte mendapat sindiran dari Mou,

“Chelsea adalah tim yang sangat defensif. Mereka bertahan dengan baik dengan banyak pemain. Aku pikir, tim defensif itu akan memenangkan gelar,”

Conte yang lagi-lagi tak mau tinggal diam, membalas sindiran Mourinho dengan berujar bahwa Chelsea memang akan memenangkan gelar. Dia akan membuat tim tersebut konsisten, tidak seperti saat Mou masih menjadi pelatih Chelsea di musim terakhirnya.

Arsene Wenger (Arsenal) vs Jose Mourinho (Chelsea)

Dasar Mourinho, pelatih ini memang sering memunculkan ontran-ontran. Bukan hanya ketika melatih MU, saat menukangi Chelsea pun ia sering berseteru dengan pelatih lainnya. Salah satu yang paling diingat adalah perseteruannya dengan Arsene Wenger, manajer Arsenal.

Wenger merupakan pelatih hebat. Dia mampu membawa Arsenal menguasai Inggris, bahkan dengan torehan trofi emas EPL di tahun 2004. Akan tetapi setelah itu, ketika Abramovich menunjuk Mourinho sebagai pelatih, tahta sepakbola Inggris langsung beralih ke Stamford Bridge. Mou menggondol tiga trofi EPL secara beruntun dan menasbihkan diri sebagai juru latih berkualitas tinggi.

Persaingan di atas lapangan rupanya belum membuat dua pesohor lapangan itu puas. Hal itu terbukti ketika di luar lapangan, Mou dan Wenger pernah terlibat dalam sebuah perkelahian. Mou mengaku bila dia memang sengaja melakukan perkelahian dengan Wenger untuk merusak konsentrasi sang profesor di pinggir lapangan.

“Mereka (Arsenal) mendorong kami untuk menjadi lebih baik saat itu. Dua laga yang aku mainkan di sana, di stadion lama mereka (Highbury) tidak terlupakan. Itu adalah laga besar dengan pertengkaran di lapangan,”

Pertengkaran antar dua pelatih legendaris itu akhirnya mencapai puncaknya pada 2014 silam, ketika Mou memainkan peran sebagai juru latih Chelsea pada periode keduanya.

Pada pertandingan derby london, The Blues sukses memegang kendali dengan meraih kemenangan dengan skor meyakinkan 2-0. Namun, bukan itu fokusnya, tapi “perkelahian jalanan” dua pelatih dari masing-masing tim.

Wenger berang ketika bek Chelsea, Gary Cahill menekel Alexis Sánchez dengan kasar di babak pertama. Sontak, The Professor pun menyatroni bench Chelsea untuk mengutuk perbuatan salah satu pemain Mou. Hal itu sontak membuat Mou terpancing hingga berujung pada sebuah perkelahian.

Perkelahian itu bahkan sampai memaksa ofisial keempat, Jonathan Moss berusaha keras melerai dua pelatih kawakan tersebut.

Usai insiden tersebut, banyak komentar negatif yang muncul, dengan mayoritas mengatakan, baik Mou maupun Wenger telah melakukan hal yang amat memalukan.

Jurgen Klopp (Liverpool) vs Pep Guardiola (Manchester City)

Dua pelatih hebat Liga Primer Inggris saat ini, Jurgen Klopp dan Pep Guardiola, juga kerap terlibat ketegangan. Aksi saling sindir tak terelakkan. Kedua pelatih itu berambisi ingin menang tidak hanya di dalam lapangan, namun juga dalam sebuah sindiran.

Belum lama ini, Klopp yang mengetahui City membelanjakan dana 100 juta euro untuk memboyong Jack Grealish merasa sangat heran. Dia tidak percaya bila City bisa semudah itu mengeluarkan uang. Maka, dia berujar bila Liverpool hanya bisa mengeluarkan uang dari uang yang didapat setelah meraih gelar juara, berbeda dengan City yang bisa seenaknya mengeluarkan banyak uang.

Menanggapi itu, Pep Guardiola langsung naik pitam. Pelatih asal Spanyol itu lantas menantang semuanya untuk mengecek keuangan City. Dia sangat yakin bila The Citizens sudah taat aturan dan tidak melanggar financial fair play.

Selain itu, Pep juga pernah menyindir tentang masalah gelar yang didapat Liverpool dan City. Klopp, sebelum membawa Liverpool jadi juara EPL, memiliki status sebagai pelatih di tim terkutuk. Klopp sempat disindir bakal sulit memenangkan trofi Liga Primer Inggris meski sejatinya skuad asuhannya adalah jawara Eropa.

Sementara, Pep Guardiola tergolong pelatih yang bisa dengan mudah memenangkan trofi Liga Primer Inggris bersama City, namun sulit untuk menjuarai trofi Liga Champions. Dalam sebuah kesempatan, Guardiola lalu mengejek Klopp dengan berkata kalau sebaiknya dia memberikan trofi Liga Champions untuk City. Dengan begitu, Pep akan dengan senang hati memberi satu trofi EPL nya buat Liverpool.

Arsene Wenger (Arsenal) vs Sir Alex Ferguson (Manchester United)

Dua pelatih terhebat dalam sejarah Liga Primer Inggris, Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger, tentu kerap terlibat pertandingan panas. Terlebih ketika Manchester United bertemu dengan Arsenal.

Sama seperti yang lainnya, selain terlibat persaingan di dalam lapangan, kedua sosok luar biasa itu juga sering terlibat dalam konflik di luar lapangan.

Di awal kedatangannya, Wenger disebut sebagai pria jenius karena bisa bicara dalam lima bahasa. Hal itu pun memancing Fergie untuk berkomentar. Tanpa berlama-lama, dia mengeluarkan sindiran dengan nada,

“Aku punya kenalan seorang anak dari Pantai Gading berusia 15 tahun yang bisa berbicara soal lima bahasa,”

Sejak saat itu, Wenger dan Fergie mulai terlibat ketegangan. Wenger disebut sebagai pelatih yang bisa membuat nyali Fergie ciut. Apalagi di bawah asuhannya, Arsenal jadi tim yang nggak letoy seperti sekarang. Namun begitu, Fergie menolak untuk menyanjung Wenger dan Arsenal.

“Kami tentu tidak senang dengan apa yang diraih Arsenal. Akan tetapi, orang-orang tentu tahu siapa juara yang sesungguhnya,” ujar Fergie.

Dengan keberadaan Wenger dan Fergie di balik layar, banyak yang kemudian mengatakan kalau kerasnya tensi pertandingan Arsenal dan Manchester United, adalah karena dorongan dari dua pelatih tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu, Wenger dan Fergie bisa sama-sama memahami. Keduanya adalah pelatih dengan kualitas yang sama hebatnya. Selain tentu saja sama-sama sudah habis masanya.

“Alex Ferguson adalah figur dominan di sepak bola Inggris. Semua orang takut kepadanya, dari media hingga wasit,” kata Wenger

Sementara itu, Fergie mengatakan bila Wenger adalah sosok yang akan selalu menjadi sahabatnya.

“Aku tidak bisa untuk tidak bersifat kompetitif dengan Arsene. Dialah teman, sahabat, sekaligus rival selama 17 tahun.”

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru