Keajaiban di Fase Grup UCL, Mana yang Paling Dramatis?

spot_img

Liga Champions Eropa telah mencapai matchday terakhir fase grup. Ada tim yang sudah memastikan lolos ke babak selanjutnya. Namun, ada pula yang masih harus berjuang untuk bisa lolos dari fase grup. Beberapa dari mereka bahkan harus berjuang di partai hidup-mati untuk bisa tampil di babak gugur. Misalnya, tim semacam FC Porto hingga AC Milan yang masih memperebutkan posisi runner-up Grup B.

Selain itu, ada tim seperti FC Barcelona yang masih harus menang di laga versus Bayern Munchen, kalau nasibnya tidak mau bergantung dengan klub lain. Lalu ada juga Grup G dengan peta persaingan yang begitu ketat.

Dalam sejarahnya, fase grup Liga Champions Eropa sudah sering menyajikan drama. Bahkan terkadang, tim yang tidak diperhitungkan bisa lolos dari fase grup. Pada kesempatan kali ini, Starting Eleven akan mengajak kalian untuk kembali ke belakang, dengan menyaksikan deretan partai dramatis di fase grup Liga Champions Eropa.

Atalanta (2019/20)

Atalanta berhasil melaju ke kompetisi Liga Champions 2019/20 usai duduk di peringkat tiga Serie A pada musim sebelumnya. Pencapaian ini menjadi yang sangat fenomenal bagi Atalanta mengingat mereka sama sekali tidak akrab dengan kompetisi tersebut.

Selain itu, perjalanan Atalanta di UCL sangatlah tidak mudah. Mereka bergabung di Grup C bersama dengan Manchester City, Shakhtar Donetsk dan Dinamo Zagreb. Sudah bisa ditebak, Atalanta pun keok di tiga laga awal. Namun sistem double round robin menguntungkan Atalanta.

Mereka pun bangkit dan menyapu tiga laga sisa dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang. Di laga pamungkas, Atalanta berhasil menekuk Shakhtar Donetsk dengan skor telak 3-0 di kandang lawan. Hasil itu membuat Atalanta lolos dengan cara yang tidak terduga.

Apalagi sebelum laga itu, Atalanta berada di posisi paling bawah dengan empat poin. Sementara, Shakhtar jadi tim yang memiliki peluang lebih besar karena berdiri di peringkat kedua dengan enam poin, di bawah Manchester City yang sudah memastikan diri lolos.

Sementara Dinamo Zagreb duduk di tangga ketiga dengan koleksi lima poin, usai di laga terakhir mereka dihajar The Citizens dengan skor telak 1-4.

Keunggulan Atalanta atas Shakhtar membawa skuad asuhan Gian Piero Gasperini lolos ke babak gugur Liga Champions Eropa. Di fase gugur, mereka yang sempat menekuk Valencia akhirnya harus pulang usai dihajar Paris Saint Germain dengan skor tipis 1-2 di babak perempat final.

Newcastle United (2002/03)

Newcastle United pernah mengukir cerita indah nan mengagumkan di kompetisi Liga Champions Eropa musim 2002/03. Ketika itu mereka bergabung di Grup E bersama tim kuat Juventus, Feyenoord, dan Dynamo Kyiv. Mereka berhasil lolos ke kompetisi ini usai pada musim sebelumnya di Liga Inggris, finis di posisi empat besar.

Sama seperti Atalanta, di tiga laga awal, Alan Shearer dan kolega selalu kalah. Mereka ditekuk Dynamo Kyiv 0-1, Feyenoord 0-1, dan Juventus 0-2. Koleksi 0 poin jelas membuat langkah mereka sama sekali tak diunggulkan.

Akan tetapi, keajaiban lalu datang ke pertandingan kedua melawan masing-masing tim.

Di pertandingan kedua melawan Juventus, Newcastle mampu memetik kemenangan sensasional dengan skor 1-0, lewat aksi Andy Griffin. Hasil itu membuat semangat para penggemar The Magpies melambung tinggi. Benar saja, di pertandingan kedua dan ketiga, mereka berhasil menyapu bersih semua laga.

Dynamo Kyiv dikandaskan dengan skor 1-0, sementara di laga pamungkas melawan Feyenoord, Newcastle mampu menang dramatis dengan skor 3-2 di kandang lawan.

Dengan koleksi 9 angka, Newcastle berhasil menemani Juventus untuk melenggang ke babak Grup kedua. Sayang, ketika mereka bergabung dengan FC Barcelona, Inter Milan, dan Bayer Leverkusen, tempat ketiga membuat mimpi mereka untuk lolos ke babak perempat final pupus.

Arsenal (2003/04)

Semusim berselang, giliran Arsenal yang menciptakan sebuah perjalanan tak terlupakan di babak grup Liga Champions 2003/04.

Bergabung dengan tim seperti Lokomotiv Moscow, Inter Milan, hingga Dynamo Kyiv, membuat Arsenal sejatinya diunggulkan. Apalagi ketika itu tim Meriam London tengah dihuni deretan pemain berkelas. Namun tak disangka jalan Arsenal menuai jalan terjal di kompetisi Eropa.

Di putaran pertama, Arsenal gagal meraih poin penuh. Mereka kalah dari Inter Milan di kandang dengan skor telak 3-0, kalah melawan Dynamo Kyiv 1-0, dan hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Lokomotiv Moscow.

Akan tetapi, di pertandingan kedua melawan masing-masing tim, The Gunners berhasil bangkit. Ashley Cole menjadi penentu kemenangan Arsenal atas Dynamo Kyiv dengan skor 1-0 pada menit ke 88. Kemudian secara mengejutkan Inter harus luluh lantak di tangan Thierry Henry dan kolega dengan skor 1-5.

Pasukan Arsene Wenger lalu berhasil mengambil alih posisi puncak klasemen usai di laga terakhir melawan Lokomotiv Moscow, mereka menang dengan skor meyakinkan 2-0. Koleksi 10 poin membuat mereka lolos ke babak grup dan ditemani oleh Lokomotiv Moscow, bukan Inter.

Selanjutnya, di babak 16 besar, Arsenal memang berhasil meladeni perlawanan Celta Vigo. Namun di babak perempat final, mereka tumbang atas Chelsea dengan skor agregat 3-2.

Tottenham Hotspur (2018/19)

Tottenham Hotspurs menjadi tim yang tidak diunggulkan di kompetisi Liga Champions Eropa musim 2018/19. Perjalanan mereka dari awal juga diragukan.

Melakoni babak grup bersama dengan tim sekelas FC Barcelona, Inter Milan, hingga PSV Eindhoven, membuat nama Spurs jadi yang paling tidak punya sejarah mentereng. Di pertandingan pertama, mereka tumbang dari Inter dengan skor tipis 1-2. Barcelona juga masih terlalu kuat untuk Harry Kane dan kawan-kawan usai menundukkan Spurs dengan skor 2-4.

Dua kekalahan di laga awal itu kian membuat Spurs termenung, usai PSV Eindhoven juga gagal ditaklukkan. Melawan wakil asal Belanda itu, Spurs hanya mampu bermain imbang 2-2.

Namun, di pertandingan kedua, Spurs berhasil menang dengan skor tipis 2-1 melawan Eindhoven. Selain itu, mereka juga sukses mengangkangi Inter dengan skor tipis 1-0 di matchday kelima.

Di laga terakhir, meski hanya bermain imbang 1-1 melawan FC Barcelona, Spurs berhak lolos ke babak selanjutnya usai mengungguli Inter Milan meski poin yang diraih sama (8).

Ternyata, perjalanan hebat Tottenham Hotspurs tak sekadar melangkah ke fase gugur. Spurs sukses menang atas Borussia Dortmund, Manchester City, sampai Ajax Amsterdam, sebelum akhirnya mencapai partai final melawan Liverpool.

Sayangnya, mimpi Mauricio Pochettino untuk membawa Spurs juara Liga Champions kandas. Skuad Pochettino harus mengakui kedigdayaan Liverpool setelah tumbang dengan skor 0-2 di partai final. Meskipun kalah, final tersebut boleh jadi satu-satunya momen hebat yang paling diingat fans Tottenham.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru