Tepat pada 29 November 2010 lalu, La Liga menggelar sebuah laga yang banyak dinantikan para penggemar di seluruh dunia. Tiada lain adalah laga El Clasico, yang mempertemukan antara FC Barcelona dan Real Madrid. Ketika itu kedua kesebelesan masih diperkuat sejumlah nama besar.
Di kubu Azulgrana, ada nama Carles Puyol dan Gerard Pique yang tandem di lini pertahanan. Kemudian pasangan emas Xavi dan Iniesta di lini tengah. Sementara itu, Lionel Messi dan David Villa diminta untuk menggedor pertahanan lawan. Skuad bertabur bintang itu dibesut oleh pelatih kaliber Pep Guardiola.
#OnThisDay 11 years ago, Pep Guardiola’s Barcelona defeated Jose Mourinho’s Real Madrid by 5️⃣-0️⃣ at the Camp Nou. 😳🤯#BarcelonaSC #RealMadrid #elclasico pic.twitter.com/npCI8cTZMe
— Sportskeeda Football (@skworldfootball) November 29, 2021
Sementara itu, di kubu tim tamu, Jose Mourinho membawa pemain-pemain seperti Iker Casillas, Sergio Ramos, Xabi Alonso, Mesut Ozil, sampai Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.
Di atas kertas, sulit ditebak siapa yang bakal keluar jadi pemenang. Namun, tak dinyana, FC Barcelona berhasil mendominasi permainan, dan sukses menghajar Los Blancos dengan skor telak 5-0. Padahal, ketika itu Real Madrid datang dengan kepercayaan diri tinggi usai berhasil memetik 7 kemenangan beruntun di La Liga.
Jalannya Laga
Dari awal laga, FC Barcelona langsung menekan. Melalui Lionel Messi, Barca nyaris membuka keunggulan andai saja tendangan La Pulga tidak membentur tiang. Namun, tak berselang lama, Camp Nou bergemuruh usai Xavi Hernandez mencetak gol bagi Barcelona pada menit ke-10.
Setelah gawangnya dibobol, Madrid coba merespon melalui Angel di Maria. Akan tetapi tendangan pemain asal Argentina pada menit ke-12 itu berhasil diamankan oleh Victor Valdes. Madrid terlihat kebingungan meladeni permainan tiki-taka Barcelona. Hal itu terbukti, beberapa menit berselang gawang mereka kembali dibobol pada menit ke-18.
Melalui serangan cepat yang dimainkan, pergerakan David Villa dari sayap kanan Madrid berakhir dengan umpan tarik. Dengan cermat umpan itu dimanfaatkan oleh Pedro untuk menggandakan keunggulan tuan rumah.
Ketinggalan dua gol membuat emosi para pemain Madrid tersulut. Pada menit ke-31, terjadi sebuah ketegangan antara Pep Guardiola dengan Ronaldo. Kejadian itu bikin Ronaldo harus mendapat hadiah kartu kuning dari wasit.
🇪🇸 Today is the day. El Clasico. This fixture hasn’t been the same ever since Pep Guardiola, Jose Mourinho and Cristiano Ronaldo left. Football at its peak, fights every game and pure entertainment.
I miss those times. 💔 pic.twitter.com/Axl9wGjMv2
— FutbolBible (@FutbolBible) March 1, 2020
Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Ketika kick off babak kedua dimulai, Barcelona masih belum mengendurkan serangan. Melalui umpan pendek cepat, Barcelona kembali membuat seluruh skuad Madrid kalang kabut. Hasilnya, Blaugrana berhasil menambah dua gol hanya dalam waktu tiga menit saja (55 dan 58). Dua gol itu dicetak David Villa yang membuat namanya ada di papan skor.
Belum puas dengan keunggulan 4 gol, Barca masih menambah lagi satu gol pada menit ke 90+1 lewat aksi Jeffren. Pemain yang kini membela klub Thailand, Lamphun Warriors FC itu berhasil memaksimalkan umpan Bojan Krkic untuk mencetak gol kelima, dan mengakhiri mimpi buruk Madrid.
Kalah lima gol, tentu saja membuat para pemain Los Galacticos seperti orang tidak makan seminggu. Bahkan ada dari mereka yang sampai merasa frustasi dan meluapkan kekesalan dengan cara kasar.
Sebelum peluit panjang dibunyikan, terjadi sebuah insiden yang melibatkan Sergio Ramos. Ramos yang dikenal temperamental kehilangan kontrol di masa injury time. Saat itu, dia menekel keras Messi hingga membuat pemain Barca lainnya ikut tersulut. Hasilnya, Ramos yang sempat bertengkar dengan Carles Puyol pun diusir wasit dengan kartu merah.
Saat itu juga, kekalahan tersebut dianggap sebagai salah satu yang paling memalukan Real Madrid atas FC Barcelona. Jose Mourinho pun mengakuinya dan sama sekali tidak mengelak.
“Ini pertama kalinya aku dikalahkan 5-0. Secara historis, hasil ini buruk bagi kami. Ini bukan penghinaan, tapi aku sangat kecewa. Ini menyedihkan bagi kami,” ujar Mourinho.


