Pemain yang Hebat di Tangan Ralf Rangnick

spot_img

Thomas Tuchel pernah berada di titik nadir ketika ia harus menepi untuk selamanya dari lapangan sepak bola. Cedera lutut yang menerpa Tuchel sekitar 1998, membuat karirnya sebagai pemain tamat sebelum merekah. Saat di titik terendah itulah, sosok Ralf Rangnick muncul bagai malaikat penyelamat.

Rangnick yang kala itu menjadi pelatih Tuchel di SVV Ulm memberi uluran tangannya. Ia tak sekadar menolong Tuchel bangkit, tapi memberikan jalan baginya untuk melatih tim junior VfB Stuttgart. Rangnick mengerti, cedera saat semangat-semangatnya menjadi pemain memang bukan hal yang mudah. Dirinya sendiri pernah merasakan itu.

Tuchel baru satu “anak didik” Rangnick yang kini menuai kesuksesan. Pria berjuluk The Professor itu juga turut andil dalam jejak karir Julian Nagelsmann. Selain Tuchel dan Nagelsmann yang kini menjalani karirnya di klub masing-masing, nama Jurgen Klopp juga tak boleh dilupakan.

Klopp boleh dibilang “murid tak langsung” dari Ralf Rangnick. Seni gegenpressing yang diciptakan Rangnick telah mempengaruhi cara Klopp melatih. Kini, Klopp dan Tuchel sama-sama memiliki kesempatan untuk sowan ke Rangnick.

Sebagai juru taktik yang sudah seperti ayah di Jerman, Rangnick tak hanya terlibat dalam sejarah karir pelatih dan manajer moncer abad ini. Ralf Rangnick, bagaimanapun telah menata reputasinya sebagai pelatih top, apalagi karena ia juga menelurkan pemain hebat.

Pemain-pemain yang dulu tak lebih dari penghias skuad tim, dipoles oleh Rangnick sedemikian rupa. Hasilnya? Menjadi rebutan klub-klub besar. Siapa saja pemain yang beruntung dipoles Ralf Rangnick?

Timo Werner

Jika Chelsea melakoni laga menghadapi Manchester United, mungkin seseorang yang akan mengantre di belakang Tuchel untuk sungkem dengan Rangnick adalah Werner. Sebab ada tangan Ralf Rangnick di dalam kualitas seorang Timo Werner. Rangnick bagi Werner bukan hanya pemoles, tapi juga penyelamat.

Werner awalnya seorang bocah yang hebat, yang kemudian ditemukan SSB Stuttgart. Ia pun masuk di VfB Stuttgart U-19 tahun 2012/13 dan mencetak 24 gol. Produktivitas Werner membuatnya langsung dipanggil masuk tim utama VfB Stuttgart. Persis saat usianya 17 tahun, dan menjadi yang termuda di VfB Stuttgart dalam debutnya di Liga Eropa.

Sejak menjadi andalan di skuad utama tahun 2013, Werner menjadi pemain termuda selama 50 penampilan di Bundesliga. Tak ayal fans Stuttgart pun menaruh harapan tinggi pada Werner. Namun sayang, Stuttgart mesti terdegradasi tahun 2016.

Werner nyaris saja menjadi sosok yang disalahkan para penggemar Stuttgart. Namun, sebelum itu terjadi, malaikat dikirimkan Tuhan untuk Werner melalui Ralf Rangnick. Ia yang kala itu masih melatih RB Leipzig menyelamatkan Werner dari hal-hal negatif dengan memboyongnya.

Rangnick sepertinya melihat Werner adalah remaja yang berbakat, tapi sayang disia-siakan Stuttgart. Ia sendiri percaya penuh pada Werner. Sampai Rangnick naik menjadi direktur olahraga, dan Ralph Hasenhuttl jadi pelatih Leipzig, Werner tetap dipertahankan Rangnick.

Werner pun menjadi salah satu pemain yang punya peran membawa Leipzig ke Liga Champions di musim pertamanya. Striker Jerman itu sukses menyumbangkan 21 gol sepanjang musim 2016/17. Berkat itu, Werner menjadi striker terproduktif di Jerman.

Manuel Neuer

Kiper Timnas Jerman yang sekarang membela Bayern Munchen, Manuel Neuer punya koneksi spesial dengan Rangnick. Neuer tentu akan menaruh hormat pada Rangnick, karena berkat tangan dingin dan kepercayaan dari Rangnick lah Neuer bisa seperti sekarang. Hal itu bermula ketika Manuel Neuer masih berseragam Schalke.

Awalnya, Neuer adalah kiper yang biasa-biasa saja. Ia hanya bermain untuk Tim Schalke II. Namun ketika Ralf Rangnick merapat ke Schalke sebagai pelatih, dia merasa eman-eman kalau harus membiarkan Neuer hanya tampil di tim kedua.

Neuer pun, oleh Rangnick dipanggil ke tim utama Schalke. Benar saja, ia pun tak butuh waktu lama untuk akhirnya menjadi andalan Schalke di bawah asuhan Rangnick.

Tangan Rangnick yang magis ia salurkan ke Neuer, dan membuat sang pemain menjadi kiper yang hebat. Performanya pun makin menjadi-jadi. Sampai puncaknya, tahun 2011, Neuer merasakan sensasi bertarung di semifinal Liga Champions untuk kali pertama saat berseragam Schalke.

Meski Schalke akhirnya gugur di hadapan Manchester United, setelah kalah di Veltins-Arena dan Old Trafford, Rangnick tetap memuji Neuer. Tanpa Neuer, kata Rangnick, anak didik Sir Alex bakal mencetak lebih banyak gol ke gawang Schalke.

Sadio Mane

Jika seorang Timo Werner akan senang ketika bertemu Rangnick, bahkan mungkin sampai cipika-cipiki, Sadio Mane tidak. Pemain Liverpool itu bukannya nggak kenal sama Rangnick. Tapi justru karena kenal, ia bakal merasa canggung ketika bertemu dengan Rangnick.

Meskipun Ralf Rangnick juga punya peran dalam sepak terjang Sadio Mane. Terlebih ketika Mane berseragam RB Salzburg, klub Austria. Ketika Rangnick menjadi manajer, sampai dia diangkat menjadi direktur olahraga dari klub-klub Red Bull, Mane selalu ia rekomendasikan buat tampil.

Namun, semua berubah ketika Mane menunjukkan ketidakbetahannya di Salzburg. Ketika Salzburg harus melakoni leg 2 play-off Liga Champions musim 2014/15 menghadapi Malmo, Mane tak ikut. Bahkan Mane absen di sesi latihan menjelang laga itu.

Sadio Mane ingin hengkang dari Salzburg. Keinginannya itu sudah bulat, ia ingin tantangan baru. Tahun 2014, Mane pun diboyong Southampton, meski itu bukan pilihan pertamanya. Waktu itu, Mane sebetulnya ingin bergabung ke Dortmund yang masih dilatih Jurgen Klopp.

Dan ya, sekarang keinginan itu setengah terwujud. Kendati tak bermain untuk Dortmund, setidaknya kini Mane dilatih Jurgen Klopp. Walaupun berbeda klub, minimal ia dilatih mantan pelatih Dortmund.

Roberto Firmino

Dunia sepak bola Eropa mungkin tidak akan mengenal Roberto Firmino tanpa sosok Ralf Rangnick. Jika Sadio Mane canggung berhadapan dengan Rangnick, rekan setimnya, Firmino justru akan sungkem pada pelatih interim MU tersebut.

Tanpa Rangnick, mungkin saja Firmino tidak akan tampil di Eropa. Rangnick punya andil mendatangkan Firmino dari klub Brasil, Trombense saat masih melatih Hoffenheim.

Hanya butuh 4 juta euro bagi Rangnick untuk mendatangkan Firmino ke Rhein-Nectar Arena tahun 2011. Murah banget ya harganya? Itu kalau dirupiahkan sekitar Rp 64 miliar kurs sekarang.

Firmino yang semula bukan siapa-siapa langsung tancap gas saat bermain di Hoffenheim. Ia mencetak 49 gol dan 36 assist di 153 pertandingan yang dilakoni Hoffenheim. Kelak permainannya yang impresif sebagai striker kreatif menarik minat Liverpool untuk mengangkutnya ke Anfield.

Ketika era Ralf Rangnick di liga top Eropa dikira sudah habis, ia justru kembali ke sana. Tak tanggung-tanggung, ia ke Liga Inggris, liga top Eropa dengan persaingan paling sengit. Dari yang sudah tersisihkan ke Rusia, dan mungkin dilupakan penggemar sepak bola Eropa, Rangnick menjadi bahan pembicaraan lagi.

Jabatan ad interim manajer Manchester United sudah cukup untuk melambungkan nama Ralf Rangnick yang sudah terkubur cukup lama. Ia dinilai sangat pantas untuk melatih MU. Meskipun belum tentu juga MU pantas dilatih Ralf Rangnick.

Sumber referensi: mirror.co.uk, sportf.commanutd.com, inews.co.uk, sempremilan.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru