Bukan Liverpool yang sudah dibelanya selama 26 tahun, melainkan Aston Villa yang jadi klub Premier League pertama yang bakal dilatih Steven Gerrard. Ya, Villa jadi pihak yang beruntung mendapat jasa mantan kapten Liverpool itu.
Tak lama setelah memecat Dean Smith, Aston Villa segera move on dan baru saja meresmikan Gerrard sebagai pelatih barunya. Dikutip dari laman resmi Aston Villa, mantan kapten timnas Inggris itu langsung diikat dengan kontrak hingga 30 Juni 2025.
Welcome to Aston Villa, Steven Gerrard. pic.twitter.com/MF8n9CPaYW
— Aston Villa (@AVFCOfficial) November 11, 2021
Aston Villa beruntung, sebab mereka berhasil mendapatkan jasa Steven Gerrard yang datang ke Villa Park dengan CV yang mengesankan di klub sebelumnya. Semasa melatih Rangers FC dari Juni 2018 hingga 10 November 2021, Gerrard berhasil membawa klub berjuluk The Light Blues itu meraih gelar juara Liga Skotlandia musim 2020/2021.
“Dewan Aston Villa dengan senang hati menunjuk Steven sebagai Pelatih Kepala baru kami. Sudah sangat jelas dalam diskusi kami dengannya bahwa ambisi, filosofi, dan nilai kepelatihan Steven sepenuhnya cocok dengan Aston Villa.” pernyataan resmi Aston Villa, dikutip dari website avfc.co.uk.
Tantangan Steven Gerrard di Aston Villa
Bagi Gerrard, melatih Aston Villa bakal jadi pengalaman pertamanya menukangi klub Premier League. Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi, level kompetisi Liga Skotlandia dan Liga Inggris jelas sangat jauh berbeda.
Menerima pinangan Villa juga bukan pilihan mudah. Sebab, Gerrard menggantikan seorang Dean Smith. Smith yang belum lama ini dipecat bukanlah sekadar pelatih, tetapi ia dan keluarganya juga merupakan fans sejati Aston Villa yang sangat dicintai seluruh lapisan klub.
Lebih dari itu, perpisahannya dengan Rangers FC yang telah membesarkan namanya sebagai seorang manajer juga mendapat kritikan. Salah satunya datang dari mantan manajer Rangers, Ally McCoist.
“Menurut saya kami berada di titik di mana semua orang, fans kedua klub, pantas mendapatkan pemberitahuan. Fans Villa dan fans Rangers pantas mendengar mungkin kutipan dari Aston Villa, kutipan dari Rangers, dan tentunya kutipan dari Steven. Itu namanya etika.” kata Ally McCoist, dikutip dari Goal.
Ada dugaan pula bahwa Gerrad memutuskan bergabung ke Aston Villa agar memudahkan jalannya untuk melatih Liverpool di masa yang akan datang. Terlepas dari itu, Rangers memang tak bisa menghalangi keputusan Gerrard yang disebut tak butuh waktu lama untuk menerima pinangan Aston Villa. Bagi The Lions ini jelas menjadi berkah. Pasalnya, ada harapan besar yang dipertaruhkan The Lions di pundak pelatih barunya itu.
Lalu, apa yang diharapkan Aston Villa dari seorang Steven Gerrard?
Hal pertama yg diharapkan dari Gerrard tentu racikan taktiknya. Musim lalu, sentuhannya sebagai pelatih sukses membawa Rangers FC merengkuh juara Scottish Premiership. Selain membawa Rangers juara Liga Skotlandia, Steven Gerrard juga meraih berbagai penghargaan individu.
Musim lalu, ia memenangi 3 penghargaan Manajer of the Year dari 3 asosiasi yang berbeda. Gerrard juga memenangi LMA Special Achievement Award dan 7 kali meraih predikat Scottish Premiership Manager of the Month. Ini yang menjadi jaminan Gerrard sebagai pelatih top.
BREAKING NEWS@RangersFC manager Steven Gerrard voted Scottish Premiership Manager of the Month for December 2019
Hear more from Gerrard and the Rangers camp in Dubai on @SkySportsNews and https://t.co/765QgBcmRi pic.twitter.com/kLXjGHQ4Sv
— Sky Sports Scotland (@ScotlandSky) January 8, 2020
The Lions pastinya berharap mendapat sentuhan magis Gerrard yang membuat Rangers mencatat rekor fantastis sekaligus memutus dominasi Celtic selama 10 musim beruntun. Mantan kapten Liverpool itu membawa Rangers juara Scottish Premiership saat liga masih menyisakan 6 pertandingan. Rangers juga dibuatnya menjuarai Liga Skotlandia musim lalu dengan rekor tak tersentuh kekalahan. Di 38 pertandingan, The Light Blues menang 32 kali dan imbang 6 kali. Koleksi poin mereka juga lebih dari 100.
Tak hanya itu, Rangers juga tampil sangat produktif, tetapi di sisi lain juga sangat solid. Ini tentu jadi kabar baik bagi fans Aston Villa. Sebab, akhir-akhir ini, klub kesayangan mereka kesulitan mencetak gol dan terlalu sering menderita kebobolan.
Musim lalu, Rangers asuhan Gerrard mampu menghasilkan 92 gol dan gawang mereka hanya 13 kali kebobolan serta membuat rekor 26 cleansheet dalam 38 pertandingan di Liga. Performa menawan itulah yang diharapkan bakal ditularkan Steven Gerrard ke Aston Villa.
Steven Gerrard’s Rangers went unbeaten to end Celtic’s nine-year winning streak for the Scottish title in 2020-21.
Their season was ridiculous 🏆💯 pic.twitter.com/7ntJgCYTMj
— B/R Football (@brfootball) November 11, 2021
Dari segi taktik, formasi dasar yang kerap Gerrard pakai di Rangers adalah 4-3-3. Bedanya, Gerrard tak memakai 2 pemain sayap untuk menemani seorang striker, tetapi memakai 2 pemain nomor 10 yang biasa diisi Ryan Kent dan Ianis Hagi. Kedua pemain tersebut bertipe inside forward yang bakal menusuk ke dalam maupun bergerak melebar.
Sepakbola menyerang yang berbasis penguasaan bola jadi gaya taktik Steven Gerrard. Musim lalu, Rangers mampu mencatat penguasaan bola hingga 65,7% dan memenangi 151 penguasaan di area sepertiga lawan. Ini menunjukkan betapa intensifnya serangan Rangers.
Dalam taktinya, Gerrard juga memakai flying fullback, yakni seorang fullback yang rajin naik membantu serangan. Sebagai gambaran, peran tersebut mirip dengan tugas Trent Alexander-Arnold dan Andy Robertson di Liverpool. Di Rangers, peran tersebut diemban oleh James Tavernier dan Borna Barisic.
Keduanya akan mengisi sisi sayap saat tim berada dalam fase menyerang sehingga mengubah struktur formasi Rangers menjadi 2-3-5. Situasi itu membuat kedua bek sayap tersebut menjadi subur. Musim lalu, Tavernier menyumbang 12 gol dan 9 asis, sementara Barisic menyumbang 1 gol dan 6 asis. Kedua flying fullback tersebut jadi salah satu kunci dari gaya permainan Steven Gerrard.
Saat bertahan, struktur formasi 4-3-3 Rangers akan berubah menjadi 4-3-2-1 di mana Kent dan Hagi akan berdiri di belakang striker tunggal. Struktur itu membuat lini tengah Rangers begitu rapat, apalagi mereka juga menerapkan garis pertahanan tinggi. Sehingga, mau tak mau, lawan dipaksa menyerang dari samping dan banyak melepas umpan lambung.
Sayangnya, upaya tersebut percuma. Sebab, Gerrard sudah menempatkan pemain yg ahli dalam duel-duel udara untuk memutus rantai serangan lawan. Jikalau lawan memaksa dengan umpan terobosan, Rangers sudah siap dengan jebakan offside.
Sebagai pelatih, Gerrard bukan seorang yang kolot dan hanya mengandalkan 1 formasi saja. Selain 4-3-3, Gerrard juga menyukai formasi 4-2-3-1. Ia juga pernah memakai formasi 3 bek dan di awal musim ini pernah mencoba formasi 4-1-4-1. Tujuannya adalah agar taktiknya tetap sulit dibaca lawan.
Kini pertanyaannya, apakah taktik tersebut dapat diterapkan di Aston Villa?
Secara komposisi, pemain Aston Villa jelas lebih komplet dibanding Rangers. Di lini depan mereka sudah punya Ollie Watkins yang dapat bermain sebagai seorang inside forwards. Hal tersebut bisa membuatnya dimainkan secara bersamaan dengan Danny Ings. Selama dilatih Dean Smith, Ings dan Watkins selalu bergantian tampil.
Selain Watkins, Villa masih punya Leon Bailey, Bertrand Traore, Anwar El Ghazi, dan Emiliano Buendia yang juga bisa ditempatkan sebagai 2 pemain nomor 10 di belakang striker tunggal. Masalah bagi Gerrard di Aston Villa mungkin adalah bek sayap. Jika ia mampu memoles Matty Cash dan Matt Targett menjadi sebagus James Tavernier dan Borna Barisic di Rangers, maka serangan The Lions bakal lebih berbahaya.
Steven Gerrard Winning Mentality
Namun, pekerjaannya di Aston Villa tentu tidaklah mudah. Pasalnya, Gerrard datang ke Villa Park saat kondisi The Lions kurang baik. Sebelum memecat Dean Smith, Villa selalu kalah dalam 5 pertandingan terakhirnya di Premier League. Danny Ings dkk hanya mampu mencetak 5 gol, sementara gawang Emi Martinez kebobolan 13 gol hanya dalam 5 pertandingan.
Singkatnya, kondisi mental penggawa Aston Villa tengah dalam kondisi terpuruk. Posisi mereka di papan klasemen Premier League juga makin merosot. Hingga pekan ke-11, Villa hanya mampu bertengger di peringkat 16 dengan koleksi 10 poin.
Untuk itulah Aston Villa berani membayar biaya kompensasi hingga 3 juta poundsterling untuk mengangkut Steven Gerrard dari Ibrox Stadium. Tak ada salahnya bertaruh kepada Steven Gerrard. Apalagi, Gerrard adalah figur yang cocok dihadirkan dalam kondisi seperti itu. Sejak menjadi pemain, ia sudah dikenal sebagai seorang motivator ulung. Wibawa dan jiwa kepemimpinannya juga sangat kuat.
Aston Villa are preparing paperworks and contracts in order to confirm Steven Gerrard appointment as new head coach. Agreement now at final stages, Gerrard & board working on staff details 🟣🔵 #AVFC
Rangers compensation could be agreed around £3m – as reported by @TeleFootball. pic.twitter.com/9KQhBCyzJS
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) November 10, 2021
—
Itulah beberapa hal yang diharapkan manajemen Aston Villa dari seorang Steven Gerrard. Dua perubahan yang paling krusial dikehendaki adalah peningkatan performa The Lions, khususnya di Premier League dan mentalitas juara yang dapat Gerrard tularkan ke seluruh penggawa Aston Villa.
Namun fans Aston Villa mesti bersabar. Jika dilihat dari rekam jejaknya, mantan pelatih Liverpool U-18 dan U-19 itu butuh waktu dalam membangun kekuatan tim. Di Rangers, Gerrard baru meraih trofi di musim ketiganya. Sebagai pelatih, ia juga masih tergolong muda dengan usianya yang baru 41 tahun.
Selain itu, beban kerja dan tekanan di Aston Villa tentu lebih besar ketimbang Rangers FC. Gerrard mesti menyadari posisinya. Kini ia menangi klub Liga Inggris yang baru menghabiskan dana nyaris 100 juta euro di bursa transfer musim panas kemarin.
Dengan durasi kontrak hingga 30 Juni 2025 menjadi isyarat bahwa ada proyek jangka panjang yang dicanangkan manajemen Aston Villa dengan Steven Gerrard. Namun, hal tersebut bukan berarti posisi Gerrard langsung aman. Jika ia tak berhati-hati dan segera memberi bukti, bukan tak mungkin dirinya akan berakhir tragis seperti halnya Frank Lampard di Chelsea.
Jadi, mampukah Steven Gerrard mengangkat prestasi Aston Villa?
***
Sumber Referensi: AVFC, Goal, BirminghamMail, Transfermarkt, The Flanker, Detik.


