Tak Lagi Dibutuhkan, Raheem Sterling Cari Pintu Keluar

spot_img

Beranjak dari kekalahan telak yang baru saja diterima tim tetangga, Manchester City yang meski kini masih duduki peringkat tiga besar memiliki sedikit masalah pada satu pemain yang mereka dulu andalkan. Raheem Sterling, di tengah keringnya kesempatan yang diberikan tiba-tiba mengatakan bila dia ingin hengkang. 

Dia tak main-main dengan ucapan itu dan mengaku telah mempertimbangkan banyak hal. Melihat salah satu pemain andalan City dalam beberapa tahun terakhir yang berpotensi hengkang mungkin akan menjadi sesuatu hal yang menyedihkan. Apalagi, Pep selaku pelatih mengakui bila tanpa Sterling dalam beberapa tahun belakangan, City mungkin tidak akan meraih banyak kesuksesan.

Era Kejayaan Raheem Sterling di Manchester City

Ucapan Pep Guardiola memang bukan bualan belaka. Dia sedang tidak merayu Sterling. Dia juga sedang tidak memiliki maksud lain, selain memuji bakat sang pemain yang banyak memberikan momen mengesankan bagi Manchester City. 

Memulai debut di kompetisi Liga Primer Inggris pada usia 17 tahun, Raheem Sterling telah membuktikan bahwa dia layak disebut salah satu yang terhebat. 

“Ada sesuatu yang istimewa darinya (Sterling) ketika dia masih muda.” ucap Brendan Rodgers (via Sky Sport)

Bila kalian berpikir bahwa Rodgers yang ketika itu masih menjabat sebagai pelatih Liverpool berbicara tentang bakat sang pemain, maka itu salah besar. Pasalnya, Rodgers tengah memuji ambisi besar yang tertanam dalam diri Sterling. Sterling bersedia melakukan banyak hal demi bisa memenuhi ambisinya.

 

Satu kalimat dari Rodgers yang mengatakan bahwa Sterling adalah pemain muda yang selalu berusaha kuat untuk bisa menjadi pemain terbaik di dunia, telah membuktikan bahwa memang, bakatnya bukan sekadar mengolah bola di atas lapangan. 

Tiga tahun bermain di tim utama Liverpool, ambisinya yang ingin memenangkan gelar Liga Primer terus menggebu coba dimanfaatkan oleh Manchester City, yang kita tahu tengah membangun skuad yang bermaterikan pemain bintang nan berbakat. Melalui dana sebesar 50 juta pounds atau setara 976 miliar rupiah, The Citizens akhirnya sukses memperkenalkan Sterling sebagai bintang baru mereka.

Meski mendapat banyak sekali caci dari para penggemar Liverpool, Sterling terus melangkah pergi, Ambisinya masih lebih berharga ketimbang ucapan tak berguna dari orang-orang yang merasa disakiti hatinya. Sterling, yang dalam hal ini memang telah menjadi bintang, tak kesulitan untuk melaju ke tim yang diandalkan. 

Di musim perdananya, statistik yang ditunjukkan terbilang luar biasa. Dia sudah mampu tampil dalam 31 laga liga dan mencetak enam gol. Di semua kompetisi? Catatan pertandingan nya mencapai 47 laga dengan torehan 11 gol jadi penghiasnya. 

Pengalaman yang didapatkannya di Liverpool benar-benar membuat Sterling jadi pemain yang lebih matang ketika tampil untuk armada Citizens. Musim berikutnya, atau tepat pada 2016/17, ketika Pep Guardiola masuk, Sterling masih belum juga kehilangan tajinya. Di liga, torehan golnya naik satu biji ketimbang musim sebelumnya. 

Berlanjut ke musim berikutnya, statistik yang ditunjukkan jauh lebih gila. Sterling berhasil mencetak 18 gol di liga dan catatkan 23 gol secara keseluruhan. Sky Sport mencatat bahwa finishing yang ditunjukkan meningkat dengan sangat tajam. Nilai Expected Goal pada musim 2017/18 adalah sebanyak 1,5, dimana rasio gol per pertandingannya mencapai 0,6. 

Selain kualitas finishing yang dinilai meningkat, ada faktor lain berupa pergerakan sang pemain di dalam kotak penalti lawan. Pada musim 2017/18, Sterling yang dominan menguasai sisi kanan juga tak jarang beroperasi di sisi kiri, hingga ke pertahanan tengah tim lawan. Hasilnya, dia berhasil catatkan rata-rata sebanyak 9,2 sentuhan di kotak penalti lawan tiap pertandingan, dimana itu menjadi yang tertinggi dari pemain lain di kompetisi Liga Primer Inggris. 

Kemudian pada musim 2018/19, pergerakan Sterling di kotak penalti lawan bahkan mencapai rata-rata 9,7 sentuhan per pertandingan, dimana itu mampu membuatnya mencetak sebanyak 17 gol di liga. Dari kontribusinya itu, Sterling berhasil persembahkan gelar Liga Primer Inggris kedua buat Manchester City. 

Melaju ke musim berikutnya, Sterling menjadi pemain yang sangat diandalkan oleh Pep Guardiola. Kecepatan dan kelincahan mampu membuat Sterling melakukan rata-rata sebanyak 12,4 sentuhan tiap pertandingan. Hal itulah yang kemudian membuatnya berhasil mencetak 20 gol di liga dan 31 gol di semua kompetisi. 

Dari musim 2018/19 sampai setidaknya awal musim 2020/21, Sterling menjadi pemain yang berhasil ciptakan peluang terbanyak dari permainan terbuka di kompetisi Liga Primer Inggris. Catatannya mencapai angka 88, unggul dari Bernardo Silva yang menciptakan sebanyak 82 peluang, dan Eden Hazard dengan 80 peluang.

Pada musim tersebut, gelar liga memang berhasil didapat, akan tetapi, dari musim tersebut, performa Sterling justru dianggap menurun. Sterling kerap dibangkucadangkan hingga membuat sejumlah pihak mulai arahkan perhatian. 

Di musim tersebut, Pep Guardiola mengatakan kalau pergerakannya di sisi sayap mulai diragukan. Bahkan, pelatih asal Spanyol itu tak sungkan untuk menyebut bila kualitas sang pemain menurun dan masih kalah dengan dua bintang lainnya, yakni Phil Foden dan Riyad Mahrez. 

“Dia tidak sering bermain pada musim ini karena Riyad dan Foden bermain lebih baik. Mereka berdua sedang berada dalam performa terbaiknya. Itu.”

“Dia harus menunjukkan kualitasnya bila ingin mendapat kesempatan bermain.” ucap Pep Guardiola, pada April 2021.

Masih Terus Dicadangkan Hingga Kabar Ingin Keluar

Tampak masih sama dengan alasan pada musim sebelumnya, tidak hadirnya Sterling dalam sejumlah laga Manchester City pada musim ini juga dianggap Guardiola sebagai hal yang murni dari kurangnya keterampilan sang pemain.

“Aku tidak bisa memberikan jaminan kepada setiap pemain, berapa banyak menit yang akan mereka dapat. Aku hanya ingin mereka membuktikannya di atas lapangan dalam setiap pertandingan,” ucap Guardiola. 

Musim ini, kinerja Sterling memang harus lebih ditingkatkan karena dia kudu bersaing dengan banyak pemain berkualitas seperti Phil Foden, Gabriel Jesus, Riyad Mahrez, Ferran Torres, sampai manusia 100 juta euro Jack Grealish. 

Namun meski terus mencoba untuk mengembalikan performa terbaiknya, Sterling masih tampak kesulitan untuk mendapatkan kembali tempat utamanya. Pasalnya dari total 8 pertandingan yang dijalani, Sterling hanya tampil sebagai starter dalam tiga pertandingan saja, sementara dalam lima pertandingan lainnya, dia hanya memulai dari bangku cadangan. 

Hal ini pun menjadi kekhawatiran tersendiri baginya. Di tengah banyaknya pemain yang mulai bermunculan, Sterling merasa harus tetap mendapat kesempatan, mengingat turnamen Piala Dunia 2022 akan segera dimulai. Dia tidak ingin kesempatannya tampil di ajang tersebut hilang begitu saja. 

Maka, bila Guardiola tidak bisa memberi jaminan baginya untuk tampil di atas lapangan, keluar adalah solusi yang disebut paling ideal. Saat ini, Sterling bahkan mengaku siap bila harus berkarir di luar Negeri Ratu Elizabeth. 

“Jika ada kesempatan bermain di luar negeri, maka aku akan bersedia,”

“Aku hanya ingin bermain secara teratur dan terus mencetak gol, di kompetisi luar negeri sekalipun. Karena itu memang sudah menjadi mimpiku sejak kecil,” ucap Sterling.

Melihat situasi saat ini, beberapa tim sudah menunjukkan ketertarikannya kepada sang pemain. FC Barcelona dan Real Madrid, dua raksasa Spanyol itu berpotensi mengontrak Sterling pada bursa transfer mendatang. Namun dalam hal ini, Real Madrid dianggap sebagai tim yang kemungkinan mampu membajak sang pemain mengingat harga yang ditawarkan mencapai 80 juta euro atau setara 1,3 triliun rupiah. 

Selain itu, nama Paris Saint Germain juga tidak boleh dikesampingkan. Bila el Real jadi membajak Kylian Mbappe, maka Sterling tidak akan direkrut dan otomatis Paris Saint Germain bisa memanfaatkan hal tersebut, dengan menggunakan nama Sterling sebagai pengganti Mbappe.

Melihat kiprahnya yang sejauh ini patut dipuji, menarik dinantikan kemana kaki Sterling akan melangkah pergi.

Sumber referensi: marca, bola bisnismarca 2, marca 3, Sky Sport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru