Sejak Kapan Fans Sepak bola Memakai Jersey Saat Menonton Pertandingan?

spot_img

Bagi penggemar sepak bola, segalanya tentang klub yang ia gemari adalah hal yang penting. Fans, tentu saja akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan apa pun yang berkelindan dengan klub. Bagi fans, pertandingan adalah hal yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Bahkan bukan hanya itu. Sebagian besar dari mereka akan penuh pertimbangan soal apa yang bakal dikenakan saat menonton klub idolanya bertanding di stadion. Jika yang dipakai tak sama atau tak serasi, tentu setiap fans tidak bisa berbaur dengan fans lainnya. Ia bakal seperti orang asing di dalam satu batalion fans sepak bola yang memadati venue pertandingan.

Nah, umumnya ketika menyaksikan klub kebanggaan bertanding, seorang fans akan memakai jersey klub kebanggaannya tersebut. Karena itu yang paling gampang. Akan tetapi, tahu kah kamu sejak kapan hal itu dimulai? Siapa sebenarnya yang mencetuskan tradisi untuk memakai jersey ketika menonton sepak bola? Dan apakah memang sudah dari zaman pithecanthropus erectus seperti itu?

Awalnya Jersey Tiruan Hanya untuk Anak-anak

Sebelum jersey replika mulai diproduksi, penggemar yang menghadiri pertandingan mengenakan pakaian yang beragam. Ada yang memakai baju santai, entah berwarna sesuai jersey klubnya itu atau tidak. Pun ada yang memakai baju kerja, seperti setelan jas yang dipakai para fans sepak bola di sekitaran tahun 1918. Ada pula yang memakai jaket dan mengalungkan syal berwarna senada dengan tim kebanggan.

Nah, sebuah studi dari Sheffield University yang diterbitkan Sport in History Journal, yang juga dikutip Chronicle, menemukan fakta bahwa jersey tiruan atau replika pertama kali dibuat sekitaran tahun 1950. Sejak saat itu, justru anak-anak lah yang lebih sering memakai jersey sebuah klub. Karena memang produsen kit membuat itu untuk dipromosikan pada anak-anak.

Sementara, orang dewasa waktu itu justru menganggap memakai jersey saat menyaksikan sepak bola adalah hal yang tabu. Ia akan dianggap childish alias kekanak-kanakan. Pembuatan jersey ini pun di luar dari kesepakatan klub.

Pihak produsen kit memang sengaja membikin jersey untuk anak-anak. Sementara yang dewasa tidak dibuat karena jika itu dilakukan mereka akan memakainya di stadion saat menonton timnya berlaga. Pihak produsen akan dinilai melanggar kesepakatan kalau tetap membuat jersey replika untuk ukuran dewasa.

Hal ini bisa dipahami. Karena boleh jadi, ditakutkan jika suporter juga memakai jersey akan terjadi bias. Belum lagi jika para suporter itu, entah dapat wangsit dari mana, tiba-tiba turun ke lapangan dan menyamar menjadi pemain.

Newcastle United Adalah yang Pertama!

Masih dari hasil temuan Sheffield University. Studi tersebut menggali informasi soal kapan pertama kali penggemar sepak bola, terutama yang dewasa menonton pertandingan dengan memakai jersey. Adalah fans Newcastle United yang kali pertama mengenakan jersey saat menonton pertandingan di stadion.

Dari studi tersebut ditemukan foto para ultras Newcastle United yang memakai jersey. Setelah ditelusuri, ternyata foto tersebut diambil saat pertandingan Newcastle United menghadapi Liverpool di partai final Piala FA yang digelar di Wembley, pada 4 Mei 1974. Kala itu The Magpies harus bertekuk lutut di hadapan The Reds setelah menelan kekalahan 0-3.

Meski kalah, mau bagaimanapun, fans Newcastle United telah menorehkan sejarah sebagai yang pertama kali menggunakan jersey saat menonton pertandingan. Namun, jersey yang dipakai bukanlah replika buatan produsen kit yang bekerjasama dengan klub. Para pendukung lah yang membuat jersey replika mereka sendiri, dan lantas memakainya.

Produsen Kit Mulai Gencar Produksi

Melihat animo para fans untuk memakai jersey klub kebanggannya, kemudian membuat produsen kit ngiler. Mereka melihat itu sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Produsen jersey, sekitar 1970-an pada akhirnya cekatan menawarkan kontrak dengan klub untuk membuat jersey replika yang berhak cipta. Tentu saja dengan daya tarik seperti ekslusifitas dan otentik untuk memikat para penggemar.

Namun begitu, produksi untuk ukuran dewasa masih belum sangat luas. Meski produksi jersey replika untuk anak-anak tetap makin gencar. Sebab pada era tersebut, orang dewasa masih jarang memakai jersey di kala santai. Belum lagi, orang dewasa yang memakai kaos olahraga di tempat umum masih dirasa aneh.

Kala itu, jersey hanya akan dipakai ketika tim kebanggaan bertanding di partai final. Baru ketika menginjak tahun 1980, sebagian kecil penggemar sudah mulai nonton pertandingan di stadion dengan memakai jersey secara teratur. Sayangnya, resiko dikeroyok saat pertandingan sudah mulai ada. Ditambah lagi tidak terdapat ruang khusus untuk penjualan merchandise.

Hal itu bikin produsen kit kembali menginjak rem produksi. Produksi kaos replika pun jalan, tapi jumlahnya tidak banyak. Jelang berakhirnya dekade 1980-an, pembelian jersey mendadak meningkat. Salah satu penyebabnya adalah sikap hooliganisme dari para penggemar sepak bola yang cenderung menurun.

Puncaknya terjadi pada Piala Dunia 1990. Ahli Statistik dari Institute of Work Psychology, Chris Stride dikutip Chronicle Live menyampaikan hasil risetnya, bahwa terjadi lonjakan pembelian jersey replika untuk pertama kalinya. Para penggemar mulai berduyun-duyun membeli jersey replika tim kebanggaannya, menyusul euforia Piala Dunia 1990.

Ribuan penggemar terlihat memakai jersey replika di rumah-rumah dan di venue-venue pertandingan. Mereka tidak lagi malu apalagi merasa tabu memakai kaos olahraga di tempat umum. Produsen kit pun mulai merevisi kerja samanya dengan klub ke arah yang lebih menguntungkan. Di mana mereka bisa memproduksi replika jersey dan mendistribusikannya secara lebih luas, dan tentu saja tidak melanggar hak cipta.

Sumber referensi: chroniclelive.co.uk, yoursoccerhome.com, wthr.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru