Nomor punggung pemain sepakbola tak jarang menjadi penanda atau identitas tersendiri bagi seorang pemain. Kita biasanya akan dengan mudah mengenali pemain hanya dengan mengingat nomor punggung nya saja, seperti misalnya Cristiano Ronaldo yang begitu lekat dengan nomor punggung 7, hingga Lionel Messi yang kerap terlihat dengan nomor punggung 10.
Karena alasan tertentu, sebuah tim sepakbola juga sampai rela mempensiunkan nomor punggung pemain yang dianggap memiliki nilai lebih atau yang lainnya. Tidak hanya sebagai penghormatan, namun juga alasan lain yang terkadang tidak masuk diakal.
Pada kesempatan kali ini, Starting Eleven akan coba menceritakan tentang kisah unik dan menarik tentang dipensiunkannya nomor punggung pemain sepakbola.
Penghormatan Kepada Jasa Pemain
Tentang alasan penghormatan kepada jasa seorang pemain, kita tentu sudah sangat sering mengetahuinya. Ada banyak penggawa yang telah memberikan kontribusi lebih bagi tim hingga membuat nomor yang biasa dikenakannya tidak lagi diproduksi, atau dengan kata lain tidak boleh ada pemain lain yang mengenakan nomor tersebut.
Euros countdown: 3⃣ days to go
Paolo Maldini. The number 3’s number 3. Never has a defender’s number seemed so cool. pic.twitter.com/TO0eWLrvEz
— COPA90 (@Copa90) June 8, 2021
Contoh dari pemain yang mendapat penghormatan dengan cara mempensiunkan nomor punggung yang sudah melekat dengan dirinya adalah Paolo Maldini. Legenda Milan yang kini duduk di kursi manajemen tim telah banyak torehkan banyak sekali gelar hingga kontribusi menggelegar. Tak perlu lagi disebutkan trofi apa saja yang berhasil diraih Maldini, yang pasti, keberadaannya di klub sekaliber Milan telah membuat banyak penggemar rasakan momen-momen tak terlupakan.
Selain Maldini, Milan juga telah menahan nomor punggung enam untuk tidak digunakan para pemain lain. Nomor punggung 6 sendiri biasa dikenakan oleh kapten legendaris mereka, Franco Baresi. Sama seperti Maldini, jasa yang telah diberikan Baresi kepada Milan juga tak bisa diukur lagi seberapa hebatnya.
Kemudian ada Javier Zanetti dan Giacinto Facchetti yang masing-masing telah membuat nomor 4 dan 3 di Inter Milan tidak lagi digunakan. Dua legenda itu disebut sebagai pemain yang tak kan terganti, menyusul kontribusi besar yang diberikan.
Javier Zanetti dan Giacinto Facchetti, seperti diketahui, telah menasbihkan diri untuk terus membela Inter dalam waktu yang sangat lama.
Di klub lain, kita juga akan menemukan nomor punggung 10 yang dipensiunkan Napoli untuk menghormati jasa Maradona. Kemudian ada nomor punggung 10 lainnya yang tak boleh lagi dipakai di Brescia untuk menghormati jasa Roberto Baggio.
Maradona forever #10 #Napoli pic.twitter.com/TamZl30nh4
— Abdellah Boulma (@AbdellahBoulma) October 17, 2021
Beralih ke kompetisi Inggris, kita akan menemui nama seperti Bobby Moore yang nomor punggung 6 nya telah dipensiunkan oleh West Ham United. Memainkan lebih dari 500 pertandingan di liga bersama West Ham jelas membuat nama Bobby Moore sangat dihormati. Persembahan sejumlah trofi membuat namanya kian menjadi ikon di klub berjuluk The Hammers, apalagi keikutsertaannya dalam skuad timnas Inggris yang berhasil meraih trofi Piala Dunia tahun 1966.
Sementara itu, di kompetisi Spanyol, kita akan melihat nomor punggung 21 di Barcelona sebagai penghormatan untuk Luis Enrique. Namun, kita semua tahu bila nomor 21 di Barcelona hanya pensiun antara tahun 2004 sampai 2006 saja mengingat La Liga tidak mengizinkan memensiunkan nomor secara permanen.
Kini kita bisa melihat nomor punggung 21 Barcelona yang dikenakan oleh Frenkie de Jong.
Kemudian di Ajax Amsterdam, nomor punggung 14 sudah tidak boleh dikenakan oleh siapapun setelah klub tersebut begitu menghormati jasa Johan Cruyff, yang berhasil memenangkan sebanyak tiga penghargaan Ballon D’or semasa berkostum Die Amsterdammers.
Yang menarik adalah ketika Marseille memutuskan untuk mempensiunkan nomor punggung 28 sebagai penghormatan kepada pemain mereka, Mathieu Valbuena. Namun sialnya, sang pemain malah bergabung dengan tim rival Olympique Lyon pada tahun 2015, yang kemudian membuat Marseille mencabut ulang aturan dipensiunkannya nomor 28 di tim.
Penghormatan Setelah Kematian Pemain
Tidak hanya jasa yang telah diberikan kepada seorang pemain saja, nomor punggung juga seringkali dipensiunkan untuk menghormati seorang pemain yang telah wafat dalam tragedi tertentu.
Dalam hal ini, nama Marc-Vivien Foe menjadi pemain yang nomor punggungnya dipensiunkan usai dinyatakan meninggal dunia dalam sebuah pertandingan. Diceritakan, Marc-Vivien Foe yang tampil untuk timnas Kamerun dalam Piala Konfederasi 2003 melawan Kolombia tergeletak di menit ke 72.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, Marc-Vivien Foe dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit jantung yang dideritanya.
18 years to this day, Marc-Vivien Foé sadly passed away at the age of just 28 when Cameroon 🇨🇲 faced Colombia 🇨🇴 in the Confederations Cup.
RIP ❤️ pic.twitter.com/A96kUAfzPi
— EPL Bible (@EPLBible) June 26, 2021
Untuk menghormati jasa sang pemain yang telah meninggal, nomor punggung yang biasa dikenakan Marc-Vivien Foe pun dipensiunkan oleh sejumlah tim yang pernah dibelanya seperti Manchester City (23) dan Lens (17).
Selain Marc-Vivien Foe, masih ada nama Emiliano Sala, yang kita tahu tewas akibat kecelakaan pesawat. Emiliano Sala yang mengenakan nomor punggung 9 di Nantes pun membuat klub tersebut memilih untuk mempensiunkan nomor nya.
Lalu, masih ada nama Davide Astori, yang disebut sebagai legenda Fiorentina. Kematian Astori di kamar hotel sempat membuat dunia sepakbola, Italia khususnya, geger. Astori yang masih menjabat sebagai kapten La Viola pun mendapat banyak penghormatan, yang salah satunya datang dari nomor punggung 13 yang dipensiunkan.
Selain Fiorentina, Cagliari yang sempat menjadi klub Astori meniti karir pun turut mempensiunkan nomor punggung 13 sang legenda.
A beautiful mural in tribute to former Fiorentina captain Davide Astori has been unveiled in Florence 💜
The Italian defender sadly passed away in 2018 aged only 31. pic.twitter.com/QZkJmTbazW
— ESPN FC (@ESPNFC) May 25, 2021
Penggawa lain adalah Junior Malanda, yang nomor punggung 19 nya dipensiunkan oleh Wolfsburg, setelah dirinya tewas dalam sebuah kecelakaan mobil.
Nama lain yang mendapat penghormatan serupa adalah Antonio Puerta di Sevilla (16), dan Dani Jarque di Espanyol (21). Namun seperti yang sempat disinggung, nomor punggung tersebut kembali dikenakan mengingat aturan sepakbola Spanyol melarang nomor dipensiunkan secara permanen.
Alasan Lain
Ketika banyak tim di dunia yang mempensiunkan nomor punggung pemain karena jasa dan juga penghormatan bagi mereka yang telah tiada, beberapa klub ini malah memiliki alasan lain yang terbilang unik.
Pertama ada Leeds United. Pada 15 Mesi 2014, Leeds mempensiunkan nomor punggung 17 karena mantan bos mereka, Massimo Cellino, sangat percaya dengan takhayul. Pria asal Italia menganggap bila nomor 17 merupakan angka sial. Jadi setelah sosok Michael Brown terakhir kali menggunakannya, tidak ada lagi pemain Leeds yang menggunakan nomor tersebut.
Hal itu setidaknya bertahan selama kurang lebih lima tahun. Pasalnya pada musim 2019/20, Hélder Costa tercatat sebagai pemegang no 17 di Leeds.
5′ GGGGGGOOOOOAAAAAALLLLLL!!! HELDER COSTA RIFLES A SHOT INTO THE BACK OF THE NET!!! 1-0 pic.twitter.com/a2nzQnAilA
— Leeds United (@LUFC) September 19, 2020
Tim lain, yaitu Leicester City, melarang para pemain untuk mengenakan nomor 50 setelah klub secara resmi memberikan nomor tersebut kepada sang maskot, Filbert Fox. Sementara itu, Chelsea yang merupakan salah satu tim paling populer di dunia juga tidak pernah menyertakan pemain dengan nomor punggung 25.
Meski mereka tidak pernah secara resmi mengumumkan telah mempensiunkan nomor punggung 25, tidak ada lagi pemain lain yang menggunakan nomor tersebut setelah sang legenda Gianfranco Zola jadi yang terakhir kali mengenakannya pada musim 1996/97 sampai 2002/03.
Yang tak kalah menarik adalah dipensiunkan nya nomor punggung 12 oleh sebuah tim, sebagai dedikasi kepada suporter mereka yang dianggap sebagai pemain ke 12. Beberapa nama yang mempensiunkan nomor punggung 12 untuk suporternya adalah FC Bayern hingga Persija Jakarta.
Punya cerita unik tentang nomor punggung lainnya? Jangan sungkan untuk membagikannya di kolom komentar ya.


