Sebaiknya Barcelona (Segera) Pecat Ronald Koeman

spot_img

Barcelona kembali kalah! Dalam lanjutan matchday kedua Liga Champions, Barca yang bertandang ke markas Benfica dipaksa pulang dengan tangan hampa. Tak tanggung-tanggung, anak asuh Ronald Koeman menelan kekalahan telak 3 gol tanpa balas.

Kekalahan telak dari Benfica tersebut seperti menjadi puncak masalah Barcelona di bawah asuhan Ronald Koeman musim ini. Bukan sekadar hasil yang jadi bahan kritikan, tetapi juga bagaimana cara Barca bermain di bawah racikan pelatih 58 tahun itu.

Koeman dan Masalah Taktikal yang Ditimbulkanya

Di laga melawan Benfica, Barca menang penguasaan bola hingga nyaris 60%. Mereka juga berhasil mencatat 467 umpan akurat di laga tersebut. Sayangnya, Ansu Fati dkk gagal menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran dari 8 kali percobaan.

Laga melawan Benfica semakin menguatkan dugaan bahwa ada masalah taktikal dalam tubuh Barcelona. Serangan Barca seperti berputar-putar tanpa arah yang jelas. Alhasil, pasukan Ronald Koeman kesulitan mencetak gol.

Dari catatan UEFA, di laga melawan Benfica, Koeman memasang formasi 3-5-2. Ini bukan kali pertama Barca memainkan formasi tersebut dan bukan kali pertama Koeman mengotak-atik formasi Barcelona yang dari dulu identik dengan formasi 4-3-3.

Di matchday pertama Liga Champions kontra Bayern Munchen, Barca juga memakai formasi 3-5-2. Seperti yang kita tahu, hasil pertandingan itu berkesudahan dengan skor 3-0 untuk kemenangan Bayern Munchen. Artinya, Barca belum pernah menang di Liga Champions musim ini. Parahnya, menurut catatan UEFA, Memphis Depay dkk jadi satu-satunya kontestan Liga Champions musim ini yang belum menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Dua kekalahan di ajang Liga Champions itu membuat posisi Ronald Koeman sebagai juru taktik Barcelona berada di ujung tanduk. Kini, nasibnya di Camp Nou tengah menjadi spekulasi. Wajar, di La Liga, meski Barca belum menelan kekalahan, mereka sudah 3 kali imbang melawan Athletic Bilbao, Granada, dan Cadiz.

Dua dari tiga hasil imbang, yakni kala bersua Bilbao dan Granada juga didapat dengan cara yang identik. Barca tertinggal lebih dulu sebelum berhasil menyamakan kedudukan dengan susah payah. Dari 5 pertandingan terakhir saja, Blaugrana hanya menang sekali, imbang 2 kali, dan kalah 2 kali.

Para pemain Barca sebetulnya juga sadar akan situasi yang tengah terjadi. Mereka tak menutup mata dengan hasil buruk yang didapat akhir-akhir ini. Namun, menanggapi hal tersebut, kapten Sergio Busquets berpendapat bahwa memecat Ronald Koeman dari kursi pelatih bukanlah solusi yang bijak. Senada dengan seniornya, gelandang Frenkie de Jong juga punya pendapat yang sama.

“Saya tidak bisa berbicara tentang Koeman, itu bukan hak saya. Saya tidak berpikir mengganti pelatih bisa menyelesaikan apa pun. Kami telah kalah dan kami belum mencetak gol. Kami berada dalam situasi yang sangat sulit.” kata Frenkie de Jong dikutip dari AS.

Lalu, apakah benar Ronald Koeman layak dipertahankan?

Para Kandidat Pengganti Ronald Koeman

Menurut kabar dari beberapa media lokal Spanyol, Joan Laporta diperkirakan tak akan buru-buru memecat Koeman. Laporan dari Marca juga menunjukkan hal yang sama. Tepat setelah kembali dari Lisbon, Joan Laporta dan beberapa dewan direksi klub dilaporkan mengadakan rapat terbatas untuk membahas masa depan Ronald Koeman. Namun dari penuturan Fabrizio Romano, para petinggi Barcelona juga sudah mulai berpikir untuk mencari manajer baru.

Ada beberapa kadidat yang muncul belakangan ini. Mengutip dari Mundo Deportivo, para kandidat yang masuk radar Barca antara lain, Andrea Pirlo, Thomas Tuchel, Roberto Martinez, Marcelo Gallardo, hingga Xavi Hernandez. Belakangan muncul pula nama Antonio Conte, Jurgen Klopp, dan Erik Ten Hag dalam bursa calon pelatih Barcelona.

Nama Xavi Hernandez tentu yang paling difavoritkan. Mantan gelandang Barcelona itu sudah diisukan bakal segera menukangi Blaugrana sejak musim lalu. Namun, mantan striker Barca, Luis Suarez punya pendapat lain. Menurutnya, ini bukan waktu yang tepat untuk kembali ke Camp Nou.

“Di Barca ada perang yang menyakiti para pemain. Saya pribadi merekomendasikan Xavi untuk menunggu. Ini bukan waktu yang ideal untuk pergi ke klub. Dia pintar dia harus menunggu sebentar,” kata Luis Suarez.

Ronald Koeman sendiri juga sadar bahwa posisinya dalam ancaman serius. Namun, seperti yang ia bilang “Saya merasa didukung, sangat didukung oleh para pemain saya di sini di Barcelona. Dan oleh klub? Saya tidak tahu.”

Perlu dipahami bahwa beberapa pemain Barcelona saat ini memiliki hubungan erat dengan Ronald Koeman, khususnya mereka yang sama-sama berasal dari Belanda. Artinya, memecat Koeman bisa menimbulkan masalah dalam ruang ganti pemain. Akan tetapi, kami punya pandangan lain.

Catatan Minor Koeman Sebagai Pelatih

Tak bisa dipungkiri bahwa Ronald Koeman telah merusak gaya main Barcelona. Bayangkan saja, menurut laporan surat kabar Sport, para pemain baru tahu sistem formasi 3-5-2 beberapa jam sebelum kick-off melawan Benfica.

Sementara di laga melawan Granada, Marca mencatat bahwa Barca melakukan 54 kali umpan silang. Hal tersebut tentu kontras dengan gaya main Barca sebelumnya yang identik dengan permainan kombinasi dari kaki ke kaki. Meski telah mengubah gaya main, Barca hanya berhasil menahan imbang Granada.

Selain masalah taktikal, Barca di bawah asuhan Koeman punya masalah lain. Sebagai manajer, Koeman punya rekam jejak negatif terkait bagaimana dia menangani masalah internal. Nyaris sepanjang kariernya sebagai pelatih, Koeman selalu terlibat masalah, baik dengan manajemen klub, staff, maupun pemain. Masalahnya lagi, ia seperti playing victim dengan kerap mengumbar konflik internal di depan publik.

Salah satu kasus yang paling menghebohkan adalah ketika ia menangani Valencia di musim 2007/2008. Tak tanggung-tanggung, Koeman terlibat perang dingin dengan para legenda Valencia, yakni Santiago Canizares, Miguel Angel Angulo, dan David Albelda yang merupakan kapten tim. Ketiganya disingkirkan Koeman dari tim utama, tetapi dilarang bergabung ke klub lain. Konon kabarnya, kasus tersebut sempat dibawa ke ranah hukum.

Tak hanya itu, di Valencia Koeman juga terlibat konflik panas dengan Joaquin Sanchez. Perseteruan keduanya bermula dari Joaquin yang datang terlambat 15 menit ke sesi latihan. Joaquin mengaku mobilnya mengalami masalah setelah mengantar anaknya ke sekolah.

Meski telah menjelaskan alasannya, Koeman menghukum Joaquin dengan mencadangkannya di pertadingan berikutnya. Keputusan tersebut sangat kontroversial, sebab beberapa waktu sebelumnya Ever Banega yang juga datang terlambat ke sesi latihan justru dimainkan sebagai starter.

Kuat dugaan bahwa kedekatan Joaquin dengan Canizares, Angulo, dan Albelda menjadi penyebab panasnya hubungan antara Ronald Koeman dengan Joaquin. Hubungan tak harmonis di antara keduanya bahkan berlangsung nyaris sepanjang musim dengan puncaknya terjadi di laga final Copa del Rey 2008.

Seperti yang sudah diduga, Koeman tak memainkan Joaquin. Namun masalahnya, pelatih asal Belanda itu membuat sang pemain melakukan pemanasan di pinggir lapangan sepanjang babak pertama dan kedua berlangsung. Sejak saat itu, keduanya menjadi musuh abadi dan tak pernah akur hingga hari ini.

Koeman pernah berkata ke media bahwa Joaquin adalah pemain yang tak layak bernilai 25 juta euro. Sebagai balasannya, Joaquin berkata, “Saya lebih tertarik kepada wine.” Kepada Marca Joaquin juga pernah berujar, “Saya tidak akan menerima Koeman, bahkan sebagai kitman.”

Konflik serupa sebetulnya juga sudah terjadi ketika Ronald Koeman menjadi pelatih Barcelona. Di awal kedatangnnya, ia langsung menyingkirkan Luis Suarez. Hal itu sempat membuat panas ruang ganti pemain, sebab seperti yang kita tahu, Suarez adalah sahabat karib Lionel Messi.

Sebagai seorang pelatih yang mestinya melindungi pemainnya sendiri, Koeman terkadang justru melakukan yang sebaliknya. Perlakuannya kepada Miralem Pjanic adalah salah satu contohnya. Contoh lainnya adalah bagaimana Koeman memandang sebelah mata Riqui Puig.

Koeman diketahui pernah menyerang sang wonderkid gara-gara membocorkan pembicaraannya ke publik. Ini bermula dari keputusannya yang meminta Puiq untuk mencari klub baru. Namun sang pemain bersikeras bertahan demi membuktikan kualitasnya.

Selain tak segan mengkritik pemainnya sendiri, Koeman yang terlalu banyak bicara di depan publik kerap mengeluarkan statement kontroversial. Seperti kala ia menyebut bahwa Luuk de Jong jauh lebih berbahaya ketimbang Neymar. Nyatanya, bomber asal Belanda baru mencetak 1 gol sepanjang musim ini.

Terbaru, muncul kabar bahwa sejatinya hubungan Koeman dengan Joan Laporta sudah tak harmonis. Sikap Koeman yang keras kepala dan anti kritik jadi salah satu penyebabnya. Menurut laporan surat kabar Sport, Laporta dan Koeman tidak berbicara satu sama lain selama penerbangan dari Lisbon ke Barcelona.

Sebaiknya Barcelona (Segera) Pecat Koeman

Inilah yang jadi bahan pertimbangan utama untuk sesegera mungkin memecat Ronald Koeman dari kursi pelatih Barcelona. Meski di musim lalu ia berhasil mempersembahkan trofi Copa del Rey, tetapi pencapaian tersebut tak layak dijadikan acuan. Sebab, musim ini langkah Barca jauh lebih terseok-seok.

Selain telah merusak Barca dari segi taktikal, tingkah laku Koeman yang terlalu banyak bicara dan mengumbar kekisruhan internal di depan khalayak umum tentu tak bagus untuk perkembangan tim. Apalagi, Barcelona kini tengah membangun ulang skuadnya di tengah kriris finansial.


***
Sumber Referensi: Detik, AS, Marca, Football-Espana, Marca 2, Marca 3, Football Espana 2.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru