Cristiano Ronaldo resmi melakukan kepulangan paling sensasional pada musim panas tahun ini. Sempat membuat panik para penggemar Setan Merah dengan menaruh nama klub tetangga dalam drama kepulangannya, Ronaldo kini lega dan merasa bahagia. Dia telah kembali ke tempat dimana dia seharusnya berada.
Dalam proses kepulangannya, Ronaldo juga tak lupa untuk berterimakasih kepada mantan pelatih terbaiknya. Pria beruban yang dulu memboyongnya dari Portugal, disebutnya sebagai dalang dari cerita paling menakjubkan.
Meski karirnya di periode pertama tergolong luar biasa, selama membela Setan Merah, Ronaldo tercatat hanya ciptakan satu hattrick. Itu terjadi di laga melawan Newcastle United pada tahun 2008. Tiga belas tahun kemudian, sebanyak 57 hattrick lalu sukses dia ciptakan, untuk dibawanya pulang di pertandingan dengan musuh yang sama.
Secara kebetulan, muncul kabar bahwa Ronaldo bakal melakoni debut kedua Manchester United di laga melawan Newcastle United pada akhir pekan. Meski direncanakan bakal memulai pertandingan dari bangku cadangan, kabarnya sebuah sambutan meriah bakal dilakukan.
Belum lama ini, Ronaldo juga telah kembali ke tempat latihan. Dalam sebuah video yang diunggah akun Twitter resmi Setan Merah, terlihat sosok CR7 berjalan menyusuri lapangan.
First day back 👀
🤜 @Cristiano 🤛#MUFC | #UnitedOnTikTok pic.twitter.com/vVT3NGoxQD
— Manchester United (@ManUtd) September 7, 2021
Jika nantinya laga debut kedua memang benar direalisasikan, maka Ronaldo berpotensi mengulang skenario bersejarah yang sempat ia rekam di laga melawan Newcastle United beberapa tahun silam.
Tampak bakal jadi andalan meski sudah tidak berada di angka meyakinkan, seberapa hebat kemampuan Ronaldo di usia yang melebihi 35 tahun?
Seberapa Hebat Ronaldo di Usia Lebih dari 35 Tahun?
Jika bicara tentang kemampuan Ronaldo, tentu semua tidak akan meragukan. Usia tidak menjadi halangan. Bahkan musuh yang dinilai lebih besar pun habis disikat oleh pria dengan kemampuan jempolan.
Ronaldo, yang sempat putuskan hengkang pada 2009, kini hadir dengan segudang kepopuleran. Kedatangannya disambut bak pahlawan. Berita tentangnya terus dibanjiri komentar pujian. Dan kini, kabar tentang debut keduanya juga sangat-sangat dinantikan oleh para penggemar.
He’s 𝗵𝗼𝗺𝗲.
❤️ @Cristiano
#MUFC | #HereWeBelong pic.twitter.com/PyHUw8q9yy— Manchester United (@ManUtd) September 9, 2021
Tidak bisa dinafikan bila kejayaan Manchester United masih tetap bertahan meski Ronaldo hengkang. Namun itu tak bertahan lama. Tepat setelah sang pelatih legenda putuskan berhenti dan mengakhiri tugas beratnya, Setan Merah terlihat seperti klub yang baru memulai segalanya. Gelar liga tak pernah didapat. Di level Eropa? Paling cuma trofi kompetisi kelas dua yang berhasil diangkat.
Maka, kehadiran Ronaldo begitu banyak diharapkan oleh para penggemar untuk kembalikan kejayaan.
Sejak pergi dari MU, Ronaldo selalu menjadi andalan klub yang dibelanya. Torehan golnya sejak tahun 2011 sampai 2018 tidak pernah kurang dari angka 40. Catatan ini kemudian jadi semakin istimewa setelah dalam delapan tahun sejak terakhir kali MU memenangkan gelar, tidak ada satu pun pemain mereka yang mampu ciptakan setidaknya 20 gol di kompetisi liga dalam setiap musimnya.
Selama membela Real Madrid, Ronaldo bahkan tercatat mampu ciptakan 450 gol dari 438 pertandingan.
Lalu bila menyoal tentang usianya sekarang, maka prestasinya di Juventus bisa dijadikan sebagai dasar. Tercatat selama tiga tahun membela Si Nyonya Tua, torehan gol Ronaldo tak pernah kurang dari angka 20. Di musim 2018/19 dia mencetak 28 gol, lalu pada musim berikutnya dia mampu cetak sebanyak 37 gol, dan yang terakhir torehan golnya mentok di angka 36.
Sebuah capaian besar yang tentunya sangat luar biasa, ketika banyak orang yang meremehkan kemampuan Ronaldo di usia senja.
Tak hanya di level klub, di usianya yang kini menginjak angka 36, Ronaldo juga baru saja memecahkan rekor sebagai pemain sepakbola pria dengan torehan gol terbanyak di level Internasional. Koleksi 111 gol nya mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Ali Daei dengan catatan 109 gol.
🇵🇹 All-time top international scorer Cristiano Ronaldo has 111 goals in 180 games for Portugal 🔝#WCQ pic.twitter.com/G3XItWOiEe
— European Qualifiers (@EURO2020) September 1, 2021
Di kompetisi Piala Eropa kemarin saja, Ronaldo berhasil menjadi top skor dengan torehan 5 gol. Hal ini membuktikan bila usia tua tak menjadi halangan bagi Ronaldo untuk terus ciptakan gol. Di sisi lain, Manchester United membutuhkan sosok yang benar-benar mampu diandalkan dalam setiap laga. Seolah menjadi pasangan yang pas, Ronaldo adalah jawaban dari segala permasalahan Setan Merah.
Dia sangat berbahaya ketika berada di kotak penalti lawan. Hal itu dibuktikan dengan mayoritas golnya yang dicetak untuk Juventus, dimana itu berada di dalam kotak penalti lawan.
Pada musim lalu sendiri, persentase tembakan ke gawang yang dilakukan Ronaldo di dalam kotak penalti juga mencapai angka 11%, yang mana catatan itu menjadi yang tertinggi di kompetisi Serie A pada musim lalu. Selain itu, catatan tersebut juga menjadi yang tertinggi di sepanjang karirnya, dengan angka 10% pada musim 2017/18 menjadi yang kedua.
Masih belum cukup sampai disitu, pada musim 2020/21 kemarin di kompetisi Serie A, Ronaldo juga menjadi pencetak gol terbanyak (29), menjadi pencetak gol terbanyak melalui kepala (7), menciptakan tendangan terbanyak (168), hingga ciptakan tembakan ke gawang terbanyak (69).
Cristiano Ronaldo leaves Juventus after 3 seasons as:
– Top scorer of Serie A
– Best goal ratio in Juventus history
– Most goals in a single season
– Fastest to reach 100 goals
– Most consecutive Serie A games scoringWhat an unreal time he had at Italy. pic.twitter.com/5n4FrG3Zut
— Diego Futbol (🎖️) (@RonaldoTeam_HQ) August 28, 2021
Sekali lagi, usia sama sekali tidak menumpulkan kemampuan mencetak gol nya. Selain itu, di usia yang sudah melebihi batas produktif, Ronaldo juga tampil dalam 85 persen pertandingan Serie A bersama Juventus.
Prediksi Line Up MU Bersama Ronaldo
Bersama skuad yang dipimpin Ole Gunnar Solskjaer, setidaknya ada sejumlah skema yang bisa diterapkan bersama Ronaldo.
Pertama adalah formasi 4-3-3, dimana Ronaldo berperan sebagai ujung tombak dan ditemani oleh Marcus Rashford dan juga Jadon Sancho di sisi sayap. Kecepatan dua pemain tersebut akan semakin menambah daya ledak United di lini serang.
Kemudian, ada trio McTominay, Paul Pogba, dan juga Bruno Fernandes yang disiapkan untuk menghuni lini tengah.
Berikutnya adalah skema 4-2-3-1, dengan nama Ronaldo berperan sebagai striker tunggal. Pemain asal Portugal itu akan diposisikan sebagai target man, dengan sokongan tiga pemain yang berada tepat di belakang, yakni Sancho, Fernandes, dan Pogba.
Assisted by: Rooney -> Greenwood 🏴
Scored by: Ronaldo -> Fernandes 🇵🇹 #MUFC https://t.co/unrqNS6izA— United Zone (@ManUnitedZone_) July 1, 2020
Skema ketiga yang bisa diterapkan adalah 3-4-1-2. Skema tiga bek bisa diterapkan Ole dengan menempatkan nama Wan Bissaka dan Luke Shaw di garis yang lebih ofensif. Selanjutnya tiga pemain seperti Greenwood, Pogba dan Fernandes bisa fokus untuk menunjukkan keterampilan di lini tengah.
Lalu, Ronaldo bisa diduetkan dengan nama Mason Greenwood untuk menciptakan sebuah serangan mematikan di lini depan.
Skema lain yang bisa digunakan adalah 4-3-3, dengan menarik Ronaldo lebih ke belakang. CR7 bisa ditempatkan di posisi sayap kiri seperti yang biasa dimainkan. Sementara itu, posisi penyerang utama bisa diisi oleh Edinson Cavani, dan di sayap kanan nama Jadon Sancho bisa menjadi andalan.
Manchester United akan benar-benar mengalami peningkatan dengan keberadaan Ronaldo di dalam skuad. Selain mereka jadi lebih berbahaya di lini depan, pengaruh yang diberikan Ronaldo juga tentunya tak hanya berasal dari dalam lapangan. Dedikasi, pengalaman, serta komitmen yang ditunjukkan akan sangat berguna bagi seluruh skuad Setan Merah.
Hal tersebut juga diakui langsung oleh mantan pemain MU, Louis Saha. Pria yang putuskan terjun ke dunia bisnis itu tak ragu untuk berujar bila MU akan mendapatkan banyak sekali hal positif dari Ronaldo.
“[Cristiano] was just an animal. I don’t know if you can say that he was a human! You could see from when he was 18 or 19 that this guy was not normal.”
– Louis Saha on Cristiano Ronaldo. pic.twitter.com/ejf4kUcj57
— TCR. (@TeamCRonaldo) January 18, 2020
“Dia (Ronaldo) akan memberikan jaminan dengan semangat juang, semangat tim, dan gol yang akan dia cetak dari dedikasinya. Dia akan memberikan tolok ukur kepada para pemain muda, seperti Greenwood, Rashford, Martial; semua pemain itu akan mendapat manfaat darinya. Itu bagus dan ini adalah penandatanganan yang luar biasa.” ucap Saha (via Manchester Evening News)
Sumber referensi: Sky Sport, Manchester Evening News, Sky Sport 2


