Florentino Perez telah membuktikan diri sebagai salah satu presiden sepak bola paling disegani. Meski banyak timbulkan kontroversi, seperti misalnya berencana membuat liga sendiri, harus diakui bila Perez telah banyak berikan dedikasi untuk olahraga ini. Berdiri di atas segala caci, terus berjalan diantara para pembenci, dan memberikan gebrakan yang sampai membuat mulut seluruh penggemar terkunci, sudah menjadi hal yang selalu iringi jalan pria 74 tahun ini.
Florentino Pérez has seemingly blamed Man City for the collapse of the ESL: 🗣
“There was one of the English clubs who didn’t seem so interested and that spread. They signed the contract but we could already see that they were not convinced. And then the avalanche started.” pic.twitter.com/orhNKNUm1j
— Footy Accumulators (@FootyAccums) April 22, 2021
Bersama Real Madrid, sejak pertama kali tapakan kaki pada tahun 2000 silam, Florentino Perez mampu membuat semua orang terkesima dengan kinerjanya. Pembelian pemain bintang! Adalah spesialisasinya. Bermodal dana besar plus iming-iming yang tak bisa disingkirkan, setiap pemain yang mulanya sempat menolak, pada akhirnya tak akan ragu untuk bubuhkan tanda tangan kontrak.
Pemain Bintang Terbaik yang Didatangkan
Perjalanan Perez sebagai seorang negosiator ulung dimulai dari perekrutan Luis Figo. Kita semua tentu masih ingat betapa sakitnya hati para penggemar FC Barcelona, ketika salah satu bintang andalannya harus berkhianat ke klub ibukota. Sedikit bercerita tentang proses salah satu transfer paling kontroversial ini, Perez disebut telah bermain licik. Dia disebut telah menjebak sang pemain untuk kemudian mau membubuhkan tanda tangan.
Selain itu, ada kabar yang mengatakan bila penandatanganan Figo adalah janji Perez bila dia terpilih sebagai presiden klub. Yang tak kalah mencengangkan, ketika Perez resmi jadi presiden, dia kembali memberikan janji kepada Real Madrid, bila sang bintang asal Portugal berhasil gabung, dia akan membayar tiket musiman seluruh anggota klub selama setahun penuh.
He was the best player in the world.
He was set to win the Ballon d’Or.
He moved from Barcelona to Real Madrid.One of the most famous transfers in football history, Luís Figo’s €62m move kick-started the first Galáctico era at the Santiago Bernabéu. pic.twitter.com/iHDMXM4EIS
— bet365 (@bet365) August 19, 2021
Dan, benar saja.
Dalam sebuah kesepakatan senilai 72 juta euro atau setara lebih dari 1,2 triliun rupiah, Luis Figo dengan berat hati harus memperkenalkan diri sebagai pemain Real Madrid. Sang bintang yang mengaku tidak ingin meninggalkan FC Barcelona, resmi menjadi galactico anyar rekrutan Florentino Perez.
Setelah melakukan permulaan yang fantastis, laju kencang Perez kian tak terhentikan. Dia yang ketika itu mengetahui Zidane sebagai pemain besar, plus punya potensi untuk meningkatkan popularitas klub, langsung menghubungi Luciano Moggi selaku perwakilan Juventus untuk memberikan salah satu pemain terbaiknya itu kepada el Real.
Namun percobaan pertama yang dilakukan gagal. Moggi menolak dengan dalih Si Nyoya Tua masih sangat membutuhkan jasanya. Bahkan, Moggi juga mengaku telah memberitahu Zidane kalau Perez mencoba untuk merekrutnya, dengan dia tidak akan melepaskannya pergi.
Gareth Bale for Real Madrid:
Won more trophies than Zidane
Better goals per game ratio than Raul
Provided more assists than Beckham
Scored in more finals than R9 pic.twitter.com/dov17JJpS9— ESPN FC (@ESPNFC) July 23, 2019
Namun apa yang terjadi selanjutnya? Perez yang entah datang dengan ilmu apa, tiba-tiba mampu membuat Zidane menyetujui kesepakatan. Sebuah kontrak bernilai 77 juta euro atau setara 1,3 triliun rupiah disodorkan sebagai jaminan dan berhasil membuat sang playmaker handal menapakkan kaki di Estadio Santiago Bernabeu.
Belum cukup mengambil satu bakat yang berkompetisi di Serie A Italia, Florentino Perez, pada musim panas tahun 2002, tiba-tiba menyodorkan tawaran kepada Inter Milan untuk bisa dapatkan jasa Ronaldo Luis Nazario de Lima. Sebuah tawaran yang disebut perwakilan Inter, Massimo Moratti, sebagai usaha yang sia-sia.
“Ronaldo harus mulai memahami bahwa terkadang dalam hidup, kita harus beradaptasi dengan situasi yang tidak sesuai dengan keinginan atau harapan kita,”
“Dia akan bertahan di Inter, suka atau tidak suka.” kata Moratti. (via Marca)
Namun seperti yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya, magis Perez berhasil membuat salah satu bintang sekelas Ronaldo mau bergabung dengan Real Madrid. Perez yang mendatangi langsung sosok Moratti, muncul dengan sejumlah uang sebesar 55 juta euro atau setara 930 miliar rupiah. Setelah terjadi sedikit negosiasi, akhirnya diputuskan bahwa Inter resmi melepas salah satu bintang terbaiknya itu ke Bernabeu.
Ronaldo Nazário 🇧🇷
The only player to score for both Barcelona and Real Madrid in the Clasico, and both Inter and AC Milan in the Milan derby. ⚽️ pic.twitter.com/ZxMjOO1ZoH
— BlameFootball (@blamefootball) December 1, 2018
Pembelian Perez berikutnya yang tidak kalah menghebohkan adalah ketika el Real mampu datangkan pemain paling populer di Inggris, David Beckham. Selama bertahun-tahun lamanya, Perez mengaku bila Beckham terus menolak tawaran yang diberikan Real Madrid. Namun nyatanya, pesona klub yang kini koleksi 13 gelar Eropa itu terlalu kuat untuk dimentahkan.
Beckham yang ketika itu tengah mengalami masalah internal dengan tim Setan Merah, lalu memanfaatkan tawaran yang datang dari Real Madrid sebagai pelarian. Dengan biaya 25 juta euro atau setara 422 miliar rupiah, Beckham resmi menjadi bintang baru klub asal ibukota.
Terakhir, ada nama asal Inggris lainnya yang berhasil didapat dengan sebagian pesona el Real melalui Florentino Perez. Michael Owen! Wonderboy asal Negeri Ratu Elizabeth diboyong dengan mahar 12 juta euro atau setara 202 miliar rupiah.
On this day 17 years ago in 2004, Michael Owen became a ‘Galactico’, signing for Real Madrid from Liverpool for a fee of £8 million pic.twitter.com/wqxyakPm80
— Classic Football Shirts (@classicshirts) August 13, 2021
Pada periode pertama kepemimpinannya, Perez berhasil kumpulkan banyak bintang untuk menjadikan Real Madrid sebagai tim impian. Meski proyek tersebut sempat dicap gagal, Perez kembali masuk ke tantangan selanjutnya.
Pada periode kedua kepemimpinannya, bintang yang didatangkan juga tak kalah menggelegar. Generasi 2009 yang melibatkan nama Ricardo Kaka, Xabi Alonso, Cristiano Ronaldo, serta Karim Benzema, layak disebut sebagai salah satu jendela transfer paling menggelegar sepanjang sejarah.
#OnThisDay in 2009, @Cristiano was unveiled as a Real Madrid’s latest galactico 🇵🇹
How Madrid could do with a similar signing this summer 👀 pic.twitter.com/ZyysppKKGH
— Goal (@goal) July 6, 2021
Lalu, duo Tottenham Gareth Bale dan Luka Modric juga didatangkan untuk melengkapi barisan para pemain bintang beberapa tahun kemudian. Dalam menggaet dua bintang tersebut, Perez mengakui bila pemain tersebut menjadi yang terberat untuk didatangkan. Perez mengatakan bila sosok Daniel Levy sebagai perwakilan Tottenham sangat sulit untuk ditaklukkan.
Baru ketika sang pemain sendiri yang mengutarakan keinginannya untuk bergabung dengan Real Madrid, Tottenham tidak bisa berbuat apa-apa.
Terbaru, adalah perekrutan Eden Hazard dari Chelsea sebesar 100 juta euro atau setara 1,6 triliun rupiah. Meski sampai saat ini belum diketahui hasilnya, kinerja Perez dalam mendatangkan salah satu pemain paling diincar seantero Eropa ketika itu tak bisa dipandang sebelah mata.
Tantangan Terberat Ada Di Nasser Al-Khelaifi
Kini, setelah beragam transfer besar berhasil diselesaikan, perjalanan Perez bersama Madrid terhenti oleh sebuah negosiasi alot dengan klub asal negeri seberang.
Perez, sejak beberapa musim lalu, diberitakan sangat berminat untuk membawa nama Kylian Mbappe menuju Real Madrid. Namun dirinya selalu temui kendala, dimana masalah utamanya berada pada sosok Nasser Al-Khelaifi, selaku presiden Paris Saint Germain.
Kylian Mbappé joins Real Madrid… HERE WE GO! Total agreement completed. 🐢🇫🇷 #Mbappe
Nasser Al-Khelaïfi has definitely accepted Florentino Perez contract proposal and will be in Madrid in the next hours. pic.twitter.com/7JT2VQZdzX
— DjMaRiiCiO Romano (@DjMaRiiO) August 23, 2021
Kylian Mbappe sendiri sudah menyatakan bahwa dirinya sangat ingin bermain untuk Real Madrid. Klub tersebut telah menjadi mimpinya sejak kecil. Maka, Mbappe berani menolak tawaran perpanjangan kontrak yang diajukan Paris Saint Germain. Dikabarkan, dalam kurun waktu enam bulan terakhir, Mbappe telah menolak tawaran perpanjangan kontrak sebanyak tiga kali.
Akan tetapi, presiden Nasser Al-Khelaifi masih ngotot untuk mempertahankan bintang mudanya itu.
Belum lama ini, setelah lama tak munculkan berita tentang Mbappe, Real Madrid datang dengan tawaran sebesar 160 juta euro atau setara 2,7 triliun. Tapi, tersiar kabar bila Nasser Al-Khelaifi menolak tawaran itu dan meminta Real Madrid untuk menaikkannya.
Dalam hal ini, wakil Real Madrid dilaporkan sudah menghubungi Mbappe dan keluarganya bahwa mereka sangat menginginkan dirinya tampil di Bernabeu. Namun sekali lagi, menurut laporan yang disampaikan Fabrizio Romano, satu-satunya sosok paling menentukan dalam transfer ini adalah Nasser Al-Khelaifi.
(☀️) Nasser Al Khelaifi is NOT in favor of selling Kylian Mbappé 🇫🇷 this summer. Sporting Director Leonardo, with a very tense relationship with his superior and broken with Mbappé, advocates the opposite. [@MarioCortegana] #PSG #RMAlive pic.twitter.com/xtx4ur8G9L
— RouteOneFootball (@Route1futbol) August 25, 2021
Merespon hal tersebut, Florentino Perez mengaku akan terus memantau bintang muda asal Prancis itu. Bila pada musim panas ini sang pemain gagal didatangkan, maka dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkannya pada Juni 2022 mendatang, dimana kontrak Kylian Mbappe dengan PSG telah habis.
Mbappe Berpotensi Jadi Pembelian Terbaik Selanjutnya
Bila berhasil didatangkan ke Real Madrid, maka Mbappe disebut bakal memberi dampak yang begitu besar, mengingat potensi yang dimiliki tidaklah sembarangan. Selama beberapa musim tampil bersama PSG, Mbappe mampu mengemban tugas dengan tampil dalam sejumlah posisi. Dia bisa bermain sebagai penyerang, winger kanan, maupun winger kiri.
Di kubu Madrid, posisi winger kanan menjadi yang paling sering mendapat masalah. Marco Asensio, Gareth Bale, sampai Rodygo, belum mampu menunjukkan kualitas terbaik untuk membuat posisi tersebut konsisten. Masalah cedera diketahui menjadi yang paling sering membuat para pemain itu tampil kurang maksimal.
Maka dari itu, Mbappe akan sangat berpotensi mengisi posisi tersebut.
Namun begitu, Mbappe juga bisa dimanfaatkan di posisi winger kiri, mengingat nama Eden Hazard hingga Vinicius Jr belum tampil maksimal. Tidak memuaskan serta tidak konsistennya lini itu bisa menjadi lubang bagi Mbappe untuk diisi. Terlebih, kita semua tahu bila Mbappe sangat berkembang ketika berperan sebagai winger kiri selama di PSG.
Is this how Real Madrid could line up if they sign Kylian Mbappé?
And would it be strong enough to win LaLiga this season? 👀 pic.twitter.com/hH2nZ7F8VD
— Squawka Football (@Squawka) August 25, 2021
Terakhir, bila memang dibutuhkan, Mbappe bisa mengisi posisi striker untuk menemani Karim Benzema dalam skema 4-4-2 ala Carlo Ancelotti.
Secara keseluruhan, dimanapun Mbappe akan dimainkan, dia diprediksi akan dengan mudah beradaptasi.
Masalahnya, sampai kapan saga transfer bintang muda ini akan berakhir?


