Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam sepak bola. Bahkan di tiap jendela bursa transfer, kesehatan seorang rekrutan anyar sangatlah menentukan jalannya transfer pemain. Sudah menjadi rahasia umum kalau seorang pemain yang akan pindah klub mesti menjalani tes medis terlebih dahulu di klub barunya sebelum diresmikan sebagai penggawa anyar.
Setiap tim punya standar yang berbeda-beda soal tes medis. Namun, semuanya sepakat bila tahapan tersebut bisa jadi bahan pertimbangan untuk membeli seorang pemain. Jadi, tes medis bukanlah sebuah formalitas belaka, tapi sebuah syarat mutlak.
Tak bisa dipungkiri pula bahwa tes medis adalah tahapan yang wajib dilalui seorang pemain sebelum tanda tangan kontrak. Bahkan, kontrak seorang pemain bisa batal jika dirinya tak lolos tes medis. Kali ini, Starting Eleven akan mengulas 5 pemain yang dulu pernah gagal lolos tes medis.
Siapa saja mereka? Berikut daftarnya.
Daftar Isi
1. Ruud van Nistelrooy
Ruud van Nistelrooy adalah bomber legendaris Manchester United di era 2001 hingga 2006. Ia direkrut MU dari PSV Eindhoven dengan harga 18,5 juta poundsterling. Namun sebenarnya, van Nistelrooy bisa datang lebih cepat ke Old Trafford semusim sebelumnya.
On this day in 2001, Manchester United signed Ruud van Nistelrooy from PSV for £19m.
👤 219 Apps
⚽️ 150 Goals
🅰️ 14 Assists
🏆 Premier League
🏆 FA Cup
🏆 EFL Cup
🏆 Community Shield pic.twitter.com/4JXIcshoDp— SPORTbible (@sportbible) July 28, 2018
Pada 24 April 2000, Setan Merah mengumumkan bahwa mereka telah setuju untuk memboyong Ruud van Nistelrooy dan bomber timnas Belanda itu tinggal menjalani tes medis untuk meresmikan perekrutannya. MU juga disebut telah siap mengumumkannya sebagai pemain anyar dalam konferensi pers yang rencananya akan digelar 4 hari kemudian.
Sayangnya, konferensi pers yang telah dijadwalkan tersebut justru dipakai untuk mengumumkan penundaan transfer. Tim medis Manchester United khawatir akan kebugaraan Ruud van Nistelrooy yang sebelumnya punya masalah pada lututnya. Ketika pihak Setan Merah menghendaki tes medis lanjutan, pihak PSV menolak dan memilih membatalkan transfer tersebut.
MU beruntung, sebab beberapa waktu kemudian, Van Nistelrooy menderita cedera ACL dan dipastikan absen selama setahun. Akhirnya, setelah menjalani operasi dan terapi, kesepakatan transfer Ruud van Nistelrooy dari PSV baru terealisasi di musim panas 2001 setelah si pemain dinyatakan lulus tes medis.
Van Nistelrooy kemudian bertahan di Old Trafford selama 5 musim sebelum hengkang ke Real Madrid di musim 2006/2007. Selama periode tersebut, ia berhasil mempersembahkan 4 trofi dan mencetak 150 gol dalam 219 penampilannya untuk Setan Merah.
2. Aly Cissokho
Aly Cissokho nyaris jadi pemain baru AC Milan pada musim panas 2009. Hal itu terjadi setelah Porto, klub pemilik Cissokho pada saat itu telah setuju menjualnya ke Milan dengan harga 15 juta euro. Pada tanggal 16 Juni, ia terbang ke Italia untuk menjalani tes medis.
Sehari kemudian, Aly Cissokho dinyatakan gagal lolos tes medis. Mengutip dari FourFourTwo, alasan gagalnya Cissokho dalam tes medis cukup aneh. Sebab, ia disebut gagal setelah dokter Milan menemukan masalah pada giginya dan tim dokter khawatir hal tersebut dapat mempengaruhi posturnya di masa depan.
FUN FACT: Milan’s last bid for Aly Cissokho was in 2009 when we activated his release clause of €15m. He then failed a medical.
— Milan Eye (@MilanEye) May 20, 2014
Tak lama setelah itu, Cissokho kemudian melakukan tes medis keduanya dan dinyatakan lolos. Sayangnya, kepindahan Aly Cissokho ke Milan kembali batal terjadi. Pasalnya, Milan melalui Adriano Galliani merevisi tawarannya menjadi peminjaman plus opsi beli dan tawaran tersebut ditolak oleh Porto.
Cissokho akhirnya benar-benar batal pindah ke AC Milan di musim panas 2009. Bek kiri asal Prancis itu kemudian berlabuh ke Lyon pada bulan Juli 2009 dalam kesepakatan harga yang sama dengan tawaran 15 juta euro milik AC Milan.
3. Loic Remy
Di musim 2013/2014, Loic Remy dipinjamkan Queens Park Rangers ke Newcastle United. Di sana, ia tampil impresif dan berhasil mencetak 14 gol selama semusim. Penampilan apiknya itu berbuah ketertarikan Liverpool.
If you missed it last night, QPR striker Loïc Remy is reportedly set to sign a five-year deal with Liverpool. #LFC pic.twitter.com/54HFo3KvYz
— Oddschanger (@Oddschanger) July 19, 2014
Di musim panas 2014, The Reds bersedia menebus klausul rilis Loic Remy sebesar 8,5 juta poundsterling dari QPR. Remy bahkan disebut sudah bergabung dengan skuad Brendan Rodgers di tur pramusim Liverpool agar dapat segera menyelesaikan kepindahannya.
Namun beberapa waktu berselang, pelatih Remy di QPR, Harry Redknapp menyatakan bahwa kesepakatan transfer dengan Liverpool batal. The Reds disebut menarik diri setelah menemukan masalah jantung pada diri Loic Remy. Batal bergabung ke Liverpool, Remy kemudian ditawar Chelsea dan QPR setuju menjualnya dengan harga 10,5 juta poundsterling.
Enam tahun berselang, kejadian serupa kembali menimpa Loic Remy. Setelah tampil bagus untuk Lille sejak didatangkan pada musim panas 2018, kontraknya habis pada musim panas 2020. Menjadi agen bebas, Remy dilaporkan sudah setuju untuk menandatangani kontrak berdurasi 3 tahun dengan Benevento, klub promosi Serie A di musim tersebut. Remy bahkan terlihat mengunjungi sesi latihan Benevento yang dipimpin Filippo Inzaghi.
Namun sayangnya, kepindahannya ke Benevento batal terjadi. Jurnalis Gianluca di Marzio melaporkan bahwa Loic Remy gagal dalam pemeriksaan medis pelengkap, meskipun melewati fase pertama tes medis. Lagi-lagi, masalah pada jantungnya yang dulu juga menghambat proses kepindahannya ke Liverpool disebut jadi penyebab dirinya gagal lolos tes medis di Benevento.
Loic Remy failed his Benevento medical because of a heart defect.
This is the second medical he’s failed in his career, for the same reason.
We do hope he’s okay and can still play for as long as possible.
— Odds Ranker (@OddsRanker) July 21, 2020
4. Radamel Falcao
Setelah menjalani masa peminjaman yang kurang bagus di Manchester United, Radamel Falcao kembali dipinjamkan AS Monaco ke Chelsea di musim panas 2015. Masa peminjamannya di Stamford Bridge juga tak berjalan bagus dan setelah berjalan setengah musim, Monaco memutuskan untuk memanggilnya kembali lebih cepat.
Anehnya, Radamel Falcao dinyatakan tak lolos tes medis di klub induknya tersebut. Monaco kemudian memutuskan untuk mengembalikannya lagi ke Chelsea hingga akhir musim.
August 29, 2015: Radamel Falcao scored his only Chelsea goal… pic.twitter.com/Z2JIZE8740
— Goal (@goal) August 29, 2018
Sebelum kembali ke Chelsea, Falcao disebut sempat mencoba pindah ke Atletico Madrid, tetapi juga gagal dalam tes medis. Masalah pada ototnya yang terjadi beberapa bulan sebelumnya disebut jadi penyebab gagalnya Falcao dalam tes medis.
5. Patrik Schick
Patrik Schick tampil sangat menawan di ajang Euro 2020. Striker Bayer Leverkusen itu berhasil mencetak 5 gol untuk Republik Ceko. Atas pencapaiannya itu, nama Patrik Schick langsung melambung tinggi. Namun jauh sebelum itu, ia pernah mendapat pengalaman kurang mengenakkan ketika menjalani tes medis.
Semua bermula di musim 2016/2017. Schick hijrah ke Liga Italia bersama Sampdoria. Selama 32 pertandingan, ia berhasil mencetak 11 gol di Serie A. Penampilan Schick yang saat itu masih berusia 20 tahun menarik minat raksasa Italia, Juventus yang tengah mencari striker baru.
Di musim panas 2017, Juventus disebut telah siap menebus klausul rilis Patrik Schick dari Sampdoria sebesar 30 juta euro. Artinya, Schick tinggal menjalani tes medis di J Medical untuk meresmikan kepindahannya. Namun secara mengejutkan, pihak Juventus membatalkan transfer tersebut.
BREAKING: Sampdoria player Patrik Schick has completed the first part of his medical with Juventus. (Source: @juventusfc) pic.twitter.com/eTZepDMVTK
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) June 22, 2017
Dalam keterangan resminya, Juventus memutuskan tidak menyelesaikan kesepakatan transfer setelah menemukan masalah jantung pada diri Patrik Schick usai melakukan tes medis untuk kedua kalinya. Sampdoria sempat tak terima dengan keputusan tersebut dan menyebut bahwa pemainnya tak mengalami masalah apapun.
Batal bergabung ke Juventus, Schick kemudian dilepas sebagai pemain pinjaman di AS Roma. Ia kemudian dipermanenkan Roma di musim panas 2018 yang menebusnya dengan biaya totol 42 juta euro. 2 musim di Roma, Schick kemudian dilepas ke Bayer Leverkusen dengan harga 26,5 juta euro di musim panas 2020 setelah sempat dipinjamkan ke RB Leipzig semusim sebelumnya.
OFFICIAL: Bayer Leverkusen sign Roma striker Patrik Schick for a fee of €26.5M pic.twitter.com/DMQenNAexA
— B/R Football (@brfootball) September 8, 2020
Itulah 5 pemain yang pernah gagal lolos tes medis. Selain kelima pemain tadi, masih banyak pesepakbola yang pernah mengalami pengalaman serupa. Contoh tadi menunjukkan bahwa setiap klub punya standar masing-masing dalam tes medisnya. Tak lolos tes medis di satu klub bukan berarti tak lolos di klub lainnya.
***
Sumber Referensi: Menafin, 90min, Si, GetFootballNews France, FourFourTwo, The Guardian, BBC.


