7 Pembelian PSG yang Mungkin Terlupakan

spot_img

Pada tahun 2011 lalu, Qatar Sports Investment (QSI) yang dipimpin oleh Nasser Al-Khelaifi mengejutkan jagad sepak bola dengan langkahnya mengakuisi klub asal ibukota Prancis, Paris Saint-Germain. Langkah tersebut seketika membuat PSG mendapat kucuran dana yang sangat luar biasa.

Sejak saat itu, PSG yang biasanya hanya sanggup bersaing di papan tengah klasemen Ligue 1 mendadak tampil garang. Pembelian pemain dengan harga mahal terus mereka lakukan hingga saat ini. Beragam trofi yang mereka raih pasca dipimpin Nasser Al-Khelaifi tak lepas dari pembelian mahal yang mereka lakukan di jendela bursa transfer pemain.

Akan tetapi, tak semua pembelian PSG dapat dibilang sukses. Sebagian pemain yang didatangkan Les Parisiens gagal tampil menawan dan bisa disebut sebagai pembelian gagal. Hal tersebut seolah membuat mereka terlupakan sebagai mantan pemain PSG. Berikut ini starting eleven urai 7 pembelian PSG yang mungkin terlupakan.

 

1. Mohamed Sissoko

Di awal kepemilikannya, Qatar Sports Investment langsung belanja besar. Beberapa pemain didatangkan hingga menelan biaya lebih dari 100 juta euro. Namun, kala itu PSG gagal menjuarai Ligue 1. Dalam kegagalan tersebut, salah satu pembelian terburuk yang dilakukan PSG adalah merekrut gelandang asal Mali, Mohamed Sissoko.

Mohamed Sissoko termasuk dalam pembelian pertama QSI di awal kepemilikan mereka di PSG. Gelandang asal Mali itu diboyong dari Juventus dengan mahar 7 juta euro. Sayangnya, 1 setengah musim Sissoko di PSG jauh dari kata memuaskan. Bermain sebanyak 35 kali di berbagai ajang, ia hanya menyumbang 2 gol dan 1 asis.

Sempat dipinjamkan ke Fiorentina pada Januari 2013, di akhir musim 2012/2013, ia meninggalkan PSG. Setelah itu, karier Sissoko terus menurun hingga pernah bermain untuk Mitra Kukar di Liga 1 2017 sebelum pensiun pada Januari 2020.

 

2. Milan Bisevac

Selain Mohamed Sissoko, pembelian aneh lainnya yang dilakukan PSG di musim 2011/2012 adalah menebus Milan Bisevac dari Valenciennes FC dengan harga 3,2 juta euro. Bisevac bukanlah seorang bek terkenal pada masa itu.

Sempat jadi pilihan utama di awal musim, ia kemudian kehilangan tempat di tim utama PSG pasca kedatangan Diego Lugano. Sempat menampilkan performa bagus, karier Bisevac di Parc des Princes makin meredup usai PSG mendatangkan Alex dari Chelsea dan disusul Thiago Silva di musim berikutnya.

Pada musim panas 2012, Bisevac akhirnya hengkang dari Paris setelah takada tempat lagi baginya. Selama semusim, ia hanya tampil 19 kali di Ligue 1 dan gagal menyumbang satu pun trofi.

 

3. Ronan Le Crom

Ronan Le Crom didatangkan PSG di bursa transfer Januari 2012. Transfer Le Crom cukup aneh. Pasalnya, kala itu usianya sudah menyentuh 36 tahun. Tak hanya itu, Le Crom datang dengan status bebas transfer setelah sempat menganggur setengah musim pasca kontraknya habis di Nancy pada bulan Juli 2011.

Le Crom didatangkan PSG hanya untuk menjadi kiper keempat setelah Salvatore Sirigu, Nicolas Douchez, dan Alphonse Areola. Ia baru mendapat debutnya pada 23 Mei 2013 saat masuk menggantikan Areola di laga tandang melawan Lorient.

Sayangnya, di laga tersebut, Le Crom hanya bermain selama 21 menit. Ia mendapat kartu merah usai melanggar pemain lawan di dalam kotak penalti. Sambil meninggalkan lapangan, kiper gaek itu terlihat menangis hingga perlu dihibur rekan satu timnya di pinggir lapangan.

Pertandingan tersebut jadi pertandingan pertama dan terakhir Ronan Le Crom untuk PSG. Pada akhir musim 2012/2013, ia memutuskan pensiun. Artinya, kiper 36 tahun itu hanya bermain untuk PSG selama 21 menit.

 

4. Yohan Cabaye

Di bursa transfer musim 2013/2014, PSG menghabiskan biaya lebih dari 130 juta euro untuk membeli pemain anyar. Salah satu pemain yang mereka datangkan saat itu adalah Yohan Cabaye. Cabaye dibeli pada Januari 2014 dengan harga yang cukup lumayan, yakni 25 juta euro dari Newcastle United.

Sayangnya, karier Yohan Cabaye di PSG terbilang singkat. Ia lebih banyak mengisi bangku cadangan selama satu setengah musimnya di Parc des Princes. Pada musim panas 2015, ia dilepas ke Crystal Palace. Tak lama setelah kembali Liga Primer Inggris, Cabaye mengaku masih sakit hati dengan PSG yang hanya menjadikannya pemain cadangan.

“Saya pernah bermain di klub besar, tapi hanya jadi cadangan dan itu membuat saya frustasi. Mudah memang bagi saya untuk bertahan lalu bisa meraih banyak trofi. Tapi, situasinya tidak sama jika Anda tidak bermain,” kata Cabaye dikutip dari Suara.com.

 

5. Benjamin Stambouli

Pada musim panas 2015, PSG membeli Benjamin Stambouli seharga nyaris 9 juta euro. Mantan gelandang Montpellier itu didatangkan pelatih Laurent Blanc setelah menjalani musim yang buruk bersama Tottenham Hotspur.

Sayangnya, ia gagal bersaing dengan gelandang PSG lainnya semacam Marco Verratti dan Blaise Matuidi. Imbasnya, ia hanya dimainkan sebanyak 27 kali di Ligue 1 musim 2015/2016 tanpa mencetak satupun gol maupun asis. Di musim berikutnya, Stambouli tak masuk dalam rencana pelatih anyar Unai Emery. Ia pun hengkang ke Schalke di musim panas 2016.

Selain kariernya di Paris sangat singkat, Stambouli juga seolah dilupakan pendukung PSG. Penyebabnya, ia adalah pemain kelahiran Marseille dan pernah menimba ilmu di akademi Marseille. Marseille sendiri merupakan rival abadi PSG di laga derby “Le Classique”. Hal itulah yang membuatnya tidak disukai pendukung Les Parisiens.

 

6. Goncalo Guedes

Goncalo Guedes didatangkan pada Januari 2017 dengan harga 30 juta euro dari Benfica. Berposisi sebagai winger kiri, Goncalo Guedes yang kala itu masih berusia 19 tahun diharapkan jadi seorang bintang masa depan PSG.

Apes, ia hanya bermain 7 kali selama semusim di Parc des Princes sebelum dipinjamkan ke Valencia di musim berikutnya. Valencia kemudian menebusnya dengan harga 40 juta euro di musim panas 2018. Selama berseragam PSG, Goncalo Guedes hanya mengumpulkan 13 caps tanpa menyumbang gol maupun asis.

 

7. Jese Rodriguez

Pada musim panas 2016, PSG membuat pertaruhan besar dengan menebus Jese Rodriguez seharga 25 juta euro dari Real Madrid. Jese yang kala itu masih berusia 23 tahun kalah saing di Madrid dan digadang-gadang bakal bersinar bersama Les Parisiens. Bahkan, ia diikat dengan klausul “anti-Barcelona” yang membuatnya tak bisa dijual PSG ke FC Barcelona di masa mendatang.

Namun sayang, yang terjadi justru sebaliknya. Jese bisa dibilang sebagai pembelian yang gagal. Di musim pertamanya, ia hanya mampu mencetak 1 gol dari 9 penampilan. Jese kesulitan beradaptasi dan kehilangan bentuk permainan terbaiknya. 3 musim berikutnya, ia lebih banyak menghabiskan waktu sebagai pemain pinjaman di Las Palmas, Stoke City, Real Betis, dan Sporting Lisbon sebelum kontraknya diputus PSG pada Desember 2020 usai dirinya terlibat skandal seks yang membuat presiden Nasser Al-Khelaifi geram.

Itulah 7 pembelian PSG selama kepemilikan Qatar Sports Investment yang mungkin terlupakan. Selain waktu mereka yang singkat, hal yang membuat mereka kurang populer adalah performa buruknya selama berseragam PSG.

Selain ketujuh pemain tadi, menurut kamu, siapa lagi yang pantas masuk dalam daftar ini?
***
Sumber Referensi: Transfermarkt, 90min, ouest-france, Suara, ESPN, Republika.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru