Melihat Real Madrid adem ayem di bursa transfer pemain adalah sebuah hal yang aneh. Selama bertahun-tahun, khususnya sejak dipimpin Florentino Perez, Los Blancos selalu jadi aktor utama di setiap jendela transfer. Bahkan, beberapa rekor pembelian pemain pernah mereka pecahkan.
Akan tetapi, situasi kontras telah terjadi selama 2 musim terakhir. Real Madrid yang biasanya mendatangkan pemain bintang, kini seolah tak bergeliat. Madrid yang selalu aktif di bursa transfer pemain mendadak pasif. Aktivitas transfer mereka sunyi senyap.
PSG fans don’t be too excited about Messi, Neymar and Mbappe. Real Madrid failed to win a single UCL with “Galacticos” Ronaldo, Beckham, Figo and Zidane😂😂 pic.twitter.com/LD6PpOJntE
— 🔌Karabo (@karabeast24) August 10, 2021
Sejauh ini, mereka baru mendatangkan David Alaba. Itupun secara gratis setelah kontrak bek timnas Austria itu habis di Bayern Munchen. Fakta inilah yang memuculkan pertanyaan. Ada apa dengan Real Madrid? Apakah benar mereka sedang dilanda krisis keuangan seperti rivalnya Barcelona?
Daftar Isi
Selama Pandemi, Real Madrid Raih Untung!
Dalam laporan keuangan musim 2020/2021, Real Madrid mengumumkan bahwa mereka kehilangan pendapatan hingga nyaris 300 juta euro yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Sekilas, angka tersebut terlihat buruk, tetapi kondisi Real Madrid justru jauh lebih baik ketimbang para rivalnya.
Utang bersih mereka turun dari 240 juta euro menjadi 46 juta euro. Untuk musim 2020/2021, Los Blancos juga melaporkan laba pasca pajak sebesar 874 ribu euro, naik dari 313 ribu euro pada tahun keuangan sebelumnya. Hal tersebut membuat mereka menjadi satu dari sedikit klub di Eropa yang melaporkan profit alias tidak mengalami kerugian selama 2 musim terakhir.
Keuntungan tersebut tak lepas dari cerdiknya langkah bisnis yang dilakukan Florentino Perez dan jajarannya. Madrid sukses meningkatkan kesepakatan sponsorship-nya dengan Adidas hingga 2028 dan berhasil menggaet beberapa sponsor baru, mulai dari maskapai penerbangan hingga penyedia layanan keuangan. Selain itu, penjualan produk merchandise mereka masih sangat positif.
📝DEAL DONE: Real Madrid and Adidas have reached an agreement to extend their sponsorship for eight more years, until June 2028. Real Madrid will earn close to €120M annually, a new worldwide record. #HalaMadrid pic.twitter.com/5XYHRmiZmv
— Nak (@Nak__RM) May 8, 2019
Renovasi Stadion Jadi Salah Satu Sebab Real Madrid Berhemat
Dalam laporan keuangan mereka, Real Madrid secara jujur juga menyatakan bahwa pencapaian tersebut juga didapat setelah melakukan penghematan di beberapa sektor. Salah satu penyebab yang membuat mereka berhemat adalah renovasi stadion Santiago Bernabeu yang diperkirakan menelan anggaran hingga lebih dari 525 juta euro.
Imbas dari renovasi tersebut membuat tim utama Real Madrid mengungsi ke Estadio Alfredo Di Stefano yang hanya punya kapasitas 6 ribu kursi. Meski hanya dapat menampung sedikit penonton, kapasitas kecil stadion yang biasanya dipakai Real Madrid Castilla itu justru menghemat pengeluaran.
COPE: Real Madrid will not stop the works of the renovation of the Santiago Bernabéu and will play all the remaining games of La Liga at the Alfredo Di Stefano Stadium pic.twitter.com/Vyc33ySpRn
— RMadridHome_ (@RMadridHome_) June 9, 2020
Lagipula, renovasi stadion sakral Los Blancos itu adalah sebuah langkah maju. Renovasinya terus dikebut agar bisa selesai September 2022. Jika sudah rampung, Estadio Santiago Bernabeu akan jadi stadion paling modern dan futuristik di dunia.
Nantinya, Estadio Santiago Bernabeu akan memiliki atap yang bisa dibuka-tutup, sehingga cuaca tak akan menghambat aktivitas di dalam stadion. Proyek renovasi tersebut juga visioner, sebab bakal membuat stadion Real Madrid bisa dipakai untuk acara olahraga dan konser besar lainnya.
Dampak positifnya, ketika suporter kembali diizinkan hadir ke dalam stadion, Real Madrid bisa meraup untung besar. Sehingga, di masa mendatang, pendapatan Madrid dijamin meningkat dan mereka bisa meraup laba yang bisa dipakai untuk membeli pemain baru dengan harga yang mahal.
The Santiago Bernabeu stadium was built for the Super League, it will be seen as the ‘capital’ of Super League. [@TuttoMercatoWeb] #RMAlive #SuperLeague pic.twitter.com/4COeTKp5op
— RouteOneFootball (@Route1futbol) April 18, 2021
Berdasarkan uraian tadi, khususnya laporan keuangan Real Madrid, sebenarnya menunjukkan bahwa kondisi finansial Los Blancos tak terlalu parah. Madrid masih kaya dan masih punya cukup banyak uang. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa mereka terlihat sangat berhati-hati di pasar transfer dan tidak mencoba menyaingi PSG dan Manchester City yang masih terus jor-joran.
Lalu, apa penyebab Real Madrid masih adem ayem di bursa transfer musim panas ini?
Sejauh ini, selain David Alaba yang datang secara gatis, takada pemain anyar yang didatangkan Los Blancos. Untungnya, aktivitas tersebut masih lebih baik ketimbang musim lalu di mana Madrid tak membeli satupun pemain baru.
📝 DEAL DONE: David Alaba has signed for Real Madrid on a free transfer after his Bayern Munich contract ran out.
He joins on a deal until 2026.
(Source: @realmadrid) pic.twitter.com/ranh6QRN9S
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) May 28, 2021
Di musim panas ini, Real Madrid juga telah melepas 4 pemainnya. Raphael Varane selangkah lagi dilepas ke MU dengan harga 40 juta euro. Brahim Diaz dipinjamkan ke AC Milan dengan opsi pembelian. Takefuso Kubo kembali harus tersingkir dengan status pinjaman ke Real Mallorca dan kapten mereka, Sergio Ramos dilepas ke PSG setelah kontraknya habis.
Namun, aktivitas penjualan pemain Madrid di musim ini tak lebih baik ketimbang musim lalu. Di musim 2020/2021, mereka mendapat dana segar hingga 101,50 juta euro setelah berhasil melepas beberapa pemainnya seperti Achraf Hakimi, Sergio Reguilon, dan James Rodriguez.
Jika dilihat dari sisi penjualan, Los Blancos sebenarnya bisa dibilang cerdik. Di saat klub lain kesulitan melepas atau menjual pemainnya, Madrid justru mampu meraup untung.
Akan tetapi, Madrid tetaplah Madrid, apalagi mereka masih dipimpin Florentino Perez. Beberapa pemain berlabel bintang masih dikaitkan dengan Los Blancos. Salah satu yang paling santer dikaitkan adalah Kylian Mbappe.
Kabar Mbappe yang sangat disukai Florentino Perez sudah menyebar kemana-mana. Ketertarikan Madrid bahkan disinyalir jadi penyebab bomber timnas Prancis itu belum mau memperpanjang kontraknya di PSG.
Real Madrid are ready to make a considerable effort and submit a €120M bid for Kylian Mbappé this month.
If PSG refuse the offer, Real Madrid think they will sign him for free next summer.
(Source: @Carrusel) pic.twitter.com/n0fsiU5ouI
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) August 12, 2021
Namun, seperti yang kita tahu, Los Blancos masih belum banyak bergerak di lantai bursa pemain. Carlo Ancelotti yang kembali melatih Madrid juga tak banyak bicara soal pemain incarannya.
Kemungkinan besar, penyebab adem ayemnya Real Madrid di bursa transfer musim panas ini disebabkan oleh batas biaya operasional yang ditentukan La Liga melalui mekanisme “La Liga Economic Controls”. Musim ini, batas gaji Real Madrid diperkirakan menyusut lebih dari 150 juta poundsterling, dari 403 juta poundsterling di musim sebelumnya menjadi 255 juta poundsterling di musim ini.
Oleh karena itulah, dalam 2 musim terakhirnya, Madrid lebih memilih melepas pemainnya. Salah satu alasan dilepasnya pemain semacam Sergio Ramos dan Raphael Varane disinyalir demi memotong tagihan gaji. Sebab, dalam skuad Madrid banyak pemain yang bergaji mahal.
Ada kemungkinan Madrid untuk membeli pemain baru. Namun, hal itu baru akan terwujud bila mereka berhasil menjual pemainnya terlebih dahulu, seperti Eden Hazard, Gareth Bale, atau Isco.
Dengan strategi bisnis dan transfer semacam itu, maka wajar bila di masa sekarang akan sulit untuk melihat Real Madrid mampu bersaing kompetitif di semua ajang yang mereka ikuti. Ada dugaan kuat bahwa Madrid baru akan kembali jor-joran di bursa transfer musim 2022.
Di tahun tersebut, Madrid juga punya peluang untuk mendapat Kylian Mbappe secara gratis apabila Mbappe masih enggan memperpanjang kontraknya. Selain itu, belanja besar-besaran bisa juga terjadi, mengingat Madrid sudah banyak mengurangi tagihan gajinya dengan melepas beberapa pemain.
Bila rencana tersebut benar, maka target seperti apa yang hendak dicapai Madrid bersama Carlo Ancelotti?
Ancelotti sendiri bukan orang asing di ibukota Spanyol. Ia pernah menangani Los Blancos di era 2013-2015. Dialah yang mempersembahkan trofi Liga Champions kesepeluh alias “La Decima” bagi Real Madrid. Ancelotti adalah orang yang membangun skuad Madrid yang kemudian menjuarai Liga Champions 3 kali beruntun di era Zinedine Zidane yang sebelumnya merupakan asistennya.
Tak bisa dipungkiri kalau Ancelotti adalah orang kepercayaan Florentino Perez. Penunjukannya sebagai pelatih anyar Los Blancos adalah sebuah keputusan yang masuk akal. Ancelotti sangat paham bagaimana cara membangun ulang skuad yang kompeten.
Untuk itulah ia diperkerjakan kembali demi membawa Real Madrid kembali ke puncak. Bisa jadi, Ancelotti ditunjuk sebagai peletak pondasi skuad “Los Galacticos” yang baru di masa yang akan datang.
Real Madrid have officially appointed Carlo Ancelotti as their successor to Zinedine Zidane pic.twitter.com/Ul4IqApMRT
— SPORTbible (@sportbible) June 1, 2021
Sebab, tak dipungkiri bahwa performa Madrid dalam beberapa musim terakhir menurun dan hal tersebut masih mungkin terjadi di musim ini. Buktinya, hasil selama pramusim tak terlalu bagus. Dalam 4 pertandingan, Los Blancos cuma menang sekali, imbang 2 kali, dan kalah satu kali. Meskipun hasil tersebut tak lepas dari beberapa pemain utama yang masih absen.
Jika tak mendatangkan pemain anyar, maka masalah utama Madrid di musim ini adalah ancaman badai cedera seperti musim lalu. Di dalam skuad Madrid, ada beberapa pemain yang terhitung rentan cedera, seperti Eden Hazard dan Ferland Mendy.
Musim ini pun, mereka sudah ditinggal 2 pemainnya jelang kickoff La Liga. Yang terbaru ada Federico Valverde masih belum fit pasca cedera otot yang ia derita saat membela Uruguay di Copa America. Sebelumnya, Toni Kroos juga diberitakan masih berkutat dengan cedera pangkal paha.
Walaupun situasi di lapangan kurang bagus, kekuatan Real Madrid tetap tak bisa dipandang remeh. Buktinya, di musim lalu mereka mampu finish sebagai runner-up La Liga dan menjadi semifinalis Liga Champions. Padahal, musim lalu Madrid kerap ditinggal beberapa pemainnya yang bergantian absen akibat cedera.
Hasil serupa mungkin sulit diulang, sebab para pesaingnya makin berbenah. Jika menghendaki trofi, maka wajib bagi Madrid untuk menjaga kebugaran pemainnya yang jadi tulang punggung tim, khususnya Karim Benzema yang musim lalu mencetak 23 gol di La Liga.
How many G/A for Karim Benzema this season? 👇 pic.twitter.com/x6JYZr2Zzi
— Madrid Xtra. (@MadridXtra) August 11, 2021
Akan sangat sulit untuk melihat Madrid mampu sapu bersih di semua ajang. Akan lebih baik bila mereka fokus pada satu kompetisi, entah La Liga, Copa del Rey, atau Liga Champions. Dengan begitu, hasil maksimal bisa diraih dan penurunan performa yang tajam bisa dicegah. Tujuannya sudah jelas, yakni agar rencana dan strategi Real Madrid di sektor finansial tak berakhir percuma.
***
Sumber Referensi: Therealchamps, Detik, Football-Espana, Mirror, Managing Madrid, AS, Sportingfree.


