Takuhiro Nakai : Pemain Berjuluk Iniesta Dari Jepang yang Bermain Di Real Madrid

spot_img

Negeri matahari terbit seolah tak kehabisan talenta berbakat di panggung sepakbola. Jepang, negara dengan kultur sepakbola kuat ini terus melahirkan aktor-aktor lapangan hijau yang siap mengguncang kancah persepakbolaan dunia.

Yang terbaru tentu saja sosok bernama Takefusa Kubo. Pemain yang mendapat julukan Messi dari Jepang ini direkrut Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2019. Namun, Kubo ternyata bukan satu-satunya wonderkid Jepang di kubu Real Madrid.

Ada nama lain di skuad klub terbesar di Spanyol tersebut. Dia adalah Takuhiro Nakai. 

Takuhiro Nakai telah bersama Real Madrid sejak 2013, dan selama setahun terakhir ini mulai dibicarakan sebagai salah satu bakat potensial yang dimiliki Los Blancos.

Nakai juga disebut sebagai Captain Tsubasa versi dunia nyata, karena skill dan umurnya yang masih muda. Hal yang tidak jauh berbeda dengan Tsubasa saat pertama kali menapaki karir sepakbolanya. 

Takuhiro Nakai yang biasa disapa Pipi memang bukan pesepakbola sembarangan. Buktinya saja, ia diboyong klub sekaliber Real Madrid saat usianya masih 9 tahun. 

Kala itu, Madrid kepincut dengan skill dan potensi yang dimiliki Nakai. El Real resmi mendapatkan Nakai pada 28 september 2013 dan sang pemain masuk dalam program akademi Los Blancos.

Jauh sebelum direkrut Madrid, pemain yang lahir pada 24 Oktober 2004 ini, sebenarnya sudah cukup terkenal di negeri Samurai. Ia pernah tampil di acara televisi Jepang yang menunjukkan kemampuan olah bola yang mumpuni.

Bakat Nakai ditemukan oleh pemandu bakat Real Madrid. Saat ia tengah bermain di salah satu kamp pelatihan di China. Dia diundang untuk uji coba di Spanyol dan tampil cukup mengesankan, sebelum akhirnya ia meninggalkan Azul Shiga dan menandatangani kontrak dengan Real Madrid pada tahun 2014.

Dalam usahanya merekrut Nakai, Real Madrid sempat alami masalah karena harus berhadapan dengan hukuman FIFA perihal perekrutan pemain. Salah satu dakwaan yang didapatkan Los Merengues yakni mereka dianggap memisahkan Nakai dari orang tuanya.

Namun dakwaan ini berhasil dipatahkan setelah ibunda Nakai yang berbicara di Lausanne, Swiss, tempat dimana pembahasan hukuman ini berlangsung.

Ibunda Nakai menceritakan kisah yang menggetarkan hati dan berhasil meyakinkan FIFA bahwa apa yang dilakukan Los Blancos tak salah. Pengorbanan ibunda dan masa kecil yang jauh dari kata menyenangkan yang diterima Nakai pun membuka jalannya untuk menjadi pesepak bola profesional.

Perekrutan Nakai oleh Madrid menjadi penanda bahwa Nakai memiliki apa yang diperlukan untuk membuat pengaruh dengan sang raksasa Eropa tersebut.

Nakai adalah pemain yang lebih sering bermain di lini tengah. Sejak bergabung di usia 9 tahun, para pelatih tim muda Real Madrid selalu memperhatikan sosok Nakai, dan mengembangkan bakatnya secara hati-hati, agar di masa depan Nakai bisa menjadi gelandang serang menakutkan.

Saat pertama kali muncul, Nakai sudah membuat fans Madrid terpesona. Selain itu Marcelo sang bek kiri juga dibuat kagum ketika ia menonton langsung latihan para pemain muda Madrid enam tahun lalu.

Nakai merupakan sosok spesial dari Jepang. Hal ini diakui pula oleh Jose Manuel Lara, pelatih pertama Nakai di Madrid. “Dia datang untuk uji coba bersama tim Alevin B (U-11), dan saya terkesan dengan kemampuan teknisnya,”

“Ketika dia bergabung dengan Alevin A (U12), saya memiliki kesempatan untuk melatihnya dan melihat, bahwa kami memiliki anak laki-laki dengan bakat khusus.” ucap Jose Manuel Lara.

Meskipun Nakai mempunyai ketrampilan olah bola yang dibutuhkan untuk membuatnya sukses di Madrid, tapi ia tetap harus melewati masa adaptasi.

Untuk sukses dalam permainan Eropa, pemain yang lahir di Shiga, Jepang ini, harus bisa menyesuaikan diri dengan negara baru, yang memiliki perbedaan dengan Jepang secara budaya. Selain itu, ia juga harus bisa menghadapi tantangan dalam hal fisik.

Bersama Madrid, Nakai telah melewati proses yang cukup panjang. Ia bermain di segala kelompok umur. Dari tim U-11 Madrid hingga pernah dipanggil untuk latihan bersama skuad Real Madrid Castilla asuhan Raul Gonzalez.

Selama masa gemblengan dengan klubnya di luar Jepang tersebut, Nakai selalu tampil gemilang. Dia kerap kali menyumbang gol di kandang lawan. Setelah lebih dari 7 tahun berada di ibukota Spanyol, gelandang yang punya skill mumpuni ini dinilai mampu mengatasi salah satu masalah terbesarnya yaitu fisik. 

Kemampuan Nakai bermain sebagai gelandang serang akhirnya mampu menarik perhatian Raul Gonzalez (pelatih Real Madrid Castilla) dan juga Zinedine Zidane. Setelah beberapa kali berlatih bersama tim Castilla, Nakai mendapat kesempatan pertamanya berlatih bersama tim senior Real Madrid saat jeda internasional pada oktober tahun lalu.

Seiring berjalannya waktu, Nakai terus berkembang baik secara fisik maupun dalam hal kepelatihannya. Kemudian muncul pertanyaan mengenai posisi terbaiknya.

Sejak lama ia dianggap sebagai pemain bernomor 10, remaja yang mengidolakan Luka Modric dan Andres Iniesta tersebut baru-baru ini menemukan dirinya bermain sedikit lebih dalam sebagai gelandang tengah.

Gaya bermain Nakai dianggap mirip seperti Iniesta. Nakai memang punya skill menggiring bola yang oke, kemampuan khas seorang Iniesta. Tak salah jika media-media luar negeri menjulukinya sebagai Iniesta dari Jepang.

Musim ini sendiri, Nakai lebih banyak bermain di tim Juvenil B. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan ia akan dimainkan di tim Juvenil A (U19) dan bahkan Castilla.

Di luar kehidupannya bermain sepakbola, Nakai menjalani kehidupan yang tenang di ibukota Spanyol. Menurut beberapa sumber, ia sekarang menetap di Spanyol bersama keluarganya. Ia sendiri merupakan anak terakhir dari 4 bersaudara. 

Dan kini, di usianya yang masih 17 tahun, Nakai masih bisa berkembang lebih jauh lagi. Bukan tak mungkin jika nanti ia akan menjadi andalan Madrid di masa depan dan bermain bersama seniornya, Takefusa Kubo.

Sumber Referensi : Goal, akibanation, bolalob, Indosport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru