Beberapa waktu lalu muncul kabar bila FC Barcelona telah mengirimkan perwakilannya ke Paris untuk memantau Neymar Jr. Menurut Marca, perwakilan el Barca tersebut sudah menetap selama berminggu-minggu di Paris untuk bisa membawa pulang bintang asal Brasil ke Camp Nou.
Bahkan, sudah ada pembicaraan yang melibatkan sang pemain dalam misi ini. Itu mengapa sempat beredar kabar bahwa Neymar mengumumkan kesediaannya untuk kembali memakai seragam kebesaran La Blaugrana.
Namun begitu, segala usaha yang dilakukan FC Barcelona tidak membuahkan hasil apapun, setelah sang pemain resmi mengumumkan kontrak barunya dengan Paris Saint Germain.
Ya, Neymar yang kini berusia 29 tahun telah menyatakan kebahagiaan nya bersama dengan Les Perisiens. Dia yang datang ke Paris pada 2017 lalu dengan nilai transfer lebih dari 200 juta euro mengaku senang dan bahagia bisa terus membela PSG. Dalam 112 pertandingan yang dimainkan bersama PSG sejauh ini, Neymar sudah berhasil mencatat sebanyak 85 gol dan 51 assist.
Sekali lagi, meski kabar yang memberitakan dirinya bakal kembali ke Barca terus mengalir, Neymar resmi menandatangani kontrak baru bersama Paris Saint Germain sampai dengan 2025 mendatang.
“Aku telah banyak bekembang disini. Baik sebagai manusia, maupun pemain,”
“Aku telah banyak belajar dengan berbagai hal yang terjadi. Aku harap bisa mengisi lebih banyak trofi di lemari piala PSG,” ungkap Neymar (via psg)
Neymar is set to extend his contract at PSG for four more years, Goal can confirm 📝 pic.twitter.com/BjtYlAuDuQ
— Goal (@goal) February 2, 2021
Meski banyak penggemar yang kecewa dengan pemberitaan tentang pembaruan kontrak Neymar, mereka seharusnya bisa lebih berbahagia dengan apa yang terjadi saat ini. Barcelona memang secara tidak langsung telah ”ditipu” oleh Neymar terkait dengan perkara ini. Akan tetapi, lagi-lagi, ada lebih banyak hikmah yang bisa dipetik dari kegagalan Neymar kembali ke Camp Nou.
Ada sejumlah alasan yang mendasari mengapa Barcelona tidak membutuhkan sosok Neymar.
Ada Sektor Lain Yang Lebih Butuh Perbaikan
Pertama, masih ada sektor lain yang lebih penting untuk ditingkatkan. Dengan Neymar yang berposisi asli sebagai seorang winger, dan terkadang ditempatkan sebagai gelandang serang atau second striker, dia menjadi pemain yang tidak dibutuhkan Barcelona saat ini. Di posisi tersebut, Barcelona dianggap masih cukup punya kekuatan untuk diadu.
Mereka saat ini seharusnya lebih fokus pada lini pertahanan yang kuat, sekaligus ujung tombak mematikan. Sejauh ini, Barcelona menjadi tim dengan kebobolan terbanyak bila dibandingkan dengan Real Madrid, Atletico Madrid, dan Sevilla. Mereka telah kebobolan sebanyak 31 gol dalam 33 pertandingan. Itu berarti bahwa nyaris dalam setiap laga, el Barca selalu kebobolan.
Meski mereka sukses kalahkan para lawan, tetap saja, posisi pertahanan tetap butuh perhatian. Mereka butuh sosok sentral yang saat ini mulai kehilangan daya. Mereka butuh sempurna untuk membentuk lini pertahanan tak tergoyahkan. Barcelona mungkin bisa mencontoh pergerakan Liverpool yang mengalami sukses besar setelah datangkan Virgil van Dijk. Bersama bek asal Belanda tersebut, Liverpool menjadi salah satu tim dengan kekuatan terbaik di Eropa. Selain itu, nama Ruben Dias bersama Manchester City juga bisa dijadikan sebagai acuan. Bersamanya, City sukses melaju hingga fase puncak Liga Champions Eropa.
Saat ini Barcelona memang telah mengamankan jasa Oscar Mingueza, yang baru saja menandatangani kontrak sampai dengan 2023. Namun dia masih terlalu mentah untuk jadi sosok sentral di lini pertahanan. Gerard Pique sudah memasuki masa senja, sedangkan Clement Lenglet juga terus tunjukkan inkonsistensi permainan.
Maka dari itu, mereka memang sebaiknya berinvestasi pada pemain yang berposisi sebagai bek, yang sekaligus punya reputasi terbaik sebagai penjaga lini pertahanan.
Berikutnya adalah lini serang. Dalam hal ini, yang menjadi sorotan adalah Barcelona masih belum memiliki sosok penyerang bernomor sembilan sejati. Area ini sangat membutuhkan penguatan bila Barca masih terus ingin menapaki jalur juara. Setidaknya, para penggemar tidak harus dihadapkan dengan situasi dimana Barca meraih kemenangan di menit-menit akhir pertandingan.
Mereka ingin kenyamanan dalam setiap pertandingan, dan mendatangkan striker berkelas bisa menjadi solusinya. Ketimbang memulangkan Neymar, nama Erling Haaland yang memang sudah jadi incaran lebih baik terus dipantau. Striker Borussia Dortmund itu sudah teruji ketajaman nya, baik di level domestik maupun Eropa.
Barcelona confirm Gerard Pique suffered a knee injury in last night’s win over Sevilla.
He is expected to miss the second leg against PSG on Wednesday. pic.twitter.com/ANXMbRGqk9
— B/R Football (@brfootball) March 4, 2021
Kualitas Para Pemain Yang Mulai Membaik
Setelah ada sektor lain yang lebih membutuhkan perbaikan, para pemain yang memiliki posisi yang sama dengan Neymar juga sudah mulai tunjukkan kelasnya.
Meski tidak bisa disangkal bila kedatangan Neymar akan membuat lini depan Barca kian menakutkan, nama Ousmane Dembele, Antoine Griezmann, dan tentunya Lionel Messi, sudah mulai kompak menjebol gawang lawan.
Antoine Griezmann sejatinya sempat dicap gagal di Barcelona. Dia menunjukkan performa buruk semenjak bergabung dengan klub asal Catalan tersebut. Akan tetapi, musim ini, semua tampak berbeda. Penampilannya dibawah asuhan Ronald Koeman terus temui titik terang. Selain kembali berhasil temukan performa terbaiknya di skuad utama, peraih medali emas Piala Dunia 2018 ini juga tak jarang membuat gol penting dalam sejumlah pertandingan.
Yang tak kalah penting, peran Griezmann juga semakin krusial ketika dirinya tak keberatan untuk membantu lini pertahanan, ketika tim memang membutuhkan hal tersebut.
Selanjutnya ada nama Ousmane Dembele. Dari musim ke musim, nama Dembele terus diisukan bakal hengkang dari Camp Nou. Namun pada musim ini, sama seperti Griezmann, dia telah menjadi pemain yang terus berkembang dibawah asuhan Ronald Koeman.
Perkembangan dua pemain tersebut sangat membantu peran Lionel Messi yang selama ini disebut terus membawa beban sendiri.
Kemudian, masih ada nama Ansu Fati, pemain berusia 18 tahun yang tampil spektakuler, tepat sebelum dirinya terkena cedera parah. Ansu Fati telah banyak tunjukkan performa gemilang. Jadi, dengan meningkatnya performa pemain yang ada, sekaligus keberadaan Ansu Fati, sangat tidak masuk akal untuk membawa Neymar kembali pulang.
the barcelona trio of Griezmann, Dembele and Clement Lenglet have been called up by France 🇨🇵 for the Euros. pic.twitter.com/q6crM6dSPI
— viva laliga (@LaligaViva) May 18, 2021
Resiko Tinggi, Dampak Belum Pasti
Faktor berikutnya yang mendasari mengapa Barcelona tidak membutuhkan sosok Neymar adalah karena resiko yang tinggi.
Usia Neymar sudah nyaris menyentuh angka 30. Belum lagi, dana yang dikeluarkan nantinya juga tidak akan sedikit. Bukan tak mungkin bila Barca terus membujuk Neymar kembali, klub Catalan harus mengeluarkan dana yang sama persis ketika PSG memboyongnya pada 2017 silam.
Neymar 4 years after leaving Barcelona. It’s 2021, he turns 30 in 8 months. This is what he accomplished since leaving Barcelona:
0 Ballon D’or
0 UCL
0 UCL top scorer
0 league top scorer
0 league top assister
0 league MVP
0 team player of the year
1 final lost pic.twitter.com/d8dWITaYP2— Football Factly (@FootballFactly) May 20, 2021
Barcelona dianggap masih mengalami kesulitan finansial. Maka dari itu mereka harus lebih berhati-hati dalam membeli pemain dengan harga mahal. Akhir-akhir ini saja, Neymar kerap terkena cedera. Maka mendatangkan Neymar memiliki resiko yang sangat tinggi. Terlebih, mendatangkan Neymar belum tentu menjadi solusi terbaik bagi Barcelona.
Memang, akan tetap ada pihak yang sangat setuju bila Neymar kembali ke Barcelona. Namun untuk saat ini, sang pemain telah menyatakan kesetiaannya kepada PSG. Penggemar Barcelona harus segera melupakan bintang asal Brasil tersebut dan tetap fokus pada performa tim yang kian hari kian membaik.
Sumber referensi: BBC, Marca, BarcaUniversal


