Menatap Masa Depan AS Roma Bersama Jose Mourinho

spot_img

Serie A Italia dipastikan bakal berjalan lebih meriah musim depan. Pasalnya, salah satu kontestan papan atas Liga Italia baru saja membuat pengumuman yang cukup mengejutkan. Kabar tersebut datang dari ibukota Italia. Selasa, 4 Mei 2021, AS Roma resmi mengumumkan Jose Mourinho sebagai pelatih barunya mulai musim depan.

Pengumuman tersebut keluar hanya beberapa jam setelah serigala Roma mengumumkan tak memperpanjang kontrak Paulo Fonseca yang akan habis akhir Juni nanti. Bagi Mourinho sendiri, penunjukannya sebagai pelatih baru AS Roma membuatnya hanya menganggur selama 2 pekan setelah dipecat oleh Tottenham Hotspur.

Menariknya, beberapa hari sebelum ditunjuk sebagai ganti Paulo Fonseca, Jose Mourinho sudah mengisyaratkan bahwa destinasi berikutnya adalah kembali ke Italia. Juru taktik yang menjuluki dirinya “The Special One” itu mengaku selalu terbuka dengan tawaran dari klub Serie A meski dia pernah begitu berjasa dan dicintai pendukung Inter Milan.

“Saya memenangkan segalanya bersama Inter. Ada kasih sayang khusus. Tetapi jika suatu hari saya harus pergi ke Italia dan melatih klub saingan, saya tidak berpikir dua kali. Saya memiliki cara profesional dalam memandang sesuatu. Saya merasa nyaman dengan diri saya sendiri,” kata Jose Mourinho dikutip dari football-italia.net (2/5).

Banyak pro dan kontra menyelimuti penunjukan Mourinho sebagai allenatore anyar AS Roma. Bagaimana tidak, sebelumnya Mourinho adalah pelatih yang berjasa membawa Inter Milan meraih treble winner di musim 2009/2010. Meski begitu, masih banyak sambutan hangat yang Mourinho terima dari para pendukung Roma.

Sebuah karya mural Mourinho mengendarai vespa muncul di salah satu sudut kota Roma. Mural tersebut dibuat oleh seniman Harry Greb di kawasan Testaccio untuk menyambut “The Special One”. Tak hanya mural, mug, lukisan, bahkan es krim bertema Mourinho sudah ada di kota Roma.

Namun, meski mendapat sambutan antusias, datang ke Roma bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Mourinho sudah ditunggu sederet pekerjaan rumah yang telah menantinya di ibukota Italia. Salah satu lubang besar yang ditinggal Fonseca adalah lini belakang yang keropos. Musim ini, Roma sudah kebobolan 56 gol dari 37 laga (1,5 gol per laga). Dibanding tim papan atas lainnya, pertahanan Roma jadi yang paling buruk.

Di bawah asuhan Fonseca, Giallorossi terkadang juga menampilkan permainan impresif. Namun, dari 37 laga, Edin Dzeko dkk. baru mencetak 66 gol (1,78 gol per laga). Jumlah tersebut menurun dibanding pencapaian musim lalu yang mampu menghasilkan 77 gol (2,03 gol per laga). Menurunnya produktivitas gol dan keroposnya lini bertahan jadi PR besar yang harus Mourinho pecahkan.

Sebab, dengan capaian itu, Giallorossi hanya sanggup menempati posisi ketujuh klasemen Serie A. Artinya, mereka juga terlempar dari zona Liga Champions dan Liga Europa. Roma baru mengumpulkan 61 poin dari 37 laga. Meski mampu memetik poin penuh di 18 laga, Roma sudah menelan 12 kekalahan musim ini.

Untuk memperbaiki hal tersebut, sudah banyak rumor beredar soal siapa yang bakal didepak dan diincar Mourinho untuk memperbaiki skuad Roma. Penjaga gawang adalah salah satu posisi yang paling disorot. Trio Pau Lopez, Antonio Mirante, dan Daniel Fuzato tampil tak terlalu kokoh di bawah mistar gawang Roma.

Pau Lopez yang paling sering tampil saja sudah kebobolan 29 gol dari 21 penampilan dan hanya mencatat 4 clean sheets. Menurut kabar, beberapa nama kiper jadi incaran Mourinho. Salah satunya adalah mantan anak asuhnya di Manchester United, Sergio Romero. Menurut laporan The Telegraph, jika negosiasi gaji tak menemui kendala berarti, kiper Argentina 34 tahun itu bisa datang ke Stadio Olimpico dengan bebas transfer.

Tak hanya Romero. Menurut laporan La Repubblica, Jose Mourinho dan direktur olahraga Roma, Tiago Pinto juga menginginkan kiper Wolverhampton Wanderers asal Portugal, Rui Patricio. Kiper 33 tahun itu kabarnya bisa ditebus dengan harga 9 juta euro.

Selain mengganti kiper, Mourinho juga berencana mengganti pelatih kiper Roma saat ini, Marco Savorani. Kontrak pelatih kiper 56 tahun yang berjasa mengorbitkan Alisson Becker itu kabarnya tak diperpanjang manajemen Giallorossi. Sebagai gantinya, Mourinho dikabarkan tengah mempertimbangkan mantan kiper timnas Italia, Marco Amelia sebagai gantinya.

Selain posisi kiper, barisan pemain bertahan sudah pasti tak luput dari otak-atik Mourinho. The Special One yang terkenal dengan taktik pragmatis “parkir bus” memang sudah lekat dengan permainan bertahan. Satu perubahan besar di lini bertahan adalah perubahan formasi dari 3 bek ke 4 bek. Dibanding Fonseca yang cenderung memakai formasi 3 bek, Mourinho lebih akrab dengan formasi 4 bek.

Bila benar, maka Roma kemungkinan besar bakal menarik kembali Alessandro Florenzi dari peminjamannya di PSG. Diketahui, Florenzi kehilangan tempat di tim utama akibat hubungan yang buruk dengan Fonseca. Namun, Mourinho dan Roma mesti memperpanjang dulu kontrak bek timnas Italia itu yang akan habis akhir Juni nanti.

Bek sayap sepertinya jadi posisi yang tengah dipantau serius oleh Mourinho. Pada Kamis, 13 Mei lalu, ia juga mengunggah video di instagram yang memperlihatkan dirinya yang tengah memantau salah satu bek kiri muda AS Roma, Ricardo Calafiori. Kembali ke formasi 4 bek juga memberi peluang kepada bek Roma lainnya, Rick Karsdorp dan Davide Santon.

Selain aspek pertahanan, lini serang AS Roma juga tengah dipantau Mourinho. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, pada Jumat, 14 Mei lalu, Mourinho telah bertemu dengan perwakilan pemilik Roma saat ini, Friedkin Group. Kabarnya, pertemuan di London itu membicarakan formasi trisula lini depan yang akan dipakai Mourinho.

Saat ini, trisula Roma jadi milik Pedro, Henrikh Mkhitaryan, dan Borja Mayoral. Dari nama tersebut, hanya Mkhitaryan yang kemungkinan besar bakal tersingkir. Pasalnya, gelandang serang Armenia itu sebelumnya pernah terlibat friksi dengan Mourinho saat di MU. Namun, meski masa depannya belum jelas, Mkhitaryan mengaku siap berkolaborasi dengan Mourinho.

“Apa yang telah terjadi di Manchester, itu adalah di Manchester. Sekarang kami ada di Roma dan jika kami bekerja sama lagi, kami akan memulai dari nol untuk melakukan yang terbaik bagi tim dan klub,” urai Mkhitaryan dikutip dari Football5star.com

Mempertahankan Mkhitaryan bisa jadi opsi yang patut dipertimbangkan. Sebab, ia adalah topskor Roma musim ini dengan torehan 12 gol, mengungguli 2 rekannya, Borja Mayoral dan Jordan Veretout. Selain itu, manajemen Giallorossi juga perlu memperbaiki hubungan dengan striker andalan mereka, Edin Dzeko.

Di era Fonseca, Dzeko sempat terlibat perselisihan dengan mantan pelatih Shakhtar Donetsk itu. Bahkan, pada Januari lalu, Fonseca mencabut ban kapten dari lengan Dzeko. Mempertahankan Dzeko adalah sebuah urgensi. Sebab, striker 35 tahun itu selalu jadi topskor Roma selama beberapa tahun terakhir. Musim lalu saja, ia mampu menorehkan 16 gol di Serie A.

Kedatangan Mourinho juga bisa jadi angin segar bagi beberapa pemain muda yang tengah dipinjamkan Roma, khususnya Cengiz Under dan Justin Kluivert. Dua winger muda itu punya peluang yang cukup bagus untuk membela Roma musim depan. Dengan Mourinho yang kerap memasang formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3, dua pemain yang punya skill dan kecepatan itu punya peluang untuk mengisi 2 posisi sayap.

Hadirnya Jose Mourinho ke ibukota Italia memang memunculkan banyak harapan, khususnya para pendukung Roma yang sudah lama tak merayakan juara. Namun, sebelum itu, Mourinho perlu memperbaiki mentalitas para pemain Roma. Pasalnya, Giallorossi punya rekor buruk kala bertandang ke kandang lawan.

Dari 18 laga away, mereka hanya mampu memetik 18 poin, hasil dari 5 kemenangan dan 3 hasil imbang. Rekor Roma kala berjumpa dengan tim papan atas juga buruk. Giallorossi belum sekalipun mengalahkan Atalanta, Inter, Juventus, Milan, atau Napoli musim ini. Satu-satunya kemenangan melawan tim besar hanya berasal dari kemenangan 2-0 atas Lazio, itupun di pertemuan pertama Roma kalah telak 3-0.

Mentalitas juara adalah hal yang perlu ditanamkan kepada para pemain Roma. Dengan segudang pengalaman dan 25 trofi yang sudah dimenangkan, wajar bila Roma menaruh harapan tinggi kepada The Special One. Namun, Mourinho yang sekarang bukanlah Mourinho yang dulu begitu gagah memenangi treble bersama Inter. Di Tottenham Hotspur, ia gagal total dan tak mampu mempersembahkan satupun trofi.

Apalagi, Mourinho kerap terlibat friksi dengan pemainnya sendiri dan tak segan menyingkirkan mereka yang tak patuh instruksi. Inilah tantangan Roma bersama Jose Mourinho. Setidaknya, ia punya waktu 3 tahun untuk mengangkat prestasi AS Roma. Mourinho diketahui dikontrak Giallorossi hingga Juni 2024.

Terakhir kali Roma mengangkat piala terjadi di musim 2007/2008 kala menjuarai Coppa Italia dan Supercoppa Italiana. Sudah 13 tahun Giallorossi puasa gelar. Dengan gaya main bertahan yang mungkin cocok di Italia, mampukah Jose Mourinho mengangkat prestasi AS Roma?

 

***
Sumber Referensi: Kompas, Football Italia 1, Football Italia 2, Chiesaditotti, Sports Ilustrated

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru