Piala Dunia selain menjadi ajang tim nasional memperebutkan gelar juara dunia, tapi juga adalah ajang audisi para talenta dunia untuk memikat mata klub elit Eropa. Setiap tahunnya bakat-bakat baru muncul dari panggung Piala Dunia ini. Dan Real Madrid pasti akan jadi klub terdepan dalam perebutan tanda tangan para bintang Piala Dunia itu.
Itu sudah jadi semacam tradisi Los Blancos. Dan tradisi itu sudah ada sejak tahun 1958, ketika Real Madrid mendatangkan binatang Brasil, Didi dan pemain andalan Swedia, Agne Simonsson. Sejak Piala Dunia 2002, Real Madrid bahkan tidak absen untuk merekrut bintang-bintang Piala Dunia di setiap edisinya. Siapa saja mereka? Berikut daftar 8 bintang Piala Dunia yang dibeli Real Madrid sejak Piala Dunia 2002.
Daftar Isi
Ronaldo (2002)
Ronaldo di Piala Dunia 2002 dengan kempuannya mengolah bola telah menyihir para pecinta sepakbola saat itu. Itu lah yang membuatnya mendapatkan julukan El Fenomeno atau berarti sang fenomenal. Sebelum dirinya menjadi bagian Los Blancos, Ronaldo adalah pemain andalan Inter Milan. Dan di Inter itu lah ia mendapatkan cedera lutut yang membuat performa puncaknya tidak bertahan lama.
Cedera yang sering kambuh itu juga lah yang membuat Ronaldo absen dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2002. Saat itu banyak yang mencemaskan apakah Ronaldo akan tetap dibawa ke Piala Dunia di Korea dan Jepang. Namun secara mengejutkan Ronaldo pun tampil di Piala Dunia itu, ia bahkan pulang sebagai Juara Piala Dunia setelah mencetak dua gol ke gawang Jerman di final. Bayangkan jika Ronaldo tidak mengalami cedera lutut sama sekali, entah bagaimana ia akan mendominasi Piala Dunia 2002.
12/4/2000 Ronaldo alipata jeraha kubwa sana la goti, daktari mbobezi wa Marekani akamwambia hatoweza kucheza tena mpira maishani😱
2002 De Lima akarejea uwanjani na kuiwakilisha Brazil kombe la dunia, akatwaa WC, kuwa top scorer magoli 8 na Ballon d’Or.
Mungu ana manguvu sana💪 pic.twitter.com/28hZpA2oHq
— Frans_mwacha (@franns_mwacha) March 4, 2022
Penampilannya yang fenomenal di Piala Dunia itu membuat Florentino Perez ingin memboyongnya ke Bernabeu. Uang sebesar 45 juta euro pun tidak ragu untuk ia keluarkan demi mendapatkan tanda tangan sang pemain. Ronaldo pun berhasil mencetak 103 gol selama karirnya di ibu kota Spanyol itu.
Namun, ia mengaku kurang dihargai ketika bersama los Merengues. Ia tidak mendapatkan apresiasi sebesar ketika dirinya di Milan. Entah karena dirinya pernah bermain untuk Barcelona bertahun-tahun sebelumnya, atau Ronaldo tidak mampu membawa banyak trofi untuk Los Blancos.
Fabio Cannavaro (2006)
Sempurna dalam memecah serangan, terampil dalam hal antisipasi, dan unggul di udara, itulah Fabio Cannavaro. Banyak yang menganggap dirinya adalah bek tengah terbaik sepanjang sejarah. Sama seperti Ronaldo, Cannavaro juga dibeli Real Madrid setelah dirinya mendapatkan gelar Juara Piala Dunia. Dan sama seperti Ronaldo juga, Cannavaro meraih penghargaan Ballon d’Or setelah memimpin Italia Juara di Piala Dunia 2006.
Namun, Real Madrid tidak membeli Cannavaro semahal ketika mereka membeli Ronaldo. Real Madrid memboyong Cannavaro dari Juventus seharga 7 juta euro saja. Memang saat itu usia Cannavaro sudah tidak muda lagi dan juga saat itu Juventus sedang kena masalah Calciopoli, jadi mungkin Juve mau melepas bek andalannya itu dengan harga murah.
Today in 2006, Fabio Cannavaro signed for Real Madrid ✍️ pic.twitter.com/iF4nsyGyAb
— GOAL (@goal) July 25, 2020
Ia mewarisi nomor punggung 5, yang sebelumnya milik legenda El Real Zinedine Zidane. Meskipun tidak muda lagi, Cannavaro masih jadi andalan lini pertahanan Real Madrid. menjalani 106 pertandingan selama tiga musim bersama Los Blancos.
Mesut Ozil (2010)
Di Piala Dunia 2010, Real Madrid mengubah strategi transfernya. Mereka tidak merekrut pemain yang memenangkan Piala Dunia 2010. Mungkin karena pemenang Piala Dunia 2010 adalah Spanyol, dan kebanyakan pemain timnas Spanyol saat itu adalah pemain Barcelona.
Namun, alasan yang lebih masuk akal adalah Real Madrid sedang mengincar pemain muda yang akan menjadi bintang di masa depan. Dan pilihan Los Blancos jatuh kepada Mesut Ozil yang tampil sangat memukau di usianya yang baru 21 tahun saat itu. Ozil sebenarnya sudah jadi incaran klub-klub besar Eropa setelah membantu Jerman sampai ke semifinal Piala Dunia di Afrika.
2010 ozil. Beast pic.twitter.com/ORFDcpVCJw
— Mulangaphuma Madzivhandila (@phethani4) July 26, 2019
Namun setelah melakukan negosiasi dengan pihak Werder Bremen, pada akhirnya Ozil tiba di Bernabeu dengan harga 15 juta euro saja. Awalnya ia direncanakan untuk hanya menjadi pelapis Ricardo Kaka. Tapi, Jose Mourinho malah lebih suka memainkannya ketimbang bintang asal Brasil itu. Alhasil Ozil menjelma menjadi ‘raja assist’ di Real Madrid.
Sami Khedira (2010)
Selain Mesut Ozil, pemain muda lainnya yang diboyong Real Madrid setelah Piala Dunia 2010 adalah Sami Khedira. Meskipun tidak semenonjol Ozil, penampilan Khedira di Piala Dunia 2010 tidak bisa disepelekan. Banyak yang sudah menantikan aksi Khedira bahkan sebelum Piala Dunia 2010 dimulai. Terlebih setelah Michael Ballack dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia 2010 akibat cedera yang ia derita hanya beberapa saat sebelumnya. Khedira dinilai sebagai suksesor Ballack di lini tengah Jerman.
Khedira terbukti sukses menggantikan peran Ballack di timnas Jerman. Gaya bermainnya memukau banyak orang. Ia unggul dalam duel udara, memiliki tendangan jarak jauh yang mematikan, dan bisa melakukan man marking selama 90 menit penuh. Kualitas yang dimiliki Khedira itu lah yang memikat hati Jose Mourinho untuk memboyongnya ke Madrid. Uang 14 juta euro pun tidak ragu dikeluarkan demi membeli Khedira dari Stuttgart.
↔️ Sama-sama dibeli Real Madrid di musim panas 2010.
🔟 Mesut Ozil pergi lebih dulu pada September 2013 ke Arsenal.
🇮🇹 Berselang dua tahun, Sami Khedira hengkang ke Juventus.
↔️ Sama-sama punya klub baru di musim dingin 2021. pic.twitter.com/P35R5DZj5G— PanditFootball.com (@panditfootball) February 2, 2021
Bersama dengan kompatriotnya, Khedira dan Ozil bermain sangat cocok satu sama lainnya. Khedira pun mencatatkan 161 pertandingan selama lima tahun bersama Real Madrid. Ia sempat pindah ke Juventus lalu Herta Berlin sebelum mengumumkan untuk pensiun di tahun 2021.
James Rodriguez (2014)
James Rodriguez langsung menjadi bintang Piala Dunia 2014 setelah ia berhasil mencetak enam gol dan dua assist bersama Kolombia. Salah satu golnya itu bahkan menjadi gol terbaik dan mendapatkan penghargaan Puskas Award.
Ini foto james rodriguez gol nya yg menang puskas
Gw masi inget bgt dan ini terjadinya 2014 pas gw kelas 4Memorinya bakal beda kalo 2 tahun sekali pic.twitter.com/pEPh0xtvzE
— Adrian (@Hokinyatarrajaa) September 10, 2021
Real Madrid langsung menggelontorkan uang sebesar 90 juta euro demi mendapatkan tanda tangan James Rodriguez. Menjadikannya sebagai salah satu transfer termahal saat itu.
Musim pertamanya di Real Madrid tidak terlalu buruk untuk James Rodriguez. Ia bisa langsung klop dan menjalin kemistri kuat bersama Benzema, Bale, dan Ronaldo. Namun bensinnya cepat habis. Performa James semakin menurun di musim-musim setelahnya. Ia malah menghabiskan dua tahun masa pinjaman di Bayern Munchen sebelum pindah ke Everton.
Toni Kroos (2014)
Transfer James Rodriguez yang bisa dianggap sebagai transfer gagal itu untungnya bisa terobati dengan pembelian Toni Kroos dari Bayern Munchen. Kroos sebenarnya sudah digoda banyak klub besar Eropa bahkan sebelum Piala Dunia. Namun, momen Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014 adalah momen yang menemukan Kroos dan Real Madrid. Kroos menyadari bahwa dirinya menginginkan hal yang lebih besar dan itu membuatnya mengambil keputusan bergabung bersama Real Madrid.
Pada tahun 2014 lalu, Toni Kroos diperkenalkan Real Madrid ke publik #OnThisDay pic.twitter.com/HVhwJBOGFM
— Priiiiit.official (@Priiiiitoffici1) July 17, 2021
Bergabung bersama Real Madrid ternyata menjadi keputusan terbaik yang bisa Kroos ambil pada saat itu. Bersama dengan Modric dan Casemiro, ia membuat trio yang paling mematikan di Eropa. Toni Kroos memenangkan segalanya bersama Los Blancos. Dari liga domestik sampai Liga Champions berkali-kali ia angkat. Tidak diragukan dirinya akan menjadi legenda Los Merengues di masa depan.
Keylor Navas (2014)
Keylor Navas langsung menjadi pusat perhatian penggemar sepak bola setelah Kosta Rika tampil mengesankan di Piala Dunia 2014. Ia membantu negaranya memuncaki Grup D, yang banyak dianggap sebagai grup neraka. Lalu berhasil membawa Kosta Rika sampai ke quarter final, dan hanya kalah adu penalti melawan Belanda di babak itu.
23 DAYS! 📅
Costa Rica’s Keylor Navas saved 21 of the 2️⃣3️⃣ shots on target that he faced during the 2014 World Cup! 🇨🇷#WorldCupCountdown pic.twitter.com/6O3RNBQy8d
— OneFootball HQ (@OneFootballHQ) May 22, 2018
Real Madrid sendiri saat itu memang sedang mencari penjaga gawang utama menggantikan Casillas. Dibeli lah Keylor Navas dari Levante dengan harga 10 juta euro saja. Kedatangan Keylor Navas sendiri adalah penanda bahwa kebersamaan Casillas dan Real Madrid sudah di tepi jurang. Apalagi Casillas yang tampil mengecewakan bersama Spanyol di Piala Dunia 2014.
Kiper
Iker Casillas (1999-2015) vs Keylor Navas (2014-2019)
Casillas: 19 trofi
Navas: 11 trofiRetwit untuk Casillas, Like buat Navas
Tentukan pilihanmu 😉 pic.twitter.com/Kda4a6Bdpi
— Football Fandom (@Fandom_ID) June 5, 2020
Keylor navas langsung jadi kiper andalan Real Madrid. Mencatatkan 162 penampilan bersama El Real dan terlibat dalam hattrick Liga Champions yang bersejarah bagi Real Madrid.
Thibaut Courtois (2018)
Di Piala Dunia 2018 sepertinya Real Madrid ingin menginjak rem. Setelah membeli banyak talenta Piala Dunia di edisi sebelumnya, pada tahun 2018 Real Madrid hanya membeli Thibaut Courtois dari Chelsea. Courtois sendiri tampil sangat baik menjaga gawang Belgia di Piala Dunia 2018 di Rusia. Ia bahkan mendapatkan penghargaan Golden Glove sebagai kiper terbaik di turnamen itu.
Thibaut Courtois takes home the Golden Glove Award!
His 27 saves were the most in the 2018 FIFA World Cup. pic.twitter.com/RvQoMjoSEP
— FOX Soccer (@FOXSoccer) July 15, 2018
Real Madrid membeli Courtois dari Chelsea seharga 35 juta euro. Sebenarnya ini bukan kali pertama kiper Belgia itu bergabung bersama klub ibu kota Spanyol. Sebelum di Chelsea ia pernah berseragam Atletico Madrid, rival se-kota Los Blancos. Jadi, tidak butuh waktu lama bagi Courtois untuk beradaptasi. Ia langsung bisa menggantikan Keylor Navas sebagai kiper utama di Real Madrid. Sampai sekarang ia masih menjadi andalan El Real di bawah mistar gawang. Di tahun 2022 ini ia bahkan menerima penghargaan Yashin Award sebagai kiper terbaik.
Sumber referensi: Planet, Guardian, Managingmadrid, BBC, Real Madrid


