Sepakbola menjadi olahraga yang banyak digemari. Di dalamnya, terdapat berbagai aturan yang berlaku dengan tujuan agar permainan ini berjalan dengan rapi. Sudah ada banyak sekali aturan yang kita kenal seperti offside, handball, hingga pelanggaran. Lebih dari itu, peraturan dalam sebuah pertandingan tidak hanya sebatas hal itu saja, masih ada beberapa lainnya, yang mungkin tidak kalian ketahui.
Penasaran aturan apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini.
Daftar Isi
Wasit Bertanggung Jawab Atas Invasi Yang Dilakukan Penonton Di Stadion
Selama menikmati pertandingan sepakbola, pasti kalian pernah melihat momen langka dimana ada satu, dua, atau lebih penonton di stadion yang memaksa masuk ke dalam lapangan. Tujuannya beragam, mulai dari menghampiri pemain idola sampai yang hanya timbulkan sensasi belaka.
Saat ada insiden tersebut, pasti kalian juga tahu kalau langsung ada petugas di pinggir lapangan, lengkap dengan jaket hi-viz, yang langsung menghalangi sekaligus mengamankan orang nekat tersebut.
Namun meski para petugas terlihat sigap, menghampiri sekaligus mengamankan para penonton nekat itu bukanlah tugas mereka. Itu merupakan tugas seorang wasit, dimana hal itu sudah tertulis dalam sebuah hukum pertandingan.
Penjaga Gawang Hanya Bisa Menahan Bola Selama 6 Detik
Dalam sebuah pertandingan, seorang kiper tentu berkesempatan memegang sebuah bola. Namun tahukah kalian bila ada durasi tertentu bagi seorang kiper dalam menjaga bola untuk tetap di tangan?
Ya, aturan FIFA menyebut bila seorang kiper hanya boleh menahan bola selama enam detik saja. Bila ingin lebih mengulur waktu, kiper boleh memantulkan bola ke lapangan setelah enam detik, untuk kemudian kembali mereka kuasai.
Akan tetapi, tetap saja, bila seorang kiper dianggap sengaja mengulur waktu, maka dia akan mendapat hukuman dari sang pengadil lapangan.
Penendang Penalti Tidak Boleh Menyentuh Bola Sebanyak Dua Kali
Dalam sebuah tendangan penalti yang diberikan dalam sebuah pertandingan, sang eksekutor tidak boleh menyentuh bola sebanyak dua kali. Jadi, jika bola sudah tersentuh, maka dia harus menunggu pemain lain untuk menyentuhnya, agar dia bisa kembali berkesempatan menyentuh bola.
Namun begitu, terkadang, aturan tersebut justru sering dimanfaatkan oleh sejumlah pemain untuk menjebol gawang lawan dengan cara berbeda. Biasanya, sang eksekutor penalti secara sengaja tidak menjebol gawang lawan dan malah mengirim umpan kepada rekan terdekat. Dengan trik tersebut, pemain yang mendapat umpan dari hasil tendangan penalti akan dengan mudah menjebol gawang lawan. Hal ini pernah dilakukan oleh Lionel Messi dan Luis Suarez ketika keduanya masih bermain untuk FC Barcelona.
Tendangan Bebas Langsung Ke Gawang Sendiri Tidak Akan Dianggap Sebagai Gol
Meski aturan ini tampak sederhana, namun banyak yang belum mengetahuinya.
Situasinya adalah, jika sebuah tim mendapat tendangan bebas dan sang eksekutor langsung memasukkannya ke dalam gawang sendiri, maka itu tidak dihitung sebagai gol dan hanya akan berbuah tendangan sudut bagi tim lawan.
Namun berbeda bila bola hasil tendangan bebas yang diarahkan ke gawang sendiri lebih dulu membentur pemain lain sebelum melewati garis gawang. Bila hal itu terjadi, maka gol akan diberikan.
Seorang Pemain Dapat Dikeluarkan Bahkan Sebelum Pertandingan Dimulai
Biasanya, seorang pemain dikeluarkan dari lapangan setelah mendapat kartu merah dari wasit, dalam sebuah pertandingan. Namun ternyata, wasit memiliki wewenang untuk mengeluarkan seorang pemain, bahkan sebelum pertandingan dimulai.
Aturan ini diperkenalkan pada tahun 2016. Tujuan dari aturan ini adalah agar tidak terjadi perkelahian sebelum pertandingan, yang biasanya dilakukan para pemain di terowongan menuju stadion.
Salah satu pemain yang pernah dikeluarkan sebelum pertandingan dimulai adalah Patrice Evra. Pemain asal Prancis tersebut dikeluarkan setelah kedapatan melancarkan tendangan ke arah penonton saat masih membela Marseille.
Jumlah Pemain Yang Sama Selama Adu Penalti
Bila sebuah pertandingan berakhir sama kuat, biasanya, adu tendangan penalti akan dilakukan guna menentukan sang pemenang. Namun harus diperhatikan pula bila jumlah penendang dari masing-masing tim harus tetap sama.
Artinya, bila selama pertandingan ada salah satu tim yang kehilangan pemain karena kartu merah, maka tim lawan hanya bisa mengirim sepuluh penendang saja selama adu tendangan penalti.
Aturan itu pernah digunakan pada babak final Piala Dunia 2006. Ketika itu, timnas Prancis hanya bisa mengirim sebanyak 10 penendang saja setelah Zinedine Zidane dikeluarkan oleh wasit usai menanduk dada Marco Materazzi. Di pertandingan tersebut, Gli Azzurri mengorbankan salah satu pemainnya, yaitu Gennaro Gattuso.
Tidak Ada Aturan Offside Dalam Kondisi Tertentu
Aturan Offside akan diberlakukan ketika seorang pemain menerima umpan dari rekan setimnya, dimana posisinya melebihi garis terakhir pertahanan lawan. Namun ternyata ada momen ketika aturan ini tidak berlaku.
Dalam aturan sebuah pertandingan sepakbola, pemain tidak akan dianggap offside ketika berhasil mencetak gol, hasil dari tendangan sudut, lemparan ke dalam atau tendangan gawang.
Setiap Tim Setidaknya Harus Memiliki Sebanyak 7 Pemain Untuk Bisa Melanjutkan Pertandingan
Dalam sebuah pertandingan, setiap tim diberi kesempatan untuk menurunkan sebanyak sebelas pemain. Namun sejatinya setiap tim bisa menurunkan hanya tujuh pemain saja, dimana itu menjadi batas minimal yang harus dipatuhi.
Bila dalam sebuah pertandingan, salah satu tim terkena kartu merah sebanyak empat kali, mereka masih bisa melanjutkan pertandingan. Namun begitu, apalagi kartu merah diberikan kepada lebih dari empat orang, maka tim tersebut akan dinyatakan kalah karena dianggap tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan laga.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=sLNJOyofhzY[/embedyt]
Sumber referensi: punditfeed, libero


