Manchester United menjalani laga pembuka Europa League musim 2022/2023 pada Jumat dini hari tanggal 9 Februari 2022. Di pertandingan tersebut MU mengalami kekalahan atas lawannya, Real Sociedad. Hasil ini seolah menjadi dejavu. Bagaimana tidak? Sudah “tradisinya” Manchester United kesusahan lawan tim Spanyol.
Para pendukung MU mungkin masih ingat, bagaimana timnya dikalahkan di final liga Champions dua kali oleh Barcelona. Atau pada tahun 2013 saat Real Madrid menjadi alasan United kandas di fase gugur liga Champions. Tak hanya klub besar seperti Barca atau Madrid, langkah MU juga seringkali terhalang oleh tim-tim kecil Liga Spanyol
Daftar Isi
Deportivo (Champions League 2001/02)
Pada laga Grup G Liga Champions musim 2001/02 MU menghadapi lawan asal Spanyol, Deportivo la Coruna di Old Trafford. Pertandingan ini cukup penting bagi Setan Merah. Karena di leg sebelumnya, anak asuhan Sir Alex sudah menelan kekalahan saat bertandang ke markas Deportivo dengan skor 2-1.
Setan Merah saat itu diperkuat pemain seperti David Beckham, Paul Scholes, Giggs, Gary Neville, dan Denis Irwin. MU juga memegang gelar sebagai juara Premier League musim sebelumnya.
Benar saja. MU sudah unggul sejak pertandingan baru berjalan selama tujuh menit berkat gol dari Van Nistelrooy. Namun, Deportivo sempat menyusul ketertinggalan lewat gol Sergio Gonzalez dan Tristan di menit 37 dan 39.
Meskipun Nistelrooy sempat membalas pada menit ke-40, Tristan kembali membobol gawang Barthez di menit ke-60. Sir Alex sempat memasukan Solskjaer menggantikan Irwin, berharap terjadi perubahan. Namun, gol dari Tristan itu menjadi gol terakhir yang tercipta di pertandingan tersebut.
Athletic Bilbao (Europa League 2011/12)
Sekitar satu dekade setelahnya, Sir Alex masih harus merasakan pahitnya kekalahan lawan tim kecil Spanyol. Musim 2011/12 memang jadi musim suram bagi Sir Alex. Di musim itu, MU harus tersingkir dari fase grup Liga Champions dan turun kasta ke Europa League. Di situlah Fergie menjumpai mimpi buruknya, Athletic Bilbao.
Kehadiran Rooney, Park Ji-Sung, dan Rio Ferdinand masih belum cukup bagi Red Devils untuk membendung Bilbao. Tim asal negeri matador itu melumat Manchester United di putaran 16 besar Europa League musim 2011/2012.
Di leg pertama yang digelar di Old Trafford itu, Bilbao berhasil mempermalukan Setan Merah dengan skor 3-2. Publik Old Trafford sempat gemuruh ketika Rooney mencetak gol di menit ke-22. Namun, sorak sorai penonton sudah tak terdengar sejak Llorente mencetak gol pada menit ke-44.
Masuk babak kedua, Old Trafford semakin terdiam lewat gol dari De Marcos dan Muniain di menit 72 dan 90. Penalti dari Rooney menjelang laga berakhir pun tidak bisa menyelamatkan MU dari kekalahan memalukan di kandang.
10 years since I first fell in love with Athletic Club de Bilbao 🦁 (All they had to do was beat Man United) pic.twitter.com/4stgjWWnDS
— Tom VVardle (@tomvvardle) March 8, 2022
Mimpi buruk tidak berhenti sampai di situ. Anak asuh Marcelo Bielsa kembali menjinakkan MU di leg kedua. Penyerang andalan mereka, Llorente menjadi aktor utama dengan mencetak satu gol ke gawang MU. Di babak kedua, De Marcos juga ikut menyumbang poin menjadikan kedudukan sementara 2-0. MU hanya mampu membalas dengan satu gol dari Rooney di menit ke-80 menjadikan hasil akhir 2-1.
Athletic Bilbao memang cukup impresif di Europa League musim itu. Bielsa berhasil membawa Bilbao sampai ke final setelah sebelumnya mengalahkan Schalke dan Sporting Lisbon. Namun, asa untuk mengangkat piala Europa League harus pupus setelah di final, Bilbao harus kalah dari Atletico Madrid.
Sevilla (Champions League 2017/18)
Pada musim 2017/18, MU berhasil mencatatkan hasil apik di babak penyisihan grup. Dengan lima kemenangan dan hanya sekali kalah, MU berhasil finis sebagai pemuncak Grup A saat itu. Namun, jalan terjal menghadang skuad Mourinho karena di fase 16 besar, mereka harus berhadapan dengan tim asal Spanyol, Sevilla.
Leg pertama digelar di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, markas Sevilla. Meskipun De Gea tampil memukau malam itu, kedua tim harus puas dengan skor imbang tanpa gol. Hasil itu merupakan kerugian bagi MU karena tidak bisa mencetak gol tandang.
Pada leg kedua petaka terjadi. MU dan Sevilla mulai jual-beli serangan sepanjang laga. Akhirnya, di babak kedua Ben Yedder memecah kebuntuan dengan membobol gawang De Gea di menit ke-74. Empat menit setelahnya, Ben Yedder kembali mencetak gol lewat sundulannya di menit ke-78. MU hanya bisa membalas lewat sepakan keras Lukaku sepuluh menit setelahnya.
Sevilla berhasil mempermalukan MU di kandangnya sendiri malam itu. Dengan hasil tersebut perjalanan setan merah di Champions League pun berakhir. Sementara, Sevilla melangkah ke babak selanjutnya. Namun, perjalanan Sevilla berhenti di babak perempat final setelah dikalahkan oleh raksasa Jerman, Bayern Munchen dengan agregat tipis 2-1.
Sevilla (Europa League 2019/20)
Europa League musim 2019/2020 dijalani MU dengan penuh keyakinan. MU masuk di grup yang tidak ada klub Spanyolnya. Catatan MU di fase grup cukup bagus. Empat kali kemenangan dan hanya sekali kalah, MU dengan mudahnya memuncaki klasemen Grup L.
Jalan skuad Solskjaer masih mulus, sampai mereka kembali harus menghadapi luka lamanya. Masih segar di ingatan ketika Sevilla mempermalukan MU di Old Trafford pada Champions League musim 2017/18. Setan merah harus menghadapi Sevilla di babak semifinal.
✅ 2017-18: UCL round of 16
✅ 2019-20: Europa League semifinalsSevilla send Man United crashing out of Europe once again. pic.twitter.com/JrVt7uIbf0
— ESPN FC (@ESPNFC) August 16, 2020
Meskipun sempat unggul lewat penalti dari Bruno, Manchester United tidak bisa menahan gempuran serangan anak asuhan Lopetegui. Bermain dengan formasi 4-3-3, Sevilla mendapatkan 20 kesempatan dan delapan tendangan ke gawang.
Di menit ke-26, Sevilla mencetak gol pertamanya di laga tersebut. Gol kembali tercipta di menit ke-78 oleh Luuk De Jong, memastikan kemenangan Los Nervionenses dengan skor 2-1.
Sekali lagi, tim Spanyol menghancurkan mimpi Manchester United. Sevilla berhasil memupuskan harapan Solskjaer untuk bisa membawa Setan Merah sampai ke final Europa League.
Villarreal (Europa League 2020/21)
Setelah tersingkir dari fase grup Liga Champions, MU pun turun kasta ke Europa League. Solskjaer juga berhasil membawa MU ke putaran Final. MU pun cukup percaya diri karena perjalanan MU di Europa League musim 2020/2021 juga sudah teruji setelah mengalahkan AS Roma dan AC Milan di putaran sebelumnya. Bahkan MU sudah mengalahkan klub asal Spanyol, Granada di perempat final.
Namun, di final MU harus menghadapi klub Spanyol lain. Kali ini yang menjadi momok menakutkan adalah Villarreal. Dengan pelatih Unai Emery, Villarreal jadi lawan kuat bagi MU. Apalagi karena “kutukan” dari klub Spanyol yang seolah menghantui Manchester United.
🧵 𝗧𝗛𝗥𝗘𝗔𝗗: Villarreal’s journey to winning 2021 #UEL 🏆💛 pic.twitter.com/0ObvRUnQ5O
— UEFA Europa League (@EuropaLeague) August 10, 2021
Benar saja, MU harus kalah menyakitkan dari pasukan Yellow Submarine lewat babak adu penalti yang berjalan sengit. Tendangan penalti dari De Gea berhasil ditepis oleh Geronimo Rulli. Sekali lagi, asa Manchester United di Eropa kembali dikalahkan oleh tim dari Spanyol.
https://youtu.be/aQ5nxmbiuT8


