16 Besar EURO 2024: Kekalahan Pedih di Final EURO ’92 Hantui Jerman

spot_img

Sabtu 29 Juni 2024 di Signal Iduna Park, tuan rumah Jerman siap menyambut babak 16 besar Euro. Jerman akan ditantang oleh tim yang pernah menggoreskan luka yang cukup dalam di Final Euro 1992, Denmark.

Kekalahan pedih Der Panzer atas Tim Dinamit saat itu masih menghantui. Kini, sebagai tuan rumah, mampukah Der Panzer usir Denmark dari rumahnya?

Sebelum membahas laga klasik ini, baiknya kalian subscribe dan nyalakan loncengnya dulu agar tak ketinggalan konten dan sajian menarik dari Starting Eleven Story.

Kelicikan Denmark di Final Euro 1992

Final Euro 1992 merupakan memori kelam yang sebenarnya sudah disimpan rapat-rapat dari ingatan rakyat Jerman. Kalah di laga final memang sakit rasanya. Namun apa yang dirasakan Jerman saat itu, sakitnya parah.

Pasalnya, sebagai tim yang diunggulkan mereka dihempaskan begitu saja oleh Denmark dengan cara yang licik. Tim Dinamit yang dimotori Laudrup memperagakan sepakbola negatif dengan cara backpass ke kiper. Dulu aturan kiper menangkap bola dari umpan rekan satu tim masih boleh dilakukan. Nah, itulah yang dilakukan oleh Denmark setelah unggul dua gol.

Memang Denmark tak menyalahi aturan. Namun sejak Denmark memperagakan taktik negatif tersebut, UEFA langsung melarang kiper menangkap bola dari umpan satu timnya mulai EURO berikutnya.

Ya, memori kelam tersebut nyatanya kini kembali tergugah saat Jerman harus kembali bersua Denmark di babak 16 besar Euro 2024. Ini adalah momen yang tepat bagi Jerman. Berstatus sebagai juara Grup A plus tuan rumah, Der Panzer harusnya pede dan bisa membalaskan dendamnya tersebut.

Kembali Ke Setelan Awal

Jerman menuju 16 besar Euro 2024 dengan raihan tak terkalahkan di fase grup. Jerman asuhan Nagelsmann yang awalnya diprediksi mesinnya akan lambat panas, nyatanya sudah ngegas sedari awal. Dua laga awal melawan Skotlandia dan Hungaria, diraih dengan meyakinkan.

Racikan Nagelsmann terbukti membuat Jerman bermain atraktif dan menghibur dengan banyak gol. Jerman tak gentar hadapi tim yang coba bermain bertahan seperti Skotlandia dan Hungaria. Taktik lima bek dari dua tim tersebut, terbukti mampu dibongkar oleh serdadu yang dimiliki Nagelsmann.

Selain itu, kualitas materi memang tak bisa bohong. Jerman di EURO kali ini punya materi skuad perpaduan senior dan junior yang sangat padu. Kembalinya Toni Kroos di lini tengah dinilai sebagai kunci. Lini tengah Jerman lebih seimbang dan variatif berkat hadirnya pemain yang akan segera pensiun tersebut. Jangan lupakan juru gedor muda seperti Kai Havertz, Jamal Musiala, Florian Wirtz. Mereka di dua laga awal terbukti sangat eksplosif.

PR Jerman

Namun apakah kekuatan itu saja cukup bagi Jerman untuk membungkam Denmark? Meski gacor di dua laga awal, ingat, Jerman di laga ketiga grup melawan Swiss sempat kesusahan. Padahal Jerman turun dengan starting eleven utamanya sejak awal.

Artinya ada PR yang harus dibenahi Nagelsmann saat berjumpa Denmark nanti. Di laga tersebut, Jerman sangat kesulitan menembus tembok pertahanan yang digalang Manuel Akanji dan kawan-kawan. Jerman hampir saja kalah kalau Fullkrug tak cetak gol di menit akhir laga.

Serangan Jerman saat membombardir Swiss juga kurang variatif. Ketika perpaduan Havertz, Wirtz, Gundogan dan Musiala mentok, Jerman terbukti kesulitan cetak gol. Pemain pengganti yang diharapkan bisa jadi pembeda seperti Leroy Sane maupun Maximilian Beier juga belum teruji.

Waspadai Pertahanan Denmark

Keadaan seperti itu harus segera dibenahi Nagelsmann kalau tak ingin terulang saat melawan Denmark. Denmark ini 11-12 seperti Swiss. Mereka punya pertahanan yang solid. Materi skuad mereka juga kurang lebih merata seperti Swiss. Sayangnya, pencapaian di fase grup tak terlalu mengesankan.

Dari tiga laga, pasukan Kasper Hjulmand hanya meraih hasil imbang. Namun, bukan berarti Denmark bisa dianggap sepele. Lini bertahan yang digalang Vestergaard, Christensen, dan Joachim Andersen terbukti baru kebobolan dua gol saja selama fase grup. Kokohnya lini belakang Tim Dinamit bisa jadi membuat Jerman frustrasi.

Kunci solidnya Denmark juga berkat keseimbangan lini bertahan dan lini tengahnya yang baik saat diserang lawan. Di laga terakhir grup melawan Serbia, pelatih Kasper Hjulmand terlihat senang melihat kinerja lini pertahanannya. Meski terus digempur di delapan menit terakhir, Denmark tak lagi kebobolan.

Mental Denmark

Tak hanya pertahanan Denmark saja sebenarnya yang harus diwaspadai Jerman, senjata lain Denmark seperti “mental bertarungnya” juga. Ibarat dinamit, Denmark bisa meledak kapan saja.

Kasper Hjulmand juga sudah mengatakan siap membuat Jerman kewalahan. Bahkan Hjulmand sudah mewanti-wanti anak asuhnya untuk bisa menaikan level permainan mereka di babak knockout.

Tak dipungkiri motivasi yang dilakukan mantan pelatih Mainz tersebut sangat berguna bagi skuad Denmark. Hjulmand punya keahlian khusus dalam membakar api semangat pasukannya. Hal tersebut terbukti berpengaruh pada terbentuknya mental petarung Denmark yang kerap kali menyusahkan tim-tim besar.

Masih ingat Denmark di Euro 2020 lalu? Di fase grup mereka ancur-ancuran dan hanya lolos sebagai runner-up. Namun nyatanya di babak knockout, mental petarung mereka muncul dan membuat Wales serta Ceko bertekuk lutut. Denmark hampir saja melaju ke final kalau tak kebobolan di babak perpanjangan waktu oleh Inggris di semifinal.

Kondisi Jelang Laga

Melihat Denmark yang punya segala ancaman, Jerman harusnya ketar-ketir. Apalagi kondisi jelang laga, mereka kemungkinan akan kehilangan dua bek tengah andalannya: Rudiger dan Jonathan Tah.

Rudiger terancam absen karena cedera pahanya. Namun Nagelsmann berharap cedera yang dialami bek Real Madrid tersebut tak terlalu parah. Kalaupun sampai absen, posisinya kemungkinan akan ditempati Waldemar Anton.

Sementara itu, rekan Rudiger, Jonathan Tah resmi absen karena akumulasi kartu. Posisinya kemungkinan akan digantikan Nico Schlotterbeck yang sudah dicoba saat laga melawan Swiss. Bagaimanapun kekurangan kekuatan di lini belakang Jerman ini akan jadi celah. Hal tersebut harusnya bisa dimanfaatkan oleh lini serang Denmark.

Di kubu Denmark sendiri, tak ada satu pemain pun yang absen. Hjulmand akan tetap memainkan starting eleven yang kurang lebih sama seperti di babak grup.

Tuntaskan Dendam

Terlepas dari kondisi tersebut, Julian Nagelsmann sudah siap menghadapi segala ancaman. Mantan pelatih Leipzig itu telah merenung pasca laga yang kurang meyakinkan melawan Swiss.

Menurut Nagelsmann, Jerman harus mengambil lebih banyak resiko ketika terjadi kebuntuan. Ia juga mengatakan bahwa laga tersebut adalah latihan yang bagus bagi timnya untuk babak sistem gugur.

Jerman menatap laga melawan Denmark sebagai ujian berat pertama di EURO 2024. Jika lolos, di babak perempat final mereka kemungkinan akan menemui lawan yang lebih berat seperti Spanyol.

Meski kekalahan pedih final 1992 masih menghantui, Der Panzer tetap optimis bisa menghilangkan memori kelam tersebut dengan kemenangan. Jerman tak mau membuat fans mereka menangis lagi. Bermain di rumah sendiri, kini adalah saat yang tepat bagi Jerman untuk tuntaskan dendam.

Kalau menurut football lovers, mampu nggak nih Jerman mewujudkannya? Atau justru Denmark yang kembali jadi hantu bagi Jerman?

Sumber Referensi : uefa.com, 11vs11, uefa.com, rfi.fr, nytimes, sportsmax, 90min, goal.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru