10 Algojo Penalti Yang Tak Pernah Gagal

spot_img

Mendapat kesempatan tendangan penalti tentu menjadi berkah tersendiri bagi sebuah klub, apalagi bila posisi mereka sedang terdesak. Namun begitu, tidak mudah bagi seorang pemain yang ditunjuk sebagai penendang untuk bisa memasukkan bola ke dalam gawang, meski melalui tendangan 12 pas. Tekanan serta faktor lain bisa membuat mereka kesulitan untuk menceploskan bola ke dalam gawang.

Kendati memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, para pemain ini nyaris tidak pernah gagal kala ditunjuk sebagai algojo. Berikut kami sajikan 10 algojo tendangan penalti terbaik yang pernah ada.

Marco van Basten

Nama Marco van Basten begitu lekat dengan salah satu penyerang terbaik yang pernah ada. Pria yang kini berusia 56 tahun itu pernah berjaya bersama AC Milan dan Timnas Belanda. Salah satu momen terbaiknya adalah ketika berhasil mencetak gol spektakuler di laga final Piala Eropa 1988 melawan Uni Soviet.

Di atas lapangan, Marco van Basten memang begitu garang. Mulai dari kaki kiri, kanan, sampai kepala, semua berhasil dikuasainya. Maka wajar bila dia sangat ditakuti lawan. Selain pandai menjebol gawang lawan di berbagai situasi, van Basten juga tak jarang ditunjuk sebagai penendang penalti bagi klub yang dibelanya.

Selama bertugas sebagai algojo, rata-rata kesuksesannya mencapai 94,9 %. Dengan kata lain, dia berhasil mencetak 56 gol tendangan penalti dari 59 kesempatan yang didapat.

Ferenc Puskas

Ketika menyebut tentang salah satu penyerang terbaik sepanjang masa, maka nama Ferenc Puskas layak dimasukkan ke dalam daftar. Ferenc Puskas merupakan salah satu penyerang dengan torehan gol luar biasa. Dia merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Real Madrid di era kejayaan klub, bersama dengan Alfredo Di Stefano.

Sama seperti Marco van Basten, Ferenc Puskas juga lihai dalam mengeksekusi tendangan 12 pas. Dia memiliki rataan sukses 95,9% selama ditunjuk sebagai seorang algojo. Secara rinci, dia mampu menjebol gawang lawan sebanyak 70 kali dari 73 kesempatan yang diberi.

Antonin Panenka

Dua gelar liga dan tiga piala domestik lainnya membuat nama Antonin Panenka layak disebut sebagai legenda di negaranya. Meski tidak pernah bermain untuk klub sebesar FC Barcelona atau Real Madrid, Antonin Panenka begitu melegenda dengan sebuah tendangan unik di area 12 pas.

Menjadi penendang pertama di laga final melawan Jerman Barat di Piala Eropa 1976, Antonin Panenka mengeksekusinya dengan sangat tenang. Dia menendang bola dengan power yang tidak terlalu besar namun memiliki tingkat akurasi luar biasa. Hasilnya adalah tendangan spektakuler, yang kita kenal sekarang dengan sebutan tendangan ‘panenka’. Tendangan tersebut begitu melegenda sampai sekarang.

Tendangan penalti yang melegenda di laga final itu pun menjadi satu diantara 24 tendangan penalti lainnya yang berhasil dicetak oleh Panenka. Sepanjang karirnya, Panenka hanya gagal menendang penalti sebanyak satu kali saja.

Laszlo Kubala

Laszlo Kubala merupakan satu nama yang pernah membuat FC Barcelona berjaya di kancah Eropa. Sepanjang karirnya, dia sendiri pernah membela sebanyak empat negara. Bersama FC Barcelona, Laszlo Kubala telah bermain selama 13 musim dan berhasil memenangkan 13 trofi.

Ketika itu, Barcelona memang begitu ditakuti ketika ada nama Laszlo Kubala didalamnya. Banyak bek yang dibuat kewalahan hingga kiper yang tak berdaya ketika Laszlo Kubala sudah berada di depan gawang.

Dipandang sebagai salah satu penyerang mematikan, Laszlo Kubala juga memiliki citra terbaik sebagai seorang penendang penalti. Dari total 28 kesempatan yang diberi, dia berhasil mencetak 27 diantaranya.

Jari Litmanen

Finlandia harus berbangga karena punya pemain seperti Jari Litmanen. Jari Litmanen merupakan pemain legendaris yang pernah tenar bersama Ajax Amsterdam sampai FC Barcelona. Di tahun 1995, ketika berhasil membawa Ajax Amsterdam menjuarai Liga Champions Eropa, Jari Litmanen berhasil duduk di peringkat ketiga peraih Ballon D’or.

Jari Litmanen mungkin dikenal sebagai pemain yang sering bergonta ganti klub. Namun sebanyak dia berganti klub pula, gelontoran lebih dari 200 gol berhasil dia ciptakan, dimana 28 gol lainnya dicetak melalui tendangan penalti, dari total 29 kesempatan yang didapatkan.

Dengan begitu, dia memiliki tingkat kesuksesan tendangan penalti sebesar 96,6 %.

Gaizka Mendieta

Dua kali membawa Valencia masuk ke final Liga Champions Eropa, Gaizka Mendieta layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik yang dimiliki tim kelelawar. Selain membawa Valencia masuk ke partai final sebanyak dua kali, Gaizka Mendieta juga berhasil mempersembahkan Copa del Rey, Piala Super Spanyol, dan juga Piala Intertoto.

Meski berposisi sebagai seorang gelandang, Gaizka Mendieta memiliki kemampuan mencetak gol yang cukup baik. Kepercayaan diri yang dimiliki juga membuatnya ditugaskan untuk menjadi algojo tendangan penalti.

Sepanjang karir, dia telah mendapat sebanyak 30 kesempatan tendangan penalti, dimana 29 diantaranya berhasil dia ceploskan bola ke dalam gawang.

Zico

Zico mungkin tidak terlalu populer dari nama Pele, Ronaldo, hingga Ronaldinho. Namun begitu, boleh dibilang, dia adalah seniman sesungguhnya asal negeri Samba. Selama tampil untuk timnas Brasil dalam 72 pertandingan, Zico berhasil mencetak sebanyak 52 gol. Zico dikenal sebagai pemain jenius, yang mampu membaca permainan dengan baik. Selain itu, akurasi tendangannya juga sangat baik.

Zico layak dimasukkan ke dalam salah satu eksekutor tendangan bebas terbaik sepanjang masa. Karena ketenangan serta kejeniusannya dalam mengeksekusi bola mati, Zico juga ditugaskan untuk menjadi algojo tendangan 12 pas.

Sama seperti mengeksekusi tendangan bebas, Zico juga lihai dalam menjadi penendang penalti. Buktinya, dia berhasil mencetak sebanyak 93 gol dari 96 kesempatan.

Cuauhtemoc Blanco

Penyerang asal Meksiko, Cuauhtemoc Blanco, masuk dalam daftar prestise ini. Nama Cuauhtemoc Blanco tidak banyak dikenal orang karena memang dia tidak pernah tampil di tim besar Eropa. Pemain yang pernah mempersembahkan Piala Konfederasi untuk Meksiko itu telah mencetak lebih dari 200 gol sepanjang karirnya.

Dikenal sebagai penyerang tajam, Cuauhtemoc Blanco juga lihai dalam menjadi algojo penalti. Dari sebanyak 73 kesempatan yang diberikan, dia berhasil mencetak sebanyak 71 diantaranya.

Matt Le Tissier

Pemain berjuluk Le God, Matt Le Tissier, dikenal sebagai pemain yang pandai meliuk melewati banyak pemain lawan. Dia merupakan pemain yang menghabiskan sebagian besar karirnya bersama Southampton. Dia tidak berniat membela klub seperti MU, Liverpool, atau Chelsea, karena memang dia sudah sangat mencintai Southampton.

Matt Le Tissier merupakan sosok sensasional dalam sejarah Liga Primer Inggris. Dia kerap mencetak gol spektakuler yang sulit ditiru oleh pemain lain. Dalam karir profesionalnya, dia juga dikenal sebagai penendang penalti terbaik yang pernah dimiliki Southampton.

Tercatat, dalam 50 kesempatan yang didapat, Matt Le Tissier hanya melewatkan satu tendangan penalti saja yang gagal dikonversi menjadi gol.

Ledio Pano

Gelandang asal Albania yang kini berusia 52 tahun, Ledio Pano, menjadi penendang penalti terbaik, dimana dia tidak pernah melewatkan satupun kesempatan yang gagal dikonversi menjadi gol, dari total 50 kesempatan yang diberikan.

Sepanjang karir profesionalnya, Ledio Pano adalah seorang pemain yang banyak menghabiskan waktunya di Yunani dan negara asalnya Albania.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=rnchky3z5fc[/embedyt]

 

Sumber referensi: punditfeed, sportbible

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru