Tim Medioker Ini Bakal Kejutkan Premier League 2025/26

spot_img

Jika biasanya kita menatap ke atas mencari tahu siapa yang paling siap untuk bersaing meraih gelar, kali ini yang akan kita bahas agak berbeda. Kita akan sedikit turun dan mengais-ngais klub papan tengah dan papan bawah untuk menakar kekuatan mereka. Tim-tim yang biasanya dipandang sebelah mata, kini diam-diam meramu kejutan.

Di balik keterbatasan pemain bintang, ada keberanian taktik. Di balik skuad muda, ada rasa lapar yang tak bisa diukur dengan statistik. Musim depan seolah memberi panggung bagi para pembangkang suratan takdir. Dan berikut adalah tim medioker yang diprediksi tampil mengejutkan di Liga Inggris musim 2025/26.

Brighton

Jika berbicara tentang sebuah kejutan, maka Brighton adalah satu nama yang muncul di pikiran. Tim yang berjuluk The Seagulls ini bak anomali di Premier League. Dari segi sistem permainan, pengambilan keputusan, hingga rencana transfer, semuanya terasa berbeda. Klub ini seperti bekerja di dimensi yang lain.

Brighton & Hove Albion di bawah Fabian Hürzeler berpotensi menjadi batu sandungan serius bagi tim-tim raksasa di Premier League musim 2025/26. Hurzeler datang bukan untuk membongkar pondasi yang dibangun Roberto De Zerbi. Di musim lalu, ia justru berusaha mengembangkan. Di tangan Fabian, Brighton menjadi tim yang lebih fluid.

Kemampuan ini jelas akan menguntungkan tim yang akan menghadapi lawan dengan keanekaragaman taktik. Mereka bermain lepas, tidak terbebani, namun punya sistem yang cukup disiplin untuk menyulitkan klub besar. Performa musim lalu bisa jadi patokan, di mana The Seagulls hanya kalah 9 kali. Jauh lebih sedikit dari Newcastle United dan Manchester United.

Tim yang lebih fluid bisa diartikan sebagai kemampuan tim untuk berotasi. Brighton dibangun dengan tambal sulam yang teliti. Contohnya saat Pervis Estupinan hijrah ke Milan, Maxim De Cuyper hadir untuk menambal lubang. Selain sulit diprediksi, kedalaman skuad yang baik juga bikin Brighton bisa menjaga intensitas permainan tetap stabil hingga akhir musim.

Bournemouth

Bournemouth jadi tim kedua yang masuk dalam daftar ini. Tim yang musim lalu menjelma jadi giant killer ini sedang dalam mood terbaik menyambut Premier League musim 2025/26. Skuad Bournemouth kini berada di fase yang sangat menjanjikan. Matang secara pengalaman, namun tetap dinamis dalam gaya bermain.

Ini bukan lagi tim yang hanya mengandalkan determinasi semata, tetapi skuad yang paham kapan harus menekan, kapan harus bertahan, dan kapan harus bermain sabar. Andoni Iraola membawa filosofi menyerang langsung yang kuat. High pressing, vertical football, dan transisi cepat bakal jadi andalan The Cherrys musim depan.

Musim lalu jadi bukti di mana sistem ini begitu efektif. Mereka mampu mengalahkan Arsenal, Manchester City, Manchester United, juga Spurs. Semua tim papan atas telah merasakan bagaimana sulitnya meredam lini serang Bournemouth yang diprediksi tak akan jauh berbeda dengan musim lalu. Tapi bagaimana dengan lini belakang yang sudah digembosi?

Tenang, Bournemouth tak sepolos itu. Selain mereka punya kemampuan untuk terus menelurkan bakat baru, The Cherrys juga sudah mendatangkan Adrien Truffert dan Djordje Petrovic. Itu dirasa sudah cukup untuk menambal lubang yang ditinggalkan Milos Kerkez, Kepa, dan Dean Huijsen.

Aston Villa

Tim yang satu ini kalian pasti sudah tak terkejut lagi jika masuk dalam daftar. Setelah ditangani Unai Emery, Aston Villa bukan klub yang dulu lagi. Mereka sudah tak sudi mendekam di papan tengah. Habitat baru mereka adalah papan atas. Bertempur demi zona Eropa dirasa lebih keren ketimbang harus terus-terusan nyari aman di papan tengah.

Sejak menjabat, Emery telah mengubah Villa menjadi mesin serangan efisien. Mereka jadi salah satu tim paling produktif dalam beberapa musim terakhir. Villa juga mendapat banyak pujian dari pelatih-pelatih hebat. Contohnya Luis Enrique. Menurutnya, Villa adalah tim paling merepotkan di UCL. Tekanan tinggi Villa begitu mempengaruhi mental bermain punggawa PSG.

Sayangnya, pergerakan transfer Villa kurang greget. Berada dalam tekanan PSR, Villa gagal mempermanenkan Marco Asensio yang tampil sangat baik musim lalu. Kegagalan lolos ke Liga Champions juga memukul potensi pemasukan besar yang sebelumnya sudah diproyeksikan.

Karena pergerakan di pasar transfer terbatas, Aston Villa tidak mengedepankan kuantitas, tetapi kualitas dan pertumbuhan internal. Mereka tidak memboyong banyak wajah baru, tetapi berusaha meningkatkan dan memaksimalkan potensi pemain yang ada.

Manchester United

Tim yang ditunggu-tunggu pun akhirnya nongol. Manchester United tentu jadi kekuatan yang diprediksi bakal merepotkan tim papan atas musim depan. Setelah tahun yang buruk, United siap membuktikan siapa yang berkuasa di Inggris. United mungkin tak selalu diunggulkan sebagai penantang gelar, tapi setidaknya, mereka akan tampil mati-matian musim depan.

Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah absennya United dari seluruh kompetisi Eropa. Dengan hanya bermain di kompetisi domestik, Setan Merah bisa lebih fokus menjalani kompetisi. Tanpa kompetisi Eropa, MU juga mendapat keuntungan lain, yakni waktu istirahat yang lebih banyak ketimbang klub-klub big six.

Menariknya, meski berstatus tim medioker, United tetap memiliki daya tarik di bursa transfer. Setelah mendatangkan Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, kini United kabarnya sedang mengejar striker dan kiper. Nama yang dikaitkan pun bukan kaleng-kaleng. Di sektor penyerang, Ollie Watkins dan Benjamin Sesko kabarnya bersedia untuk gabung. Sedangkan di posisi kiper, Gianluigi Donnarumma dan Emi Martinez jadi kandidat.

Jika rencana transfer ini terealisasi, maka United memiliki kedalaman skuad yang sangat baik. Hanya bermain di kompetisi domestik, Ruben Amorim punya keleluasaan lebih untuk meramu skuadnya. Sama halnya dengan Brighton, United bisa menjaga intensitas permainan terus stabil mengandalkan kedalaman skuadnya. Dengan begini, finis di urutan 6 besar bukan target yang sulit bagi Setan Merah.

Leeds United

Bukan cuma dari penghuni lama, tim promosi pun tak luput dari pengamatan. Dari tiga tim yang berstatus promosi, ada dua yang diperkirakan bakal merepotkan lawan-lawannya di Premier League musim 2025/26. Yang pertama adalah Leeds United. Kiprah dominasinya di Divisi Championship musim lalu bisa jadi modal bagus di musim depan.

Leeds meraih gelar juara kasta kedua dengan torehan 100 poin. Mereka bahkan mencetak 95 gol serta hanya kebobolan 30 gol dari 46 pertandingan. Leeds benar-benar tak bisa dianggap remeh musim depan. Namun, dominasi di Championship bukan jaminan sukses di Premier League. 

Sisi pertahanan dan lini tengah kabarnya jadi area yang sedang diperkuat oleh Leeds. Maka dari itu, dari tujuh pemain yang sudah didatangkan, enam diantaranya adalah pemain tengah dan bertahan. Pemain yang didatangkan pun bukan pemain asal. Mereka punya reputasi, sebut saja Jaka Bijol, Anton Stach, Lukas Nmecha, dan Lucas Perri. 

Proyek transfer yang lebih terstruktur dan tepat sasaran ini tak lepas dari pengaruh sang pemilik saham, Red Bull. Jurgen Klopp kabarnya sampai turun tangan langsung untuk merekomendasikan nama-nama yang cocok untuk Leeds. Dengan pondasi seperti ini, Leeds tak hanya ingin numpang lewat. Finis di urutan 10 atau 15 besar mungkin masuk akal.

Sunderland

Tim promosi lain yang dipercaya bakal memberikan warna berbeda di Premier League musim lalu adalah Sunderland. Kemunculan mereka sebagai tim yang menemani Leeds United dan Burnley untuk promosi ke kasta tertinggi aja sudah sebuah kejutan bagi publik Inggris. Karena The Black Cats benar-benar tak dijagokan saat babak play off.

Berstatus sebagai tim kejutan di Divisi Championship, Sunderland siap kembali mengejutkan di Premier League musim depan. Tanda-tandanya pun sudah kelihatan saat Sunderland bergerilya di bursa transfer. Pemilik enam gelar Premier League itu bahkan telah menghabiskan dana lebih dari 100 juta euro untuk memperkuat timnya.

Sejauh ini, Sunderland sudah mendatangkan enam pemain baru. Semuanya berstatus pemain muda potensial. Ada Simon Adingra dari Brighton, Habib Diarra dari Strasbourg, Enzo Le Fee dari AS Roma, Chemsdine Talbi dari Club Brugge, Noah Sadiki dari Union Saint-Gilloise, dan Reinildo Mandava dari Atletico Madrid. 

Belum lagi, Sunderland kabarnya sudah mendapatkan tanda tangan Granit Xhaka dari Bayer Leverkusen. The Black Cats menunjukkan keseriusan untuk tidak hanya bertahan tetapi juga bersaing di liga. Bersama lima tim dalam daftar ini, kiprah Sunderland jadi yang paling dinanti musim depan.

___

Sumber: The Analyst, GMS, Medium, TNT Sport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru