Persepakbolaan dunia sedang berada di tahap jeda Internasional, beberapa Liga sepak bola pun menghentikan segala kegiatan demi melancarkan agenda setiap negara melakoni FIFA Matchday. FIFA Matchday itu sendiri merupakan kesepakatan antara FIFA dan konfederasi sepak bola benua dalam menetapkan tanggal untuk dapat digunakan sebagai laga uji coba resmi.
Agenda FIFA Matchday masuk dalam kalender FIFA. Maka dari itu, Tim Nasional dari berbagai negara berhak memanggil pemain mereka yang berkarier di luar negeri maupun klub lokal. Agenda ini bertujuan untuk mengumpulkan poin bagi negara-negara anggota FIFA. Hal ini sekaligus berguna untuk memperbaiki peringkat negara yang bersangkutan di daftar Ranking FIFA.
View this post on Instagram
Ranking FIFA adalah suatu sistem yang menyajikan data Tim Nasional dari negara-negara anggota FIFA, yang diurutkan berdasarkan hasil pertandingan di kompetisi resmi tingkat dunia hingga laga-laga non turnamen, seperti uji coba.
Peringkat dunia FIFA adalah komponen penting dari sepak bola dunia. Namun, regulasi yang dipakai oleh FIFA masih meninggalkan misteri bagi beberapa penikmat sepak bola. Sebenarnya seberapa penting peringkat FIFA bagi kelangsungan sepak bola dunia?
Sistem Yang Terus Diperbarui
Daftar peringkat terbaru yang dirilis oleh FIFA, beberapa kali mengalami perubahan dalam tata cara penghitungan dari yang sudah ada sebelumnya. Sejak 2006, FIFA mengadopsi pendekatan berbasis peringkat rata-rata dengan total poin tim nasional dihitung dengan menghimpun poin rata-rata yang diperoleh per pertandingan yang dilakoni tiap negara dalam kurun 12 bulan. Biasanya daftar peringkat akan di update sebulan sekali.
Sistem lama ini dirasa banyak memiliki celah dan resiko terhadap penurunan peringkat FIFA yang lebih tinggi, sehingga mengakibatkan negara-negara tertentu enggan untuk melakoni uji coba karena ketakutan akan kehilangan poin.
Kini, sistem tersebut digantikan oleh metode penilaian ELO yang sudah terlebih dahulu diperkenalkan pada cabang olahraga lainnya. Ini sistem memang namanya ELO, jadi tidak ada kepanjangannya.
Berbeda dengan poin rata-rata, metode ELO adalah menambah atau mengurangi poin sebuah tim yang sudah ada secara keseluruhan sebelum memulai suatu pertandingan. Poin yang ditambahkan atau dikurang adalah sebagian ditentukan oleh kekuatan relatif dari dua lawan, termasuk pemikiran logis bahwa tim lebih tinggi peringkatnya akan lebih diunggulkan saat melawan tim yang peringkatnya lebih rendah.
Metode baru ini lebih menekankan pada bobot pertandingan yang akan dilakoni. Fase gugur dari kompetisi seperti Piala Konfederasi dan Piala Dunia akan memiliki poin yang lebih besar ketimbang laga di fase grup atau laga uji coba yang dimainkan di luar kalender FIFA.
Belum diupdate, biasanya awal bulan Februari nanti FIFA akan update. https://t.co/zsetmu7gy2 pic.twitter.com/Pvht5UprOP
— Komisi Wasit (@MafiaWasit) January 28, 2022
Sederhananya, sekarang Ranking FIFA akan lebih mudah berubah dengan adanya pertandingan yang akan dihadapi oleh setiap Tim Nasional. Jadi, itu berbeda dari metode sebelumnya yang hanya memperbarui peringkat sebulan sekali atau pada tanggal tertentu.
Sekarang, hasil penghitungan peringkat pada ELO menyajikan hasil yang berbeda. Per hari ini tanggal 29 Januari 2022, ELO memunculkan nama Brazil sebagai peringkat satu dunia. Namun, jika kalian menelusuri situs resmi FIFA, kalian pasti akan melihat bahwa Belgia masih menjadi peringkat satu dunia, karena daftar tersebut terakhir diperbarui tanggal 23 Desember 2021.
Cara Memperoleh dan Penghitungan Poin
Muncul pertanyaan bagaimana cara tiap Tim Nasional menambah pundi-pundi poin guna memperbaiki peringkat FIFA mereka? Nah FIFA sudah membagi beberapa bobot pertandingan, seperti laga uji coba yang diselenggarakan di luar kalender FIFA, hanya akan mendapat poin 5. Sedangkan pertandingan di fase perempat final di Piala Dunia menjadi pertandingan yang memiliki poin terbesar, yaitu 60 poin.
Nah, untuk penghitungan poin itu sendiri, FIFA memiliki rumus yang cukup njelimet karena ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Poin dihitung dengan menggunakan rumus Poin = Point Before + I (W – We). Rumus tersebut mengacu pada empat faktor, yaitu poin sebelum bertanding (Point before), Bobot Pertandingan (I), hasil pertandingan (W), hasil yang diharapkan dari pertandingan (We).
Jadi, dengan formula yang satu ini, kita jadi tahu bahwa jika sebuah negara mengalahkan tim yang peringkatnya semakin tinggi, maka poin yang akan didapatkan akan semakin besar.
Pengaruh Ranking FIFA
Daftar Peringkat FIFA ini kemudian biasanya dirilis oleh otoritas sepak bola dunia, alias ya FIFA itu sendiri. Sistem perangkingan yang digunakan oleh FIFA ini berfungsi untuk mengurutkan perkembangan dan kemampuan terkini dari tiap-tiap Tim Nasional sepak bola anggota FIFA.
Perangkingan FIFA akan terlihat berdampak besar apabila akan memasuki agenda besar FIFA seperti contohnya Piala Dunia 2022 nanti. Ranking FIFA akan berdampak pada pembagian pot kualifikasi Piala Dunia Qatar yang diundi oleh FIFA pada tahun lalu.
Sebagai contoh saja, undian kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa (UEFA) yang telah dilangsungkan di Zurich, Swiss pada tahun 2020 kemarin. Dalam pengundian untuk membagi grup kualifikasi Piala Dunia zona Eropa sudah dipastikan tak akan ada yang namanya grup neraka.
Pasalnya, negara-negara dengan tradisi dan sejarah sepak bola yang kuat masuk dalam pot teratas. Yup, tim-tim seperti Belgia, Jerman, Belanda, Perancis, Inggris, Portugal, Spanyol, Italia, Kroasia, dan Denmark tergabung di pot pertama sehingga mereka tidak mungkin berada di satu grup yang sama dalam pengundian ini.
Hal itu disebabkan negara-negara tersebut memiliki peringkat FIFA yang bagus, rata-rata mereka berada di 15 besar peringkat dunia FIFA. Lalu jika memasuki waktu pengundian zona Eropa, negara-negara yang bukan berasal dari Benua Eropa tidak dihitung. Otomatis hanya diambil sepuluh negara Eropa pertama sebagai pengisi pot 1.
#SekilasBolanet Wow! Inilah hasil undian playoff kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa.
Italia akan baku hantam dengan Portugal demi satu tiket ke Qatar jika mereka bisa mengatasi perlawanan Makedonia Utara dan Turki.
📷: @EURO2024 pic.twitter.com/amvPWUzndv
— Bola (@Bolanet) November 26, 2021
Namun, bukan tidak mungkin grup neraka tercipta apabila beberapa negara dengan kekuatan sepak bola yang kuat sedang tidak dalam performa terbaiknya dalam kurun setahun terakhir sebelum dilakukannya pengundian.
Hal tersebut setali tiga uang dengan tujuan Federasi Sepak Bola Indonesia yang berusaha menyelenggarakan uji coba dengan tim berperingkat lebih tinggi dari Indonesia dengan harapan Indonesia bisa mengambil poin sebanyak-banyaknya guna mengamankan pot ketiga di Kualifikasi Piala Asia 2023.
Well, Ranking FIFA sebenarnya nggak penting-penting amat. Peringkat FIFA bakal kepake buat memetakan perkembangan tiap negara, dan pemerataan dalam pemilihan pot kualifikasi Piala Konfederasi atau Piala Dunia. Itu saja.
https://youtu.be/JSD5UJriEhk
Sumber: FIFA, Goal, Elo Ratings, Digital Hub FIFA



Mantap artikel yang bagus dan menambah wawasan, selama ini cuma tau desas desus ranking Indonesia yang kurang begitu bagus… Ternyata dibalik ranking itu ada banyak hal yang bisa dijadikan motivasi…