Mendapatkan sebuah trofi merupakan mimpi setiap pemain sepakbola. Pasalnya, bagaimanapun, trofi menjadi penanda kesuksesan seorang pemain. Kebanyakan dari kita akan menganggap kalau seorang pemain telah meraih kesuksesan ketika berhasil mendapatkan trofi tertentu.
Bicara tentang trofi, salah satu raksasa Jerman, FC Bayern, menjadi klub yang nyaris setiap tahun selalu memenangkan sebuah gelar juara. Oleh sebab itu, wajar bila para pemain Bayern menjadi pengoleksi banyak sekali gelar. Dari mulai penyerang, gelandang, hingga seorang kiper sekalipun. Dalam sejarahnya, Bayern dikenal sebagai tim yang kerap diisi oleh kiper-kiper hebat.
Misalnya saja, Sepp Maier, Jean-Marie Pfaff, Raimond Aumann, Oliver Kahn, hingga Manuel Neuer. Karena nyaris selalu punya kiper-kiper terbaik, sejumlah nama di bawah mistar yang berkesempatan mengenakan seragam FC Hollywood, yang berposisi sebagai kiper kedua hingga ketiga, pun hampir selalu akrab dengan bangku cadangan.
Salah satu kiper tersebut adalah Tom Starke. Tom Starke sudah pensiun pada 2018 silam. Kini, ia bertugas sebagai pelatih kiper FC Bayern U19. Dulunya, ia pernah tergabung dalam skuad FC Bayern. Sayangnya, dia yang menjadi kiper ketiga jarang sekali mendapat kesempatan main.
Akan tetapi, tidak segala hal buruk itu membuat Starke terpuruk. Malah, ia tercatat sebagai kiper yang hanya main sebanyak 12 kali, namun mampu kumpulkan sebanyak 14 trofi. Bagaimana bisa itu terjadi?
Starke tercatat sebagai penggawa FC Bayern pada tahun 2012. Dia digaet dari Hoffenheim. Kiper jebolan Bayer Leverkusen ini didatangkan satu tahun setelah Neuer bergabung ke klub Bavaria dari Schalke 04.
Seperti yang sudah dijelaskan, dia hanya menjadi pemanis bangku cadangan, dan selalu kalah bersaing dengan kiper nomor satu Jerman, Manuel Neuer. Seperti kebanyakan kiper yang nasibnya kurang beruntung, Starke hanya punya kesempatan main ketika Neuer mengalami kendala, seperti cedera atau hukuman lainnya.
Hal tersebut dibuktikan dengan statistik, bahwa selama enam tahun lamanya, dia hanya tampil sebanyak 12 kali. Di musim pertamanya, dia hanya tampil sebanyak empat kali. Musim berikutnya, dia tampil dalam tiga laga. Lalu pada dua musim berikutnya, dia sama sekali tidak memiliki kesempatan tampil.
Pada 2016/17, dia baru kembali mendapat kesempatan dalam tiga laga. Sedangkan pada musim terakhirnya dia hanya mencatat dua penampilan saja.
Akan tetapi, jangan salah, meski Starke jarang sekali tampil di atas lapangan. Setidaknya dia menjadi pemain yang tidak pernah absen ketika Bayern merayakan gelar di atas panggung juara. Sepanjang perjalanannya bersama Bayern, dia berhasil mendapatkan sebanyak 14 trofi.
Gelar tersebut adalah enam gelar Bundesliga secara beruntun, tiga DFB Pokal, dua DFL-Supercup, satu Liga Champions Eropa, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antar Klub.
Hal ini jelas menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. Terlebih, ketika membela FC Bayern. Seperti diketahui, ketika tampil sebagai kiper Bayer Leverkusen, Hamburg SV, Paderborn, MSV Duisburg, hingga Hoffenheim, dia sama sekali tidak pernah meraih gelar juara.
“Pengalaman yang luar biasa bisa bermain di Bayern. Aku bangga pernah menjadi bagian dari salah satu klub hebat di dunia,” ujar Starke (via Bild).


