Kelumpuhan & Kursi Roda Yang Membawa Ferland Mendy Ke Real Madrid

spot_img

Pada musim panas 2019 lalu, Real Madrid secara resmi mengkonfirmasi bergabungnya Ferland Mendy sebagai rekrutan anyar mereka. Bek kiri asal Prancis itu diboyong dari Olympique Lyon dengan nilai transfer sekitar 48 juta euro atau setara 771,6 miliar rupiah. Ferland Mendy hengkang ke Santiago Bernabeu setelah menjalani dua musim di Lyon. Transfer Mendy ketika itu rampung menyusul kesepakatan Real Madrid mendapatkan Jovic, Eden Hazard, Eder Militao, dan Rodrygo.

Diboyong klub sekelas Real Madrid, Mendy diproyeksikan sebagai pengisi pos bek sayap kiri untuk bersaing dengan Marcelo. Meski sempat diragukan karena dia harus bersaing dengan salah satu bek kiri terbaik, dan pada masa-masa awalnya di Spanyol dia beberapa kali mendapat cedera, Mendy nyatanya mampu membuktikan kualitasnya dengan sangat baik.

Sampai pada musim ini, Ferland Mendy dinilai sukses menggusur posisi Marcelo di posisi bek kiri Real Madrid. Mendy mendapat banyak poin positif dari hasil kinerjanya di Stadion Santiago Bernabeu. Seperti yang sudah dijelaskan, pada awal kedatangannya ke Madrid, penampilan Ferland Mendy dinilai jauh dari kata memuaskan. Di pramusim ia bahkan dibekap cedera hamstring saat menghadapi Arsenal.

Performa buruknya berlanjut saat Real Madrid ditahan 2-2 Villarreal di laga La Liga pekan ketiga dan kalah 0-3 oleh PSG di matchday 1 Grup A Liga Champions Eropa. Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane akhirnya memutuskan kembali mempercayai Marcelo sebagai starter. Namun, bek senior asal Brasil ini pun tampil mengecewakan.

Entrenador berkebangsaan Prancis itu kemudian beralih lagi kepada Mendy. Bek kiri berusia 25 tahun tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya.

Mendy tampil gemilang saat memainkan laga el Clasico pertama musim lalu di Camp Nou. Ia turun sebagai starter sedangkan Marcelo hanya duduk di bangku cadangan di laga yang berakhir 0-0 itu.

Keberadaan Mendy di lini belakang telah membuat segalanya menjadi lebih mudah bagi Los Blancos. Sebaliknya bagi Marcelo, situasinya kian pelik karena sekarang dia dikabarkan akan dilepas Los Blancos.

Mendy, sedari dulu memang sudah menjadi sosok pantang menyerah. Tak hanya menyoal tentang perjuangannya di atas lapangan saja, namun juga dalam kehidupan yang sebenarnya.

Ferland Mendy menceritakan kisah hidupnya yang penuh rintangan saat diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Real Madrid. Dia, selain sudah ditinggal oleh sang ayah sejak usia 11 tahun, juga sempat mengubur mimpi menjadi seorang pesepakbola, setelah mengalami kelumpuhan.

Mendy lahir di Meulan-en-Yvelines, Prancis, dari keturunan Senegal. Dia dibesarkan di lingkungan yang kurang bersahabat. Pada saat usianya menginjak 12 tahun, Mendy menyadari kalau pinggang nya terkena sebuah infeksi berbahaya. Namun begitu, dia tidak langsung membawanya ke dokter karena terkendala masalah biaya. Oleh sebab itu, tidak ada penanganan apapun mengenai penyakitnya itu.

Barulah saat usianya menginjak 16 tahun, dia merasakan sakit luar biasa di bagian pinggang. Dia lalu dirawat di rumah sakit bahkan sampai tak bisa berjalan. Radang sendi yang ia derita disebabkan bakteri, virus, atau fungus, yang masuk lewat aliran darah atau luka yang terbuka tapi tak diobati.

Kondisi ini, yang secara langsung mempengaruhi sendi, bisa menyebabkan kelelahan, rasa sakit, menggigil, dan bengkak. Selama tujuh sampai delapan bulan, ia berjuang untuk sembuh dari penyakitnya. Dalam kondisi itu, Mendy tidak bisa berjalan dan hanya bisa berbaring, dan menggunakan kursi roda bila memang dibutuhkan.

Karena mengalami penyakit tersebut, Mendy yang saat itu sudah bergabung dengan PSG langsung diputus kontrak. Mimpinya terkubur, dengan dirinya langsung merasa hancur dan benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Setelah dirinya mulai bisa berjalan meski masih sulit untuk berlari, tawaran datang dari klub yang bermain di divisi empat FC Mantes. Setahun tampil di akademi tersebut, Mendy lalu bergabung dengan Le Havre. Namun sayang, dia merasa sedikit kesulitan karena harus bersaing dengan sejumlah pemain hebat yang memiliki posisi yang sama.

Ditengah-tengah perjuangannya untuk bangkit, Mendy masih merasa kalau menjadi pemain sepakbola profesional hanyalah angan-angan belaka. Malah ketika usianya sudah lebih dari 20 tahun, Mendy belum juga menunjukkan tanda-tanda akan sukses. Praktis, hal tersebut semakin membuatnya terpuruk dan berpikir untuk berhenti mengejar mimpi.

Namun Mendy masih belum mau menyerah. Perlahan tapi pasti, dia mulai naik ke level berikutnya. Meski Le Havre masih diisi oleh pemain yang dianggap lebih hebat darinya, Mendy sekali lagi belum mau menyerah. Akhirnya pada musim 2015/16, Mendy mendapatkan tempat di tim utama dan tampil dalam 11 pertandingan.

Sejak menjadi bagian dari tim inti Le Havre, permainan Mendy semakin berkembang dan membuat tim-tim seperti West Bromwich Albion, Brighton Hove and Albion, hingga Crystal Palace tertarik untuk merekrutnya.

Namun pada akhirnya, Mendy lebih memilih untuk bertahan di Prancis dan bergabung dengan salah satu raksasa disana, Lyon.

Diawal kedatangannya, Mendy banyak dikritik oleh penggemar karena rentan terkena cedera. Akan tetapi, dengan cepat ia membuktikan dengan sebuah 16 cleansheet sepanjang musim. Selama kurang lebih dua musim bermain di Lyon, Mendy tampil dalam 79 pertandingan.

Dari situ, pentingnya sosok Mendy bagi Lyon membuat Real Madrid terkesima. Mereka langsung melayangkan tawaran untuk membawa sang pemain menuju Estadio Santiago Bernabeu.

Perlu diketahui bahwa diterimanya tawaran dari Real Madrid oleh Mendy merupakan saran dari Raphael Varane.

“Aku berbicara dengan Varane, dan dia berkata bahwa ini adalah klub terbaik di dunia,”

“Dia berkata akan membantu ku bergabung dengan baik di ruang ganti. Itu akan membuat ku merasa lebih mudah, karena aku bermain dengannya di Prancis,”.

“Aku sangat senang bisa menjadi bagian dari Real Madrid. Aku paham dengan kualitas Marcelo. Dia memiliki karir yang hebat dan aku akan belajar banyak darinya,” ucap Mendy.

Kini, berkat kerja keras dari sebuah kursi roda, Ferland Mendy mampu membuktikan diri kalau dirinya layak disebut sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia. Tinggal seberapa banyak trofi yang bisa ia sumbangkan bagi klub asal Madrid, atau setidaknya, seberapa kuat dirinya bertahan di sebuah tantangan yang lebih berat bersama Real Madrid.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru