Yang kaya bisa jadi melarat. Apalagi yang miskin. Yang senang bisa jadi sengsara. Apalagi yang susah. Uang judi najis, tiada berkah.
Itulah penggalan lirik dari lagu hits berjudul “Judi” karya Haji Rhoma Irama yang rilis pada tahun 1987. Artinya, sudah sejak 36 tahun yang lalu, Haji Rhoma Irama sudah mengingatkan jauh-jauh hari soal bahaya judi.
Sayangnya, nasihat indah dari sang Raja Dangdut sepertinya tak diindahkan anak-anak muda generasi sekarang, termasuk Nicolo Fagioli. Andai dia bukan orang Italia dan paham pesan dalam lagu “Judi”, Fagioli mungkin tak akan bernasib malang seperti saat ini. Mendapat skorsing 7 bulan dan terlilit utang hingga Rp 50 Miliar.
Nicolo Fagioli, Gelandang Muda Menjanjikan Milik Juventus
Kembali ke era 2015 dimana Nicolo Fagioli adalah salah satu talenta muda yang menjanjikan. Kalau tak bertalenta, tak mungkin Juventus repot-repot membayar 210 ribu euro kepada Cremonese untuk mengangkutnya ke tim muda Bianconeri.
Terbukti, Fagioli mampu mendominasi tim U-17 dan dipromosikan lebih cepat ke tim Primavera atau tim U-19 di musim 2017/2018. Saat itu, Fagioli masih berusia 17 tahun, tapi sudah mampu mencetak 13 gol dalam 25 pertandingan. Padahal, Fagioli sendiri berposisi sebagai gelandang. Bakatnya itulah yang membuat The Guardian memasukkannya ke dalam daftar 60 pemain terbaik dunia di tahun 2018.
Bakat Nicolo Fagioli juga sudah jauh-jauh hari diakui oleh Massimiliano Allegri. Pada 2018 silam, Allegri pernah berkata, “Melihatnya bermain sepak bola adalah sebuah kebanggaan. Dia adalah seorang anak yang tahu sepak bola dan waktu permainan, dia tahu bagaimana dan kapan harus menerobos, bagaimana dan kapan harus mengoper bola. Anak laki-laki seperti itu tidak datang setiap tahun.”
Singkat cerita, Nicolo Fagioli menjadi bagian vital dalam skuad Juventus U-23 yang berkompetisi di Serie C. Ia juga jadi langganan timnas kelompok umur Gli Azzurri.
Pada musim 2021/2022, Fagioli dipinjamkan selama semusim penuh di Cremonese. Di sana, ia mencetak 3 gol dalam 33 pertandingan Serie B dan membantu Cremonese promosi ke Serie A.
Itulah pembuktian diri Nicolo Fagioli yang membuat Juventus memberinya perpanjangan kontrak pada musim panas 2022. Ia kemudian masuk dalam skuad inti Juventus asuhan Max Allegri.
Fagioli kerap dibandingkan dengan Andrea Pirlo. Maklum saja, ia bisa bermain sebagai trequartista atau fantasista atau bahkan penyerang lubang, dan bisa ditempatkan pula sebagai gelandang yang berdiri di depan garis pertahanan.
Musim lalu, Fagioli jadi salah satu pemain yang diandalkan Allegri di lini tengah Juve. Ia tampil sebanyak 37 laga di semua kompetisi dan mencetak 3 gol dan 5 asis. Nicolo Fagioli adalah peraih penghargaan pemain muda terbaik Serie A musim lalu.
Lalu, bagaimana dengan musim ini?
Sejauh ini, Nicolo Fagioli sudah mencatat 6 penampilan di Serie A dan mencetak 1 asis. Sayangnya, jumlah penampilan dan catatan asis maupun gol Fagioli tidak akan bertambah selama kurang lebih 7 bulan ke depan.
Tebukti Terlibat Judi Ilegal, Musim Nicolo Fagioli Berkahir Lebih Cepat
Seperti yang sudah football lovers dengar, Nicolo Fagioli terseret skandal perjudian ilegal. Fyi aja, atlet di Italia sah-sah saja berjudi. Namun, mereka tak boleh berjudi di olahraga yang mereka geluti dan hanya boleh berjudi di platform legal.
Nah, masalahnya, Nicolo Fagioli dan beberapa pesepak bola Italia lainnya diduga kuat terlibat judi online di paltform ilegal. Fagioli sendiri akhirnya terbukti dan mengakui bertaruh di pertandingan sepak bola, meski bukan pertandingan yang melibatkan Cremonese dan Juventus.
Kasus ini terungkap ke publik gara-gara jurnalis Fabrizio Corona. Dan ternyata, sebelum kita semua tahu, Kantor Kejaksaan Turin sudah menyelidiki kasus ini sejak Juni 2023.
Fagioli lalu jadi nama pertama yang terseret. Ia mulai diinvestigasi oleh jaksa penuntut pada 11 Oktober lalu. Fagioli pun dengan kooperatif menyerahkan diri, bekerja sama dengan jaksa, mengakui punya masalah, dan memberikan seluruh bukti yang terkait.
Singkat cerita, pada 17 Oktober kemarin, FIGC menjatuhkan hukuman larangan bermain selama 7 bulan kepada Nicolo Fagioli. Selain itu, FIGC juga menjatuhkan denda sebesar 12.500 euro. Keputusan ini terbilang cepat diambil setelah Fagioli mengajukan Plea Bargain.
Hasilnya, selama 5 hingga 6 bulan berikutnya, pemain berusia 22 tahun itu harus mengikuti program rehabilitasi kecanduan judi. Fagioli juga setidaknya harus menghadiri 10 pertemuan publik yang tujuannya adalah untuk membantu pemulihan mereka-mereka yang juga sedang kecanduan judi.
Hukuman yang diterima Nicolo Fagioli sebenarnya jauh lebih ringan dari tuntutan. Ia seharusnya dituntut skorsing 12 bulan, bahkan bisa dituntut 3 tahun apabila bertaruh di laga yang melibatkan tim yang ia bela.
Hukuman ini juga secara langsung membuat musim Nicolo Fagioli berakhir lebih cepat. Sebab, kemungkinan besar ia baru boleh bermain lagi di bulan akhir Mei 2024. Gara-gara judi, kini hidup dan karier Nicolo Fagioli jadi sengsara.
Beruntungnya, Juventus memberi Nicolo Fagioli dukungan penuh agar lepas dari kecanduan judi. Fagioli juga masih diizinkan untuk ikut latihan. Juve juga memutuskan untuk tetap membayar gaji Fagioli sesuai kontrak.
Berawal dari Iseng, Berujung Terlilit Utang
Lalu, bagaimana ceritanya seorang gelandang muda berbakat yang kariernya terlihat tidak bermasalah bisa terlibat judi ilegal, bahkan sampai kecanduan judi? Begini ceritanya.
Berdasarkan pengakuan Nicolo Fagioli kepada Kantor Kejaksaan Turin yang bocor ke publik, pemain berusia 22 tahun itu mengaku sudah berjudi sejak musim panas 2021. Saat itu, Fagioli memang belum jadi pemain inti Juve. Jumlah laga yang ia jalani di Serie B juga pasti lebih sedikit. Di saat itulah, ia punya banyak waktu luang dan mendengar bisiskan setan dari rekan yang kurang bertanggung jawab, Sandro Tonali.
Ya, jika menurut penuturan Fagioli, ia dikenalkan dengan judi online ilegal oleh Sandro Tonali. Kemungkinan besar, itu terjadi saat keduanya berada dalam kamp latihan timnas U-21 Italia. Saat itu, Fagioli penasaran dengan aktivitas yang dilakukan Tonali di gawainya. Sejak saat itulah, ia mulai mencoba-coba bermain judi untuk menghilangkan rasa bosan.
“Sandro Tonali menyarankan agar saya bermain di situs ilegal. Saya melihatnya bermain dan bertanya kepadanya apa yang ia lakukan, ia mengatakan kepada saya bahwa saya juga bisa melakukannya karena tidak ada jejak taruhan. Dan dia membuat saya mendaftar melalui akun di situs tersebut. Taruhan pertama ditempatkan pada tenis dan kemudian pertandingan sepak bola.”
Nicolo Fagioli menjadi ketagihan judi. Judi pun jadi hobinya dan akhirnya ia menjadi kecanduan. Hingga akhirnya, ketika ia menjadi pemain inti Juventus di tahun 2022, Fagioli mulai bertaruh di sepak bola.
“Dari Januari 2022 ketika saya tiba di Turin, saya berada dalam kondisi stres karena utang yang menumpuk. Saya sampai tidak bisa tidur di malam hari.” Ya, judi akhirnya menimbulkan masalah yang lebih besar dalam hidup Nicolo Fagioli.
Seperti kata Rhoma Irama. Kalaupun kau menang, itu awal dari kekalahan. Kalaupun kau kaya, itu awal dari kemiskinan.
Fagioli yang awalnya berjudi untuk bersenang-senang, akhirnya berjudi untuk memulihkan keuangannya yang remuk. Jika menang pun, ia tak mendapat apa-apa, sebab konsekuensi dari bermain judi adalah merugi hingga terlilit utang seperti halnya Fagioli.
Pada September 2022, Fagioli punya utang 250.000 ribu euro. Di saat itulah sang ibu tahu kalau anaknya punya masalah dan menyarankannya untuk meminta bantuan. Namun, jumlah utang Nicolo Fagioli semakin hari semakin bertambah. Kini, jumlah utangnya sudah mencapai 3 juta euro atau setara lebih dari Rp 50 Miliar.
Gara-gara ini, Fagioli sudah sering dikejar-kejar debt collector. Bahkan, menurut pengakuannya, sang debt collector mengancam akan mematahkan kakinya.
Demi membayar utangnya, Fagioli pun sampai meminjam uang dari beberapa rekannya, termasuk Federico Gatti dan Radu Dragusin, tetapi dengan cara berbohong agar mereka tak tahu kalau uang tersebut untuk membayar utang judi. Kepada Gatti, Fagioli meminjam 40 ribu euro dengan alasan untuk membeli jam tangan gara-gara rekeningnya diblokir sang ibu. Wah, sungguh anak yang kurang ajar bukan.
Inilah yang membuat Nicolo Fagioli tertangkap kamera tengah menangis setelah ditarik keluar di laga Sassuolo vs Juventus pada April silam. Saat itu, semua orang mengira kalau Fagioli menangis karena membuat kesalahan yang berujung pada kekalahan Juve. Namun ternyata, ia menangis karena memikirkan utang akibat berjudi.
Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya kamu dan kamu football lovers yang saat ini sedang ketagihan atau mungkin sedang mencoba-coba untuk bermain judi online atau slot dan antek-anteknya. Seorang Nicolo Fagioli yang bergaji 35.577 ribu euro perminggu atau setara lebih dari Rp 597 juta saja sampai nyaris jatuh miskin, apalagi kamu yang gajinya tak sampai 1% gaji Nicolo Fagioli.
Maka dari itu, dengarkan dan indahkanlah nasihat Haji Rhoma Irama.
Apa pun nama dan bentuk judi. Semuanya perbuatan keji. Apa pun nama dan bentuk judi. Jangan dilakukan dan jauhi.
Belajarlah dari nasib Nicolo Fagioli. Jauhi judi bila tak mau sengsara.
Referensi: Calcio Style, Goal, Fotmob, Get Football, Football Italia.


