Beranda blog Halaman 6

Berita Bola Terbaru 4 September 2025 – Starting Eleven News

0

 

CHIESA DICORET DARI DAFTAR SKUAD UCL LIVERPOOL

Liverpool telah merilis daftar skuad yang akan tampil di Liga Champions. Nama Federico Chiesa tidak masuk dalam daftar. Dilansir  BBC, Chiesa sudah berusaha konsisten tampil di tiga pertandingan terakhir Liverpool. Ia bahkan mencetak gol di laga melawan Bournemouth. Namun, performa itu belum meyakinkan Arne Slot. Pelatih asal Belanda itu justru lebih memilih untuk memasukan pemain muda, Rio Ngumoha ke skuad Liga Champions Liverpool.

MU SEDANG BERUSAHA JUAL ONANA KE ARAB SAUDI

Meski bursa transfer sepakbola Eropa sudah tutup, Manchester United belum berhenti berusaha menjual sang penjaga gawang, Andre Onana. Dengan kedatangan Senne Lammens, urgensi untuk menjual salah satu dari Andre Onana atau Altay Bayindir semakin besar. Dilansir Team Talk, manajemen tampaknya lebih senang jika Onana yang hengkang. Kabarnya, pasar Arab Saudi jadi tujuan utama United untuk menjual Onana. Jika berhasil, pemasukan dari penjualan Onana bisa menyeimbangkan pengeluaran MU yang cukup tinggi musim panas ini.

BRUNO DICAP TERLALU KEKANAK-KANAKAN

Mantan bintang Liverpool, John Aldridge menyampaikan kritiknya untuk pemain Manchester United, Bruno Fernandes. Mengutip dari Mirror, menurut Aldridge, Bruno ini tidak layak untuk menjadi kapten di tim selevel Manchester United. Eks Liverpool itu merasa aura dan kedewasaan Bruno sangat jauh jika dibandingkan dengan kapten United di zaman dulu. Bruno dinilai tukang menggerutu dan terlalu kekanak-kanakan. Aldridge merasa United akan jauh lebih baik jika Bruno dicopot dari ban kapten.

ANGE POSTECOGLOU DIKAITKAN DENGAN FENERBAHCE

Mantan pelatih Spurs, Ange Postecoglou kabarnya sedang dikaitkan dengan jabatan pelatih kepala di klub Turki, Fenerbahce. Dilansir Standard, Fener baru saja berpisah dengan pelatih sebelumnya, Jose Mourinho. Kini, sang raksasa Turki itu butuh pelatih yang sudah teruji di kompetisi Eropa. Nama Ange pun masuk dengan sepak terjangnya di Europa League musim lalu. Negosiasi sedang berlangsung. Namun, Ange tak mau terburu-buru untuk mengambil keputusan. Sebab, Ange punya opsi lain di luar Fenerbahce.

NEWCASTLE BERSIAP PERPANJANG KONTRAK TONALI DAN BOTMAN

Sementara dari Newcastle United, manajemen ingin segera melakukan negosiasi soal kontrak baru dengan dua pemain pilarnya, Sandro Tonali dan Sven Botman. Dilansir Geordie Boot Boys, Tonali masih punya kontrak hingga 2028. Sedangkan Botman masih menyisakan kontrak hingga 2027. Upaya perpanjangan kontrak akan dilakukan lebih awal untuk menghindari konflik yang sama seperti apa yang dialami oleh Alexander Isak. Newcastle tak mau ada unsur keterpaksaan dalam melepas pemain. Selain Botman dan Tonali, Newcastle juga akan menawarkan kontrak baru untuk Tino Livramento.

RAUL MASUK DAFTAR CALON PELATIH LEVERKUSEN

Bergeser ke Spanyol, ada Raul Gonzalez yang dikaitkan dengan jabatan pelatih di Bayer Leverkusen. Raul diproyeksikan sebagai suksesor Erik Ten Hag yang dipecat baru-baru ini. Dilansir Goal, sempat dirumorkan akan melatih Schalke, Raul saat ini masih berstatus tanpa klub. Leverkusen kagum dengan kinerja Raul di Real Madrid Castilla. Namun, Raul bukan satu-satunya pelatih yang diincar Leverkusen. Ada Edin Terzic dan Marco Rose yang juga masuk daftar Leverkusen.

ASENCIO MASUK RADAR BESIKTAS

Dari Real Madrid, kabarnya klub sedang mencarikan Raul Asencio klub baru di sisa waktu jendela transfer musim panas ini. Dilansir AS, Madrid memandang Besiktas sebagai destinasi potensial. Besiktas masih membutuhkan bek baru usai kepergian Ole Gunnar Solskjaer. Besiktas juga masih bisa mendatangkan pemain hingga 12 September mendatang. Besiktas kabarnya sangat menginginkan Asencio. Namun, sang pemain kabarnya belum ada niatan untuk pindah. Tapi di sisi lain menit bermainnya tidak terjamin di Madrid.

2026, BARCA SIAP HABISKAN 180 JUTA EURO UNTUK 2 PEMAIN

Saat bursa transfer musim panas 2025 sudah ditutup, Barcelona baru koar-koar bakal belanja besar-besaran. Dilansir Fichajes, Barcelona akan menyiapkan dana sekitar 180 juta euro untuk belanja dua pemain impian. Dewan Barça berencana untuk menginvestasikan hingga 180 juta euro untuk memperkuat sisi penyerang dan pertahanan. Menurut laporan, dua pemain itu adalah Julian Alvarez dan Alessandro Bastoni. Kabarnya, Bastoni akan menghabiskan dana sekitar 80 juta euro. Sedangkan Alvarez bisa di angka 100 juta euro. Kita tunggu saja. Ini adalah proyek realistis atau cuma omon-omon.

MASIH NGANGGUR, TOMIYASU DIINCAR MILAN

Spanyol sudah, kini bergeser ke Italia. Jika kemarin AC Milan sedang berusaha mendekati Sergio Reguilon, kini nama Takehiro Tomiyasu juga muncul dalam daftar. Menurut Football Italia, Tomiyasu yang kini berstatus bebas transfer sedang didekati oleh Milan. Seperti yang sudah disampaikan, Max Allegri butuh pemain bertahan yang memiliki pengalaman baik di liga top atau kompetisi Eropa. Apalagi, Tomiyasu punya pengalaman berkarir di Serie A bersama Bologna. Pemain asal Jepang tersebut punya nilai plus di mata Allegri. Namun, ketertarikan ini masih tahap awal. 

LEONI HAPPY DIPANGGIL TIMNAS ITALIA

Bek baru Liverpool, Giovanni Leoni menyampaikan perasaannya usai mendapat panggilan dari Timnas Italia senior. Dilansir Foot Italia, ini jadi pemanggilan tim nasional pertama baginya. “Sungguh, ini adalah emosi yang tak terlukiskan. Ini merupakan suatu kebanggaan menjadi bagian dari tim ini dan berlatih dengan pemain berkaliber ini,” kata Giovanni Leoni. Di usianya yang baru 18 tahun, eks Parma itu berharap mendapatkan menit bermain yang berharga di kualifikasi Piala Dunia mendatang melawan Estonia dan Israel. 

UMTITI PERTIMBANGKAN PENSIUN DINI

Selanjutnya, ada mantan pemain Lecce dan Barcelona, Samuel Umtiti yang tak kunjung menemukan klub baru. Umtiti sudah tanpa klub sejak 1 Juli kemarin. Kontraknya tak diperpanjang oleh Lille. Namun, Umtiti kesulitan mencari klub baru. Dilansir Goal, kondisinya yang semakin sulit ini membuat Umtiti mempertimbangkan untuk gantung sepatu. Kabarnya, jika dalam sepuluh hari lagi Umtiti tidak menemukan klub baru, ia akan mengumumkan keputusan pensiunnya dari sepakbola profesional.

KLUB TURKI PANTAU ORTEGA

Mampir sebentar ke Turki, ada Trabzonspor yang kabarnya sedang memantau kiper cadangan Manchester City, Stefan Ortega. Dilansir Tribuna, kedatangan James Trafford dan Gianluigi Donnarumma membuat posisi Ortega semakin terpinggirkan. Jika begini, Ortega akan terus berada dalam bayang-bayang dan kesulitan mendapat menit bermain. Maka dari itu, Trabzonspor melihat ini sebagai celah untuk menggoda Ortega. 

SUSUL DIKS KE BUNDESLIGA, SEELT BIKIN NIJMEGEN MARAH

Masih dari Eropa, tepatnya Jerman, tapi kali ini tentang pemain keturunan Indonesia. Dilansir Suara, Jenson Seelt menyusul Kevin Diks ke Bundesliga. Seelt baru saja merampungkan transfer ke Wolfsburg sebagai pemain pinjaman dari Sunderland. Namun, kepindahan ini justru membuat mantan klub Calvin Verdonk murka. Loh, apa hubungannya? Menurut beberapa sumber yang ada, Nijmegen merasa ditipu oleh Sunderland. Nijmegen mengharapkan kedatangan bek berdarah Indonesia-Belanda itu dengan status pinjaman. Itu bagian dari kesepakatan NEC yang menjual kiper mereka, Robin Roefs ke The Black Cats. Namun, kesepakatan itu tak diindahkan oleh Sunderland. Mereka malah meminjamkan Seelt ke Wolfsburg.

SAH JADI WNI, MILIANO MAIN LAWAN TAIWAN & LEBANON?

Kabar baik datang dari sepakbola Indonesia. Miliano Jonathans sudah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Jonathans sah menjadi WNI setelah disumpah di Kementerian Hukum, Jakarta. Dilansir Sport Detik, PSSI kini mengupayakannya agar bisa bermain membela Timnas Indonesia saat beruji coba melawan Taiwan dan Lebanon di Surabaya. Karena mepetnya waktu, PSSI harus gerak cepat untuk mengurus perpindahan federasi. Meski begitu, PSSI berjanji akan mengupayakan agar proses ini selesai lebih cepat sehingga Jonathans bisa langsung memperkuat Timnas Indonesia.

HILGERS BATAL GABUNG GO AHEAD EAGLES

Nasib kurang mujur justru dialami oleh bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers. Setelah gagal pindah ke Brest karena kehabisan waktu. Kini, sang pemain kembali gagal pindah ke Go Ahead Eagles. Menurut Bolasport, negosiasi antara Twente dan Go Ahead tidak mencapai kata sepakat. Eagles pun lebih memilih untuk mendaratkan Kenzo Goudmijn ketimbang Hilgers. Dengan ini, Hilgers gagal satu tim dengan Dean James. Opsi Hilgers pun semakin minim. Antara Liga Belgia atau Liga Turki.

MU BAKAL REKRUT LAVIA PADA JANUARI NANTI

Gagal mendapatkan seorang gelandang di bursa transfer musim panas, manajemen Manchester United menjanjikan Ruben Amorim seorang gelandang di jeda musim dingin nanti. Dilansir Caught Offside, ada beberapa opsi selain Carlos Baleba. Salah satunya adala Romeo Lavia dari Chelsea. Meningkatkan kekuatan lini tengah adalah target selanjutnya bagi MU. Karena Baleba terlalu mahal, MU mengalihkan pandangan pada Lavia yang jauh lebih murah namun memiliki pengalaman di Premier League. Meski sulit berkembang di Chelsea, manajemen MU tetap menilai bahwa Lavia punya potensi. 

VILLA BUKA PELUANG PERTAHANKAN EMI MARTINEZ

Setelah kesepakatan dengan Manchester United batal, Aston Villa kabarnya terbuka untuk melanjutkan kerjasama dengan Emi Martinez. Menurut cuitan Fabrizio Romano, manajemen Villa menganggap bahwa Emi masih jadi opsi terbaik yang dimiliki klub saat ini. Daripada membeli kiper baru yang kualitasnya tak terjamin, klub bersedia untuk menerima kembali Martinez yang sudah diambang pintu keluar. Unai Emery pun tak keberatan jika Emi Martinez masih mau menjadi andalan di bawah mistar Villa.

DISASI DIPANTAU KLUB ARAB

Chelsea News melaporkan bahwa Axel Disasi yang gagal pindah ke Bournemouth mendapat ketertarikan dari klub Arab Saudi. Menurut laporan, klub Arab Saudi, NEOM kabarnya telah menghubungi Chelsea. Mantan bek Monaco itu disebut-sebut masuk dalam daftar pendek mereka. Sayangnya, Disasi kabarnya belum mau pindah ke Arab Saudi. Dirinya masih ingin bersaing di level tertinggi. Namun, biarpun begitu, kepindahan ke Arab Saudi belum sepenuhnya tertutup. Disasi butuh menit bermain dan NEOM menjamin itu. Kini, keputusan ada ditangan Disasi.

AGUERD HIJRAH KE MARSEILLE

Kata sepakat sudah terkunci, Nayef Aguerd pindah dari West Ham United ke Marseille. Pihak klub pun sudah mengumumkan transfer ini. Dilansir BBC, Aguerd menghabiskan musim 2024/25 dengan status pinjaman di klub Spanyol, Real Sociedad. Marseille yang tahu bahwa pemain asal Maroko itu sudah tak mendapat tempat di skuad West Ham pun bergerak. Kabarnya, kesepakatan ini bernilai 23 juta euro. Namun, belum diungkapkan berapa durasi kontrak yang ditandatangani Aguerd.

INTER UMUMKAN BERAPA BIAYA MEMPERMANENKAN AKANJI

Dari Inggris, beralih ke Italia. Inter Milan resmi memperkenalkan Manuel Akanji sebagai pemain baru. Inter menjadikan Akanji sebagai rekrutan kelima mereka musim panas kali ini. Dilansir Sempre Inter, kemunculan Akanji di media sosial Inter sekaligus membuka update baru tentang detail kontraknya. Menurut laporan, Inter membayar 1 juta euro untuk kesepakatan pinjaman ini. Lalu, punya opsi pembelian senilai 15 juta euro di akhir masa pinjaman. Opsi pembelian akan menjadi wajib jika Inter memenangkan gelar Serie A musim ini.

SERIE A BAKAL MAINKAN LAGA MILAN VS COMO DI AUSTRALIA

Pihak penyelenggara Serie A kabarnya percaya diri kalau mereka bisa menggelar pertandingan di luar Italia. Dilansir Football Italia, Presiden Lega Serie A Ezio Simonelli mengatakan dia “tetap optimis” bahwa laga antara AC Milan vs Como bisa dilaksanakan di luar Italia, tepatnya Australia pada Februari mendatang. Gagasan ini banyak menerima penolakan. Namun, Simonelli yakin UEFA akan menyetujui ide visioner tersebut segera. Jika di acc, ini akan jadi terobosan yang cukup gila dari sepakbola Italia.

CARVAJAL KOMENTARI KINERJA XABI ALONSO

Italia sudah, kini bergeser ke Spanyol. Sebagai pemain paling senior di skuad Real Madrid, Dani Carvajal menyampaikan beberapa pendapatnya soal performa tim di bawah asuhan Xabi Alonso. Mengutip dari Football Espana, mengenai perbedaan antara Ancelotti dan Xabi Alonso, Carvajal mencatat bahwa Alonso lebih cenderung menyesuaikan rencana permainannya dengan lawan-lawannya. “Dia membuat rencana pertandingan, tergantung lawannya, tergantung susunan pemain inti yang ingin digunakan, dia mencari satu atau beberapa alternatif. Saya rasa tim kepelatihan mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan,” kata Carvajal.

YAMAL BALAS SINDIRAN HANSI FLICK

Lamine Yamal kabarnya telah membalas kritik Hansi Flick tentang “ego” di skuad Barcelona. Ia juga menepis isu miring soal sikapnya setelah hasil imbang melawan Rayo Vallecano. Dilansir Goal, hasil imbang melawan Rayo Vallecano membuat Hansi Flick murka. Sang pelatih meminta skuadnya meninggalkan “ego” dan kembali menekankan kebersamaan, memperingatkan bahwa sikap keegoisan bisa menghancurkan kesuksesan. Namun Lamine Yamal tak tinggal diam. Dalam wawancara terbuka dengan RTVE, wonderkid 18 tahun itu menilai hasil imbang tersebut bukan disebabkan ego, melainkan kurangnya intensitas di awal musim.

KLUIVERT BICARA SOAL THOM DAN ELIANO YANG GABUNG PERSIB

Kembali ke Indonesia, ada Patrick Kluivert yang angkat bicara soal kepindahan Thom Haye dan Eliano Reijnders ke Persib Bandung. Dilansir CNN Indonesia, pelatih Timnas Indonesia itu menyambut baik transfer ini. Menurut Kluivert, kepindahan dua pemain yang sebelumnya bermain di liga Belanda itu bisa jadi keuntungan besar bagi skuad Garuda karena mempermudah timnas memanggil Thom dan Eliano. Pelatih asal Belanda itu juga menyoroti kondisi kedua pemain tersebut yang sebelumnya jarang mendapatkan kesempatan bermain di klub lamanya. Dengan bergabung ke Persib, ia optimistis keduanya akan memiliki peran lebih besar dan ritme permainan yang terjaga.

LEBANON MULAI PUJI-PUJI TIMNAS INDONESIA

Jelang menghadapi Timnas Indonesia, Timnas Lebanon mulai memuji-muji sepakbola Indonesia. Mengutip dari CNN Indonesia, Lebanon memuji setinggi langit Timnas Indonesia yang diperkuat para pemain yang berkiprah di Eropa dan dilatih legenda timnas Belanda, Patrick Kluivert. Laman resmi tim Lebanon menuliskan bahwa mereka akan menghadapi tim kuat yang dipimpin mantan bintang timnas Belanda, Patrick Kluivert dan juga dihuni pemain profesional dalam level tertinggi liga-liga besar Eropa seperti Liga Italia, Jerman, Prancis, dan Belanda. Bagi Lebanon, laga persahabatan ini menjadi bagian persiapan untuk kualifikasi Piala Asia AFC 2025 di Arab Saudi, yang akan dimulai pada Oktober mendatang.

Baru 3 Laga Sudah DIPECAT! Ten Hag KENA TIPU Bayer Leverkusen?!

0

Nasib malang memang tidak bisa diprediksi, tapi ia bisa diciptakan. Seperti pengemudi ojek online yang meninggal setelah dilindas rantis aparat. Tidak ada yang menyangka nasib malang akan menimpanya, tapi nasib buruk itu jelas diciptakan. Nggak mungkin dong rantis itu jalan sendiri?

Pun yang dialami Erik Ten Hag. Tapi kalau soal ini nggak sampai merenggut nyawa. Bekas manajer Manchester United itu mengalami kemalangan di awal musim ini. Baru memimpin Bayer Leverkusen dalam tiga pertandingan, Ten Hag sudah dipecat. Ia pun gusar bin kecewa. Ten Hag merasa Bayer Leverkusen telah mengkhianatinya.

Hmmm… benarkah demikian? Kalau merasa dikhianati kenapa nggak curiga dari awal sih Pak Ten Hag? Emang situ nggak bisa melihat gelagat kalau Leverkusen sebenarnya nggak percaya sama situ?

Petaka Laga vs Werder Bremen

Kisah sedih ini terjadi beberapa hari usai laga menghadapi Werder Bremen di spieltag kedua Bundesliga. Jadi ceritanya, di laga tersebut Bayer Leverkusen berada di atas angin untuk memenangkan laga. Die Werkself sudah unggul 3-1 hingga laga kurang dari 20 menit waktu normal. Dua gol Patrik Schick dan satu dari Malik Tillman baru bisa dibalas satu gol dari Romano Schmid.

Akan tetapi pada 15 menit akhir, saat sudah kehilangan satu pemain karena dikartu merah, anak asuh Horst Steffen berhasil mengejar defisit dua gol, dan memaksakan laga berakhir imbang. Tiga poin tak jadi diraih anak asuh Erik Ten Hag. Situasi ini membuat Bayer Leverkusen terkapar di posisi 12. Di laga pertama mereka sudah kalah dari Hoffenheim.

Kekalahan tersebut plus gagal menang saat kemenangan hanya berjarak 15 menit dari Bremen, memaksa manajemen Leverkusen untuk mengeluarkan maklumat yang isinya, mencopot jabatan Ten Hag dari posisi pelatih. Direktur Olahraga Simon Rolfes mengatakan ini adalah keputusan yang tidak mudah.

Ini juga cerita yang ironis. Fenomena seorang pelatih yang baru sebentar melatih lalu dipecat terbilang langka di Eropa, setidaknya selama beberapa tahun terakhir. Dulu memang sering, terutama di liga-liga kompetitif seperti Liga Inggris. Tapi belakangan fenomena ini malah biasanya sering terjadi di liga terbaik di dunia, Lig Ang.

Tapi ini tidak. Saat pelatih-pelatih di Liga Super BRI belum ada yang dipecat, Ten Hag lebih dulu mengalami pemecatan. Sesuatu yang tampak menyedihkan dan penuh tanda tanya. Kenapa Bayer Leverkusen bisa sampai sekejam itu?

Awal yang Manis

Akan terlihat makin menyedihkan ketika membaca kembali berita saat Ten Hag tiba di BayArena, Mei 2025 lalu. Ketika itu Ten Hag yang nganggur usai diusir dari Manchester United, tiba-tiba diumumkan sebagai pelatih baru Bayer Leverkusen. Ia menggantikan Xabi Alonso yang dibajak oleh Real Madrid.

Erik Ten Hag bangga bisa bergabung ke Bayer Leverkusen. Saking bangganya, Ten Hag sampai membuat akun Instagram baru demi bisa menuliskan “Manajer of @bayer04fussball” di bionya. Simon Rolfes juga menyambut kedatangan Ten Hag dengan senyum mengembang.

Tatkala berbicara di konferensi pers, Simon Rolfes bahkan memuji kualitas dan pengalaman Erik Ten Hag selama di Ajax dan Manchester United. Rolfes terkesan sekali dengan kemampuan Ten Hag yang membawa enam gelar untuk Ajax Amsterdam.

Direktur olahraga yang juga pernah berseragam Die Werkself ini tak ketinggalan memuji Ten Hag yang mampu bawa MU meraih Piala FA dan Carabao Cup saat situasi klub sedang sulit. Menurut Rolfes, visi sepak bola Bayer Leverkusen yang menuntut teknik dan dominasi juga selaras dengan visi pelatih berkepala licin tersebut.

Mendengar puja-puji itu, Ten Hag merasa didukung. Ia leluasa untuk menyusun skuadnya. Sejumlah laga pun dilakoni, termasuk pertandingan-pertandingan pramusim. Hasilnya juga sebetulnya tak terlalu menyedihkan, meski juga tak cukup baik karena Leverkusen bahkan kalah dari Chelsea dan Flamengo U-20.

Tatkala memasuki musim baru, Ten Hag memang gagal memetik kemenangan di dua laga Bundesliga, namun berhasil membawa Leverkusen melaju ke putaran kedua DFB Pokal. Meski lawan di putaran pertama cuma SG Sonnenhof, tim Regionalliga.

Ten Hag Berjalan ke Arah yang Keliru

Akan tetapi sebetulnya sesuatu yang tidak beres sudah tercium saat Ten Hag tiba di Jerman. Seperti yang pernah dibahas Starting Eleven Story sebelumnya, para pemain penting warisan Xabi Alonso pada minggat. Jeremie Frimpong, Victor Boniface, Granit Xhaka, Florian Wirtz, Jonathan Tah, hingga Lukas Hradecky seolah tak sudi dilatih Ten Hag.

Kendati pelatih gundul itu bilang pemain datang dan pergi adalah hal biasa di sepak bola, tapi Simon Rolfes memandangnya berbeda. Sang direktur olahraga melihat ini sebagai sesuatu yang keliru. Ten Hag, menurut Rolfes, justru seperti ingin membawa klub ke arah yang berlawanan. Ibarat mestinya pergi ke Surabaya, ini sang sopir malah mengarahkan mobil ke Cilandak.

Bagi Rolfes, membangun tim baru dengan formasi dan susunan pemain seperti yang diinginkan Ten Hag tidaklah memungkinkan. Alhasil daripada tim sampai ke tujuan yang tidak seharusnya, Rolfes mengambil keputusan berani dengan menurunkan sang sopir di tengah jalan.

Tapi apakah hanya karena sang direktur olahraga memandang bahwa Ten Hag keliru membawa Leverkusen, sehingga ia dipecat?

Gagal Menguasai Ruang Ganti?

Anggapan itu tidak hadir dari ruang hampa. Desas-desus bahwa Ten Hag tak mampu menguasai ruang ganti sudah merebak. Setelah ditinggal Xabi Alonso, ruang ganti Die Werkself jauh dari kata harmonis. Krisis kepercayaan menjadi penyakit di sana. Itulah mungkin yang jadi alasan kenapa banyak pemain angkat kaki.

Beberapa pemain tak lagi semangat menjalani musim setelah Xabi Alonso pergi. Sementara yang lain tidak menyambut baik perubahan metodologi atau komunikasi dari Xabi ke Erik ten Hag. Bahkan friksi pun sudah terjadi tatkala musim baru bergulir. Sempat muncul cekcok antara Patrik Schick dan Exequiel Palacios di laga menghadapi Werder Bremen.

Di babak kedua melawan Bremen, kedua pemain berebut menjadi eksekutor penalti. Pada akhirnya Schick yang mengambil penalti itu dan mencetak gol. Namun kalian tahu apa yang terjadi berikutnya? Tidak ada yang membicarakan gol itu di ruang ganti.

Bayangkan, kamu membawa perusahaan meraih pendapatan yang luar biasa, tapi tidak ada yang membicarakan itu. Sakit? Nah begitulah yang mungkin dirasakan Schick. Ruang ganti Die Werkself yang semula penuh semangat telah berubah menjadi anyep. Coba saja kamu bekerja di tempat seperti itu. Bikin males pasti kan?

Robert Andrich, sang kapten, hanya bisa meratapi kesengsaraan timnya. Sementara penerus Xabi Alonso, dalam hal ini Ten Hag, tidak mendapat dukungan dari para petinggi klub. Padahal ia terlihat sangat didukung di awal. Lantas, bagaimana dari sisi Erik ten Hag?

Ten Hag: Klub Tidak Saling Percaya!

Setelah dipecat hanya dalam waktu kurang lebih tiga bulan, Ten Hag akhirnya membeberkan kenyataan bahwa ia, sebenarnya tidak pernah mendapat kepercayaan yang pantas dari Bayer Leverkusen. Setiap pelatih perlu ruang, waktu, dan kepercayaan untuk mewujudkan visinya, menetapkan standar, membentuk skuad, dan meninggalkan jejak pada gaya bermain.

Menurut Ten Hag, Leverkusen tidak ngasih hal-hal tadi. Pelatih berpaspor Belanda ini kecewa karena ia datang dengan penuh kepercayaan dan energi, tapi tidak dilihat oleh Leverkusen. Padahal, masih menurut Ten Hag, kalau saja Leverkusen memberi waktu lebih panjang sedikit saja, ia yakin bisa memberi kesuksesan.

Apa yang dikatakan Ten Hag itu benar kalau kita tilik kiprahnya di Ajax maupun Manchester United. Meski pada akhirnya dipecat bersamaan dengan pergantian pemilik, paling tidak Ten Hag diberikan kesempatan lebih panjang oleh United, dan itu membuahkan dua trofi bergengsi. Salah satunya diraih dengan cara mengalahkan rival sekota.

Yah, walau bagaimana beginilah hidup. Kalau dilihat-lihat lagi, nasib Ten Hag di Leverkusen ternyata lebih menyedihkan ketimbang saat di Manchester United. Tetap semangat ya, Pak Ten Hag. Njenengan tiyang sae. Besok-besok kalau nggak ada tawaran dari tim Eropa, bisa mencoba ke liga terbaik di dunia, Pak. Melatih Deltras atau PSDS Deli Serdang.

Sumber: TheAthletic, TheAthletic, TheAthletic, TheGuardian, SkySports, Bundesliga, BBC

Berita Bola Terbaru 2 September 2025 – Starting Eleven News

0

BARCELONA LAKUKAN UPAYA TERAKHIR DATANGKAN RODRYGO

Di menit-menit akhir, Barcelona kabarnya sempat melayangkan upaya terakhir untuk membajak Rodrygo dari Real Madrid. Dilansir media asal Brazil, UOL.com, Barca mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengamankan tanda tangan Rodrygo. Barca bertarung dengan klub-klub Arab Saudi di menit-menit akhir. Sayang, tekad sang pemain terlalu kuat. Pemain asal Brazil itu memutuskan untuk tetap di Santiago Bernabeu dan memperjuangkan posisinya di skuad Xabi Alonso.

MADRID INGINKAN MAINOO, TAPI MU BLOKIR KEPINDAHAN

Begitu pun dengan Real Madrid yang berusaha sekali lagi untuk menggoda Manchester United agar mau melepas bintang mudanya, Kobbie Mainoo. Bahkan sang pemain sudah membantu dengan menanyakan statusnya sekali lagi ke manajemen dan tim kepelatihan. Mainoo bertanya apakah ia diizinkan pergi dengan status pinjaman? Menurut Fichajes, jawaban MU tetap sama. Ruben Amorim tidak mengizinkan siapa pun termasuk Madrid untuk mendekati Mainoo. Ruben berharap banyak padanya dan meminta Mainoo untuk memperjuangkan tempatnya di skuad utama United musim ini.

REAL BETIS RESMI DAPATKAN ANTONY DAN SOFYAN AMRABAT

Sementara itu, Real Betis dapatkan dua pemain baru di deadline day bursa transfer musim panas 2025. Yang pertama, Betis akhirnya berhasil merebut kembali Antony Santos dari Manchester United. Dilansir The Athletic, Betis sepakat untuk membayar 25 juta euro termasuk add ons kepada United. Betis juga membiarkan MU memasukan klausul bagi hasil ketika Antony dijual lagi kemudian hari. Angkanya pun cukup fantastis, yakni 50%. Yang kedua adalah Sofyan Amrabat, yang juga mantan pemain Manchester United. Menurut cuitan Fabrizio Romano, Sofyan gabung dengan status pinjaman dari Fenerbahce. Betis tak memasukan opsi mempermanenkan ke kesepakatan ini. 

SEVILLA DAPATKAN SANCHEZ

Masih dari Spanyol, ada Sevilla yang merampungkan transfer Alexis Sanchez di menit-menit akhir. Dilansir Football Espana, pemain berusia 36 tahun itu akan bergabung dengan status bebas transfer. Udinese dan Sanchez sepakat untuk memutus kontrak lebih awal. Menurut laporan, tes medis sudah dilakukan dan Sanchez pun telah menandatangani kontrak berdurasi satu tahun bersama klub Spanyol itu. Ini akan jadi klub Spanyol kedua Sanchez setelah Barcelona.

ASTON VILLA RAMPUNGKAN TRANSFER SANCHO DAN ELLIOTT

Bergeser ke Inggris, ada Aston Villa yang malah ngebut di hari-hari terakhir bursa transfer musim panas 2025. Setelah mengumumkan kepindahan Victor Lindelof, Villa merampungkan kepindahan dua pemain dari klub Inggris yang lain. Dilansir Dilansir BBC, dua pemain itu adalah Jadon Sancho dari Manchester United dan Harvey Elliott dari Liverpool. Menariknya, kedua pemain ini datang dengan status pinjaman. Jika Sancho hanya murni pinjaman dengan syarat membayar 80% gajinya, maka untuk Elliott, Villa punya klausul wajib membeli di akhir pinjaman. Klausul itu bernilai 35 juta pound.

MU UMUMKAN LAMMENS SEBAGAI KIPER BARU

Setelah berada di persimpangan antara Senne Lammens dan Emi Martinez, Manchester United akhirnya menentukan pilihan. Dilansir Sky Sport, United mengumumkan bahwa Lammens adalah pilihan utama. United dengan cepat merampungkan tes medis dan mengumumkan kepindahan sang pemain dari Royal Antwerp. Menurut laporan, United hanya mengeluarkan 18,2 juta pound untuk mengunci kesepakatan. Lammens pun telah menandatangani kontrak lima tahun dengan United. Transfer Lammens dinilai lebih ekonomis ketimbang mengejar Martinez yang biayanya bisa menginjak 30 juta pound.

UDAH TES MEDIS, GUEHI BATAL GABUNG LIVERPOOL

Berbeda dengan Senne Lammens yang sudah tes medis langsung diumumkan, Marc Guehi sudah tes medis malah gagal gabung Liverpool. Dilansir ESPN, Guehi sudah merampungkan tes medis dan segera menandatangani kesepakatan. Namun, pihak Crystal Palace berubah pikiran. Klub masih merasa belum memiliki opsi belakang yang cukup berpengalaman untuk menggantikan kapten mereka. Sementara itu, manajer Crystal Palace, Oliver Glasner juga secara tegas menentang penjualan Guéhi tanpa adanya pengganti yang sepadan. Karena kegagalan mendapatkan pengganti yang layak dan tekanan dari manajemen tim, Palace akhirnya memutuskan untuk membatalkan penjualan Guéhi ke Liverpool.

BINGUNG, KOLO MUANI AKHIRNYA PILIH SPURS

Randal Kolo Muani yang batal gabung Juventus pun akhirnya memilih Tottenham sebagai pelabuhan sementara. Dilansir The Athletic, Kolo Muani bergabung Spurs dengan status pinjaman dari PSG. Menurut laporan, kesepakatan pinjaman ini tidak mencakup opsi maupun kewajiban untuk menjadikan transfer permanen pada akhir musim. Membuka pintu untuk Spurs adalah keputusan yang sudah dipertimbangkan Kolo Muani. Ia percaya bahwa Spurs punya kualitas untuk bersaing. Kolo Muani pun akan memberikan yang terbaik meski hanya berstatus pinjaman.

WISSA AKHIRNYA DEAL KE NEWCASTLE

Setelah maju mundur cantik, Newcastle United akhirnya merampungkan kepindahan Yoane Wissa dari Brentford. Transfer ini terealisasi setelah Newcastle menerima suntikan dana dari transfer Alexander Isak ke Liverpool. Seperti yang diwartakan Fabrizio Romano, Wissa ditebus dengan mahar 55 juta pound. Kabarnya, Wissa telah menyepakati kontrak berdurasi empat tahun di Newcastle. Wissa akan memperdalam opsi di lini serang setelah The Magpies mengamankan Nick Woltemade. 

INTER DAPATKAN AKANJI

Inggris sudah, kita bergeser ke Italia. Inter Milan kabarnya telah mendapatkan tanda tangan bek Manchester City, Manuel Akanji. Dilansir Football Italia, Inter secara resmi mengumumkan penandatanganan mantan bek Borussia Dortmund tersebut. Akanji bergabung dengan status pinjaman dan opsi pembelian secara permanen di akhir musim. Menurut sumber, potensi biaya mempermanenkan berada di angka 16 juta euro. Dengan adanya Akanji, Inter berharap pengalamannya di sepakbola Eropa membantu tim untuk terus menang.

SANTI GIMENEZ STAY DI MILAN

Sempat dirumorkan bakal hengkang, Santiago Gimenez pastikan bertahan di AC Milan. Mengutip dari Roma Press, Agen Santiago Gimenez, Rafaela Pimenta, telah mengumumkan melalui media sosialnya soal keputusan Santi untuk bertahan di Milan. Awalnya penyerang asal Meksiko itu terlibat dalam pembicaraan untuk bergabung dengan AS Roma dengan status pinjaman. Namun, kesepakatan itu tak ditindaklanjuti oleh sang pemain. Santi ingin memperjuangkan tempatnya di skuad Max Allegri musim ini.

MENGAPA ZANIOLO PILIH UDINESE?

Nicolo Zaniolo baru-baru ini mengungkapkan alasan mengapa ia memilih untuk gabung Udinese di tengah banyaknya minat dari klub Italia. Menurut Football Italia, Zaniolo merasa Udinese jadi tim yang paling serius menginginkannya. Udinese terus menjaga komunikasi baik dengannya selama sebulan penuh. Itu menunjukan bahwa Udinese benar-benar tertarik padanya. Pendekatan itu membuat Zaniolo luluh dan bersedia bergabung dengan Udinese. Ia juga menegaskan bahwa Udinese bukan pilihan terakhir. Ia memang cukup tertarik dengan proyek mereka sejak awal.

BARU 3 GAMES, TEN HAG DIPECAT

Mampir sebentar ke Jerman, ada kabar mengejutkan dari Bayer Leverkusen. Erik ten Hag diangkat sebagai pelatih Bayer Leverkusen pada akhir Mei 2025, menggantikan Xabi Alonso. Namun, baru menjalani tiga pertandingan resmi, Ten Hag justru dipecat. Dilansir ESPN, hasil kurang memuaskan di dua pertandingan awal Bundesliga jadi alasan utama. Manajemen menyatakan bahwa keputusan ini “sangat menyakitkan, tetapi diperlukan”. CEO klub, Fernando Carro menyebut bahwa untuk mencapai target musim ini, klub harus memastikan kondisi terbaik di segala lini, termasuk pelatih. Kini, Leverkusen sedang mencari pelatih baru untuk segera menggantikan Ten Hag.

DETAIL KONTRAK VERDONK DI LILLE

Masih dari Eropa, tapi kali ini tentang bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk. Dengan bangga, Lille mengumumkan kedatangan sang pemain melalui media sosialnya. Dilansir CNN Indonesia, Verdonk pun menjadi pemain Indonesia pertama sepanjang sejarah di Ligue 1 dan menjadi pemain Asia pertama di Lille. Menurut laporan, Verdonk ditebus Lille dengan mahar 3 juta euro atau Rp57,9 miliar. Ia menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama Lille. Itu artinya, Verdonk akan menjadi pemain Lille hingga usianya 31 tahun.

KEHABISAN WAKTU, HILGERS BATAL GABUNG BREST

Nasib yang berkebalikan justru dialami Mees Hilgers. Dilansir Goal, Hilgers sudah mencapai kesepakatan dengan klub Prancis lain, Brest. Ia bahkan sudah menyiapkan koper untuk segera pindah ke Prancis. Namun, transfer ini gagal. Menurut laporan yang ada, kegagalan proses transfer itu disebabkan Hilgers tidak memiliki waktu yang cukup untuk menjalani tes medis. Batas waktu penutupan bursa transfer di Prancis memang lebih cepat dibandingkan di liga Eropa lainnya. Bila sebagian besar Eropa menutupnya pada tengah malam, di Prancis hanya sampai pukul 20:00 waktu setempat. Kini, opsi Hilgers pun semakin minim. Pilihannya cuma transfer domestik atau melanjutkan karir di Belgia.

DELAP CEDERA, CHELSEA PANGGIL LAGI MARC GUIU

Dengan cederanya Liam Delap, Chelsea kabarnya sedang berusaha memulangkan Marc Guiu yang sedang menjalani masa pinjaman di Sunderland. Menurut The Sun, kesepakatan lisan sudah dicapai pada Minggu sore agar remaja tersebut kembali ke London Barat. Ini keputusan yang cukup unik mengingat Guiu sudah memainkan empat pertandingan resmi musim ini. Ia bahkan sudah mencetak satu gol saat The Black Cats menghadapi Huddersfield di ajang Carabao Cup. Tinggal menunggu keputusan Sunderland apakah mereka akan menyetujui pembatalan pinjaman ini atau tidak.

BOURNEMOUTH DAPAT RESTU DARI MADRID UNTUK PINJAM JIMENEZ

AC Milan telah membiarkan pemain mudanya, Alex Jimenez untuk pergi sebagai pemain pinjaman ke Bournemouth. Kabarnya, kesepakatan ini terjadi berkat restu dari Real Madrid. Emang apa hubungannya? Menurut Sempre Milan, Jimenez dibeli Milan dari Real Madrid U-19 pada tahun 2024. Namun, Madrid memasang klausul buy back di kontrak Jimenez. Maka dari itu, Madrid turut andil dalam kepindahan Jimenez ke Inggris. Madrid hanya mengizinkan Milan untuk menerima paket pinjaman, bukan pembelian permanen. Karena mereka masih berminat untuk mengaktifkan klausul Buy Back di musim depan. 

VILLA BERUSAHA PINJAM SANCHO

Aston Villa dikabarkan sedang bergerak di menit-menit akhir untuk mendapatkan pemain sayap baru. Dilansir Sky Sport, nama yang sedang diupayakan adalah Jadon Sancho. Menurut laporan, Villa berminat untuk menampung Sancho yang sudah tak mendapatkan tempat di skuad United. Namun, hanya sebagai pemain pinjaman, bukan permanen. Villa ingin menawarkan kerangka kontrak yang sama saat seperti meminjam Marcus Rashford. Negosiasi cukup alot karena United hanya mau kesepakatan permanen. 

NEWCASTLE DEKATI DOVBYK

Dengan melepas Alexander Isak, Newcastle United kabarnya akan fokus pada satu nama, yakni Artem Dovbyk. Ketertarikan ini lebih serius dari sebelumnya. Sebab, Newcastle sudah mengantongi uang dari Liverpool. Mereka punya keleluasaan anggaran untuk mendatangkan satu penyerang lagi. Menurut The Sun, AS Roma meminta 30 juta pound untuk striker asal Ukraina itu. Rincian kesepakatan sedang didiskusikan. Salah satunya adalah opsi pinjaman dengan klausul permanen di akhir musim. Meski begitu, Newcastle tak keberatan jika harus membayar penuh untuk kesepakatan permanen.

ZHEGROVA RAMPUNGKAN TRANSFER KE JUVE

Dari Inggris, kita bergeser ke Italia untuk membahas Juventus yang mendapatkan pemain baru. Dilansir Football Italia, Juventus dilaporkan telah menyelesaikan kesepakatan untuk merekrut pemain sayap Kosovo, Edon Zhegrova dari klub Ligue 1 Lille. Kabarnya, Juve membayar 20 juta euro untuk melancarkan transfer ini. Status transfer ini pun sudah Here We Go. Zhegrova akan segera merampungkan serangkaian tes medis dan menjadi pemain sayap baru di skuad Igor Tudor.

RAUL ALBIOL MERAPAT KE PISA

Bek veteran Spanyol, Raul Albiol kabarnya merapat ke klub promosi Serie A, Pisa. Dilansir Football Italia, Albiol sudah menjalani tes medis pada hari senin. Albiol bergabung dengan status bebas transfer setelah dilepas Villarreal bulan lalu. Ia sangat antusias dengan kesepakatan ini. Ini adalah perjalanan karir yang luar biasa. Albiol yang segera berusia 40 tahun akan kembali ke Serie A. Sebelumya Albiol pernah bermain di Serie A bersama Napoli pada tahun 2013 hingga 2019. 

TAREMI DILEPAS KE OLYMPIAKOS

Melipir ke Yunani, ada Mahdi Taremi yang resmi bergabung raksasa Liga Yunani, Olympiakos. Dilansir Sempre Inter, Inter Milan telah memberikan pengumuman kalau Taremi dilepas ke Olympiakos dengan mahar 2,5 juta euro. Pihak Yunani pun sudah menampilkan foto-foto striker asal Iran itu di media sosial mereka. Belum diungkapkan berapa durasi kontraknya. Namun, ini jadi keputusan yang menarik. Sebab, Taremi awalnya diminati oleh klub-klub papan tengah Premier League. 

EDERSON HERE WE GO KE FENERBAHCE

Dari Turki, meski Fenerbahce sudah tak dilatih Jose Mourinho, tekad Ederson sudah bulat. Ia sepakat untuk hijrah ke Turki. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, status transfernya sudah Here We Go. Kabarnya, Fener menyepakati fee transfer di angka 14 juta euro. Persyaratan pribadi antara Fenerbahce dan Ederson pun tak ada masalah. Tinggal menunggu beberapa detail lagi untuk merampungkan transfer. Menurut sang jurnalis, transfer ini akan mempengaruhi negosiasi antara City dan Gianluigi Donnarumma.

KELAMAAN LIBUR, STAMINA THOM DIPREDIKSI DROP

Sedangkan dari Indonesia, Bolasport mengabarkan bahwa stamina Thom Haye diprediksi akan turun drastis di FIFA Matchday edisi September. Menurut laporan, Thom sudah terlalu lama beristirahat. Ia sama sekali tak terlibat dalam latihan pramusim bersama klub. Ini dianggap sebagai kebiasaan buruk yang dimiliki Haye sejak musim panas tahun lalu. Tak berlatih bersama klub di sepanjang Juni, Juli, Agustus, Haye diprediksi bakal kedodoran saat membela timnas Indonesia pada September. Hal yang sama juga dialami tahun lalu. Di mana kebugaran buruk membuat Haye hanya bisa bermain selama 59 menit dan 20 menit dalam laga kontra Arab Saudi dan Australia saat itu.

MILIANO AMBIL SUMPAH WNI 4 SEPTEMBER

Masih dari pemain keturunan Indonesia, ada Miliano Jonathan yang kabarnya sudah menentukan hari pengambilan sumpah. Dilansir CNN Indonesia, pengambilan sumpah Warga Negara Indonesia (WNI) akan dilakukan di Jakarta pada Kamis, 4 September mendatang. Kepastian itu diungkapkan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, Widodo. Pemain berdarah Depok ini seharusnya menjalani pengambilan sumpah WNI di Belanda bersama Mauro Zijlstra dan tiga pemain Timnas Putri Indonesia Isabel Kopp, Isabelle Notet, dan Pauline Jeanettevan. Namun, saat itu Miliano tidak bisa hadir karena berbenturan dengan agenda klub. Maka dari itu, ada penjadwalan ulang khusus Miliano.

Dikasih Kiper Juara Dunia, MU Malah Pilih Kiper Ini?!

0

Emiliano Martinez dengan gagah bilang, “Saya akan bergabung ke Manchester United.” Sampai-sampai ia rela meninggalkan skuad Aston Villa. Tapi apa yang terjadi? Manchester United justru seperti Prabowo Subianto di debat capres lalu. United seolah bilang “Sorry yeee…” pada Emi Martinez, dan memilih mendatangkan kiper lain.

Ialah Senne Lammens, penjaga gawang Royal Antwerp. Tapi kenapa Lammens? Kenapa di saat kiper sehebat Emi Martinez yang berlabel juara dunia mau bergabung, tapi MU justru memilih Senne Lammens yang bahkan tidak berasal dari lima liga top Eropa?

Perubahan Rencana

Pertama-tama, membeli kiper baru bukan rencana Manchester United. Setan Merah tak mau terburu-buru mendatangkan kiper anyar, selagi masih ada Altay Bayindir dan Andre Onana. United baru akan mencari kiper lagi andai Onana atau Bayindir ada yang membeli. Makanya sampai kemarin, sebelum mendatangkan Lammens, MU tak kunjung meresmikan kiper baru.

Padahal fans sudah kepalang muak dengan Onana dan Bayindir. Nah, kegusaran fans atas dua kiper yang tingkat kelucuannya mengalahkan Abdel dan Temon itulah yang akhirnya mengetuk hati manajemen Manchester United.

Penampilan buruk Bayindir di laga melawan Arsenal, serta pertunjukan ketoprak Andre Onana melawan Grimsby Town yang bikin United malu tujuh turunan, karena kalah melawan tim divisi empat di babak awal Carabao Cup, manajemen pun terpaksa mengubah sikap. Tak perlu menunggu Onana dan Bayindir dijual, keputusan dibuat, yakni harus datangkan kiper baru.

United juga tak mau berjudi dengan memasang Tom Heaton, meski para pemain menyarankan itu kepada Ruben Amorim. Pergerakan untuk memboyong kiper baru pun dipercepat jelang bursa transfer ditutup. Emi Martinez bersedia, tapi United juga tertarik mendatangkan Senne Lammens. Di situasi itu bursa kiper baru United mulai panas.

Gagal Merekrut Dibu, Karena….

Manchester United pun berada di persimpangan jalan, antara memilih Sanne Lammens atau Emiliano Martinez. Nah, di kondisi ini, Dibu sebenarnya menjadi opsi yang lebih menarik. Ia punya label kiper juara Piala Dunia. Selain itu, Dibu yang EPL Proven juga akan memudahkan adaptasi. Sang kiper sudah terbiasa bermain di bawah tekanan. Cocok sekali untuk Manchester United.

Tapi keputusan tidak hanya berada di tangan Dibu dan Manchester United, melainkan juga Aston Villa. Menurut Fabrizio Romano, Dibu tak bisa pindah ke Manchester United karena Aston Villa hanya mendapatkan Jadon Sancho secara pinjaman, bukan permanen.

Winger yang satu ini pindah ke Aston Villa tanpa opsi pembelian permanen. The Villans hanya akan membayar 80 persen gaji Sancho, sedangkan hak milik tetap pada United. Lantaran tak bisa mendapatkan Dibu, United pun beralih ke Senne Lammens yang kebetulan harganya juga lebih murah.

Setan Merah membayar sekitar 21 juta euro termasuk add on untuk Lammens, sedangkan Dibu harganya bisa lebih dari 30 juta euro. Setelah gagal ke United dan tak lagi masuk ke skuad Unai Emery, Dibu mencari klub baru. Kabarnya sang kiper menjalin komunikasi dengan Galatasaray. Fyi aja, bursa transfer Liga Turki baru akan ditutup tanggal 12 September mendatang.

Lantas, sehebat apa Senne Lammens? Apakah sang kiper baru tersebut akan memberi ketenangan di sektor pertahanan Manchester United atau justru menambah beban dan bahan meme baru?

Tidak Langsung Jadi Kiper Utama, Tetapi….

Penjaga gawang 23 tahun ini tidak akan langsung menempati posisi kiper utama Manchester United. Syekh Al Mukarrom Andre Onana yang tetap mengisi slot kiper utama di skuad Ruben Amorim. Tidak ada alasan pasti kenapa. Tapi boleh jadi Lammens perlu melihat terlebih dahulu bagaimana kiper Manchester United bermain.

Kiper kelahiran Belgia ini perlu belajar dari Andre Onana. Ketika United main, Onana turun sebagai kiper utama, lalu Lammens duduk di bangku cadangan. Saat Onana melakukan aksi konyol yang mengakibatkan United kebobolan, Lammens bisa bertanya ke Ruben Amorim.

“Pak, apakah nanti saya diminta main kayak gitu?” Lalu Amorim menjawab, “Wooo… ya tidak. Kalau main seperti itu, ngapain sampeyan tak tuku Mas Lammens. Fungsinya sampeyan duduk di sini itu buat belajar supaya ndak seperti Onana.”

Lammens pun ngikik. Tertawa cekikikan melihat tingkah Onana di lapangan. Di ruang ganti, ia lalu mengajak Onana berfoto. Foto itu diunggah ke media sosial dan dibubuhi caption, “Penampilan yang kompor gas, Mas Onana.” Damn!

Tentu saja itu adalah cerita fiktif. Mungkin bisa terjadi, tapi tidak akan tersorot kamera. Yang akan tersorot kamera boleh jadi aksi-aksi Lammens di bawah mistar United. Betul bahwa Onana mungkin tetap akan menjadi penjaga gawang utama. Tapi keseringan tampil buruk di atas lapangan bakal membuat Lammens cepat naik menjadi kiper utama. Kenapa begitu?

Ahli Shot-Stoppers

Tidak hanya usia yang lebih muda, yang membuat ia lebih unggul dari Dibu dan Onana, tapi juga karena kemampuannya. Ketimbang Onana yang punya tangan kalah panjang dari penggaris papan tulis, Lammens punya jangkauan lebih luas. Kiper yang musim lalu membela Royal Antwerp ini disebut-sebut sebagai ahlinya menghentikan tembakan.

Mimin cukup terkejut melihat statistik yang disuguhkan The Athletic tentang Lammens. Betapa tidak? Penjaga gawang berpaspor Belgia ini termasuk kiper shot-stoppers terbaik di delapan liga top Eropa musim lalu. Lammens menempati posisi ketiga di bawah Davy Roef dari KAA Gent dan Yehvann Diouf yang musim lalu membela Stade de Reims.

Menariknya, dalam daftar kiper shot-stoppers yang diriset The Athletic tidak ada satu pun kiper dari Liga Primer Inggris. Kembali ke soal Lammens. Musim lalu, Lammens melakukan setidaknya 127 penyelamatan, dan mencatatkan persentase penyelamatan 81,4%, tertinggi di Liga Belgia.

Lammens juga menyelamatkan lima dari tujuh tendangan penalti sejak awal musim lalu. Dan, menurut The Athletic, tidak ada kiper dari 10 liga top Eropa yang menyelamatkan lebih banyak penalti selama periode tersebut dari Senne Lammens.

Jiannn…. kok ngeri banget gini kiper MU? Kasihan Haaland sama Alexander Isak yang baru gabung Liverpool udah harus menghadapi kiper sebagus ini. Apa nggak terkencing-kencing mereka?

Gaya Penyelamatan

Di Belgia nama Lammens sudah ranum, bahkan sejak berseragam Club Brugge. Ia telah digadang-gadang sebagai pengganti Thibaut Courtois sebagai penjaga gawang utama Timnas Belgia. Hmmm…. melihat statistiknya wajar sih. Menurut manajer Transfermarkt cabang Belgia, Bart Tamsyn, Lammens punya mentalitas yang kuat dan tetap tenang dalam menghadapi berbagai situasi.

Jika demikian, profilnya sesuai dengan Manchester United. Kendati kita juga belum tahu persis, apakah Lammens bisa menguasai dirinya kala menghadapi tekanan dahsyat bermain dengan seragam Red Devils atau tidak. Okelah itu bisa dilihat nanti setelah Lammens bermain.

Terlepas dari itu, Lammens punya gaya penyelamatan yang sedikit banyak bakal mengingatkan fans United akan kiper-kiper terdahulu. Saat duel satu lawan satu, Lammens akan bergerak cepat dari garis pertahanannya dan menutup sudut tembakan dengan agresi dan kecepatan.

Menurut The Athletic, yang membedakan Lammens dengan kiper muda lainnya adalah ia mampu menjaga dadanya tegak lurus ke arah bola dan menjaga keseimbangan. Ini membuat penyerang gugup dan mengambil keputusan yang sejatinya tidak perlu mereka ambil.

Kemungkinan Resiko

Lammens juga sering menggunakan kakinya untuk memblok tendangan. Ini mengingatkan pada David De Gea di puncak performanya. Tapi gaya penyelamatan Lammens ini bukan tanpa resiko. Ia yang agresif sering keluar dari wilayah pertahanannya, ada kalanya justru mati langkah atau salah langkah dan terlambat masuk ke posisi yang ditentukan.

Di situasi ketika Lammens ketarik buat naik, ruang untuk dieksploitasi penyerang lawan tercipta. Ini pernah terjadi saat menghadapi KVC Westerlo di kasta tertinggi Liga Belgia pada September 2024 lalu. Saat itu malah menghasilkan penalti buat lawan. Untung ia menggagalkan penalti tersebut. Jika terjadi di Liga Inggris, kesalahan begini akan dihukum tanpa ampun.

Lammens memang punya kemampuan distribusi bola tak kalah bagus dari Onana. Umpan jarak pendek maupun jauhnya lumayan. Musim lalu, ia mencatatkan 859 umpan sukses. Tapi yang jadi persoalan, Lammens ternyata lemah dalam duel udara.

Agresivitas yang dimiliki terkadang membuatnya terlalu memaksakan diri. Lammens sulit menemukan waktu yang tepat antara kapan harus merebut bola tinggi dan kapan harus melakukan pukulan saja. Ini beresiko kala turun menghadapi tim yang ngandelin bola mati kayak Arsenal.

Well, itulah tadi soal Senne Lammens. United telah memilih Lammens ketimbang Dibu Martinez. Kita tinggal menunggu. Apakah Lammens adalah penjaga gawang yang dibutuhkan United selama ini? Jika tampil apik, fans MU senang. Jika tidak, minimal bisa mengocok perut setiap akhir pekan.

Sumber: FabrizioRomano, TheAthletic, Goal, Transfermarkt, Mirror, BBC

Berita Bola Terbaru 1 September 2025 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pekan kedua Serie A, Inter Milan harus menelan pil pahit usai dikalahkan Udinese dengan skor 1-2. Inter sebetulnya unggul lebih dulu melalui Denzel Dumfries menit 17. Namun, Udinese berhasil membalikan keadaan melalui gol Keinan Davis menit 29 dan Arthur Atta menit 40. Dengan kemenangan ini, Udinese berada di urutan kelima klasemen sementara di atas Inter Milan.

Di pertandingan lain, Lazio justru berpesta 4-0 saat menjamu Hellas Verona. Gol Lazio dicetak secara bergantian oleh Matteo Guendouzi, Mattia Zaccagni, Valentin Castellanos, dan Boulaye Dia. Kemenangan ini membawa Lazio naik ke urutan tujuh klasemen sementara usai pekan lalu mengalami kekalahan.

Bergeser ke La Liga, ada Barcelona yang justru menelan hasil imbang 1-1 di markas Rayo Vallecano. Barca cetak gol lebih dulu melalui sepakan penalti Lamine Yamal menit 40. Tapi tim tuan rumah membalas melalui Fran Perez menit 67. Hasil ini membuat Barca turun ke urutan empat klasemen sementara.

Di pertandingan lain, ada Real Betis yang kalah 1-2 atas Athletic Bilbao. Bermain di kandang sendiri Betis tak berdaya. Bilbao justru yang mencetak dua gol lebih dulu melalui gol bunuh diri Marc Bartra menit 60 dan Aitor Paredes menit 85. Gol Betis baru muncul di menit 90+7. Cedric Bakambu lah aktor di balik gol terlambat itu. Dengan hasil ini, Bilbao naik ke urutan kedua, sementara Betis tertahan di urutan ke-8 klasemen sementara.

Sedangkan dari Inggris, ada Manchester City yang bertekuk lutut di hadapan Brighton. Anak asuh Pep Guardiola kalah 1-2 meski sempat unggul lebih dulu melalui Erling Haaland menit 34. Tim tuan rumah bangkit di babak kedua. Cetak dua gol melalui penalti James Milner menit 67 dan Brajan Gruda menit 89. Dengan dua kekalahan beruntun, City terdampar di urutan 13 klasemen sementara.

Di pertandingan lain, Aston Villa dihajar Crystal Palace dengan skor 3-0. Gol Palace dicetak oleh Jean-Philippe Mateta menit 21, Marc Guehi menit 68, dan Ismaila Sarr menit 78. Dengan kemenangan ini, Palace merangsak ke urutan delapan klasemen sementara. Sedangkan Villa tertahan di zona degradasi karena hanya mengemas 1 poin saja.

KEKALAHAN PERDANA ARSENAL DI PREMIER LEAGUE MUSIM INI

Masih dari Inggris, ada big match antara Liverpool dan Arsenal yang berjalan seru. Sempat imbang di babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan. Meski Arsenal terlihat lebih agresif dengan melepaskan 11 tembakan, Liverpool berhasil meraih kemenangan melalui gol tendangan bebas ciamik Dominik Szoboszlai menit 83. Dilansir The Independent, mencetak gol dari skema bola mati ke gawang tim yang katanya jago skema bola mati adalah cara menang paling elegan pekan ini. Kemenangan ini bikin Liverpool stay di puncak klasemen dan Arsenal terlempar ke urutan ketiga.

AKHIRNYA ISAK HERE WE GO KE LIVERPOOL

Malamnya menang atas Arsenal, paginya fans Liverpool mendengar kabar baik dari Fabrizio Romano. Mengutip cuitannya, Liverpool akhirnya mencapai kesepakatan dengan Newcastle United untuk transfer Alexander Isak. Statusnya sudah Here We Go. Liverpool akan membayar 130 juta pound untuk transfer ini. Isak pun segera menjalani tes medis agar berkas-berkas kepindahan dapat diselesaikan tepat waktu. Kontrak jangka panjang akan segera ditandatangani.

CHERKI ALAMI CEDERA JELANG VS BRIGHTON

Kabar buruk justru datang dari Manchester City. Dilansir Fotmob, Rayan Cherki terancam absen selama dua bulan setelah mengalami cedera. Masalah ini teridentifikasi jelang menghadapi Brighton kemarin. Maka dari itu, namanya tak muncul dalam skuad Pep Guardiola. Menurut sang pelatih, Cherki akan absen dari panggilan tim nasional Prancis. Cherki akan fokus pemulihan cedera robekan otot di bagian paha. Perkiraan awal, Cherki akan kembali pada Bulan November. Ini jelas jadi pukulan telak bagi klub dan Pep Guardiola.

MU CAPAI KESEPAKATAN DENGAN EMI MARTINEZ

Masih dari Manchester, ada kabar yang mengatakan kalau Manchester United telah mencapai kesepakatan pribadi dengan kiper asal Argentina, Emi Martinez. Sang pemain bahkan sudah dikeluarkan dari line up Aston Villa saat menghadapi Crystal Palace dini hari tadi. Dilansir Manchester Evening News, pesan Emi sudah jelas. Ia hanya ingin bergabung United. Ia menekan Villa untuk segera menerima pinangan United. Namun, target utama United adalah Senne Lammens. Jika kesepakatan dengan Lammens batal, baru United akan mengunci kesepakatan dengan Villa.

BATAL KE FIORENTINA, LINDELOF PILIH ASTON VILLA

Di sisi lain, Aston Villa baru saja mengamankan bek baru, Victor Lindelof. Dilansir Goal, sempat diisukan bakal bergabung Fiorentina, Villa masuk dengan tawaran yang lebih menarik. Lindelof pun bersedia bergabung dengan status bebas transfer. Bek tengah Swedia itu disebut sedang menjalani tes medis sebelum meneken kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim. Dengan begini, Lindelof tetap akan bermain di Premier League usai dilepas Manchester United beberapa bulan lalu.

MILAN DAPATKAN RABIOT

Dari Inggris, kita bergeser ke Italia. Sempat minta balikan ke Juventus, Adrien Rabiot dikabarkan sepakat gabung AC Milan. Dilansir Football Italia, Rabiot akan segera menjalani tes medis di Prancis. Kabarnya, klub Italia itu menggelontorkan dana sekitar 10 juta euro untuk memboyong Rabiot dari Marseille. Sang pemain akan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun di San Siro. Ini adalah reuni yang luar biasa dengan mantan pelatihnya, Max Allegri. 

BUKAN KOLO MUANI, JUVE KEJAR OPENDA

Dari Juventus, kabarnya Randal Kolo Muani mulai dikesampingkan dari radar. Kesepakatan dengan PSG yang sulit tercapai membuat Juventus mengalihkan pandangan ke striker RB Leipzig, Lois Openda. Dilansir Football Italia, La Vecchia Signora sudah melayangkan tawaran kepada Leipzig. Juve mengajukan proposal pinjaman dengan kewajiban membeli di akhir masa peminjaman. Leipzig terbuka dengan kesepakatan ini. Namun, mereka hanya mau melepas Openda jika klub mendapatkan tanda tangan penyerang Sporting CP, Conrad Harder.

ATALANTA DAPATKAN YUNUS MUSAH

Sementara itu, Atalanta kabarnya telah merampungkan kepindahan Yunus Musah dari AC Milan. Menurut Sempre Milan, Musah akan bergabung La Dea dengan status pinjaman. Atalanta juga memasukkan klausul penebusan secara permanen di akhir musim. Total, paket yang harus dibayarkan Atalanta jika ingin mempermanenkan Musah adalah 25 juta euro. Atalanta berniat untuk menyelamatkan karir sang pemain yang tak mendapat kepastian menit bermain di bawah asuhan Max Allegri.

VARDY RAMPUNGKAN KEPINDAHAN KE CREMONESE

Masih dari Serie A, ada Cremonese yang berhasil mendapatkan tanda tangan striker punk rock dari Inggris, Jamie Vardy. BBC melaporkan, Vardy sudah berada di Italia untuk merampungkan sesi tes medis bersama Cremonese. Mantan penyerang Leicester City itu akan menandatangani kontrak berdurasi satu tahun plus opsi perpanjangan selama satu tahun lagi bersama klub Italia itu. Setelah diresmikan nanti, Vardy akan berada dalam tim yang sama dengan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.

DITAWARI PAQUETA, MADRID NOLAK

Italia sudah, kini beralih ke Spanyol. Ternyata Real Madrid ditawari untuk mengontrak bintang West Ham United, Lucas Paqueta. Dilansir Fichajes, agen sang pemain menghubungi Madrid demi memberi kesempatan bagi mereka untuk mendatangkan Paqueta. Namun, pihak Madrid justru menolak kesempatan itu. Madrid memutuskan untuk tidak memulai negosiasi dengan Paqueta karena yakin bisa mempertahankan Dani Ceballos di tengah rumor kepergiannya. Madrid juga ingin menjaga citra klub agar tetap bersih, mengingat Paqueta punya noda hitam di riwayat karirnya.

SAHKAN GOL ATLETICO, WASIT INI DIBERI SANKSI

Masih dari Kota Madrid, ada kabar mengejutkan dari Football Espana. Kabarnya, wasit VAR yang bertugas di pertandingan antara Atletico Madrid dan Alaves sabtu lalu telah mendapat sanksi dari Komite Teknis Wasit (CTA). Organisasi itu menghukum Pablo Gonzalez yang bertugas di bagian VAR karena mengesahkan gol Giuliano Simeone. Padahal, gol itu seharusnya offside. Keputusan ini mengundang amarah dari fans Alaves. Sebab, jika gol tak disahkan, Alaves bisa memenangkan pertandingan. Pablo pun akhirnya dikeluarkan dari daftar wasit VAR yang bertugas di laga antara Real Madrid vs Mallorca.

IDZES SEDIH DENGAR SITUASI DI INDONESIA

Dari Indonesia, ada pesan emosional dari Jay Idzes untuk kondisi yang dialami Indonesia. Mengutip Sport Detik, protes masif dan tindak kekerasan di Indonesia sampai ke telinga Jay Idzes yang ada di Italia. Kapten Timnas Indonesia dan pemain Sassuolo itu mengaku sedih dan prihatin. Protes itu tak lepas dari besarnya tunjangan yang didapat para anggota DPR. Lebih disayangkan lagi, beberapa anggota DPR merespons kritik dengan cara yang dianggap tidak berempati kepada masyarakat. “Menyedihkan mendengar apa yang terjadi saat ini. Tetap aman dan saling jaga,” tulis Jay Idzes di story Instagram pribadinya.

DELAP DIKONFIRMASI MENEPI ANTARA 6 SAMPAI 8 MINGGU 

Walau berhasil meraih tiga poin dari tangan Fulham, Chelsea mendapat pukulan karena cederanya Liam Delap dalam laga tersebut. Melansir dari TNT Sports, eks pemain Ipswich Town itu sudah dikonfirmasi menderita cedera hamstring. Dokter Chelsea menyebut kalau Delap akan menepi dari pertandingan selama enam hingga delapan minggu ke depan. Diagnosa ini sudah disampaikan kepada Enzo Maresca beberapa jam setelah laga. Situasi ini menjadi pukulan tambahan setelah Cole Palmer dan Levi Colwill lebih dulu cedera. 

CHELSEA PAKSA HENTIKAN PEMINJAMAN, JACKSON NGAMUK

Kondisi cedera yang menimpa Liam Delap juga memaksa The Blues untuk menghentikan kepergian Nicolas Jackson ke Bayern Munchen. Menurut ESPN, Chelsea membatalkan pinjaman Jackson ke Munchen selang beberapa jam setelah diagnosa cedera Delap diumumkan. Enzo Maresca meminta agar Jackson pulang dan membantu stok striker yang menipis. Jackson yang telah berada di Jerman dan menjalani tes medis, menolak kembali ke London dan frustrasi atas keputusan tersebut. Ia tak ingin mengabulkan permintaan Chelsea dan tetap ingin bermain dengan Munchen. 

AMORIM MAU DIBAWA JADI PELATIH BENFICA

Mengamati kondisi Ruben Amorim yang masih belum stabil bersama Manchester United, calon presiden Benfica berniat untuk membawanya pulang ke Lisbon. Mengutip dari Tribal Football, Joao Noronha Lopes dikabarkan memantau situasi Amorim dan berencana menjadikannya sebagai pelatih Benfica. Salah satu calon presiden Benfica itu memasukkan Amorim dalam programnya guna memenangkan pemilihan. Bagi Joao, sebagai mantan pemain Benfica, Amorim punya kenangan nostalgia bersama tim berlogo elang itu. 

PEMAIN MU MINTA HEATON JADI KIPER UTAMA

Imbas dari performa Andre Onana dan Altay Bayindir yang masih saja angin-anginan, beberapa pemain Manchester United meminta agar Tom Heaton menjadi kiper utama. Melaporkan dari The Sun, beberapa pemain United tersebut mendesak Ruben Amorim untuk menurunkan Heaton di laga-laga selanjutnya. Kiper veteran itu dipandang sebagai sosok berpengalaman dan pemimpin yang solid di lapangan dan ruang ganti. Jadi, bila sampai akhir bursa transfer United tak juga mendapat kiper baru, Heaton jadi kiper yang paling diminta untuk dipasang. 

BUSQUETS DORONG FERMIN BERTAHAN DI BARCA

Inggris sudah, saatnya ke Spanyol. Mantan gelandang Barcelona, Sergio Busquets  memberikan nasihat kepada Fermin López agar tetap bertahan membela logo Barcelona. Mengabarkan dari Tribal Football, kendati mendapat tawaran menggiurkan dari Chelsea, Busquets mendorong Fermin setia di Catalan. Sebab, sebagai produk akademi La Masia, Fermin dianggap masih punya prospek panjang untuk merasakan kejayaan bersama Blaugrana.  Busquets menyatakan siap memberikan dukungan penuh jika sang pemain memilih untuk bertahan. 

KANE: GUE SETUJU GANTIIN LEWANDOWSKI

Mendapat kabar kalau dirinya diinginkan Barcelona untuk menggantikan Robert Lewandowski, Harry Kane menyambutnya dengan tangan terbuka. Melansir dari Fichajes, Kane menyampaikan persetujuan untuk bergabung dengan Barcelona musim panas tahun depan. Hal itu ia sampaikan kepada orang dekatnya yang terhubung dengan raksasa Catalan. Dengan kontrak yang habis 2026, Kane tertarik menggantikan Lewandowski yang dirumorkan merapat ke Saudi tahun depan. Adanya lampu hijau dari Kane ini membuat Joan Laporta dan Deco mulai menyiapkan skenario transfernya. 

MILAN ALIHKAN PANDANGAN KE GOMEZ

Melompat ke Italia. Setelah Manchester City tampaknya mempersulit pelepasan Manuel Akanji, AC Milan kini mulai memindahkan pandangannya. Mengutip dari Football Italia, Milan membidik bek Liverpool, Joe Gomez sebagai alternatif jika gagal mengamankan Akanji. Rossoneri ingin memperkuat lini belakang dengan bek yang diminta Massimiliano Allegri. Milan akan mengalokasikan dana 40 juta euro dari hasil penjualan Malick Thiaw untuk membeli Gomez. Belum ada respon dari Liverpool terkait minat dari Milan. 

CHILWELL MASUK TARGET TORINO

Demi memperbaiki tembok pertahanan, Torino memasukkan Ben Chilwell dari Chelsea sebagai target buruan. Menurut Calciomercato, Il Toro mulai tertarik dengan Chilwell yang kini tersisih dari skuad utama The Blues. Mereka diproyeksikan akan menempatkan pemain 28 tahun itu menjadi bek sayap baru. Namun, minat Torino terhalang oleh dua klub lain yang bersedia menampung Chilwell. Strasbourg jadi yang terdepan karena merupakan klub satelit Chelsea. Sementara minat AS Roma mulai memudar setelah mendapatkan Kostas Tsimikas. 

PSG TOLAK TAWARAN UNTUK KANG-IN

Singgah ke Liga Prancis. Paris Saint-Germain sudah menyatakan sikap dengan tak mengindahkan tawaran yang masuk untuk Lee Kang-In. Melaporkan dari Get Football News France, PSG telah menolak tawaran yang datang dari Nottingham Forest untuk pemain Korea Selatan itu. Tawaran yang ditolak tersebut sebesar 30 juta euro plus bonus lainnya. Les Parisiens menolak mentah-mentah penawaran tersebut karena bersikeras mempertahankan sang pemain, meski belum tampil reguler terutama di laga-laga penting. 

FAM HARUS DIBERSIHKAN, KALAU PERLU DIRUQYAH

Menuju ke tetangga di Asia Tenggara. Pakar sepak bola Malaysia, Mohamad Sadek Mustaffa menyampaikan kekhawatiran atas pengunduran diri mendadak Presiden FAM, Datuk Joehari Ayub. Mengabarkan dari Superball, Sadek merasa ada yang janggal karena Joehari baru menjabat selama enam bulan. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa gedung FAM mungkin dihuni oleh entitas gaib yang perlu dibersihkan, dan jika perlu dengan menghadirkan ustadz. Sebab, Ia menekankan pentingnya iklim federasi yang bersih dan profesional agar FAM bisa melahirkan pengurus yang berintegritas. 

Niat Terselubung Dibalik Pertemuan Beruntun Real Madrid & Manchester City di Liga Champions

0

Masih ingat dengan lagunya Afgan yang berjudul “Jodoh Pasti Bertemu”? Lagu yang ikonik dari penyanyi berkacamata itu tampaknya jadi lagu yang mesti masuk playlist fans Real Madrid dan Manchester City. Karena seolah telah ditulis oleh takdir, mereka kembali bertemu di Liga Champions edisi 2025/26. 

Dalam lima musim terakhir, Madrid dan City hampir tak pernah absen saling menjegal langkah. Dari drama legendaris di Santiago Bernabéu tahun 2022, pesta biru langit di Etihad 2023, hingga pertarungan taktis Carlo Ancelotti vs Pep Guardiola yang terus menciptakan cerita klasik. Setiap pertemuan selalu menghadirkan bab yang menegangkan.

Bagi Madrid, sang penguasa abadi Eropa, bentrokan ini adalah ajang menjaga wibawa. Sementara bagi Manchester City, klub modern dengan kekuatan finansial luar biasa, duel melawan Madrid adalah ujian supremasi. Namun, yang jadi pertanyaan, kenapa dua klub ini sering banget ketemu? Bahkan ini jadi pertemuan keempat secara beruntun di UCL!

Swiss System

Mulai musim 2024/25, format Liga Champions berubah total. Tidak ada lagi fase grup dengan empat tim seperti dulu. UEFA mengganti format undiannya dengan sistem baru bernama Swiss system. Dan sistem inilah yang memperbesar peluang Manchester City bertemu dengan Real Madrid di musim ini dan musim-musim berikutnya. 

Dengan adanya sistem ini, setiap klub akan menghadapi delapan tim berbeda di babak liga. Cara mencarikan lawan ya dengan sistem Swiss ini. Nantinya, baik Manchester City maupun Real Madrid akan menghadapi dua lawan dari POT unggulan yang sama, dua lagi dari POT lebih tinggi, dua lagi dari POT lebih rendah, dan dua lawan dari POT lain.

Kalau sudah terisi semua, hasil dari delapan laga itu dimasukkan ke satu tabel klasemen raksasa. Ketentuan harus menghadapi dua lawan dari POT yang sama jadi faktor kunci mengapa City dan Madrid rajin banget ketemu. Sejak musim lalu, Madrid dan City berada di POT yang sama, yakni POT 1.

Manchester City dan Real Madrid berada di POT 1 bersama klub-klub lain, seperti Barcelona, Inter Milan, Liverpool, Chelsea, Borussia Dortmund dan sebagainya. Maka dari itu, di pertandingan lain City juga menghadapi Dortmund. Dan Madrid juga menghadapi rival Eropanya, Liverpool.

Status Tim Besar dan Konsistensi

Nah untuk masuk POT 1, Manchester City dan Real Madrid harus memenuhi beberapa kriteria. Dalam skema Swiss, POT 1 diisi oleh delapan tim dengan koefisien UEFA tertinggi. Lalu, di tambah juara Liga Champions musim sebelumnya. Jadi, meski yang juara dari klub Siprus sekali pun, harus tetap masuk POT 1 di edisi berikutnya. Nah di edisi ini, PSG yang masuk POT 1 dengan jalur juara bertahan.

Lantas, koefisien macam apa yang dimaksud? Koefisien ini dihitung dari performa klub dalam lima musim terakhir di kompetisi Eropa, termasuk Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League. Poin diperoleh dari hasil pertandingan. Menang bernilai dua poin, seri satu poin. Lalu ditambah bonus prestasi, seperti lolos ke semifinal atau final. 

Maka dari itu, POT 1 berisi tim-tim berprestasi di Eropa dalam beberapa musim terakhir. Misalnya, ada Chelsea yang musim ini berstatus juara bertahan Conference League. Ada Inter Milan yang mencapai final Liga Champions sebanyak dua kali dalam lima tahun terakhir.

Sejak diberlakukannya sistem Swiss, klub juga mendapat bonus tambahan berdasarkan posisi akhir di klasemen fase liga. Di mana tim peringkat atas memperoleh poin lebih besar. Selain itu, UEFA memberi jaring pengaman berupa koefisien minimum sebesar 20% dari peringkat asosiasi negaranya. Sehingga klub dari liga top seperti Inggris, Spanyol, atau Jerman cenderung tetap stabil di posisi tinggi meski sempat tampil buruk dalam satu musim.

Dengan mekanisme ini, syarat utama masuk Pot 1 adalah konsistensi tampil baik di liga domestik dan di kompetisi Eropa selama beberapa musim, bukan hanya sesaat. Kalau enggak ya kayak Arsenal. Mainnya bagus tapi nggak pernah juara liga dan nggak konsisten di UCL. Jadinya nggak masuk POT 1.

Daya Survive

Faktor lain adalah daya juang dan kemampuan Real Madrid dan Manchester City dalam mempertahankan posisinya di Liga Champions. Karena pada dasarnya, City dan Madrid tidak hanya bertemu di fase grup. Sebelum berlakunya Swiss System, City dan Madrid sudah sering ketemu. Tapi di fase gugur.

Untuk bertemu di fase gugur, itu berarti daya survive keduanya sangat tinggi. Contohnya saat edisi 2021/22 dan 2022/23 di mana keduanya bertemu di semifinal. Itu artinya, kedua tim sebelumnya tidak bertemu di fase grup. Tapi, dengan meraih kemenangan di babak 16 besar dan perempat final, mereka akhirnya saling berhadapan. 

Akal-Akalan UEFA?

Namun, beberapa pihak merasa bahwa pertemuan antara Manchester City dan Real Madrid yang terus-terusan terjadi berkat adanya campur tangan dari UEFA. Sederhananya, publik menuding kalau ini cuma akal-akalan UEFA. Mungkin terlalu naif jika langsung menuduh demikian. Namun, asumsi seperti ini kenyataannya tak bisa sepenuhnya disalahkan.

Sejak penerapan format Swiss di Liga Champions 2024/25, UEFA tidak hanya sekadar menyusun jadwal secara acak. Mereka secara sengaja mengemas setiap laga agar atraktif untuk penonton global. Dengan begini, para penonton baik di stadion maupun di layar kaca tak perlu menunggu hingga fase gugur. Karena sudah disajikan Big Match sejak pekan pertama. 

Selain menghibur penonton, laga Manchester City vs Real Madrid yang hadir lebih awal bisa meningkatkan minat penonton, rating televisi, dan engagement di media sosial. Namun, yang bisa menjadi catatan adalah, UEFA tak memberlakukan ini pada Madrid dan City saja. Tapi semua. 

UEFA menyebar big match ini secara merata di kalender liga. Sehingga tiap pekan intensitas pertandingan tetap terjaga. Dengan cara ini, UEFA memastikan setiap pekan tetap menjadi magnet penonton. 

Rivalitas Baru

Khusus Real Madrid vs Manchester City, ada faktor kecil lain yang mempengaruhi terjadinya laga ini. Yaitu stigma masyarakat. Pertemuan berulang selama bertahun-tahun melahirkan anggapan bahwa Real Madrid dan Manchester City memiliki rivalitas kuat di panggung Eropa. Nah, di sinilah otak marketing UEFA jalan. Mereka ingin menjaga emosi ini dengan membuat laga tersebut terus terjadi setiap tahunnya. 

UEFA tak hanya fokus pada hasil pertandingan dan siapa yang memenangkan kompetisi. Tetapi juga pada kisah yang bisa membentuk cerita kompetisi tiap musim. Nantinya akan tercipta narasi pertandingan antara “Sang Penguasa Eropa vs Sang Kaya Raya dari Inggris”. 

Dengan kata lain, UEFA secara strategis membiarkan atau bahkan menyesuaikan undian dan jadwal agar pertemuan-pertemuan dramatis seperti ini tetap terjadi, sehingga musim Liga Champions selalu jadi obrolan warga setiap bulannya. Tapi kalau keseringan sih kayaknya bosen juga ya?

Kebetulan Saja

Ada faktor lain yang mungkin terlupakan oleh sebagian banyak fans sepakbola. Faktor itu adalah faktor kebetulan. Secara teori, faktor kebetulan memang bisa berperan, karena undian UEFA pada dasarnya masih memiliki elemen acak. Apalagi di format Liga Champions yang lama. 

Pertemuan City dan Madrid di fase gugur sangat tidak bisa diprediksi. Di format dulu, kita nggak tahu nih City akan lolos ke fase gugur sebagai juara grup atau runner up grup. Begitu pun dengan Real Madrid. Jadinya nggak tau nih mereka akan ketemu di babak 16 besar atau engga. Lalu, kalau pertemuan terjadi di semifinal, ya itu murni dari daya tahan klub. Bisa aja kan City atau Madrid sudah kalah duluan di perempat final?

Jadinya kita nggak tau nih kedua tim akan melaju sejauh apa sampai akhirnya bertemu. Musim lalu aneh lagi. Siapa yang menyangka kedua tim unggulan ini justru terseok-seok di papan tengah dan akhirnya bertemu di babak play off 16 besar. Terlepas dari settingan atau tidak, Real Madrid dan Manchester City memang representatif yang tepat dari lagu Afgan. Kalau sudah jodoh ya mau bagaimana pun akan tetap dipertemukan.

Sumber: ESPN, BBC, MEN

Chelsea Jadi Pintu Balas Dendam Garnacho ke Manchester United!?

0

Di tengah chaosnya Jakarta, eh maksudnya Manchester United, klub dikabarkan sudah mencapai kesepakatan dengan Chelsea. Kesepakatan ini terkait transfer salah satu talenta terbaik MU, Alejandro Garnacho. Warisan Erik Ten Hag ini pun sudah sejak Juli lalu memprioritaskan The Blues. Garna bahkan menepi dari skuad United demi melancarkan transfer ini.

Usut punya usut, kepindahan ini didasari dengan hubungan Garnacho dan Manchester United yang mulai retak. Ketidakpuasan Garnacho memuncak saat dirinya tak menjadi starter di laga final Europa League melawan Spurs. Bagi Garnacho, United yang telah ia bela selama bertahun-tahun seolah tidak melindungi dirinya dari keputusan taktik Ruben Amorim.

Keluar dengan membawa sekarung emosi yang tak selesai, Garnacho bisa menggunakan Chelsea sebagai media balas dendam paling epic abad ini. Dengan bergabung Chelsea, Garnacho bisa melakukan hal-hal ini demi bisa membuat Manchester United dan Ruben Amorim menyesal telah membuangnya.

Gabung Chelsea

Chelsea dipilih Alejandro Garnacho bukan tanpa pertimbangan matang. Bukan sekadar biar nggak ribet ngurus pindahan ke luar negeri. Selain karena masih ingin bermain di level tertinggi, yakni Liga Inggris, pindah ke Chelsea adalah sebuah pernyataan tegas seorang Garnacho kepada mantan klubnya. 

Setelah merasa diperlakukan tidak adil di Old Trafford. Entah karena menit bermain yang berkurang, perselisihan dengan manajer, atau kurangnya kepercayaan dari klub. Chelsea akan memberinya panggung untuk membuktikan kualitasnya. Dengan bermain di klub yang mana adalah rival United, itu akan membuat Garnacho terus berada di jangkauan mata eks klubnya itu.

Peluang Garnacho untuk menghadapi Manchester United juga tetap besar. Setiap kali bertemu United di Premier League atau di kompetisi domestik lainnya, Garnacho otomatis punya motivasi ekstra. Ini memberinya kesempatan nyata untuk menunjukkan performa terbaiknya di hadapan mantan klub dan fans yang dulu meragukannya. 

Selain itu, tetap bermain di Premier League dapat menjaga narasi rivalitas agar tetap hidup. Media dan penggemar akan terus membandingkan karir Garnacho di Chelsea dengan kiprahnya di Old Trafford. Sehingga setiap penampilan melawan MU menjadi momen simbolis yang mengukuhkan statusnya sebagai pemain yang berhasil lepas dari belenggu sang setan.

Cetak Gol dan Buktikan

Nah, dengan kesempatan melawan mantan yang masih terbuka lebar, Garnacho bisa tebar pesona tuh. Bukan hanya bermain bagus. Mungkin Garnacho bisa mencetak gol, assist, atau bahkan bikin Leny Yoro tergopoh-gopoh melalui kecepatannya. Ini adalah cara balas dendam paling profesional yang bisa dilakukan oleh Garnacho.

Gol tersebut bukan sekadar angka di papan skor, tapi simbol pembuktian bahwa MU salah menilai atau melepasnya. Setiap gol yang disarangkan Garnacho pasti langsung dikaitkan oleh media-media Inggris yang demen nyinyir itu. Nantinya, gol itu pun bakal dikaitkan dengan kisah Garnacho yang dibuang Setan Merah.

Jika ingin lebih emosional lagi, mungkin Garnacho tak perlu menahan diri untuk melakukan selebrasi. Luapkan emosi yang tertahan. Lakukan selebrasi yang sedikit bersifat provokatif dan ciumlah logo Chelsea di hadapan fans Manchester United. Dijamin, puluhan ribu fans United akan panas, marah, tapi secara bersamaan mereka juga malu. 

Apalagi, kalau semua skenario ini diwujudkan di Old Trafford. Beuhh, seru pasti. Jika di akhir musim nanti Alejandro Garnacho bisa jadi top assist atau masuk lima besar top scorer Chelsea, reputasinya akan melejit. Statistik ini pasti akan jadi komparasi performa antara versi Chelsea dan versi MU.

Peran Sentral di Chelsea

Namun, untuk mewujudkan selebrasi di hadapan publik Old Trafford, Alejandro Garnacho harus memenangkan hati Enzo Maresca terlebih dahulu. Di posisinya, yakni sayap kiri, Chelsea tak memiliki banyak opsi. Setelah dibannednya Mykhaylo Mudryk, praktis opsi Enzo Maresca hanya Tyrique George dan Jamie Gittens. Maka dari itu, Garnacho punya peluang untuk mendapat peran vital di tim.

Meski begitu, Garnacho tak selalu mendapat jaminan. Untuk mendapatkan peran sentral di Chelsea, Garnacho harus bekerja keras di setiap sesi latihan. Mengambil porsi tambahan dan mengangkat beban lebih sering ketika di Gym. Itu pula yang dilakukan Cristiano Ronaldo, idolanya sewaktu di Manchester United. 

Lantas, apakah skema permainan Enzo Maresca cocok untuk Garnacho? Maresca dikenal dengan filosofi possession-based, pressing tinggi, dan build-up dari lini tengah. Di sisi lain, Maresca menekankan peran winger yang aktif. Bukan sekadar menunggu bola di sayap, tapi ikut dalam kombinasi satu-dua, overload sisi, dan memberi opsi menyerang di tengah.

Maresca biasanya memberi kebebasan menyerang bagi pemain muda berbakat, sehingga Alejandro Garnacho bisa mengeksplorasi kecepatannya, dribel, dan kemampuan finishing. Nantinya, pemain sayap asal Argentina itu akan dibantu oleh Marc Cucurella. Pergerakan Cucurella yang agresif dapat membuka ruang untuk Garnacho.

Bantu Chelsea Juara

Kalau sudah menjadi bagian penting dari skema permainan Chelsea, Alejandro Garnacho akan membantu klub untuk meraih prestasi di setiap musimnya. Musim 2025/26, Chelsea jadi tim yang potensial. Pasca menjuarai Conference League dan Piala Dunia Antarklub musim lalu, Chelsea kembali ke perburuan gelar Premier League musim ini.

The Blues memiliki skuad yang relatif seimbang dengan kualitas winger, striker, dan lini tengah yang komplit. Dengan pelatih seperti Enzo Maresca yang mendorong permainan menyerang, Garnacho punya peluang besar jadi starter reguler dan kontributor gol atau assist bersama Cole Palmer dan Joao Pedro.

Jika gelar Liga Champions dirasa terlalu sulit, maka Chelsea bisa mengincar gelar-gelar domestik. Gelar Premier League? Mungkin saja. Tapi, merayakan gelar Carabao Cup atau Piala FA di hadapan Manchester United yang kian terpuruk bersama Ruben Amorim agaknya jadi momen yang cukup memuaskan bagi Garnacho.

Raih Gelar Individu

Jika prestasi tim sudah konsisten, performa juga terus menanjak, bukan tidak mungkin Alejandro Garnacho akan mendapatkan gelar individu. Itu akan menjadi bentuk balas dendam yang paling menyakitkan bagi Manchester United. Nggak usah muluk-muluk deh. Jadi Player of The Month Premier League aja udah bisa bikin fans United koar-koar pasti.

Lebih dari itu, kontrak Garnacho di Chelsea sangat panjang. Menurut cuitan Fabrizio Romano, pemain yang menyukai Captain Tsubasa itu menandatangani kontrak berdurasi tujuh tahun. Dengan durasi kontrak segitu, Garnacho punya waktu yang cukup untuk mencapai potensi maksimalnya bersama Chelsea. 

Jika Enzo Maresca berhasil mengeluarkan seluruh kemampuan dari Garnacho, maka dalam dua atau tiga tahun ke depan, Garnacho bisa menjelma sebagai kandidat kuat penerima penghargaan Pemain Terbaik Liga Inggris. Trofi yang dimenangkan oleh pemain-pemain yang mampu berkontribusi maksimal dan tampil konsisten bersama klubnya sepanjang musim.

Bahkan siapa tahu suatu hari Ballon d’Or bisa ikut menghiasi CV Garnacho. Setiap penghargaan yang ia raih akan menjadi pengingat pahit bagi Manchester United, yang dulu dengan enteng melepasnya. Nantinya, mereka hanya bisa menatap dari jauh sambil bergumam, “Seharusnya kami tidak pernah membiarkan Garnacho pergi.”

Jadi Legenda Chelsea

Apabila semua sudah diraih, Alejandro Garnacho efeknya akan jauh lebih dari sekadar statistik di lapangan. Itu akan membentuk narasi emosional yang membekas di kultur suporter. Ia bisa jadi pribadi yang mudah dicintai oleh fans Chelsea. Itu yang selama ini tak bisa ia dapatkan di United.

Fans Chelsea akan menjadikan Garnacho pahlawan, simbol kejayaan baru, bahkan legenda. Mereka akan mengenang setiap gol dan assist pentingnya, terutama momen-momen melawan klub-klub papan atas dan tentu saja Manchester United. Sementara itu, fans MU hanya bisa menatap dari jauh, melihat mantan pemain muda terbaik mereka bersinar bersama rival.

Sumber: Goal, BBC, The Athletic

Udah Nggak Ketolong! Saatnya Ruben Amorim Dipecat dari Manchester United?

0

Begitu peluit panjang dibunyikan, Stadion Blundell Park yang sederhana seketika berubah menjadi lautan manusia. Ribuan suporter Grimsby Town, yang sejak awal hanya berani bermimpi, mulai hidup di mimpi itu. Bukan, Grimsby sedang tidak merayakan promosi ke Premier League. Aksi meriah itu muncul secara naluriah setelah mengalahkan Manchester United di ajang Carabao Cup.

Sinar lampu stadion memantul pada bendera hitam-putih yang dikibarkan penuh kebanggaan, sementara chant khas Grimsby menggema semakin keras. Di tengah kerumunan, kita bisa melihat bagaimana Bruno Fernandes sedang berusaha menenangkan Bryan Mbeumo yang tampaknya menangisi sepakan penaltinya.

Lucunya, Ruben Amorim justru tak menampakkan batang hidungnya di situasi itu. Dalam wawancara seusai laga, ia mengaku tak menonton babak adu penalti. Ia merasa hasilnya tak akan berpengaruh banyak pada situasi tim. Ini adalah sikap seorang pengecut. Amorim langsung digoreng oleh media. Kata mereka, pelatih asal Portugal itu layak untuk dipecat! 

Digoreng Media

Tak butuh waktu lama untuk membuat Ruben Amorim menjadi buah bibir seantero negeri. Media-media kaliber ESPN, Sky Sport, Daily Mail hingga Detiksport semuanya membahas pelatih asal Portugal itu. Topik beritanya kurang lebih sama. Ruben Amorim adalah sosok yang layak untuk dikambinghitamkan atas situasi ini.

Beberapa dari mereka menyorot permintaan maaf Ruben Amorim atas kekalahan ini. Tapi The Sun justru mengartikannya sebagai tanda bahwa Ruben telah kehilangan kendali atas ruang ganti. Sementara yang lain menyebut kekalahan ini sebagai “malam paling memalukan dalam sejarah modern Manchester United”. Ya gimana lagi? MU dikalahin sama klub antah berantah. Publik Indonesia mungkin lebih kenal Grind Boys daripada Grimbsby.

Para pundit pun berkelakar kalau Amorim gagal membawa identitas permainan. Sedangkan di media sosial, tagar #AmorimOut sempat trending. Dalam kultur sepakbola Inggris yang kejam, satu hasil buruk melawan tim divisi empat bisa menghapus seluruh optimisme awal musim. Apalagi kalau tim yang kalah itu adalah Manchester United, si media darling.

Kolot Soal Taktik

Hasil negatif di markas Grimsby Town adalah puncak gunung es dari permasalahan Ruben Amorim di Manchester United. Ini adalah klimaks setelah masalah-masalah lain yang terus dimaklumi. Padahal sudah cukup dijadikan alasan memecat sang pelatih. Kenapa?

Yang pertama karena taktik. Ruben Amorim tuh kayak ABG yang lagi nyari jati diri. Kebanyakan ngasih makan ego daripada berpikir realistis. Amorim datang ke Manchester dengan label “si jenius dari Sporting” yang katanya punya filosofi modern dan sistem 3-4-3 yang bikin lawan sekaliber Manchester City kelabakan.

Tapi ketika dibawa ke Premier League? Gatot, alias gagal total. Yang kelabakan malah pemain Setan Merah sendiri. Bukannya jadi tim yang menyajikan sepakbola atraktif nan efektif, permainan United sering kelihatan membingungkan, setengah matang, dan tanpa identitas jelas. Build up dari bawah, tapi pas udah sampe depan malah bingung. Pemain bingung, yang nonton pun ikutan bingung.

Kalau di Portugal ia bisa disebut inovatif, di Inggris justru keliatan kayak coba-coba resep masakan baru tapi lupa baca takarannya. Jadi si jadi, tapi nggak karuan rasanya. Sama kayak gaya main MU. Nggak karuan. Yang bikin sebel, Amorim tetap kekeh mempertahankan skema permainan itu.

Udah tau skemanya nggak cocok, tapi tetep dipaksain. Amorim musti ingat. Sesuatu yang dipaksakan akan berakhir tidak baik. Seharusnya, ketika skema andalan tak sesuai, Amorim bisa mengandalkan sepakbola pragmatis. Lebih adaptif dan efektif untuk pemain-pemain Manchester United yang dikenal punya IQ jongkok.

Terlalu Banyak Mengorbankan Pemain

Kekolotan Ruben Amorim akan taktik dan skema permainannya membawa dampak buruk bagi pemain-pemain yang tak masuk dalam rencananya. Kalau yang dibuang cuman Tyrell Malacia atau Jadon Sancho sih tak apa ya. Ini Amorim cukup berani. Di luar nama itu, nama-nama yang musim-musim sebelumnya jadi andalan juga perlahan disingkirkan.

Sejak awal, ia sudah menekankan bahwa hanya pemain dengan komitmen 100% yang layak bertahan. Dari mulai Antony, Rasmus Hojlund, hingga sang legenda, Marcus Rashford. Amorim benar-benar tega dalam memperlakukan pemain-pemain ini. Baginya, lebih baik bekerja dengan skuad yang lebih ramping tapi sesuai dengan apa yang ia mau, ketimbang mempertahankan bintang yang justru merusak komposisi permainan.

Yang terbaru, Ruben Amorim dikabarkan sedang berusaha menyingkirkan Alejandro Garnacho dan Kobbie Mainoo. Kedua pemain adalah hasil akademi Manchester United. Membuang mereka sama halnya dengan menghilangkan tradisi klub yang selalu memberikan peran vital kepada pemain lulusan akademi di setiap musimnya.

Untuk mewujudkan tim yang diidam-idamkan Ruben, klub memutuskan untuk tetap berinvestasi besar di tengah kondisi klub yang sedang ngirit. Pemain-pemain mahal macam Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, hingga Benjamin Sesko pun didatangkan. Namun, hilal kesuksesan belum terlihat. 

Butuh apalagi? Adaptasi? Sudah tak ada waktu untuk adaptasi. Lihat tuh bagaimana Viktor Gyokeres dan Tijjani Reijnders. Meski berstatus pemain baru di klubnya masing-masing, mereka langsung nyetel. Karena pada dasarnya kalau yang didatangkan adalah pemain yang diminta oleh pelatih, sudah pasti gampang untuk memasukan mereka dalam skema. Tak sepatutnya Manchester United berada di situasi seperti ini.

Bermasalah Soal Konsistensi

Ngomong-ngomong soal hasil buruk, Manchester United era Ruben Amorim ini bener-bener ampas. Kalau kita cari statistik performa United, Ruben tak pernah membawa tim menang dua kali beruntun di Premier League. Kemenangan beruntun yang diraih pasti di dua kompetisi yang berbeda. Misal abis menang di Europa League, mereka menang di Premier League.

Tapi nggak pernah tuh menang dua kali secara beruntun. Itu artinya, Amorim kesulitan untuk menjaga konsistensi performa tim. United di bawah Ruben Amorim sering terlihat seperti tim yang mudah kehilangan fokus. Setan Merah bisa tampil beringas di satu laga menghadapi Manchester City, lalu jeblok tak berdaya melawan tim kecil di pekan berikutnya.

Kekalahan dari Grimsby Town adalah contoh yang terpampang nyata. Sebuah pertandingan yang seharusnya jadi ajang pemanasan justru berubah jadi bencana sejarah. Dilansir ESPN, kekalahan ini merupakan kekalahan pertama United dalam pertandingan Carabao Cup melawan tim divisi empat.

Di babak pertama, mental para pemain rapuh. Gampang panik ketika ditekan lawan yang notabene berasal dari divisi bawah. Padahal Grimsby bukan level United. Ini jelas menunjukan bahwa Ruben tak mampu mendongkrak mental tim usai tim tuan rumah mencetak gol cepat di babak pertama. Miskin taktik, nggak solutif juga di ruang ganti. Ngapain masih dipertahankan?

Krisis Kepercayaan dan Momentum

Kabarnya, kepercayaan fans kepada Ruben Amorim pun mulai luntur. Para fans merasa proyek yang dicanangkan oleh Ruben adalah omong kosong belaka. Proyek Amorim tidak berjalan ke arah yang dijanjikan. Padahal saat pertama datang, fans sempat memberi harapan besar. Amorim dipuji sebagai “pelatih muda visioner” yang bisa membawa filosofi segar ke Old Trafford. 

Tapi seiring berjalannya waktu, permainan United tetap tidak stabil. Di media sosial, kekecewaan suporter makin lantang. Tagar #AmorimOut sempat trending. Bagi pendukung setia United yang terbiasa menuntut standar tinggi, kehilangan kesabaran pada Amorim rasanya hanya soal waktu.

Sama halnya dengan kesabaran fans, pemecatan Ruben Amorim tampaknya hanya menunggu waktu. Musim Premier League itu ibarat lari maraton. Momentum adalah bahan bakar utamanya. Jika tren seperti ini berlanjut, United bisa terjebak dalam lingkaran setannya sendiri. Gagal bangkit di laga berikutnya, kehilangan poin beruntun di liga, hingga akhirnya gagal lolos ke kompetisi Eropa dan ngejogrok lagi di papan bawah.

Maka dari itu, pemecatan Amorim di awal musim justru bisa jadi solusi kebangkitan Manchester United. Logikanya sederhana. Semakin lama ia bertahan dengan performa yang tak kunjung membaik, semakin dalam pula United terjebak dalam krisis. Manajemen harus bertindak cepat. Yang jadi masalah, siapa yang cocok untuk menggantikan Amorim? Gareth Southgate? Zinedine Zidane? Atau Indra Sjafri aja sekalian?

Sumber: The Athletic, ESPN, The Sun, Sky Sport