Beranda blog Halaman 4

Berita Bola Terbaru 17 September 2025 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Hasil pertandingan pekan pertama fase liga Champions League 2025/26, Real Madrid menang 2-1 atas tim tamu, Marseille. Tim tamu unggul lebih dulu melalui Timothy Weah menit 22. Namun, Madrid berhasil membalikan keadaan melalui dua sepakan penalti Kylian Mbappe yang terjadi pada menit 29 dan 81. Kemenangan ini bikin Madrid naik ke urutan empat klasemen sementara.

Laga yang seru justru tersaji di pertemuan antara Juventus dan Borussia Dortmund. Skor berakhir sama kuat, 4-4. Meski sempat bermain imbang 0-0 di babak pertama, Dortmund unggul lebih dulu melalui Karim Adeyemi, Felix Nmecha, Yan Couto, dan Ramy Bensebaini. Tapi, Juve sebagai tim tuan rumah menolak kalah. Empat gol diciptakan di sisa waktu yang ada. Parade gol Juve dimulai dari Kenan Yildiz, lalu berlanjut dengan brace Dusan Vlahovic, dan diakhiri dengan gol Lloyd Kelly di penghujung laga. 

Sementara wakil Inggris, ada Spurs yang menang 1-0 atas Villarreal. Gol Spurs tercipta berkat gol bunuh diri penjaga gawang Villarreal, Luiz Junior. Kemenangan ini membawa anak asuh Thomas Frank naik ke urutan lima klasemen sementara Liga Champions.

Wakil Inggris yang lain, yakni Arsenal pun menang 2-0 di kandang Athletic Bilbao. Dua gol Meriam London dicetak Gabriel Martinelli menit 72 dan 87. Kemenangan ini bikin pasukan Mikel Arteta bertengger di urutan kedua klasemen sementara.

KEJUTAN, BRENTFORD SINGKIRKAN VILLA DARI CARABAO

Masih dari sepakbola Inggris, ada kejutan yang terjadi di laga Carabao Cup semalam. Brentford berhasil menyingkirkan Aston Villa melalui drama adu penalti. Dilansir BBC, laga berakhir dengan skor 1-1 di waktu normal. Namun, Villa harus mengakui keunggulan Brentford di babak adu penalti. Kegagalan penalti dari John McGinn dan Matty Cash membuat perjuangan Villa di Carabao Cup musim ini terhenti. Ini kian mempertegas buruknya tim Unai Emery musim ini. Di Premier League, Villa juga krisis kemenangan dan terdampar di zona degradasi.

EMERY JADI KANDIDAT PENGGANTI AMORIM

Menariknya, meski Unai Emery sedang kesulitan di Aston Villa musim ini, namanya masuk dalam radar Manchester United. Emery dinilai cocok untuk menggantikan Ruben Amorim jika pelatih Portugal itu dipecat suatu saat nanti. Dilansir Give Me Sport, kabarnya manajemen klub hanya memberikan tiga pertandingan lagi untuk Amorim. Jika tak memenuhi ekspektasi, maka sang pelatih akan didepak. Emery dianggap handal dalam membangun sebuah tim. Itu dibuktikan bersama Villa dalam beberapa musim terakhir. Namun, jika berkaca pada performa Villa musim ini, United tampaknya harus pikir-pikir lagi.

NEWCASTLE SERIUS KEJAR MAINOO

Sementara itu, Talksport mengabarkan kalau Newcastle United serius mengejar gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo. Menurut laporan yang ada, Mainoo sempat meminta MU untuk membiarkannya pergi musim panas kemarin. Namun, Ruben Amorim tidak mengizinkannya. Maka dari itu, Newcastle akan berusaha memanfaatkan celah ini. Pelatih Newcastle, Eddie Howe kabarnya sangat menggemari gaya bermain Mainoo. Newcastle akan menawarkan menit bermain yang cukup dan persaingan papan atas Liga Inggris. Konon, The Magpies akan menyusun rencana guna mendatangkan Mainoo Januari nanti.

BENJAMIN MENDY GABUNG KLUB POLANDIA

Masih berbau Manchester, ada mantan pemain Manchester City, Benjamin Mendy yang belum mau pensiun. Serangkaian kasus kekerasan seksual membuat Mendy kesulitan menemukan sentuhan terbaiknya. Itu membuatnya sulit mencari klub juga. Tapi, kini sang pemain dikabarkan baru saja teken kontrak dengan klub asal Polandia, Pogon Szczecin. Menurut The Athletic, Mendy menandatangani kontrak satu tahun dengan opsi perpanjangan selama 12 bulan. Di usianya yang ke 31 tahun, Mendy masih berjuang untuk membangun kembali reputasinya di sepakbola.

ARNE SLOT KONFIRMASI ISAK BAKAL DEBUT DI LAGA VS ATLETICO

Jelang menghadapi Atletico Madrid, pelatih Liverpool, Arne Slot membocorkan sedikit susunan pemainnya. Dilansir Sky Sport, dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan Liga Champions, Arne Slot mengkonfirmasi bahwa laga melawan Atletico bakal jadi laga debut Alexander Isak. Namun, Arne belum bisa memastikan apakah Isak akan bermain sejak menit pertama atau masuk sebagai pemain pengganti. Yang pasti, Arne belum mau memainkannya selama 90 menit penuh. Kondisinya belum 100% siap. 

BARCA BAKAL PASANG LOGO ED SHEERAN DI JERSEY EL CLASICO

Dari Inggris, kita bergeser ke Spanyol. Ada Barcelona yang kabarnya sudah sepakat dengan Spotify perihal album musik siapa yang akan terpampang di jersey klub musim ini. Dilansir Football Espana, di laga El Clasico perdana musim ini, Barca dan Spotify sudah sepakat untuk memasang logo album Ed Sheeran yang terbaru. Album itu berjudul “Play”. Logo album Ed Sheeran itu akan muncul di laga El Clasico yang rencananya akan digelar pada tanggal 26 Oktober mendatang. Laga ini akan dihelat di markas Real Madrid, Santiago Bernabeu.

MBAPPE LEWATI REKOR VAN NISTELROOY DI MADRID

Ngomong-ngomong soal Real Madrid, ada Kylian Mbappe yang kabarnya telah melewati catatan rekor Ruud Van Nistelrooy. Dilansir Sport Illustrated, penyerang asal Prancis itu mencetak dua gol di pertandingan Liga Champions semalam. Dua gol itu telah membawanya untuk melampaui catatan Nistelrooy sebagai pencetak gol terbanyak keenam di kompetisi tersebut. Sejauh ini, Mbappe sudah mengemas 57 gol di UCL. Itu lebih banyak dari Nistelrooy dan telah menyamai gol Thomas Muller yang juga menduduki posisi enam.  Mbappe berpotensi untuk terus melampaui pemain-pemain lain di dalam daftar, mengingat usianya baru 26 tahun.

FANS MARSEILLE BENTROK SAMA POLISI SPANYOL

Masih seputar pertandingan pembuka Real Madrid di Liga Champions semalam, ada insiden kurang mengenakkan yang mewarnai laga. Dilansir The Sun, jelang pertandingan dimulai, Polisi Spanyol terpaksa turun tangan untuk mengendalikan ribuan penggemar Prancis yang memadati area luar stadion. Sementara itu, bendera Palestina dilarang masuk sebagai bagian dari kebijakan keamanan. Bentrokan terjadi ketika penggemar Marseille menunggu akses masuk ke Santiago Bernabeu. Beberapa di antara mereka mencoba keluar dari area yang telah dialokasikan untuk fans, sehingga memicu konfrontasi dengan polisi Spanyol. Petugas yang dilengkapi pentungan dan menunggang kuda, segera membubarkan kerumunan untuk mencegah insiden lebih besar.

SPALLETTI BERPOTENSI GANTIKAN PIOLI DI FIORENTINA

Spanyol sudah, kita bergeser ke negeri sejuta pasta, Italia. Eks pelatih Timnas Italia, Luciano Spalletti kabarnya sedang mempertimbangkan untuk kembali ke kursi kepelatihan. Klub Serie A jadi destinasi paling masuk akal baginya. Menurut Foot Italia, Fiorentina jadi salah satu klub yang berpotensi dilatih oleh Spalletti. Kabarnya, pihak La Viola kurang puas dengan kinerja pelatih saat ini, Stefano Pioli. Fiorentina belum meraih satu kemenangan pun dari tiga pertandingan Serie A. Pihak klub pun memasukan nama Spalletti sebagai opsi pengganti Pioli.

DUMFRIES DISARANKAN HENGKANG DARI INTER

Sementara dari Inter Milan, ada kabar dari bek sayap mereka, Denzel Dumfries. Dilansir Foot Italia, bek asal Belanda itu disarankan untuk segera hengkang dari Inter. Salah satu legenda Inter yang juga berasal dari Belanda, Andy van der Meyde lah yang menyarankan Denzel untuk pindah. Menurutnya, Dumfries merupakan pemain yang unik dan memiliki kemampuan langka di posisinya. Jadi, masih banyak peminat yang mengantri meski usianya hampir 30 tahun. Sejauh ini, Manchester City dan Barcelona kabarnya jadi klub yang menaruh hati pada Dumfries.

BERSINAR, EMIL JADI KIPER TERBAIK PEKAN KE-3 SERIE A

Masih dari Serie A, tapi kali ini menyinggung pemain Timnas Indonesia, Emil Audero. Dilansir Jawa Pos, Emil yang tampil gemilang saat menahan imbang Hellas Verona telah resmi masuk jajaran Team of The Week. Masuknya Emil sebagai kiper terbaik pekan ketiga Liga Italia diumumkan langsung melalui akun media sosial Serie A. Ia mendapatkan rating 7,5, sebuah pencapaian yang semakin menegaskan perannya sebagai salah satu kiper paling menonjol di awal musim ini. Dalam susunan pemain ini, ia bergabung dengan pemain-pemain macam Luka Modric, Kenan Yildiz, dan Hakan Calhanoglu.

BUKAN ARAB, MANCINI MALAH DUKUNG INDONESIA DI RONDE 4

Sementara dari Indonesia, ada mantan pelatih Timnas Arab Saudi, yakni Roberto Mancini yang justru lebih mendukung Indonesia di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dilansir Disway, Mancini menyebut timnas Indonesia sebagai salah satu tim yang berpotensi mengejutkan Asia. Dukungan dari tokoh-tokoh besar sepakbola dunia, performa luar biasa pemain diaspora, dan proyek naturalisasi yang terus berjalan menjadi alasan utama optimisme itu tumbuh. Tak hanya itu, pelatih asal Italia ini bahkan membocorkan strategi bagaimana timnas Indonesia bisa menumbangkan Arab Saudi. “Arab Saudi memang kuat secara pengalaman. Tapi mereka kesulitan menghadapi tim yang menekan tinggi dengan transisi cepat. Indonesia punya kecepatan dan semangat. Mereka harus berani menekan sejak awal dan menjaga disiplin di lini tengah,” ujar Mancini. Selain itu, Mancini juga mengatakan kalau Arab Saudi punya kecenderungan meremehkan lawan. Pemain Arab Saudi sering kehilangan fokus saat lawan bermain tanpa rasa takut, dan Indonesia punya itu.

LEGENDA MU BAKAL SATU TIM SAMA SANANTA?

Kabar menarik datang dari striker Timnas Indonesia yang sedang merantau di Malaysia, Ramadhan Sananta. Kabarnya, sang pemain akan kedatangan rekan satu tim yang memiliki CV luar biasa. Pemain tersebut adalah Tyler Blackett, legenda Manchester United. Dilansir website resmi DPMM FC, mereka sedang mengincar Blackett sebagai pemain baru di lini bertahan. Kabarnya, DPMM akan melakukan serangkaian training dulu untuk pemain asal Inggris itu. Mengingat, Blackett sudah tanpa klub sejak Januari 2024. Sang pemain butuh di tes kebugaran dan kemampuan tekniknya.

MCKENNA JUGA MASUK RADAR WEST HAM

West Ham United kabarnya sedang mempertimbangkan untuk mengganti pelatih. Setelah Nuno Espirito Santo, kini muncul nama Kieran McKenna sebagai opsi baru. Dilansir Football Insider, McKenna bahkan sudah diundang untuk bertemu petinggi klub. Pertemuan itu terjadi sesudah laga West Ham melawan Spurs. Kemunculan McKenna pun menimbulkan spekulasi bahwa dirinya masuk daftar calon pengganti Graham Potter. Sejauh ini, West Ham belum mengambil keputusan karena masih mempertimbangkan berbagai opsi.

SCHOLES BERI SARAN KE AMORIM SOAL BRUNO

Paul Scholes angkat bicara soal performa Manchester United yang tak kunjung menemukan arah. Dikutip dari Sky Sport, alih-alih mengkritik sistem Ruben Amorim, Scholes justru mengkritisi bagaimana Amorim dalam menggunakan Bruno Fernandes. Menurut laporan, Scholes merasa Amorim telah salah menggunakan Bruno sebagai gelandang tengah. Bruno harusnya dipasang sebagai gelandang serang. “Dia pemain paling kreatif di tim, dia seharusnya bermain sebagai pemain nomor 10, tidak diragukan lagi,” ujar Scholes.

ONANA DIJANJIKAN MASIH PUNYA TEMPAT DI MU

Masih dari Manchester United. Meski Andre Onana sedang menjalani proses peminjaman di Trabzonspor, kabarnya sang pemain tetap punya tempat tersendiri jika kembali ke Manchester. Dilansir The Sun, United mengindikasikan kalau Onana akan tetap memiliki tempat di skuad musim depan. Oleh karena itu, Onana tidak membawa keluarganya ke Turki. Ia tetap meminta istri dan anaknya tetap berada di Manchester, meski ia berada di Turki. Onana percaya bahwa masa peminjaman ini adalah proses pembelajaran. Bukan sebuah pembuangan.

BARCELONA TERIMA TAWARAN DARI LIVERPOOL UNTUK ARAUJO

Bergeser ke Spanyol, Fichajes mengabarkan kalau Barcelona kabarnya telah dihubungi oleh Liverpool. Klub asal Inggris itu menyatakan minatnya pada Ronald Araujo. Menurut laporan, The Reds telah memantau pemain Uruguay tersebut selama beberapa waktu dan yakin ia bisa menjadi tambahan strategis bagi lini pertahanan mereka. Nah, Liverpool dikabarkan sudah menyiapkan proposal senilai   untuk Araujo. Keputusan sepenuhnya ada di tangan Barca. Jika Barca menerimanya, maka proses kepindahan bisa saja terjadi di Januari. Mendatangkan Araujo adalah bentuk antisipasi Liverpool atas potensi kepergian Ibrahima Konate.

EKS BARCA, SAMUEL UMTITI PENSIUN

Selanjutnya ada mantan pemain Barcelona, Samuel Umtiti yang telah resmi memutuskan pensiun dari sepakbola profesional. Dilansir Goal, kabar pensiun tersebut ia umumkan melalui akun media sosial pribadinya pada Senin malam waktu setempat. Dalam pernyataan resminya, Umtiti menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukung perjalanan kariernya. Ia menegaskan bahwa dirinya telah memberikan segalanya di lapangan tanpa penyesalan. Umtiti dikenal luas sebagai salah satu bek tangguh yang pernah memperkuat Barcelona dan Timnas Prancis. Keputusan untuk mengakhiri kariernya diambil setelah bertahun-tahun berjuang melawan cedera yang terus membatasi penampilannya. Klub terakhir yang ia bela adalah Lille OSC di Ligue 1, setelah sebelumnya sempat memperkuat Lecce di Italia serta Olympiacos di Yunani. Sekali lagi, terimakasih Umtiti.

CEDERA, DYBALA DIRAGUKAN TAMPIL DI LAGA DERBY

Terbang ke Italia, ada AS Roma yang mendapat kabar buruk. Salah satu pemain terbaiknya, yakni, Paulo Dybala mengalami cedera jelang laga penting melawan Lazio. Dilansir Football Italia, Dybala tidak akan tersedia untuk Derby della Capitale pekan depan melawan Lazio setelah mengalami cedera ringan saat Giallorossi kalah 1-0 dari Torino. Cedera ini sudah dikonfirmasi oleh sang pelatih, Gian Piero Gasperini. Butuh pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah Dybala benar-benar harus absen di laga tersebut.

CONTE SEBUT HOJLUND BAWA KEBERUNTUNGAN

Sementara itu, ada Antonio Conte yang menyindir Manchester United melalui rekrutan anyarnya, Rasmus Hojlund. Mengutip dari Goal, Conte memuji pemain pinjaman dari Manchester United itu dengan sangat antusias setelah penyerang Denmark tersebut berkontribusi satu gol dalam kemenangan 3-1 atas Fiorentina. Dengan nada bercanda, Conte justru berterimakasih kepada United yang sudah mengizinkan Napoli untuk meminjamnya. Hojlund yang mempunyai prospek luar biasa bisa membawa sedikit keberuntungan bagi Napoli musim ini.

TAMPIL APIK DI SERIE A, EMIL GUSUR PAES DI TIMNAS INDONESIA?

Masih dari Serie A, tapi kali ini tentang kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. Dilansir CNN Indonesia, penampilan menawan yang diperagakan Emil Audero bersama Cremonese membuat persaingan di bawah mistar Timnas Indonesia memanas. Contohnya saja saat menghadapi Verona kemarin. Kiper Timnas Indonesia itu melakukan sembilan penyelamatan penting selama 90 menit. Tanpa aksi jatuh bangun Emil, Cremonese bisa kalah telak dari Verona. Jika terus begini, bukan tidak mungkin Emil akan menggusur Maarten Paes dari posisi penjaga gawang utama Tim Garuda.

PSSI INCAR BEK ROMA UNTUK DINATURALISASI?

Pindah ke Ibukota Italia, Roma, ada rumor kalau PSSI sedang mengincar nama pemain AS Roma untuk dinaturalisasi. Lantas, siapa pemain itu? Dilansir Disway, pemain itu adalah Devyne Rensch. Pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu kabarnya punya darah Indonesia. Rensch memang memiliki darah Suriname. Namun, belum ada bukti kuat soal apakah garis keturunannya sampai ke Indonesia atau tidak. Rensch sendiri baru tampil sebanyak 2 kali untuk Timnas senior Belanda. Itu artinya, jika benar punya darah Indonesia, Rensch masih bisa pindah kewarganegaraan.

MODE SERIUS, IRAK UDAH PERSIAPAN JELANG LAWAN INDONESIA

Masih satu bulan lagi, Irak sudah pasang kuda-kuda jelang hadapi Timnas Indonesia. Dilansir Bolasport, pelatih Irak yang baru, Graham Arnold, mulai memasuki tahap akhir untuk persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Timnas Indonesia dan Arab Saudi.  Dia bahkan langsung turun gunung untuk memilih pemain agar bisa meraih hasil maksimal nantinya. Dalam waktu dekat mereka akan segera mengumumkan daftar pemain untuk menghadapi Timnas Indonesia dan Arab Saudi. Ini jadi bukti keseriusan Arnold. Padahal, Indonesia belum apa-apa. Indonesia bahkan baru merampungkan dua laga uji coba di FIFA Matchday September. 

Berita Bola Terbaru 16 September 2025 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan Serie A, Como menahan imbang Genoa dengan skor 1-1. Nico Paz membawa Como unggul lebih dulu pada menit 13. Namun, Genoa berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir melalui aksi Caleb Ekuban. Hasil ini membuat Como naik ke urutan sembilan dan Genoa naik ke urutan 15 klasemen sementara.

Sedangkan dari Spanyol, ada Espanyol yang menang susah payah dari Mallorca. Meski hanya bermain dengan 10 orang, Espanyol mampu cetak tiga gol. Yang mana, lahir dari aksi Pere Milla, Roberto Fernandez, dan sepakan penalti Kike Garcia. Sedangkan dua gol Mallorca dicetak oleh Vedat Muriqi. Hasil ini bikin Espanyol melesat ke urutan tiga klasemen sementara La Liga.

BELLINGHAM MASUK SKUAD MADRID VS MARSEILLE

Masih dari Spanyol, ada kabar baik datang dari Real Madrid. Xabi Alonso memasukan nama Jude Bellingham ke skuad Madrid yang akan menghadapi Marseille di pekan pertama Liga Champions musim 2025/26. Dilansir BBC, Bellingham dinyatakan pulih. Namun, belum bisa dipastikan apakah ia akan diturunkan atau tidak. Ini jadi kali pertama Bellingham masuk skuad Madrid musim ini usai dirinya absen lama lantaran menjalani pemulihan pasca operasi bahu. Selain Jude, Eduardo Camavinga juga dikabarkan telah bergabung kembali ke skuad El Real.

ATLETICO DIPREDIKSI TANPA ALVAREZ DAN HANCKO VS LIVERPOOL

Berbeda dengan Real Madrid yang mendapat suntikan tenaga baru, Atletico Madrid justru terancam tak bisa memainkan dua pemain pentingnya jelang menghadapi Liverpool. Dilansir Football Espana, setelah meraih kemenangan atas Villarreal, Diego Simeone mendapat kabar bahwa Julian Alvarez dan David Hancko mengalami sedikit gangguan. Menurut laporan yang ada, Alvarez merasa tidak nyaman dengan kondisi lututnya. Sedangkan David mengalami masalah di bagian pergelangan kakinya. Kini, Simeone sedang harap-harap cemas menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

DIKABARKAN MENINGGAL, ABIDAL TERIAK ITU HOAX

Di sisi lain, ada kabar mengejutkan yang datang dari legenda Barcelona, Eric Abidal. Dilansir Get Football News Spain, ada kabar yang berkembang di media sosial kalau Abidal dinyatakan meninggal dunia. Pemain asal Prancis itu pun buru-buru menyampaikan klarifikasi agar berita ini tidak menyebar ke belahan dunia lain. Abidal pun menulis pesan untuk meredam kabar tersebut “Beberapa rumor memang seharusnya tidak pernah ada. Saya di sini, bersama keluarga saya, dan semuanya baik-baik saja. Rasa hormat itu penting. Saya punya keluarga dan anak-anak di belakang saya. Yang jelas, saya baik-baik saja, saya hidup dan sehat,” tulis Abidal. Jadi, kalau dengar kabar Abidal meninggal itu hoax ya guys. 

MESKI ADA JADWAL SIDANG, PARTEY BISA MAIN VS SPURS

Masih dari Spanyol, ada kabar dari status Thomas Partey sebagai pemain Villarreal. Dilansir Sky Sport, meski ada jadwal sidang kasus pemerkosaan, Partey kabarnya tetap diizinkan untuk bermain menghadapi Spurs di laga pembuka Liga Champions musim ini. Mantan pemain Arsenal itu dijadwalkan hadir di Pengadilan Southwark Crown pada tanggal 17 September untuk menghadapi lima dakwaan pemerkosaan dan satu dakwaan penyerangan seksual. Itu artinya, sehari setelah pertandingan melawan Spurs. Tapi, pihak Villarreal telah mengkonfirmasi bahwa Partey akan tetap tersedia untuk laga penting ini.

SPURS HALANGI KEPERGIAN BISSOUMA

Mumpung lagi ngomongin Spurs, kabarnya Yves Bissouma sedang memperjuangkan nasibnya di London. Sang pemain kabarnya ingin segera hengkang. Dilansir The Spurs News, Bissouma ternyata sudah meminta izin untuk hengkang sejak bursa transfer musim panas kemarin. Tapi, pihak klub menghalanginya. Thomas Frank, selaku pelatih kabarnya masih membutuhkannya. Tapi, Bissouma tetap kekeh pada keputusannya, bahwa ia ingin hengkang. Maka dari itu, Bissouma sampai saat ini belum bermain karena sedang meminta Spurs untuk segera menentukan nasibnya. Kalau bisa, ia ingin hengkang pada Januari nanti.

ASTON VILLA MULAI PANTAU LEE KANG-IN

Dengan performa yang buruk di awal musim 2025/26, manajemen Aston Villa dengan cepat menyusun rencana transfer untuk Januari mendatang. Dilansir On The Minute, Villa kini memantau talenta Korea Selatan milik PSG, Lee Kang-in. Villa sendiri punya hubungan baik dengan PSG. Hubungan baik itu sudah terbangun sejak musim lalu. Saat Villa meminjam Marco Asensio dari PSG. Kini, Villa akan kembali duduk bersama pihak PSG untuk bernegosiasi soal Kang-in. Namun, Villa tidak sendirian. Kabarnya, Newcastle United juga meminati Lee Kang-in.

KETAHUAN PAKAI JERSEY MU, CITY PECAT PEGAWAI BAR

Bergeser ke Manchester, ada kabar aneh yang muncul dari laga derby kemarin. Dilansir The Guardian, pihak Manchester City kabarnya telah memecat seorang pekerja bar. Pemecatan ini bukan tanpa alasan. Tapi, alasannya cukup nyeleneh. Menurut laporan, pekerja yang tak disebutkan namanya itu ketahuan mengenakan jersey Manchester United saat menyajikan minuman di Stadion Etihad selama laga derby. Pihak klub mengetahui keberadaan pekerja tersebut melalui sebuah unggahan di media sosial. Jejak digital memang berbahaya ya.

BRUNO ANCAM HENGKANG DARI UNITED

Masih dari Manchester, tapi kali ini tentang Manchester United. Dilansir Football Insider, performa United yang tak kunjung membaik membuat sang kapten, Bruno Fernandes ragu. Menurut laporan, kini Bruno mulai benar-benar mempertimbangkan untuk hengkang dari Manchester United. Bruno kabarnya sudah lelah menjadi tulang punggung tim selama beberapa tahun. Jika United tak kunjung membaik musim ini, Bruno akan menerima pinangan dari klub lain. Keputusan akan diambil setelah Piala Dunia 2026. Sejauh ini, tawaran paling menggiurkan datang dari Arab Saudi. 

AMORIM DITAWARI LATIH BENFICA

Di sisi lain, Ruben Amorim justru menerima tawaran untuk kembali ke Portugal dari Benfica. Dilansir Goal, dalam kampanyenya, calon Presiden Benfica, Joao Noronha Lopes tertarik untuk membawa Ruben Amorim kembali ke Lisbon. Meski masih punya kontrak dengan Manchester United, Lopes yakin kalau menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih Benfica adalah keputusan yang tepat. Tapi, wacana ini akan terealisasi jika Lopes terpilih sebagai presiden Benfica selanjutnya.

VARDY AKHIRNYA DEBUT DI CREMONESE

Inggris sudah, kini kita bergeser ke Italia. Setelah penantian panjang, Jamie Vardy akhirnya mencatatkan debut untuk klub barunya, Cremonese. Dilansir Sky Sport, Vardy melakoni debutnya bersama Cremonese dari bangku cadangan. Mantan top skor Premier League itu masuk di menit 59 dalam hasil imbang tanpa gol di markas Hellas Verona. Sayang, Vardy gagal membantu tim untuk menang. Kini, Vardy berharap bisa tampil sebagai starter di pekan depan.

UTANG 90 JUTA EURO, ROMA TERANCAM SANKSI FFP

AS Roma kabarnya dalam masalah finansial. Dilansir Get Football News Italy, Roma masih harus mengumpulkan dana sekitar 90 juta euro lagi agar mencapai batas kerugian yang ditetapkan oleh UEFA. Menurut laporan yang ada, batas waktunya hingga Juni 2026. Jika tidak, maka Roma akan mendapat sanksi Financial Fair Play dari UEFA. Untuk mencapai batas aman, Roma harus menjual pemain di bursa transfer Januari atau meneken kontrak baru dengan pihak sponsor. 

CHIVU BERNIAT SINGKIRKAN SOMMER

Sementara itu, ada kabar mengejutkan datang dari Inter Milan. Sang pelatih baru, Cristian Chivu kabarnya kurang puas dengan performa Yann Sommer. Dilansir Football Italia, Chivu yang tak puas dengan kinerja Sommer yang kebobolan empat gol dari empat tembakan on target di laga melawan Juve. Chivu sedang mempertimbangkan untuk mencadangkannya di pertandingan berikutnya. Menurut laporan, Chivu akan mengorbankan Sommer dan memberikan kesempatan pada kiper cadangan, Josep Martinez untuk mengisi pos penjaga gawang. 

TAMPIL PD, MEDIA ITALIA PUJI JAY IDZES

Masih dari Serie A, tapi kali ini tentang pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes. Seperti yang diwartakan Inews, penampilan Idzes yang luar biasa saat membantu Sassuolo mengalahkan Lazio membuat media Italia, Tuttomercatoweb tak segan melontarkan pujian setinggi langit. Media Italia itu mengatakan kalau Idzes bisa tampil lebih percaya diri dari teman-teman satu timnya. Meski berstatus pemain anyar, Idzes kembali menunjukan leadershipnya di lini pertahanan Sassuolo. Tuttomercatoweb bahkan memberi rating 7 pada Idzes. Itu jadi yang tertinggi jika dibandingkan bek Sassuolo yang lain

SEOANE DIPECAT, GIMANA NASIB DIKS?

Sedangkan dari Bundesliga, pelatihnya Kevin Diks, yakni Gerardo Seoane kabarnya sudah dipecat. Dilansir The Guardian, Seoane yang sudah menjadi pelatih Borussia Monchengladbach sejak 2023 tidak mendapat waktu lebih. Satu hasil imbang dan dua kekalahan membuat pelatih asal Swiss itu mendapat surat pemutusan hubungan kerja. Kabarnya, Gladbach mengantongi nama legenda Manchester City, Martín Demichelis, sebagai suksesor Seoane. Tentu, pergantian pelatih bisa berdampak pada menit bermain Kevin Diks. Karena beda pelatih, beda selera pemain.

FERRAN MASUK RADAR PSG

Ferran Torres memulai musim dengan cukup baik. Ia mencetak dua gol dan satu assist dalam empat pertandingan bersama Barcelona. Performa menjanjikan ini telah menarik perhatian beberapa klub. Awalnya, cuma Aston Villa yang tertarik. Namun, kini kabarnya PSG juga ikut memantau situasi Ferran. Dilansir El Nacional, PSG memandang Ferran sebagai kandidat kuat lini serang tim. Ferran dianggap sebagai penyerang serba bisa dan rela berkorban demi tim. Atribut itu sangat dicari oleh PSG untuk menopang Ousmane Dembele di depan. 

KOMITE WASIT LA LIGA CURIGA KARTU MERAH HUIJSEN KELIRU

Masih dari Spanyol, ada Real Madrid yang belum terima soal kartu merah Dean Huijsen di laga melawan Real Sociedad kemarin. Dilansir Football Espana, setelah kemarin Madrid ingin mengadukan kualitas wasit ke FIFA, kini muncul lagi update terbaru. Kabarnya, Komite Teknis Wasit menganggap kalau keputusan Gil Manzano untuk memberikan kartu merah ke Huijsen adalah tindakan keliru. Pihak komite kabarnya akan mempelajari lagi insiden ini sebelum mengeluarkan pernyataan resmi yang bisa saja menguntungkan Real Madrid dalam beberapa pertandingan ke depan. 

WEST HAM INGIN NUNO ESPIRITO GANTIKAN POTTER

Dari Spanyol, kini kita bergeser ke Inggris. West Ham kabarnya sedang mempertimbangkan untuk memecat sang pelatih, Graham Potter. Give Me Sport melaporkan, West Ham sangat tidak puas dengan performa tim di bawah asuhan Potter. Tekanan pun terasa makin besar di pundak sang pelatih. Karena klub sedang berdiskusi soal nasibnya. Menurut laporan, nama Nuno Espirito Santo muncul sebagai kandidat potensial. Pemilik West Ham, David Sullivan, dikabarkan mengagumi kinerja Nuno dan sebelumnya pernah mempertimbangkan untuk merekrutnya. Kini, ketertarikan itu semakin serius. 

SEMPAT BLUNDER, ONANA JADI MAN OF THE MATCH DI LAGA DEBUT

Masih bau-bau Inggris, ada pemain pinjaman MU, Andre Onana yang mencatatkan debut fantastis bersama Trabzonspor. Dilansir Tribalfootball, Onana memang memulai laga vs Fenerbahce dengan buruk. Ia melakukan error sehingga terjadi gol pembuka dari Fener. Namun, setelah itu ia bangkit dan mencatatkan banyak penyelamatan krusial. Menurut statistik Fotmob, ia menciptakan delapan penyelamatan. Meski pada akhirnya Trabzonspor kalah, Onana jadi man of the match di laga itu. Ia mencatatkan skor 8,7 versi Fotmob.

KVARA CEDERA, INI JADI KEUNTUNGAN ATALANTA

Beralih ke Italia, ada kabar baik untuk Atalanta. Jelang menghadapi PSG di laga pembuka Liga Champions musim 2025/26, Atalanta mendapat kabar bahwa salah satu pemain paling berbahaya PSG, yakni  Khvicha Kvaratskhelia dalam kondisi yang diragukan untuk tampil. Ia mengalami gangguan saat menghadapi RC Lens kemarin. Dilansir Football Italia, ia menderita memar parah pada tulang keringnya. Ini merupakan pukulan telak bagi PSG, yang telah kehilangan Ousmane Dembélé dan Désiré Doué karena cedera saat jeda tugas internasional. Di sisi lain, ini bisa dimanfaatkan oleh La Dea untuk mencuri poin.

MODRIC: BERHENTILAH MEMBICARAKAN USIA SAYA!

Usai mencetak gol kemenangan saat menghadapi Bologna, Luka Modric memberikan pesan khusus untuk para fans dan media di luar sana. Dilansir Football Italia, Modric mencetak gol perdananya untuk Milan di usia 40 tahun. Ini sekaligus membuktikan bahwa dirinya masih bisa berkontribusi penuh untuk tim papan atas. Ia berkata bahwa gol itu jadi cara merayakan ulang tahun yang luar biasa. Sambil bercanda, ia juga mengatakan kalau mulai saat ini, fans dan media harus berhenti membicarakan usianya. Usia hanyalah angka. Modric ingin mereka lebih fokus pada apa yang ia berikan untuk tim.

ABIS HATTRICK, MULLER CETAK REKOR UNIK

Mampir ke Amerika Serikat, ada rekor unik yang dicatatkan oleh Thomas Muller. Eks Bayern Munchen itu menunjukan kontribusi penuh untuk tim barunya, Vancouver FC. Ia mencetak hattrick yang menawan dalam kemenangan 7-0 atas Philadelphia Union. Namun, ada yang menarik dari ketiga golnya ini. Dilansir Sport Illustrated, melalui tiga golnya, Thomas Muller menjadi pemain pertama dalam sejarah liga yang mencetak hat-trick di musim reguler pada hari ulang tahunnya. Ini jadi kado yang indah bagi pemain yang dikenal jenaka itu.

MASUK SKUAD, TAPI VERDONK GAGAL DEBUT VS TOULOUSE

Masih dari Eropa, tapi kali ini tentang pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk. Dilansir Bolasport, Verdonk masuk skuad Lille yang menghadapi Toulouse kemarin. Tim berhasil menang. Namun Verdonk gagal debut. Dirinya tidak diturunkan satu menit pun oleh sang pelatih. Di posisi bek kiri, Verdonk memang harus bersaing dengan Romain Perraud. Pemain asal Prancis ini juga merupakan awak baru dari Lille tetapi dia sudah bergabung sejak awal Agustus sehingga menang start atas Verdonk. Jika ingin menjadi pemain inti, Verdonk harus bekerja lebih keras lagi demi mencuri perhatian sang pelatih.

TAK KUNJUNG MAINKAN HILGERS, TWENTE KENA KRITIK

Mees Hilgers sebelumnya dikabarkan tidak akan mendapatkan tempat di FC Twente lantaran disebut ingin hengkang dari klub. Namun belakangan Twente kembali memberi kepercayaan pada pemuda 24 tahun tersebut. Tapi, sang pemain tak kunjung masuk daftar pemain. Padahal, Twente sudah memecat sang pelatih, Joseph Oosting dan sedang krisis bek tengah. Keputusan Twente tak memainkan Hilgers pun menuai kritik dari pelatih ternama Belanda, Gertjan Verbeek. Ia menilai ada yang sedang ditutup-tutupi Twente soal Hilgers. “Ada sesuatu yang terjadi antara dia [Hilgers] dan FC Twente, dan kita mungkin tidak pernah tahu, tetapi saya pikir mereka punya kewajiban kepada para pendukung untuk bersikap terbuka. Kenapa mereka tidak jujur soal kondisinya? Dengan begitu, analis seperti kami tidak akan bisa menerka-nerka. Beri tahu saja keadaan yang sebenarnya,” ujar Verbeek.

LAWAN INDONESIA, ARAB SAUDI DIBANTU PELATIH ARSENAL

Masih berhubungan dengan Indonesia, Arab Saudi, calon lawan Indonesia melakukan gebrakan jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menambah staf kepelatihan. Segala cara dilakukan oleh Arab Saudi untuk meraih hasil terbaik di putaran keempat termasuk memanfaatkan skema bola mati. Dilansir Sporting News, demi memaksimalkan skema tersebut, Arab Saudi bahkan sudah resmi mendatangkan pelatih set piece milik Arsenal, Nicolas Jover. Nicolas Jover akan menjadi bagian dari staf kepelatihan Arab Saudi di Bawah komando Herve Renard. Bergabungnya Jover diharapkan mampu memberi opsi lain bagi Arab Saudi untuk mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia dan Irak.

Mengapa Banyak Pemain Akademi Chelsea Bersinar di Klub Lain?

0

Punya akademi yang dikenal sebagai salah satu pabrik talenta terbaik di Eropa, tapi pemain-pemainnya bersinar justru di tempat lain. Itulah Chelsea. Banyak dari jebolan akademi The Blues mengemasi barangnya, pergi, entah dalam bentuk pinjaman atau dijual, lalu memetik kesuksesan demi kesuksesan di tempat lain.

Seperti yang terjadi pada Rio Ngumoha. Wonderkid ini ditempa oleh Chelsea, kini mulai tampil apik bersama Liverpool. Menariknya, Chelsea justru mempersoalkan biaya kompensasi, alih-alih berpikir untuk memulangkannya. 

Chelsea memang sering begitu. Namun, yang jadi pertanyaan, kenapa ini terus terjadi? Mengapa Chelsea seolah mencetak bintang hanya untuk bersinar di klub lain?

Banyak Pemain Akademi Chelsea Sukses di Tempat Lain

Pertanyaan itu tidak hadir dari ruang hampa. Chelsea dengan salah satu akademinya yang terkenal di dunia, Cobham, tak pernah libur menelurkan bakat-bakat hebat. Tapi sebagian besar dari mereka justru kesulitan untuk masuk tim utama, dan pada akhirnya mengunduh kesuksesan di tempat lain.

Rio Ngumoha hanya satu dari sekian banyak contoh. Masih ada nama lain seperti Michael Olise yang disulap menjadi senjata mematikan oleh Crystal Palace, lalu dibeli Bayern Munchen dan mengangkat trofi Bundesliga di sana. Di Bayern Munchen juga masih ada Jamal Musiala. Banyak yang mengira Mas Jamal produk akademi Bayern Munchen, padahal dia produk Chelsea.

Kita juga bisa menambahkan nama Declan Rice. Gelandang energik yang moncer di West Ham lalu menjadi mesin lini tengah Arsenal. Tentu selain nama-nama tadi masih banyak lagi. Marc Guehi, Nathan Ake, Fikayo Tomori, Connor Gallagher, Armando Broja, hingga Tino Livramento di antaranya. 

Kalau kita mau ambil contoh yang lebih lawas lagi ada  , jebolan akademi Chelsea yang menjuarai Liga Inggris justru bersama Blackburn Rovers. Satu tim dengan Saux ada juga Ian Pearce. Saat Leicester City menjuarai Liga Inggris 2016 lalu, ada alumni akademi Chelsea, Robert Huth dan Andy King.

Nama-nama tadi memperlihatkan bahwa ini adalah fase. Fase yang terus berulang seperti kita, rakyat Indonesia yang selalu salah memilih pemimpin. Kenapa bisa begitu?

Klub Ingin Sukses Segera

Jawaban pertama cukup sederhana. Ingin instan. Chelsea dan tak menutup kemungkinan juga klub-klub lain, sama seperti kita, rakyat Indonesia yang mudah tertipu, terhasut, dan terpesona pada jalan-jalan cepat untuk memperoleh sesuatu.

Klub seperti Chelsea, dengan basis penggemar yang luar biasa, dituntut untuk secepatnya meraih kesuksesan. Demi mencapai tujuan itu, mengandalkan pemain akademi bukan solusi. Malah boleh dibilang akan buang-buang waktu dan biaya saja. Mengambil pemain dari akademi artinya juga mengambil resiko besar.

Bayangkan, ada banyak pemain di level kelompok umur, dan dari sekian banyak itu harus diseleksi. Betul bahwa ada data. Pelatih tim utama bisa melihat data dan memilih pemain yang cocok untuk dimasukkan ke skuadnya.

Namun, itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dan itu artinya, pelatih tim utama mesti menyisakan waktu untuk mengamati pemain tim muda di tengah agenda padat tim utama, seperti latihan dan persiapan laga berikutnya.

Sering kali hal seperti ini tidak bisa dilakukan dalam seminggu atau dua minggu. Bisa berbulan-bulan. Bahkan bisa sampai hitungan tahun. Mantan pelatih akademi Chelsea, Adi Viveash bahkan bilang butuh lima tahun pemain dari akademi siap diunduh.

Pelatih perlu melihat apakah pemain dari akademi cocok untuk skemanya atau tidak. Kalaupun cocok juga belum tentu bisa diangkut langsung. Kenapa?

Iklim Liga Inggris

Iklim Liga Inggris itu berat. Itulah kenapa manajer yang menukangi Chelsea acap kali ragu untuk memasukkan pemain akademi ke tim utama. Liga Inggris itu kompetisi yang bukan hanya tidak ringan, tapi seperti pembunuh berdarah dingin. Sorotannya besar. Karena sorotannya besar, tekanan juga tinggi.

Manajer tak mau ambil resiko. Entah itu pada reputasinya atau juga terhadap nasib pemain akademi yang dipanggil ke tim utama.

Sebab mau bagaimanapun jika sudah dipanggil ke tim utama, beban besar sudah dipikul oleh pemain yang usianya mungkin baru belasan tahun. Ya kalau main bagus, kalau tidak?

Segelintir manajer Chelsea saja yang berani ngasih kepercayaan ke pemain akademi. Frank Lampard itu salah satu yang berani. Berkat keberanian itu nama seperti Reece James dan Mason Mount muncul. Uniknya, nama kedua justru sejauh ini hanya bisa bersinar di Chelsea.

Enzo Maresca punya keberanian yang sama dengan Lampard. Barangkali karena basic-nya adalah melatih tim muda, Maresca juga memperhatikan pemain akademi. Musim ini ia beri salah satu pemain akademi, Josh Acheampong tempat di tim utama. Sang pemain sudah turun di laga pertama melawan Crystal Palace.

Lantaran Liga Inggris begitu sulit untuk ditembus, beberapa pemain dari akademi Chelsea justru memilih hengkang ke liga lain. Fikayo Tomori dan Tammy Abraham contohnya. Dua pemain akademi itu tidak begitu bagus di Liga Inggris, tapi setelah pindah ke Serie A, performanya mengalami peningkatan yang lumayan.

Bisnis

Bagi Chelsea, pemain akademi adalah komoditas. Itu tidak salah. Klub sepak bola tak ubahnya pabrik, tapi produknya bukan tempe atau rempeyek, melainkan pemain sepak bola. Tuntutan main bagus selalu ada, dan di titik itu, Chelsea butuh membeli pemain baru. Tapi aturan financial fair play mengawasi mereka. Maka, di situlah Chelsea menjadikan pemain akademi barang jualan.

Mereka menjual pemain akademi, uangnya untuk membeli pemain lain yang menjadi incaran. Ini telah terbukti efektif untuk menghindari aturan financial fair play dan PSR yang berlaku di Inggris. Kenapa efektif? Karena ternyata The Blues meraup keuntungan besar dari penjualan pemain akademi mereka.

Menurut laporan BBC, dalam tiga musim terakhir saja, Chelsea meraup tak kurang dari 250 juta poundsterling atau sekitar Rp5,5 triliun dari penjualan pemain akademi mereka. Menariknya, menurut Aturan Profit and Sustainability Premier League atau PSR, keuntungan tersebut dianggap keuntungan murni.

Hal itu memberi Chelsea fleksibilitas finansial yang dibutuhkan untuk membeli pemain anyar. Musim ini saja Chelsea sudah menjual Armando Broja ke Burnley seharga 20 juta poundsterling, Bashir Humphreys ke Burnley seharga 14,7 juta poundsterling, hingga Ishe Samuels-Smith ke Strasbourg seharga 6,5 juta poundsterling.

Nama-nama tersebut adalah produk akademi Chelsea. Ini sekali lagi menunjukkan bahwa produk akademi Chelsea memang sangat laku di pasaran. Josh Acheampong yang tadi disebutkan itu baru main beberapa laga saja bersama tim utama, namun sudah diincar oleh Bournemouth.

Jaringan Peminjaman

Chelsea, sejak era Roman Abramovich, juga telah membangun jaringan pengembangan elit usia dini. Tak salah jika menyebut Cobham adalah salah satu yang diperhitungkan. Bukan cuma karena fasilitas dan prestasi tim mudanya, tapi jaringan yang juga luas. Jadi, pemain yang ditempa di Cobham tidak perlu khawatir tidak mendapatkan kesempatan main di klub.

Mereka akan disebarkan ke jaringan-jaringan Chelsea. Entah itu dijual ke tim akademi lain atau dipinjamkan. Ya, bertahun-tahun Chelsea telah menerapkan ide untuk meminjamkan pemain akademi ke sesama tim Inggris maupun ke luar negeri. Ini dilakukan agar mereka mendapatkan pengalaman dan menit bermain di tim utama.

Jaringan itu juga kini semakin luas karena Todd Boehly tidak hanya memiliki Chelsea. Ia bahkan sudah menjadikan Strasbourg, timnya yang lain sebagai wadah untuk para pemain dari akademi Chelsea yang tidak mendapat kesempatan di tim utama.

Nah itulah tadi alasan kenapa banyak pemain akademi Chelsea dijual dan bahkan bersinar di tim lain. Sebetulnya, menurut Adi Viveash, ada juga faktor dari pelatih utama. Menurut Viveash, minimnya pemain akademi di tim utama adalah murni karena keputusan pelatih.

Jika pelatih itu menyukai si pemain, ia akan memanggilnya. Seperti apa yang pernah dilakukan Frank Lampard. Namun kalau konteks Lampard ini ada tambahan situasi. Saat itu, pada musim 2019/20, Chelsea terkena larangan transfer sehingga Lampard banyak memanggil pemain dari akademi. Kalau menurut kamu gimana football lovers?

Sumber: ChelseaFC, Transfermarkt, LinkedIn, SkySports, BBC, ThePrideOfLondon

Berita Bola Terbaru 15 September 2025 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan La Liga, Barcelona berpesta enam gol tanpa balas ke gawang Valencia. Gol La Blaugrana dicetak oleh tiga pemain yang berbeda, yakni Fermin Lopez, Raphinha, dan Robert Lewandowski. Masing-masing dari mereka mencetak dua gol. Kemenangan ini bikin Barca naik ke urutan kedua klasemen sementara dengan torehan 10 poin. Selisih dua poin dari Real Madrid di puncak klasemen.

Di pertandingan lain, ada Real Betis yang hanya bisa meraih hasil imbang 2-2 di markas Levante. Tim tuan rumah unggul lebih dulu melalui Ivan Romero menit 2 dan Etta Eyong menit 10. Namun, Betis menyamakan kedudukan melalui aksi Juan Hernandez menit 45 dan Pablo Fornals menit 81. Hasil imbang ini membuat Betis berada di urutan 10 dan Levante masih di zona degradasi.

Dari Serie A, ada Sassuolo yang menang 1-0 atas Lazio. Kemenangan perdana Sassuolo musim ini didapat usai Alieu Fadera mencetak satu-satunya gol di menit 70. Hasil ini bikin Sassuolo beranjak ke urutan 14 klasemen sementara. Sedangkan Lazio tertahan di urutan 12.

Di laga lain, AC Milan juga menang 1-0 atas tim tamu, Bologna. Gol Luca Modric di menit 61 jadi satu-satunya yang tercipta. Kemenangan ini bikin Rossoneri naik ke urutan lima klasemen sementara. Di sisi lain, Bologna terjebak di urutan 13 klasemen Serie A.

Italia sudah, kini kita bergeser ke Inggris. Ada Liverpool yang menang tipis 1-0 dari Burnley. Bermain imbang hingga menit 90, gol Liverpool baru hadir di menit 90+5. Sepakan penalti Mo Salah jadi pembeda di laga ini. Kemenangan ini bikin The Reds tetap kokoh di puncak klasemen Premier League dengan torehan poin sempurna.

SLOT JELASKAN KENAPA ISAK TAK MASUK SKUAD

Dalam kemenangan Liverpool semalam, ada yang aneh. Di skuad Arne Slot tidak ada nama Alexander Isak. Padahal The Reds sudah susah payah untuk mendatangkan sang striker. Dilansir Standard, Slot telah memberikan penjelasan kenapa nama Isak tidak ada dalam skuadnya. Menurut sang pelatih, Isak belum berada di kondisi terbaik. Ia melewatkan latihan pramusim bersama Newcastle United. Isak juga tak banyak memainkan pertandingan di jeda internasional kemarin. Maka dari itu, Slot tak mau memaksakan. Ia justru berkelakar kalau Isak akan dipersiapkan untuk laga melawan Atletico Madrid pertengahan pekan nanti.

HANCUR LEBUR DI TANGAN CITY, MU DIPREDIKSI DEGRADASI

Bergeser sedikit, ada Derby Manchester yang berakhir 3-0 untuk kemenangan Manchester City. Gol dicetak oleh Phil Foden dan brace Erling Haaland. Menariknya, laga ini memunculkan prediksi baru tentang nasib Manchester United di Premier League musim ini. Dilansir Sport Illustrated, Supercomputer memberikan prediksi mengejutkan tentang nasib United musim ini. Setelah kalah dari City, United dianggap memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk terdegradasi daripada lolos ke Liga Champions musim depan. Menurut laporan, United hanya punya peluang 4,18% untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Sebaliknya, mereka justru punya peluang 10,95% untuk degradasi.

SESKO DIANGGAP LEBIH BURUK DARI ANTONY

Benjamin Sesko kembali mengalami malam yang tak terlupakan bersama Manchester United. Dalam penampilan perdananya sebagai starter untuk Setan Merah, ia justru tampil buruk. Dilansir Goal, usai United kalah 3-0, Sesko mendapat ejekan dan kritikan yang begitu masif. Beberapa mempertanyakan keberadaan dan kontribusinya di lapangan. Sang pemain benar-benar jarang terlibat dalam serangan. Bahkan, beberapa fans mengatakan kalau United hanya buang-buang uang untuk mendatangkannya. Yang lebih parah, Sesko dianggap lebih buruk dari Antony. “Saya yakin Sesko tidak tahu cara bermain sepak bola. Mungkin rekrutan yang lebih buruk daripada Antony.” Tulis salah satu fans

PUJIAN ARTETA UNTUK MADUEKE

Dari London, ada pujian khusus dari Mikel Arteta untuk pemain barunya, Noni Madueke. Arteta merasa performa Madueke saat membantu Arsenal mengalahkan Nottingham Forest sangat baik. Menurutnya, Madueke membawa banyak keberanian di skuad Arsenal. Ia berani mengambil resiko untuk melancarkan serangan. Madueke juga beradaptasi dengan cepat. “Saya bilang, wah, ayo kita bawa dia. Kalau dulu saya yakin, sekarang saya malah lebih yakin lagi dengan kualitasnya,” kata Arteta dikutip dari cuitan Fabrizio Romano.

BERNAL DIPANTAU CHELSEA DAN BEBERAPA KLUB LAIN

Bergeser ke Spanyol, ada pemain muda Barcelona, Marc Bernal yang kabarnya masuk radar Chelsea. Setelah gagal menggoda Fermin Lopez, kini The Blues berusaha mendatangkan Bernal sebagai opsi lain. Dilansir Football Espana, meski kondisi kebugaran Bernal sering diragukan, Chelsea yakin dengan potensi sang pemain. Selain Chelsea, setidaknya ada enam klub lain yang tertarik pada Bernal. Mereka adalah Brighton, Everton, Girona, hingga Real Betis. Barcelona kabarnya ingin menawarkan kontrak baru untuk sang pemain. Namun, keputusan sepenuhnya di tangan Bernal.

MADRID PERTIMBANGKAN REKRUT SALAH SECARA GRATIS

Bergeser ke Kota Madrid, ada kabar mengejutkan dari Real Madrid. Dilansir Football Insider, kabarnya El Real membuka peluang untuk memboyong Mo Salah dari Liverpool. Menurut laporan, langkah mengejutkan akan dilakukan Madrid setelah Salah mendekati akhir kontraknya di Liverpool nanti. Salah memang baru teken kontrak dua tahun dengan The Reds. Namun, Salah tidak dijamin akan bertahan selama dua tahun ke depan dan bisa segera membuat keputusan tentang masa depannya. Madrid kabarnya akan mendekati Salah musim depan dan membujuknya untuk pindah ke Madrid dengan status bebas transfer di tahun 2027. Upaya yang sama dengan apa yang dilakukan Madrid kepada Trent Alexander-Arnold.

ANCAMAN MBAPPE UNTUK MARSEILLE

Masih dari Madrid, ada pesan khusus yang disampaikan oleh Kylian Mbappe kepada calon lawan di Liga Champions nanti, Marseille. Mengutip Football Espana, Madrid akan memulai fase liga di UCL dengan menghadapi Marseille. Mbappe pun menyinggung soal sepak terjangnya saat menghadapi tim Prancis itu. “Saya mencetak cukup banyak gol melawan Marseille di masa lalu (saat masih di PSG). Senang sekali bisa bertemu tim-tim Prancis lagi. Lagi pula, kami bermain di Estadio Santiago Bernabeu, jadi ini akan menjadi pertandingan yang bagus,” kata Mbappe. Ia percaya pengalamannya saat bersama PSG akan membantu tim untuk menghancurkan Marseille.

MILAN MENANG, TAPI MAIGNAN CEDERA

Spanyol sudah, kini bergeser ke Italia. AC Milan memang memenangkan pertandingan. Namun, ada kekhawatiran soal kondisi sang penjaga gawang, Mike Maignan. Kiper asal Prancis itu terpaksa keluar lapangan pada babak kedua. Menurut Football Italia, mengabarkan kalau Maignan mengalami cedera di bagian betis kanan. Ini adalah cedera kambuhan. Karena ini adalah cedera yang sudah dideritanya sejak awal bergabung dengan Milan. Kini dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut agar klub tahu separah apa cedera yang diderita Maignan. Sementara, posisinya bisa digantikan oleh Pietro Terracciano.

KALAH DARI SASSUOLO, SARRI LANGSUNG KABUR

Ada yang menarik dari laga antara Sassuolo dan Lazio. Saat Lazio kalah, banyak media yang menunggu kehadiran Maurizio Sarri di sesi jumpa pers pasca laga. Namun, sang pelatih justru tak menampakan batang hidungnya. Ternyata, sang pelatih dikabarkan langsung meninggalkan stadion usai peluit panjang dibunyikan. Sebagian media pun beranggapan kalau Sarri kabur atau menghindari pertanyaan-pertanyaan wartawan. Tapi, menurut Football Italia, Sarri tidak kabur karena takut. Ia buru-buru meninggalkan stadion karena alasan kepentingan keluarga. Alhasil, sang asisten, Marco Ianni menggantikannya. Marco meminta maaf karena sudah mengecewakan penggemar.

SUDAKOV TETEP MAIN MESKI APARTEMENNYA DIBOM RUSIA

Mampir sebentar ke Portugal, ada kabar kurang mengenakan yang menimpa pemain baru Benfica asal Ukraina, Georgiy Sudakov. Dilansir BBC, apartemennya di Kyiv baru saja diserang pesawat tak berawak milik Rusia pada tanggal 8 September. Sudakov bahkan sudah membagikan foto dan video kondisi apartemennya yang hancur itu. Meski sedang diselimuti perasaan duka dan was-was karena seluruh keluarganya berada di Kyiv, Sudakov tetap profesional. Sudakov tetap menjalani debutnya bersama Benfica melawan Santa Clara, Sabtu lalu.

AL-NASSR SIAPKAN 130 JUTA EURO UNTUK FODEN

Bergeser ke Asia, ada Al-Nassr yang kabarnya menyiapkan dana besar untuk membujuk bintang Manchester City, Phil Foden. Dilansir Fichajes, klub yang juga dibela Cristiano Ronaldo itu telah menyiapkan proposal senilai 130 juta euro untuk memboyong Foden. Ketertarikan Al-Nassr bukanlah suatu kebetulan. Tim Arab Saudi ini telah lama berupaya memperkuat skuadnya dengan pemain-pemain papan atas. Mereka ingin menghadirkan pemain-pemain top yang akan menunjang performa sang mega bintang, Cristiano Ronaldo. Foden salah satunya. Kini, keputusan ada di tangan Foden.

RIDHO CARI KLUB LUAR NEGERI, BAKAL KEMANA?

Dari Indonesia, ada kode abroad yang dikeluarkan oleh Rizky Ridho. Mengutip dari Merdeka, secara terbuka, Ridho menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk berkarier di luar negeri. Ridho menegaskan bahwa komunikasi dengan agennya tengah berjalan intensif untuk membahas klausul-klausul penting yang berkaitan dengan masa depannya. “Benar ada komunikasi dengan agen saya. Saya sedang urus klausul-klausul yang orang-orang tunggu, yaitu saya bisa main abroad. Jadi tunggu saja,” kata kapten Macan Kemayoran tersebut. Sejauh ini, FC Tokyo jadi salah satu klub yang konon sudah berkomunikasi dengan pihak Ridho. Kira-kira kemana ya?

NEWCASTLE SIAPKAN DANA UNTUK VAN HECKE

Newcastle United dikabarkan tengah mempersiapkan tawaran untuk mendatangkan bek Brighton, Jan Paul van Hecke paling cepat Januari nanti. Melansir dari Football Insider, Eddie Howe sudah memetakan bek asal Belanda itu sebagai pendukung Dan Burn di sektor pertahanan. Howe juga menyebut kalau Van Hecke adalah salah satu bek tengah terbaik di Premier League saat ini. Van Hecke sendiri berpotensi tergoda untuk pindah, terutama jika ada kesempatan tampil di Liga Champions. Apalagi Brighton belum memberikan tanda-tanda memperpanjang kontraknya. 

DEMI BEK PALMEIRAS INI, ARSENAL GELUT SAMA BARCA

Demi mendapatkan tenaga bek Palmeiras, Luis Benedetti Arsenal harus bergelut dengan tim besar Eropa lainnya. Menurut Tribal Football, Meriam London menghadapi persaingan dari Barcelona yang juga menyatakan minat pada Benedetti. Palmeiras meminta bayaran 15 juta euro untuk Benedetti, sementara Barcelona bersedia menawarkan sekitar 12 juta euro. Los Cules melihat bek 19 tahun itu sebagai pengganti jangka panjang Iñigo Martínez. Sementara Arsenal juga butuh bek muda setelah melepas Jakub Kiwior ke Porto. 

WONDERKID LILLE YANG BIKIN RAKSASA INGGRIS KESENGSEM

Gelandang muda berbakat milik Lille ini ternyata sukses membuat dua raksasa Liga Inggris tergoda dengan pesona dan skillnya. Mengutip dari Caughtoffside, Liverpool dan Arsenal dikabarkan tertarik merekrut Ayyoub Bouaddi yang baru berusia 17 tahun itu. Keduanya sudah mulai mengirim perwakilan scouting untuk memantau permainan Ayyoub di Lille. Saat ini, harga pemuda asal Prancis itu berada di kisaran 40 juta pounds. Liverpool dan Arsenal langsung bergerak karena Ayyoub mendekati tahun terakhir kontraknya di Lille. 

MARESCA: TIDAK ADA TEMPAT DI CHELSEA UNTUK STERLING DAN DISASI

Manajer Chelsea, Enzo Maresca telah dengan tegas mengatakan bahwa para pemain yang gagal dijual di bursa musim panas tidak memiliki masa depan di timnya. Melaporkan dari Daily Mail, Maresca menyebut tidak tempat yang tersedia bagi mereka di dalam skuad asuhannya. Nama-nama yang dimaksud adalah Raheem Sterling dan Axel Disasi yang gagal pindah klub. Sterling sebelumnya tak mencapai kesepakatan dengan Fulham, sementara Disasi menolak tawaran pinjaman ke klub lain karena harapannya kembali ke AS Monaco. 

LEWAT DOKUMENTER, MADRID LAPORKAN WASIT LA LIGA KE FIFA

Inggris sudah, saatnya mampir ke Spanyol. Setelah wasit memberikan kartu merah langsung kepada Dean Huijsen di laga melawan Sociedad, Real Madrid menjadi naik pitam. Mengabarkan dari Diario AS, Madrid akan mengajukan keluhan resmi ke FIFA atas keputusan wasit yang dianggap merugikan. Mereka mengirimkan keluhan berupa video dokumenter yang berisi cuplikan keputusan kontroversial wasit dari musim lalu hingga yang terbaru. Video tersebut akan diunggah juga di kanal Madrid TV. Menurut Madrid, wasit dan VAR telah salah menafsirkan situasi dan sengaja memanipulasi hasil. 

KALAU DIBERHENTIKAN, DON CARLO CUMA MAU BALIK KE MADRID

Dalam sebuah wawancara terbaru, Carlo Ancelotti mengungkapkan tim mana yang ingin latih setelah memimpin Timnas Brazil di Piala Dunia 2026. Melansir dari Mundo Deportivo, Don Carlo menyebut jika ia diberhentikan jadi pelatih Brazil, satu-satunya klub yang akan dilatih adalah Real Madrid. Manajer senior asal Italia itu ingin balik ke Madrid karena menyimpan kenangan indah selama dua periode di sana. Ancelotti sudah memikirkannya dengan matang untuk hanya ingin menerima tawaran dari Los Galacticos bila kontraknya tak diperbarui Brazil. 

SARRI MINTA KALENDER SEPAK BOLA GLOBAL DIREVISI

Bergeser ke Italia. Maurizio Sarri mendesak adanya perubahan dalam kalender pertandingan sepak bola global karena banyaknya jeda internasional dalam satu musim. Mengutip dari Football Italia, Sarri mengatakan bahwa para pemain hanya bersama klub sekitar setengah tahun dan sisanya digunakan untuk tugas internasional. Sebab itulah, Sarri selalu mendapati pemainnya yang pulang dari tugas negara kembali dengan cedera ringan. Mantan pelatih Chelsea itu mengatakan cedera itulah yang mengganggu persiapan klub. 

MOTTA MAU LANJUT MELATIH DI ITALIA AJA

Usai dipecat dari jabatannya sebagai manajer Juventus Maret lalu, Thiago Motta berujar bahwa ia hanya ingin lanjut melatih di Italia saja. Menurut Foot Italia, Motta kini berambisi kembali melatih dengan mengambil tawaran dari klub Serie-A. Keputusan itu diambil karena Motta masih nyaman dengan atmosfer Italia dan belum berpikir mengambil job di luar negeri. Agen Motta menyebut kliennya telah mendapat beberapa tawaran, termasuk dari luar negeri. Tapi, pria 43 tahun itu belum berminat dan ingin tetap di Italia. 

HOENESS SUKA IKUT CAMPUR, SAMMER BELA EBERL

Mampir sebentar ke Jerman. Matthias Sammer menanggapi ketegangan internal di Bayern Munchen dengan membela Max Eberl sebagai Direktur olahraga. Melaporkan dari Get Football News Germany, Sammer mendorong agar Eberl tak tinggal diam jika mendapat kritik dari Uli Hoeness. Mantan pemain Borussia Dortmund itu meminta agar Eberl berani melawan Hoeness yang sudah kelewatan ikut campur dalam pekerjaannya . Diketahui, Hoeness sebagai presiden kehormatan Munchen dianggap suka mengkritik Eberl dalam hal transfer jual beli pemain. 

NETIZEN BILANG NOVA LEBIH BAGUS DARI VANENBURG

Pulang ke sepak bola Indonesia. Meskipun Timnas Indonesia U-17 kalah dari Makedonia Utara dalam laga uji coba, netizen Indonesia memberikan tanggapan positif untuk Nova Arianto. Mengabarkan dari TvOne News, netizen ramai mengapresiasi permainan anak asuh Nova yang dianggap lebih rapi dan terstruktur. Selain itu, netizen bahkan membandingkan taktik yang digunakan Nova dengan gaya kepelatihan Gerald Vanenburg di timnas U-23. Menurut netizen, taktik Nova dinilai lebih menarik dan game plan yang diperagakan lebih atraktif. 

Lucunya Liga Inggris: Pelatih yang Bawa Timnya ke Eropa Dipecat Duluan, Sementara….

0

Hari yang indah, tapi tidak buat Nuno Espirito Santo. Pelatih yang membawa Nottingham Forest ke kancah Eropa setelah sekian purnama ini justru menjadi manajer pertama Liga Inggris yang dipecat musim ini. Alih-alih diberi kesempatan sebagai bentuk penghargaan, Nuno justru dipaksa mengepak koper dan angkat kaki dari City Ground.

Yang bikin keputusan ini terasa janggal, ada beberapa pelatih yang lebih layak dipecat lebih dulu musim ini. Graham Potter di West Ham, misalnya, yang tak kunjung membawa tim ke level terbaik. Atau, Ruben Amorim, pelatih Portugal lainnya yang punya reputasi mentereng, tapi makin menenggelamkan Manchester United.

Lantas, kenapa Nuno Espirito Santo yang jadi “tumbal” pertama? Kenapa Nottingham Forest tega memecatnya? Apa intrik yang ada di dalam tubuh Forest sehingga mengambil keputusan yang boleh jadi, akan merugikan mereka sendiri di masa depan?

Penyelamat Forest, Membawa ke Eropa

Nuno Espirito Santo tiba di Nottingham Forest pada Desember 2023 lalu. Eks manajer Tottenham Hotspur ini menggantikan Steve Cooper, pelatih mengembalikan The Tricky Trees ke Liga Primer Inggris. Saat Nuno datang, Forest seperti kapal yang hampir karam dengan mendekat ke mulut degradasi.

Beban berat pun ditaruh di pundak Nuno. Pelatih yang tak punya prestasi jempolan ini mesti menghindarkan klub yang saat itu berada di peringkat 17, dan kalah lima kali dari enam pertandingan, dari degradasi. Langkah Nuno terasa berat lantaran Nottingham juga mendapat pengurangan empat poin akibat melanggar aturan PSR di Liga Inggris.

Tidak mudah bagi Forest mentas dari posisi 17. Yang dilakukan Nuno akhirnya bikin Forest bertahan di posisi itu hingga musim berakhir. Peringkat 17 adalah zona aman. Nuno menyelamatkan Nottingham Forest lewat enam kemenangan di akhir musim 2023/24. Dua kemenangan di antaranya saat menghadapi Newcastle dan Manchester United.

Sukses menyelamatkan The Tricky Trees dari degradasi, kepercayaan diri Nuno meningkat. Dengan transfer impresif di awal musim 2024/25, Nuno mengerek posisi Nottingham Forest. Tak tanggung-tanggung, dari yang sebelumnya ada di posisi 17, naik ke posisi tujuh di akhir musim 2024/25.

Jika kita melempar ingatan ke musim itu, Forest meyakinkan sejak pekan-pekan awal. Mereka mengalahkan Liverpool di pekan keempat. Kekalahan itu menjadi satu-satunya kekalahan Liverpool musim lalu, sebelum kalah di tangan Fulham pada pekan ke-31.

Finis di peringkat tujuh, Nottingham Forest berhak tampil di Eropa untuk pertama kalinya sejak 1996. Awalnya Forest akan bermain di Liga Konferensi Eropa, namun dipromosikan ke Liga Eropa menggantikan Crystal Palace.

Jatah Liga Eropa Palace dianulir lantaran kasus multi club ownership, di mana dua atau lebih klub yang dimiliki orang yang sama tidak boleh bermain di satu kompetisi yang sama. Pemilik Olympique Lyon yang juga lolos ke Liga Eropa adalah orang yang sama dengan pemilik Crystal Palace.

Awal Musim yang Tidak Begitu Buruk

Selain mengantarkan Nottingham Forest ke turnamen Eropa setelah 29 tahun absen, kinerja Nuno juga sebetulnya belum bisa dinilai buruk di awal musim ini. Forest memang dicincang West Ham di markas sendiri. Tapi paling tidak, itu satu-satunya kekalahan Forest di tiga pekan pertama musim ini.

Betul bahwa Forest tersingkir di Carabao Cup, tapi di Liga Primer Inggris, poin yang diraih Nottingham di tiga laga awal bahkan mengungguli tim seperti Newcastle United dan Manchester City.

Pemecatan ini bukan hanya terasa janggal, tapi lucu sekaligus ironis. Ada beberapa pelatih di Liga Inggris yang mestinya dipecat lebih dulu. Graham Potter, misalnya. Fans West Ham berkali-kali mendesak Potter supaya angkat kaki dari Stadion Olimpiade London. Kenapa?

Performa Buruk West Ham di Tangan Potter

Eks manajer Chelsea ini tak becus melatih West Ham. Dengan pemain seperti Lucas Paqueta, Jarrod Bowen, James Ward-Prowse, hingga Niclas Fullkrug, West Ham justru kian ambruk di tangan Potter. Bekas manajer Brighton ini datang pada Januari 2025.

Semula The Hammers mendatangkannya agar performa membaik dari ketika ditukangi Julen Lopetegui. Namun, Potter gagal memenuhi tuntutan itu. The Hammers cuma finis di posisi 14. Satu-satunya yang bisa dibanggakan Potter musim lalu sekadar lebih baik dari Manchester United.

Periode melatih West Ham juga menjadi catatan buruk bagi Potter sendiri. Graham Potter hanya mendapatkan rata-rata 1 poin per pertandingan kala menukangi West Ham. Lebih buruk dari saat di Chelsea maupun Brighton. Kendati kita juga perlu memahami, waktunya melatih West Ham masih belum selama waktu melatih Chelsea atau The Seagulls.

Tapi melihat reaksi fans yang tak yakin pada Potter, cukup menjadi alasan kenapa ia layak untuk segera dipecat. West Ham, secara permainan maupun secara tim, seakan-akan tidak mempertontonkan arah yang benar. Pertanyaannya, kenapa Potter tak kunjung dipecat?

West Ham Bimbang

Usai dihajar Chelsea 5-1, gaung pemecatan Potter terdengar. Akan tetapi, pihak manajemen masih berbelas kasih pada manajer kelahiran Solihull ini. Apa bentuk belas kasihnya? Potter diberi kesempatan dua pertandingan lagi, melawan Wolves dan Nottingham Forest. West Ham bertekuk lutut di hadapan Wolverhampton Wanderers di Carabao Cup.

Kekalahan ini mengakibatkan The Hammers tersingkir dari Carabao Cup. Ajaibnya, di laga menghadapi Nottingham Forest, West Ham mengamuk. Bowen, Paqueta, dan Callum Wilson bergantian memaksa Matz Sels memungut bola dari gawangnya.

Kemenangan tersebut meredam isu Potter akan dipecat. West Ham pun sejatinya masih ragu memecat Potter. Mereka masih mikir-mikir soal biaya kompensasi yang nilainya mungkin menyentuh 3,3 juta poundsterling, mirip yang dikeluarkan untuk Lopetegui.

West Ham juga sedang berhemat. Tidak hanya itu, West Ham kabarnya akan dijual oleh David Sullivan dan kolega. Mereka sedang mencari pemilik baru yang mau membeli klub asal London itu 800 juta poundsterling. Jadi tak ada waktu untuk mencari pelatih baru.

Ruben Amorim Juga Tak Kunjung Dipecat

Satu lagi pelatih yang lebih layak dipecat duluan ketimbang Nuno Espirito Santo. Orang itu adalah Ruben Amorim. Mungkin betul, mau dipecat maupun tidak, pengaruhnya tak signifikan pada Manchester United. Selama mereka belum sungguh-sungguh menemukan sumber penyakitnya.

Namun, dilihat dari segi mana pun Mas Ruben memenuhi kriteria untuk dipecat. United kalah di final Liga Eropa musim lalu. Kemudian dilatih Ruben Amorim, Manchester United hanya finis di posisi 15. Ruben Amorim juga menjadi pelatih dengan persentase kemenangan terburuk dari seluruh manajer yang pernah membesut United setelah Sir Alex Ferguson, yakni 36,4%.

Apa lagi coba? Musim ini? Ruben Amorim gagal membawa Setan Merah melangkah lebih jauh di Carabao Cup. MU kalah dari Grimsby Town di putaran kedua. Kurang apa lagi?

Namun, Amorim tak kunjung dipecat. Manajemen United seperti belum kepikiran untuk mendepaknya. Sementara Amorim yakin akan bertahan lebih lama. Ia yakin pemilik MU akan mendukungnya. Hanya media yang getol memberitakan isu pemecatan Amorim.

Konflik dengan Marinakis

Kalian pun bertanya-tanya, lha terus kenapa Nuno Espírito Santo dipecat Nottingham Forest saat Ruben Amorim dan Graham Potter belum dipecat klubnya masing-masing? Soal penampilan dan performa, Nuno menceklis itu semua. Tapi pemecatan manajer atau pelatih tidak hanya dan tidak mesti karena itu.

Apa yang dialami pelatih gundul ini hampir mirip dengan pelatih gundul lainnya di Bundesliga. Ya, ini soal konflik kepentingan. Hubungan Nuno dan pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis ambyar. Padahal sebelumnya baik-baik saja.

Musim lalu, Marinakis pernah memprotes Nuno karena Taiwo Awoniyi terus dimainkan padahal sedang cedera. Nuno berdalih itu bukan masalah besar. Hubungannya dengan Marinakis baik-baik saja. Hingga pada musim baru, datang Edu Gaspar sebagai direktur olahraga global baru yang menangani klub-klub milik Marinakis, termasuk Nottingham Forest.

Kehadiran orang yang pernah bekerja di Arsenal ini disinyalir memicu keretakan hubungan Nuno dan Marinakis. Nuno sering menyindir Nottingham Forest yang tidak benar-benar menyiapkan diri untuk bursa transfer. Mungkin Nuno tidak diajak rembukan oleh Edu.

Awal musim ini, Nuno sampai ketakutan akan pekerjaannya. Forest memang mengeluarkan 180 juta poundsterling musim ini. Namun, pelatih asal Portugal itu sulit mengintegrasikan para pemain baru dengan skemanya. Selain itu, Nuno dipaksa putar otak akibat kehilangan pemain seperti Anthony Elanga dan Danilo yang jadi kunci musim lalu.

Pemecatan Nuno Espirito Santo oleh Nottingham Forest ini memberi kita pelajaran. Bahwa tidak masalah bekerja dengan buruk. Selama tidak mengkritik bos dan selalu memujinya, kamu akan aman dari layoff. Ruben Amorim dan, ehm, Bahlil Lahadalia buktinya.

Sumber: BBC, TBRFootball, MEN, SkySports, Transfermarkt, TheGuardian

https://youtu.be/1O2HcchPg-c?si=yp6UBfDctc4tIvuX

Ada Jagoanmu? Update Tim yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026

0

Setelah jeda internasional September selesai, beberapa tim yang bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 akhirnya memastikan satu tiket ke Amerika Serikat. Khusus Benua Eropa belum, karena mereka baru memulai babak kualifikasi. 

Sementara CONCACAF sudah mengirim Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada lewat jalur tuan rumah. Selain tiga negara ini ada 15 negara lainnya dari berbagai konfederasi telah memastikan diri ke Piala Dunia 2026. Siapa saja kelimabelas negara tersebut?

AFC

Kita mulai dari konfederasi yang menaungi negara kita. Indonesia sendiri belum memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Anak asuh Patrick Kluivert masih harus berjuang di putaran keempat menghadapi Irak dan Arab Saudi. Namun, AFC telah mengirim enam wakilnya ke Amerika Serikat. Keenam wakil itu runner-up dan juara di masing-masing grup di putaran ketiga. Siapa saja?

Pertama, Australia. Sempat diambang tidak lolos langsung sebelum menghadapi Indonesia di Sydney, Socceroos kembali menjawab bahwa mereka ahlinya ke Piala Dunia. Pergantian pelatih dari Graham Arnold ke Tony Popovic berpengaruh besar.

Saat dilatih Arnold, Australia gagal menang di GBK. Tapi ditukangi Popovic, mengamuk kala menjamu Indonesia di Sydney. Setelah menggebuk Indonesia, Australia makin ganas. China, Jepang, dan Arab Saudi takluk di tangan Martin Boyle cs.

Kedua, Jepang. Meski mimin taruh setelah Aussie, Jepang adalah tim pertama yang lolos dari zona Asia. Asuhan Hajime Moriyasu lolos ke Piala Dunia 2026 dengan poin nyaris sempurna, andai tak keok dari Australia.

Ketiga, ada Iran. Team Melli begitu perkasa di Grup A. Tak ada tim yang bisa mengalahkan pasukan Amir Ghalenoei di putaran ketiga, kecuali Qatar. Iran lolos ke Piala Dunia usai mengumpulkan 23 poin. Keempat, tim yang satu grup sama Iran, Uzbekistan.

Klub berjuluk Serigala Putih ini memastikan tiket ke Amerika Serikat setelah menahan imbang Uni Emirat Arab. Ini adalah pencapaian yang lebih dari luar biasa bagi Uzbekistan. Sebab ini adalah kali pertama negara Asia Tengah itu lolos ke Piala Dunia.

Lolosnya Uzbek ke Piala Dunia sekaligus menjadi bukti bahwa negara ini tidak hanya piawai menelurkan ulama pilih tanding macam Imam Bukhari, Imam Tirmidzi, hingga Ibnu Sina, tapi juga bakat-bakat hebat di dunia sepak bola. Abdukodir Khusanov, Eldor Shomurodov, sampai Abbosbek Fayzullaev bukti bahwa Uzbekistan tak butuh negara lain untuk mengembangkan bakat.

Kelima, ada Yordania yang juga untuk kali pertama lolos ke Piala Dunia. Saat Indonesia masih berdebat soal pentingnya naturalisasi dan penguasaan bola, Yordania telah menghasilkan tim nasional yang mampu bersaing di level Asia. Lolos ke final Piala Asia 2023 ternyata sinyal bahwa negara yang terhimpit konflik Timur Tengah itu siap terbang lebih tinggi.

Menariknya, timnas yang terbentuk jauh belakangan setelah Timnas Indonesia ada ini, lolos ke Piala Dunia tanpa mencomot bakat dari Eropa dan tanpa perlu unggul penguasaan bola. Lihat saja statistiknya saat mengalahkan Oman dan Palestina, serta menahan imbang Korea Selatan di putaran ketiga. Ali Olwan dan kolega lolos sebagai runner-up Grup A dengan 16 poin.

Keenam, juara Grup A, Korea Selatan. Gonjang-ganjing di tubuh federas, di mana Hong Myung-bo ditunjuk konon lewat cara kotor, tak membuat Korsel lunglai. Sempat meragukan tatkala ditahan imbang Yordania dan Palestina, tapi Taeguk Warriors akhirnya lolos ke Piala Dunia berbekal enam kemenangan dan empat seri di putaran ketiga.

CONMEBOL

Setelah dari Asia, kita akan menyeberangi Samudera Pasifik dan Atlantik menuju Amerika Latin. Konfederasi Sepak Bola Amerika Latin alias CONMEBOL baru saja menyelesaikan babak kualifikasi. Perlu diketahui, Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL diikuti oleh 10 tim. Tidak memakai sistem grup, tapi 10 negara dijadikan satu grup, semacam liga.

Peringkat satu sampai enam akan otomatis ke Piala Dunia, sedangkan tim yang finis di posisi tujuh akan dikirim ke play-off antarkonfederasi. Nah, Argentina sukses memuncaki klasemen dengan 38 poin. Anak asuh Lionel Scaloni mengantongi 12 kemenangan, dua hasil seri, dan empat kekalahan.

Kendati memuncaki klasemen, Argentina bukan tim yang menarik perhatian di kualifikasi zona CONMEBOL, melainkan Ekuador. Finis di bawah Albiceleste, Ekuador menelan dua kekalahan saja. Tentu kalian tahu siapa yang mengalahkan mereka.

Meski kalah dari Argentina di Buenos Aires dan gagal revans dari Brasil, tim yang diperkuat Enner Valencia ini mengalahkan Argentina di pertemuan kedua. Ekuador juga mengalahkan Uruguay. Ekuador mestinya mendapat 32 poin, tapi karena dokumen palsu salah satu pemainnya, mereka dikurangi tiga poin.

Terlepas dari kasus itu, performa Ekuador luar biasa setahun terakhir ini. Terutama setelah Sebastian Beccacece menggantikan Felix Sanchez. Pelatih asal Argentina ini memimpin Ekuador dalam 10 pertandingan, tanpa satu pun menelan kekalahan. Ini merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah Ekuador.

Jumlah kekalahan Ekuador tak cuma lebih sedikit dari Argentina, namun juga dari Kolombia, Uruguay, Brasil, dan Paraguay yang lolos setelah mengamankan peringkat tiga, empat, lima, dan enam. Kebetulan poin keempat negara tersebut sama, yakni 28 poin.

Piala Dunia 2026 nanti juga akan menjadi ajang comeback-nya Paraguay setelah absen kurang lebih 15 tahun lamanya. Tim yang diperkuat “Raditya Dika” itu lolos setelah susah payah menahan imbang Ekuador. Walau cuma imbang, poin itu krusial karena memastikan tempat Paraguay di Piala Dunia 2026.

Lolosnya La Albirroja menjadi semacam penebusan dosa bagi generasi sebelumnya. Generasi baru yang dipimpin Miguel Almiron dan Julio Enciso akan menulis sejarah baru dalam persepakbolaan Paraguay. Saking bangganya, Presiden Paraguay, Santiago Pena sampai menetapkan hari kelolosan negaranya ke Piala Dunia sebagai hari libur nasional.

Sementara itu, meski lolos ke Piala Dunia, Brasil mencatatkan rekor terburuk dalam sejarah. Anak asuh Carlo Ancelotti kalah dari Bolivia di laga pamungkas. Brasil cuma mengumpulkan 28 poin di babak kualifikasi.

Ini pertama kalinya Selecao mengemas poin kurang dari 30 di babak Kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Latin sejak 1996. Lolos dengan finis di posisi kelima juga menjadi yang terburuk buat Brasil. Jika memakai format lama, anak asuh Carlo Ancelotti akan terlempar ke babak play-off antarkonfederasi.

CAF

Dari Amerika Latin kita terbang ke Afrika. Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CAF memang belum selesai. Namun, sudah mengirim dua wakilnya. Semifinalis musim lalu adalah yang pertama lolos dari Benua Afrika.

Maroko begitu superior di babak kualifikasi zona CAF. Betapa tidak? Pasukan Walid Regragui tak tersentuh satu pun hasil imbang maupun kekalahan. Tujuh laga, tujuh kemenangan. Singa Atlas bahkan cuma kebobolan dua gol. Kepastian lolos ke Piala Dunia 2026 didapat setelah mencukur Niger lima gol tanpa balas. 

Perkembangan Timnas Maroko mungkin tidak banyak dibicarakan setelah Piala Dunia Qatar. Namun, Maroko ternyata telah diperkuat darah-darah baru. Sebutlah seperti Eliesse Ben Seghir yang memperkuat AS Monaco. Ia pemain yang berebut sorotan di Liga Prancis bersama Desire Doue.

Selain itu ada Hamza Igamane, bomber tak terlacak yang berhasil didapatkan Lille. Sebelum di Lille, Igamane telah mencetak 13 gol bersama Rangers musim lalu. Lalu, Bilal El Khannouss, pemain Leicester City yang jadi rebutan Arsenal dan Tottenham Hotspur, namun justru merapat ke Stuttgart.

Ada juga Ismail Saibari, pemuda 24 tahun yang mencetak 14 gol bersama PSV Eindhoven musim lalu. Nama-nama tadi menunjukkan bahwa Maroko sekarang bukan hanya soal Hakimi, Amrabat, En-Nesyri, atau Hakim Ziyech saja.

Tim kedua dari Afrika yang lolos adalah Tunisia. Kepastian itu dapat setelah mengalahkan Guinea Ekuatorial lewat gol telat Ali Ben Romdhane. Ini adalah keikutsertaan ketiga secara beruntun bagi Tunisia di Piala Dunia. Mereka lolos setelah mengumpulkan 22 poin dan tak tersentuh satu pun kekalahan.

Oseania

Terakhir di daftar ini berasal dari Benua Oseania. Siapa lagi kalau bukan New Zealand. Selandia Baru lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Kaledonia Baru di babak final putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia zona OFC. Walaupun bermain tanpa striker andalan Chris Wood yang sedang cedera.

Pencapaian ini membuat Selandia Baru akan merasakan kembali atmosfer Piala Dunia setelah tiga edisi sebelumnya absen. Selandia Baru selalu tersingkir di babak play-off di 2014, 2018, dan 2022. Kini setelah Australia pindah ke AFC dan FIFA menambah jumlah peserta Piala Dunia, mudah bagi Selandia Baru untuk lolos.

Itu tadi negara-negara yang sudah memesan tiket ke Piala Dunia 2026. Yang belum lolos, tenang, masih ada kesempatan edisi berikutnya. Buat negara yang masih berjuang di babak kualifikasi, ganbatte! Mudah-mudahan lolos, ya. Kalau nggak ya, nggak apa-apa, masih ada turnamen sub konfederasi.

Sumber: BBC, CAFOnline, YahooSports, Al-Jazeera, TNTSports, CNN, YahooSports, ESPN, TheAthletic

Mengapa Timnas Brasil Sekarang Dianggap Terburuk Sepanjang Sejarah?

0

Brasil kalah dari Bolivia di laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kekalahan ini, walau cuma 1-0, terasa menyakitkan. Carlo Ancelotti dan sang presiden federasi, Samir Xaud marah-marah karena merasa dicurangi wasit, polisi, dan… ball boy. Agak lucu memang. Meskipun bisa dipahami kenapa mereka sampai menyalahkan pihak lain atas kekalahan itu.

Namun, Timnas Brasil, termasuk segala yang terlibat di dalamnya, malah semestinya menyadari diri sendiri. Betapa mereka sekarang dicap sebagai Timnas Brasil terburuk sepanjang sejarah. Kamu pasti bingung, kenapa kok sampai ada anggapan semacam itu?

Bagaimana mungkin Selecao asuhan Carlo Ancelotti yang belum lama ini melatih, sudah dicap sebagai yang terburuk sepanjang sejarah? Ketimbang menerka-nerka, yuk kita lihat apa yang terjadi pada Selecao sekarang.

Lolos ke Piala Dunia 2026, Namun….

Brasil bukannya tidak lolos ke Piala Dunia 2026. Dan untungnya itu tidak terjadi. Carletto masih menyelamatkan muka Selecao di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL. Tiket ke Amerika Serikat pun digenggam, walaupun kalah dari Bolivia di laga pamungkas.

Bersama Argentina, Ekuador, Kolombia, Uruguay, dan Paraguay, Brasil mewakili Amerika Latin di turnamen empat tahunan itu. Sebetulnya masih ada satu lagi calon wakil dari benua ini. Ia adalah Bolivia. Namun tim nasional yang berjuluk La Verde ini hanya finis di posisi tujuh, dan mesti melakoni babak play-off antarkonfederasi.

Lalu, apa yang salah? Toh Timnas Brasil tetap lolos ke Piala Dunia 2026. Betul. Itu berarti Selecao tak pernah absen bermain di Piala Dunia sejak pertama kali diadakan pada 1930. Namun, yang jadi soal bukan lolos atau tidak, melainkan hasilnya di babak kualifikasi. Memangnya ada yang salah dari kualifikasi yang dilakoni Brasil?

Kualifikasi Terburuk Timnas Brasil

Jawabannya ada. Kualifikasi Piala Dunia edisi kali ini menjadi Kualifikasi Piala Dunia terburuk yang pernah dilakoni Timnas Brasil. Ada banyak faktor yang mendasari hal itu. Pertama, mari kita lihat pada poin yang diperoleh pasukan Carlo Ancelotti.

Selecao meraih 28 poin di babak kualifikasi. Angka itu saja menjadi yang terburuk sepanjang sejarah Timnas Brasil di babak Kualifikasi Piala Dunia sejak 1996. Poin yang didapat Brasil itu juga sama dengan poin Paraguay yang finis di belakangnya.

Tak perlu jauh-jauh untuk melihat bahwa Brasil mengalami kemerosotan. Pada Kualifikasi Piala Dunia Qatar lalu saja, Brasil finis dengan meraih 45 poin, 17 poin lebih banyak dari yang mereka dapatkan di kualifikasi yang baru saja berakhir. Poin yang didapat Brasil ini bahkan lebih buruk saat mereka melakoni babak Kualifikasi Piala Dunia 2002 lalu.

Brasil memang juara di edisi itu, tapi di babak kualifikasi hanya sanggup mengumpulkan 30 poin. Ini poin terendah sepanjang sejarah, hingga poin terendah ini lalu dipecahkan pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Akibat poin yang rendah, Brasil cuma finis di posisi kelima. Negara-negara seperti Uruguay, Ekuador, bahkan Kolombia berada di atas Brasil.

Jika ada satu tim besar yang diuntungkan atas penambahan kuota peserta Piala Dunia menjadi 48 negara, itu adalah Brasil. Betapa tidak? Sang juara lima kali ini hanya finis di posisi kelima dan di format lama, posisi tersebut tak akan membuat Brasil langsung lolos ke Piala Dunia.

Mereka harus melakoni babak play-off antarkonfederasi terlebih dahulu. Coba bayangkan itu yang terjadi. Ancelotti akan dirujak. Timnas Brasil yang semula kebanggaan Amerika Latin akan dicibir banyak orang. Selecao benar-benar akan menjadi aib bagi warga Brasil itu sendiri.

Banyak Wajah Baru, Andalan Tidak Dipanggil

Saat datang ke Brasil, Carlo Ancelotti sedikit bereksperimen pada pemanggilan pemain. Sejumlah nama baru masuk. Nama-nama seperti Douglas Santos, Wesley Franca, Hugo Souza, Estevao, Samuel Lino, hingga Vitinho yang hampir tidak pernah dipanggil atau bahkan tak pernah dipanggil sama sekali, justru dipanggil oleh Carletto.

Sebaliknya, pemain-pemain yang biasa mengisi skuad Brasil malah tak dipanggil. Ambil contoh Neymar. Ancelotti beralasan tak memanggil Neymar karena cedera minor. Selain Neymar, Ancelotti juga tak memanggil barang satu saja pemain Real Madrid ke Timnas Brasil. Apa alasannya?

Endrick Felipe dan Eder Militao tak dipanggil karena menurut Ancelotti, keduanya sedang cedera. Oke, nama-nama tadi tidak dipanggil karena alasan cedera. Namun, bagaimana dengan Vinicius Junior dan Rodrygo Goes? Ancelotti tak bisa memakai alasan cedera untuk kedua pemain. Inilah yang bikin publik terkejut.

Kedua pemain terlibat dalam kemenangan 3-0 Real Madrid atas Real Oviedo. Vinicius Junior bahkan mencetak satu gol di laga tersebut. Tapi Ancelotti tak memasukkan keduanya dalam daftar 23 pemain di Kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL bulan September ini.

Apakah ini berarti Ancelotti sinis sama Real Madrid? Ah, berlebihan itu mah. Yang dikatakan Ancelotti hanyalah ia ingin bertemu dengan pemain-pemain baru di Timnas Brasil. Don Carlo ingin mengenal pemain lain yang bisa membantu Timnas Brasil meraih hasil lebih baik.

Buat Vini, sebenarnya juga karena ia kena skorsing. Tapi bagaimana dengan Rodrygo? Ada makna lain di balik itu. Barangkali Ancelotti punya masalah sama pemain yang satu ini. Tapi pada intinya, memanggil pemain baru memang bisa membuka peluang bagi pemain yang belum pernah memperkuat timnas.

Hanya saja ini bisa berisiko. Pemain yang belum punya caps di tim nasional lalu dipanggil ke ajang sebesar Kualifikasi Piala Dunia akan sedikit kikuk. Don Carlo boleh jadi telah menimbang betul akibatnya. Mau tak mau, ia pun harus menyadari, dengan kualifikasi yang buruk, itu berarti dirinya kini mendapat tekanan besar.

Bukan Salah Ancelotti

Sejujurnya apa yang terjadi pada Brasil sekarang bukan salah Ancelotti. Mantan manajer Chelsea ini baru melatih dalam empat pertandingan. Selecao sudah terpuruk sejak sebelum Carletto datang. Ingat bagaimana mereka kalah 4-1 atas rivalnya, Argentina, pada Maret 2025 lalu?

Waktu itu Brasil masih dilatih Dorival Junior. Tim Samba tak bisa menguasai permainan. Justru Albiceleste yang dimotori Enzo Fernandez dan bermain tanpa Lionel Messi, sekali lagi, tanpa Lionel Messi, justru menguasai permainan hingga membombardir gawang Brasil empat kali.

Dalam beberapa hal, kekalahan ini disebut lebih buruk dari kekalahan 7-1 atas Jerman di semifinal Piala Dunia 2014. Tidak cukup sampai di sana, kekalahan itu juga merupakan kekalahan terburuk Brasil dari sang rival sejak 1964. Kekalahan ini memperpanjang rekor Brasil yang tak pernah menang atas Albiceleste dalam lima pertemuan terakhir.

Kehilangan Identitas

Fakta lainnya, Selecao telah kehilangan identitasnya. Orang-orang Brasil biasanya menganggap bola sebagai teman dansa, bukan masalah yang harus dipecahkan. Maka dari itu muncul jogo bonito. Visi itu tak hilang, tapi bergeser. Kenapa bisa terjadi?

Banyak talenta Brasil keburu pergi dari tanah kelahirannya sebelum benar-benar menyadari dirinya sebagai “orang Brasil”. Tim-tim Eropa sekarang dengan cepat kepincut pada talenta Brasil, meski usianya masih jauh dari kata matang. Lihat apa yang terjadi pada Vitor Roque dan Endrick Felipe, misalnya.

Karena para talenta keburu pergi dari tanah kelahiran, mereka tidak lagi memperlakukan bola sebagai teman dansa. Semangat semacam itu terkikis oleh kebakuan taktik khas sepak bola Eropa. Sejak usia muda, para talenta Brasil ini sudah dicekoki latihan ala Eropa yang tidak mengedepankan kualitas individu, melainkan kolektivitas tim.

Nah, Don Carlo sebetulnya datang untuk mengembalikan identitas itu. Ia tipe pelatih yang percaya pada kualitas individu dan tidak terpaku pada taktik. Kebiasaan Ancelotti yang memberi kebebasan ke pemain, seperti pada Kaka di AC Milan atau Vinicius di Real Madrid, dipercaya bisa mengembalikan identitas jogo bonito.

Barangkali karena itu pula sekarang di Timnas Brasil tak sedikit diisi oleh mereka yang bermain di Liga Brasil. Kita tunggu, apakah Selecao bisa membalikkan rekor terburuk di babak kualifikasi menjadi sebuah trofi Piala Dunia seperti yang pernah dilakukan pada lebih dari dua dasawarsa lalu?

Sumber: Mirror, TheGuardian, DailyMail, YahooSports, AS, SI, ESPN, TheWiderPitch

https://youtu.be/uIcHp2vlZiY?si=jXV5iIDEHmtWCo7i

Andre Onana Pergi dari MU: Kabar Buruk atau Bahagia?

0

Kiper-kiper Manchester United itu seperti awak kapal yang tak punya keahlian apa pun. Jangankan menjala ikan, masak mi instan aja harus buka Youtube terlebih dahulu. Tak mengherankan jika Manchester United akhirnya mendatangkan kiper baru. Harapannya sih bisa lebih berguna dari yang sudah ada.

Beberapa hari setelah mendatangkan Senne Lammens, United melepas salah satu kipernya. Andre Onana yang telah dijajakan ke sejumlah klub sejak negara Kepulauan Solomon belum terbentuk, akhirnya mendapat peminat.

Klub asal Turki, Trabzonspor muncul sebagai pahlawan yang berani memboyong Onana. Kendati hanya dalam bentuk kesepakatan peminjaman. Bagi fans United ini kabar bahagia. Tapi bagi entitas lain di luar itu?

Andre Onana Dipinjam Trabzonspor

Di Minggu yang tenang, Fabrizio Romano mengabarkan bahwa Andre Onana telah ‘here we go’ ke Trabzonspor. Kiper asal Kamerun itu setuju setelah kedua tim lebih dulu menjalin kesepakatan sebelum bursa transfer Liga Turki ditutup pada 12 September. Onana merapat dengan status pinjaman berdurasi satu musim.

Trabzonspor akan membayar penuh gaji Onana. United pun lega karena tak perlu membayar komedian yang tampil di panggung lain. Namun, klub berjuluk Claret-Blues ini tidak akan mengeluarkan sepeser pun biaya peminjaman. Juga tidak punya kewajiban untuk mempermanenkan Onana di akhir musim.

Barangkali Trabzonspor mengerti bahwa Onana punya ikatan batin yang kuat dengan fans Manchester United. Jadi mereka tak tega untuk memasukkan klausul wajib beli di akhir musim. Siapa tahu fans Setan Merah musim depan sudah kangen sama Yang Mulia Dipertuan Agung Andre Onana.

Pemain asal Kamerun ini tidak hanya akan mendapat gaji penuh dari Trabzonspor, tapi gajinya juga akan naik. Membaca laporan dari The Sun, Onana memiliki gaji pokok sekitar 120 ribu poundsterling per pekan. Namun gaji tersebut dipotong 25% oleh MU karena gagal ke kancah Eropa. Nah, Onana tidak cuma mendapat gaji di Turki.

Trabzonspor akan memberinya sejumlah bonus menggiurkan. Bonus-bonus itu akan membuat penghasilan Onana meningkat hampir dua kali lipat dari yang didapatkan saat bermain di Old Trafford. Hmmm…. pantesan doi akhirnya mengiyakan transfer Trabzonspor. In this economy, uang adalah segalanya bos.

Keuntungan Buat United

Peminjaman ini tidak cuma menguntungkan Onana, tapi juga Manchester United. Jika Onana akan mendapat menit bermain dan penghasilan lebih tinggi, United diuntungkan karena ruang gaji menjadi lebih longgar. Selain itu, Andre Onana sebenarnya memang ingin dijual oleh Setan Merah jelang bursa transfer ditutup.

Selain fans yang kepalang muak pada Onana dan berharap sang kiper angkat kaki, Ruben Amorim juga sebetulnya sama. Hanya saja, Mas Amorim menunggu momen yang tepat. Kebetulan menjelang musim baru dimulai, Onana mengalami masalah pada otot paha belakangnya. Situasi inilah yang jadi kesempatan Amorim untuk mencoba Altay Bayindir sebagai kiper utama.

Onana tak masuk skuad melawan Arsenal di laga pertama Premier League, kendati saat itu sudah fit. Onana juga tak turun di dua laga setelahnya, melawan Fulham dan Burnley. Kiper 29 tahun ini baru diturunkan Amorim di laga melawan Grimsby Town di Carabao Cup. Kamu pasti tahu gimana ujung ceritanya.

Well, meskipun tindakan untuk menyingkirkan Onana dari skuad United baru dilakukan akhir-akhir ini, benih ketidaksukaan Amorim pada sang kiper sejatinya sudah muncul dari musim lalu. Misalnya di pertandingan Liga Inggris terakhir melawan Aston Villa. Bayindir turun sebagai kiper utama dan penggantinya adalah Tom Heaton.

Di situ Onana diabaikan oleh Amorim akibat penampilan buruknya di final Liga Eropa. Sempat ada harapan bahwa Onana akan kembali mengisi posisi kiper utama di sejumlah media. Tapi kabar itu fatamorgana belaka. Onana tidak lagi diinginkan, dan ia tahu betul posisinya. Oleh karena itu, Onana menerima tawaran Trabzonspor.

Fans United Bahagia, Tapi Fans Klub Lain?

Perginya Onana ke Turki jelas membuat fans tenang dan bahagia. Walaupun harus menanggung utang dari bank plecit dan negara, minimal para fans tidak akan melihat Onana di sisa musim ini. Tidak di Premier League, tidak pula di FA Cup. Hati menjadi sedikit tenang karena opsi penjaga gawang lumayan, ada Senne Lammens dan Altay Bayindir.

Bukan apa-apa. Onana sering melakukan kesalahan yang sangat elementer. Tangan yang nggak sampai, tepisan yang kelewat, membiarkan Haaland menendang ke ruang kosong, dan silakan kamu mendaftar sendiri kekonyolan-kekonyolan Onana di kolom komentar. Tapi itu bagi fans MU, bagaimana dengan yang bukan fans Setan Merah?

Jelas kita akan kehilangan sosok yang menghibur di tiap akhir pekan. Para produsen meme sepak bola terancam gulung tikar. Sebab kalaupun Onana bertingkah comel di Liga Turki, tidak cukup menarik perhatian daripada saat ia melakukannya di Manchester United. Engagement-nya pasti akan lebih sedikit.

Lagi pula Trabzonspor bukan tim besar di Turki. Ia tidak seperti Besiktas, Fenerbahce, atau Galatasaray. Meskipun saat narasi ini ditulis, Trabzonspor berada di peringkat kedua. Selain itu, Claret-Blues juga tak bermain di kompetisi Eropa mana pun musim ini, karena mereka cuma finis di peringkat ketujuh musim lalu.

Mirip-mirip lah sama Manchester United. Hanya saja Trabzonspor lebih baik karena finis di peringkat 10 besar, sedangkan Setan Merah mengakhiri musim lalu di peringkat 15 besar. Sampai sini kamu mungkin penasaran, kenapa Trabzonspor meminjam Onana? Apa mereka nggak punya kiper bagus?

Kebutuhan Mendesak

Trabzonspor bukan United. Mereka jelas punya kiper bagus. Awal musim ini gawang Claret-Blues dijaga oleh Ugurcan Cakir. Trabzonspor bahkan baru kebobolan satu gol di empat laga pertama musim ini saat Cakir berada di bawah mistar. Sementara Onana di awal musim sudah kebobolan dua gol dalam satu pertandingan.

Sayangnya, kiper Timnas Turki itu dibajak oleh Galatasaray. Cimbom Aslan sampai mengeluarkan uang hingga 36 juta euro untuk membajak Cakir dari Trabzonspor. Cakir pergi setelah Trabzonspor ditahan imbang Samsunpor pada 1 September kemarin.

Kehilangan Cakir bikin Trabzonspor kelimpungan. Mereka butuh kiper berpengalaman segera. Pasalnya pada 15 September 2025 atau setelah jeda internasional, Trabzonspor akan menghadapi Fenerbahce. Mereka pun mengincar kesepakatan kiper sebelum bursa transfer ditutup dan bisa didaftarkan pada pertandingan tersebut.

Tidak banyak opsi yang tersedia. Namun, Trabzonspor berhasil mengidentifikasi dua nama yang cocok menggantikan Cakir. Dua nama itu berasal dari dua tim Manchester: Andre Onana dan Stefan Ortega. Trabzonspor akhirnya menjajaki kemungkinan transfer kedua kiper tersebut. Akan tetapi untuk Ortega, Trabzonspor tak kunjung mengirim tawaran.

Di sisi lain, Ortega juga masih mengevaluasi beberapa tawaran yang masuk. Sementara untuk Onana, Trabzonspor dengan cepat mendapat persetujuan dari United dan sang pemain. Tidak ada alasan pasti kenapa Claret-Blues memutuskan ambil Onana ketimbang Ortega.

Mungkin karena kiper Kamerun itu punya kaps lebih banyak dari Ortega. Kalau melihat kesepakatan yang terjalin adalah peminjaman dan bukan pembelian, ini adalah langkah cerdas yang diambil Trabzonspor. Artinya sangat mungkin Trabzonspor tidak melihat Onana sebagai opsi jangka panjang.

Kesempatan buat Sanne Lemmens

Kepergian Onana lewat jalur peminjaman ini juga menjadi kesempatan emas buat kiper baru United, Senne Lammens. Kiper Belgia itu hanya perlu bersaing dengan Syekh Bayindir di posisi penjaga gawang. Lupakan Tom Heaton, karena ia sudah paten menjadi kiper ketiga di Old Trafford.

Walaupun mungkin masih belum akan menjadi kiper utama, tapi melihat performa Bayindir yang juga tak begitu mengesankan, Lammens bisa lebih cepat menjadi kiper utama. Mudah-mudahan kesempatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Lammens.

Jika ia menjadi kiper utama United, pelatih Timnas Belgia, Rudi Garcia akan segera melihatnya sebagai pengganti Thibaut Courtois. Anyway, buat yang ingin melihat Onana lagi, tenang saja. Beliau hanya pergi semusim saja kok. Simpan rindu kalian pada kiper yang satu ini untuk musim depan. Semoga sukses, Mas Onana. Njenengan beruntung pindah sebelum diadili.

Sumber: Goal, TheSun, TheAthletic, GiveMeSport, Cumhuriyet, Yenisafak, TRTSpor, Reuters

https://youtu.be/uuVILwu0DyY?si=97scLLfafKanuFT8